Laman Kosong

Laman Kosong
Perkara


__ADS_3

“Lihat banyak orang melirik suamimu. Kalau kau lengah sedikit suamimu bisa dibawa orang.” Canda Arka saat di mall, berbelanja beberapa keperluan untuk acara kejutan ulang tahunnya Fay.


“Maka suamiku, akan aku cekik seperti ini.” Dengan senyum manisnya Aira; Aira seakan-akan mencekik leher suaminya, yang selalu punya pikiran mesum. Sampai-sampai Arka harus bercanda seakan-akan dicekik Aira beneran. Bercanda mengeluarkan perkikan kesakitan saat di cekik Aira. Hingga mereka tertawa setengah lepas di mall yang setengahnya milik Arka.


Bahkan tak sedikit karyawan yang mungkin masih jomblo dibuat baper dengan Bosnya. Mereka pikir 'Yang lakinya ganteng, ceweknya cantik pula' Merasa dunia tak seindah saat baca komik di mangatoon hehe.


******


“Tolong Bawakan ini.” Fay menyuruh Keira membawa sebagian kadonya untuk masuk kerumah.


“Ini rumahmu?” tanya Keira.


“Iya. Ayo masuk.”


Keira terkagum. Fay beneran orang kaya ternyata. “Kau tinggal sendirian.”


“Duduklah. Ada penjaga diluar, ada paman juga bibi tapi sepertinya mereka masih belanja. Tidak usah takut. Aku tidak akan gigit. Paling aku cium kalau kamu mau--"


Keira melengos mendengar candaan Fay Apaan sih dia... Pikirnya. Fay tertawa kecil melihat ekspresi Keira saat ini. Dengan berbagai kotak yang Keira bawa. Keira kini tengah duduk dan Fay mengambil minum juga camilan untuk gadis yang selalu bikin tegang minggu minggu ini.


Fay membawa minuman untuk Keira. “Buka saja semua. Kalau ada yang kau suka kamu boleh ambil.” Mata Keira melebar terlihat puas dengan seruan Fay barusan. Fay kini duduk disamping Keira. Keira tak sabar ingin melihat kado kado didalam kotak tersebut. Keira yang tengah sibuk membuka beberapa kado terlihat senang, semringah. Entah mana yang dia inginkan karena semua kado untuk Fay begitu bagus semua. Hingga ... Fay tak mengeluarkan suara. Fay ternyata setengah tertidur dengan kepala bersandar di sofa. Tak sengaja Keira yang tengah berpaling pada Fay kok diam saja. Keira mendapati Fay tertidur dengan paras wajah yang amat menawan dan seperti tidur dengan nyenyak. Keira yang mengamatinya sedikit terkagum dengan keindahan setiap lekukan wajah yang dimiliki Fay.


Tapi setelah diamati dengan dekat, kok detak jantung Fay berdetak hingga Keira yang dekat dengan tubuh Fay bisa merasakannya. Tapi tidak mau menghiraukan semua itu Keira ingin menjauh setelah mengamati paras muka Fay. Keira salah menaksirkan sesuatu. Jiwa yang di kira tidur tadi tidaklah tidur. Fay merasa detak jantungnya tak pernah teratur saat Keira ada didekatnya. Hingga Fay inginkan Keira menjauhi dari sisi-Nya. Fay yang masih memejamkan mata. Tiba tiba ... merangkul menarik tubuh Keira yang sedang ingin menjauh.


Tangan yang meraup pinggang Keira itu. Membuat Keira terduduk begitu dekat juga terlihat begitu rapat dengan lelaki disampingnya itu. Keira begitu terkejut Fay melakukan gerakan ini. Mata Fay yang baru saja terbuka ... Tak bisa berpaling menatap Keira yang ada di dekapnya. "Kau mendengar detak jantungku ya,” Fay meraih tangan Keira dan didekatkan nya di permukaan dada Fay yang memakai jaket. “detak jantungku, selalu seperti ini saat didekatmu.”


Muka Keira langsung memerah aliran darahnya semakin deras sehingga memicu detak jantungnya mungkin sama dengan apa yang di rasakan Fay saat ini. Apalagi saat tangan Keira Tergenggam tangan Fay dan didekatkan nya di dada Fay. Sehingga Keira begitu bisa merasakan degup jantungnya. Keira masih terdiam terpaku ditengah suasananya yang menegangkan ini. Sedangkan Fay berusaha menahan hasratnya untuk saat ini. Tapi Fay bukan merasakan nafsu saja, tapi sekarang dia tengah merasakan hal lain pada wanita yang ada di pelukannya saat ini. Rasa ingin memiliki terbesit dalam pikiran Fay di tengah degup jantungnya yang mengeras.


Mata Fay menatap sayu wajah Keira. Perlahan tanpa sadar mempererat tubuh Keira yang seakan tak nyaman dengan posisinya. Tangan Fay meraih memegang antara sisi rahang dan leher Keira dan sedikit memajukan kepalanya. “Aku boleh menciummu.” Keira langsung membeku membatu. Pertanyaan ini... Kenapa seperti menjebak ku. Mending kau langsung menciumku dari pada kau ijin aku terlebih dahulu.. apa aku harus bilang iya. Itu tidak mungkin dan apa harus bilang tidak. Tapi kenapa terasa aneh. Ach... Aku harus bagaimana.


Fay mencoba menerawang apa yang tengah dipikirkan Keira. “Kalau diam ... Kau berarti mau.” Sedangkan Muka Fay sudah sangat dekat dengan muka Keira. Keira tak bisa menjawab apapun. Hanya tangannya yang semakin mengerat jaket Fay. Dan sebagian lelaki membaca isyarat itu seakan akan si wanita mau menerimanya.


Fay memejamkan mata. Perlahan mendekat perlahan semakin dekat dengan bibir Keira. “Tunggu-tunggu,” tiba tiba tangan Keira sedikit mendorong tubuh Fay. “aku sangat gugup sekali.” Kata-kata Keira membuat Fay tertawa kecil di depannya yang masih tak percaya dengan semua ini.


Kembali Fay malah mempererat pelukannya kepalanya bersandar pada Aira. “Selama kau tak bisa dihubungi ... aku selalu memikirkanmu; Memikirkanmu bagaimana caranya agar bisa meminta maaf. Juga ... ada hal lain. Aku Masih belum berani mengatakannya. Takut kalau dirimu salah menilainya, karena ini begitu cepat tapi aku sungguh-sungguh.”


Keira yang tak bisa kemana-mana, begitu dilanda rasa penasaran dalam hatinya dengan apa yang maksud dari perkataan Fay saat ini.


"Kau ingin bicara apa.”


“Aku...,”


DDDUUUAAARRRR......PRET...PRET....PREETTTTT Hahahahahahaa SELAMAT ULANG TAHUNNNNN


Dua orang. Laki laki dan satunya perempuan sedang meledakkan petasan semprotan kertas, dengan memakai topi kerucut, sambil membawa terompet. Si ceweknya begitu ceria membawa dan meniup terompet dan yang lakinya sudah kaya kayu diam saja karena ini bukan style nya meski istrinya yang memintanya.


Dua kali keterkejutan melanda mereka berempat. Fay dan Keira dibuat begitu salah tingkah. Keira langsung menjauh dari Fay. Sedangkan Arka dan Aira yang seperti terkena letusan petasan langsung tersekad,membeku,terpaku jadi satu di tengah tubuh mereka yang mematung tak jauh dari tempat duduk mereka.


Keira meringis sambil melambaikan tangan. “Hehe. Ini enggak seperti yang kalian kira ya.”

__ADS_1


Satu tangan Fay menutup matanya hingga tersenyum. “Kalian benar benar membuat kami terkejut.”


"Kalian yang membuat kami terkejut. Si pencuri ternyata gerak cepat sekarang.” Candaan juga sindirin dari Arka. Malah Fay santai, makan camilannya sendiri dengan sedikit menorehkan senyum pada guratan wajahnya. Kejadian barusan membuat Aira menatap Keira. Keira membalas balik tatapan Aira.


“Untuk apa menatapku.” seru Keira


“Jaga kak Fay dengan baik ya. Kakakku orang yang baik.”


Fay begitu senang mendengar perkataan Aira. Merasa adiknya sudah lebih dewasa.


Arka tatapannya langsung menggelap suram. “Kau berani memuji orang lain di depanku. Hah!”


Aira malah membalas tertawa kecil untuk suaminya. “Aku suka kamu.” Buyar sudah amarah Arka saat ini. Mendengar perkataan juga tawa istrinya itu.


Mereka berempat merayakan ulang tahun dengan keserunya. Senyum tawa candaan mereka lakukan, sudah seakan tak ada jarak lagi buat mereka. Hanya saja sikap Aira dan Keira yang masih belum bisa dimengerti. Selalu membuat pasangan mereka sedikit waswas.


Waktu ditengah-tengah acara. Aira merasa sedikit aneh dengan perutnya. Seakan-akan rasa dalam perutnya berkecamuk. Sisi-sisi dahi Aira mengeluarkan keringat dingin. Mual yang Aira tidak bisa tahan-tahan lagi. Ditengah candaan mereka Aira berdiri dan berlari ke arah toilet. Terlihat jelas semua merasa bingung. Kenapa dengan Aira kok dengan tiba tiba lari tergopoh-gopoh ke arah toilet. Melihat reaksi Aira yang lari terburu-buru ke kamar mandi. Arka berlari menyusul Aira, gelisah dalam hatinya begitu terlihat takut istrinya kenapa kenapa.


Aira yang tak bisa menahannya lagi. Beberapa kali terdengar suara muntahan dan muntahan Aira keluarkan. Arka yang menyusul Aira amat sangat panik, mendengar istrinya muntah sampai beberapa kali. Dengan cepat memanggil nama istrinya saat di pintu masuk dan Arka langsung menghampiri istrinya. Melihat Aira masih muntah Arka refleks Memijat mijat leher belakang Aira. Arka kalut, tak bisa memikirkan apapun hanya rasa cemas yang sekarang ini yang ada di hati dan pikirannya.


Arka membantu Aira membasuh bibirnya, mengusap keringat dingin yang menetes antara dahi Aira. Setelah selesai semua itu Aira langsung memeluk erat tubuh Arka. Hati Arka yang kalut tadi seakan sedikit terurai saat Aira memeluknya hingga dalam hatinya menyuarakan 'Aku sangat mencintaimu Aira, aku sangat mencemaskanmu' Arka langsung memebalas pelukan lebih erat dari pelukan yang Aira berikan dengan menghadiahi kecupan antara leher juga rahang istrinya.


“Jangan takut. Istriku mungkin saja lagi hamil. Kita kedokter sekarang.” Kata kata menenangkan kedua bibir yang ingin menenangkan rasa gusar pada pikiran Aira dan yang tak terlihat adalah sebaliknya Arka begitu gusar, gelisah melebihi apa yang Aira rasakan saat ini, hingga membuat Arka lebih mempererat pelukannya.


Di satu sisi lainnya hati Fay dan Keira begitu senang juga bahagia melihat Arka dan Aira sangat saling mencintai dan saling menjaga satu sama lain.



Diperjalanan pulang Arka yang kemungkinan tidak sabar lagi mengetahui kondisi tubuh Aira. Segera melaju cepat ke Arah rumah sakit yang tak jauh dari perumahan Fay. Karena rumah sakit yang tak jauh itu adalah salah satu rumah sakit internasional dan juga sudah bersertifikat Akreditasi A. Arka yang tak sabar. Memilih rumah sakit tersebut karena dokter pribadinya ada di luar negeri. Kemungkinan ini adalah solusi yang bagus membawa Aira ke rumah sakit tersebut. Bahkan para petinggi dan para Artis sudah biasa melakukan pemeriksaan di rumah sakit ini.


Diruang tunggu VIP Arka tengah duduk bersandar kursi dan memeluk tubuh istrinya.


"Kau gugup--? Peluk aku. Kalau kau terlalu cemas nanti anakku juga ikut cemas di dalam sini." Arka mengelus-elus perut Aira.


“Apa kau yakin ...? Bagaimana kalau hanya masuk angin.”


“Mana mungkin ... Aku selalu memasukkan punyaku beberapa hari ini. Bahkan sehari bisa 3-4 kali melakukannya.”


Muka Arka yang dekat dengan Aira sengaja bercanda menggoda Aira ditengah keresahan istrinya. Aira tersenyum malu, tangannya pelan mendorong muka Arka yang tengah menggodanya saat ini.


“Arka ... Ada yang aku pikirkan selama ini.”


“Tentang apa? Katakan saja.”


“Eem, itu ... Keira itu apa keluargamu?”


“Bukan.”


“Bukan. Temanmu?”

__ADS_1


“Bukan juga. Katakan yang ingin kau katakan dan yang membuatmu penasaran tentang Keira.”


“Itu ... keira seperti kakakku hanya saja mukanya berbeda—tapi aku merasa suaranya mirip dengan kakakku. Cara dia bicara. Cerewetnya. Gaya pakaiannya dan mereka sama-sama pintar memasak. Andai mereka orang yanga sama.”


“Mungkin saja.”


“Ah. Apa maksudmu.”


Arka tersenyum.


“Tuan Arka. Nyonya Aira silakan masuk ...” Panggilan suster penjaga.


“Ah. Tunggu Arka. Maksudmu tadi apa?”


“Sudah ayo.dipanggil tuh.”


Ketika tahu kalau yang datang bukan pria muda biasa. Dokter yang didatangi Arka sedikit terkejut, Arka mau datang sendiri ke rumah sakit. Yang mungkin biasanya Arka punya dokter pribadi sendiri. Dokter specialis kandungan tersebut sampai menunduk mempersilakan Arka dan Aira masuk. Serta mengucapkan permintaan maaf karena harus menunggu pasien lainnya selesai terlebih dahulu.


Disitu Aira yang tengah duduk, yang sedikit melihat ke bawah lantai. Aira melihat dompet terjatuh, Aira segera mengambilnya dan kemungkinan dompet ini milik pasien sebelumnya. Aira langsung memberitahukan kalau ada dompet jatuh di lantai dan mengambilnya. Sang dokter lagi lagi meminta maaf dan dokter di perkirakan kalau dompet tersebut jatuh saat pasien sebelumnya hendak keluar dan bertuliskan kartu identitas bernama Ara.


Tes darah yang Arka pilih kali ini untuk cek kemungkinan kalau Aira hamil atau hanya sakit biasa. Di samping itu cek darah lebih efisien juga lebih akurat mengetahui sudah terbentuknya janin apa belum, dan lebihnya lagi kondisi kesehatan Aira bisa terindikasi melewati tes darah dari pada tes pex.


Selain memeriksa kesehatan tubuh Aira. Dokter sudah mulai mengambil sampel darah Aira. Setelahnya sang Dokter menerangkan bahwa hasil tes darah di rumah sakit ini tidak memakan waktu lama dan mereka bisa menunggu hasil tesnya hanya 10 menit dengan waktu persiapan...


Rumah sakit yang sudah berskala internasional itu bahkan mereka sudah bekerja sama dengan seorang mahasiswa Portugis yang bernama Ana Ferraz merancang sebuah perangkat portabel yang dapat menentukkan golongan darah empat kali lebih cepat dibandingkan dengan tes darah di laboratorium. Hanya dalam waktu 5 menit, sudah dapat mengetahui golongan darah orang tersebut. Meski begitu, hasil tes dari alat ini sudah terbukti 96 persen akurat.


Bentuk dari alat ini sangat sederhana yaitu hanya dilengkapi dengan sentrifugal dan wadah berukuran kecil untuk pengujian darah. Pertama, darah yang sudah diambil dicampur dengan reagen (zat yang biasanya digunakan untuk analisis kimia) dan kemudian memasukannya ke dalam perangkat yang dapat dihubungkan dengan aplikasi di telepon genggam, komputer, ataupun tablet dan hasil golongan darah langsung dapat Anda ketahui.


Teknologi ciptaan Ferraz ini berhasil mengalahkan 309 siswa yang turut mengikuti kompetisi Microsoft Imagine Cup Worldwideyang diselenggarakan di St. Petersburg, Rusia dan ia pun mendapatkan hadiah sebesar $50,000 atau sekitar Rp508 juta-an. Dengan menggunakan alat ini, masalah kesehatan dapat teratasi. Proses transfusi darah pun juga dapat dilakukan dengan cepat dan dalam situasi darurat nyawa manusia dapat diselamatkan.


Semoga saja ini akan menjadi kabar yang baik pikir Aira. Karena Aira sudah sangat tegang, segera ingin tahu hasil tes darahnya. Dari arah pintu datang suster perawat yang bertugas mengambil sample darah setiap pasien yang ada di ruang dokter tersebut untuk di periksa hasil akuratnya.


Sambil mengobrol tentang kesehatan Aira dan Arka. Mereka diperkenankan untuk mau menunggu selama 10-20 menit selama hasil pemeriksaan selesai semua. Dan kedua suster itu sudah berlalu mereka menuju ruang lab dan akan menggunakan alat canggih tersebut.


Mereka begitu riang waktu itu, juga membicarakan Arka, bos Max entertainment ternyata lebih tampan dari foto yang mereka lihat. Hingga di menit ke 7 ada dua sample darah yang mereke periksa yang satu bernama Aira yang satunya bernama Ara.


20 menit mereka sebelum membacakan hasil tes nya. Suster perawat melakukan panggilan kepada dokter yang menangani Aira untuk segera keruangan lab sekarang juga! Dan sang Dokter berpamitan sebentar meninggalkan Arka dan Aira. Tampaknya penting sekali hingga Dokter tersebut tergopoh-gopoh menuju ruang lab. Sesampai di pintu ruang lab suster perawat juga tak kalah paniknya. Langsung mengabarkan.


“Dokter. Hasil lab nya positif mandul.” Seruan kata kata panik dari suster tersebut.


Dokter itu langsung menegang tak percaya. Memakai kaca mata dan membaca hasil tes darah Aira dan sang Dokter sampai bertanya memeriksa berulang-ulang kali. Hingga dokter yang sudah kalut itu mondar-mandir mencari cara untuk menjelaskan pada Tuan Arka, dan tidak mungkin karena ketakutan Arka harus disuruh menunggu lebih lama. Yang jelas Tuan Arka akan marah disuruh menunggu lebih lama lagi.


Langkah sang Dokter pun gemetar sampai-sampai telapak tangannya mengeluarkan keringat dingin, itu bisa diartikan bahwa sang Dokter benar-benar dilanda kepanikan. Masih bingung bagaimana nanti kalau Tuan Arka tidak terima hasil lab tersebut.


Akhirnya sang Dokter harus memasang mental bajanya. Membuka pintu ruangannya dan harus menghadapi apapun yang Arka lakukan nantinya.


Votmen. Votmen. Votmen 😊


**Makasie banyak yang sudah sempatkan Votmen ya ...

__ADS_1


Salam baca ulanZu**


__ADS_2