
Detak jantung dan nafas Aira beriringan berintonasi naik turun. Disaat Arka menggenggam kedua tangan Aira lanjut mencium kedua tangan tersebut.
“Kau gugup?” tanya Arka.
“Tidak—” jawab Aira.
“Tanganmu sedikit gemetar,” lalu Arka mencium lembut bibir Aira. “apa—kau tahu. Menunggu itu membosankan,” Arka perlahan menggigit bibir bawahnya dan terlihat menggoda dan sensual. “aku menunggumu.” Bisik Arka lirih.
Perlahan kedua mata Aira menatap Arka. Perlahan juga, penglihatan Aira beralih ke bawah ke kancing kemeja Arka, yang masih saling mengait satu persatu. Tangan Aira yang sedikit bergetar. Sedikit ragu perlahan menjulurkan tangan, dan perlahan membuka satu kancing lalu ke kancing berikutnya. Kenapa Aira begitu gugup? Karena Aira tidak pernah melakukan hubungan intim secara duluan. Karena biasanya Arka yang memulai. Dan menjadi Tuan yang melakukan segala hal semaunya dia kepada Aira. Dan ini pertama kali buat Aira.
Sebagian kancing telah terbuka. Aira perlahan mendekati hingga mencium leher Arka. Aliran darah yang mengalir deras, membuat tubuh Aira memanas hingga sangat terasa bahwa Aira tak kuasa menahan gairahnya sendiri ... Perlahan mencium hingga mensesapi kulit leher Arka. Membuat Arka tak kuasa menahan setiap sentuhan Aira. Hati Arka serasa berdebar. Rongga rongga ditubuhnya teraliri uap panas sampai Arka harus sedikit mendongakkan dagunya. Memejamkan mata kenikmatan atas sentuhan dan setiap sentuhan sesapan bibir Aira yang manis dan ranum.
Arka tak bisa menahannya lagi. Dengan cepat Tangan Arka memeluk kuat tubuh Aira. Tangan dan jemarinya yang cepat tapi tertahan, menyusupi meraba pinggang dan setiap sudut tubuh Aira dibalik lingerie hitam yang begitu transparan dan menggoda. Hingga sampai di gundukan kenyal milik Aira. Arka memainkannya dengan kenikmatan suasana saat ini. Arka tak bisa menahannya lagi.
Aliran panas tubuh Aira bertambah, saat Arka melakukan itu semua hingga tubuh Aira tersekat. Terdiam. Sampai mengeluarkan desahan nafas panas diiringi congakan dagu dan pejaman mata kenikmatan, merasakann reaksi tubuh Aira. Arka mengayunkan lirikan kabutnya menghadapkan muka Aira didepannya. Setelah memandangi muka Aira. Arka dengan kuat-kuat mensesapi memanggut sampai sampai seakan lidah Aira terisap ciuman yang kuat dan saat hanya milik Arka seorang.
Kembali nafas Aira terengah-engah. Megap- megap. Ciuman ini benar benar nikmat juga menggairahkan. Arka langsung membanting tubuh Aira ke bawahnya. Mencium menyusuri mulai pusar sampai ke telinga Aira dan kembali memandang Aira dari atas. “Kau membuatku menggila saat ini Aira--, kapan kau mau melakukan itu duluan?"
Telunjuk Aira menyusuri dan menyentuh bibir Arka. Sedikit terdiam seperti memikirkan sesuatu. Lalu tak lama Aira sedikit menelan ludah. Jemarinya perlahan ... dengan degup jantung yang terus menderai. Perlahan Aira memberanikan diri. Jemarinya memasuki menyelinap dalam celana dalam Arka. Lebih perlahan lagi, Aira menyentuh dan menggenggam benda itu dan sedikit memainkannya.
Arka langsung mengernyitkan wajahnya. ini sangat nikmat-- pikir Arka. Seraya menahan luapan rasa yang sekarang ini menghujani disetiap aliran tubuhnya. Pertama kalinya Arka merasakan sehebat ini dari yang pernah dia ingat dulu. Arka langsung membisikkan satu kata dengan nada parau ke telinga Aira. “Lagi--”
Semua sekarang mereka lakukan tanpa ada batas mana yang menyerang dan mana yang diserang. Mereka kini sama sama tenggelam dalam satu kalimat ‘malam ini untuk kita berdua'. Hanyut dalam semua permainan hingga tubuh mereka menjadi lembab oleh keringat atas nama kepuasan dalam bercinta. Meski sering kali Aira menyuarakan desahan kesakitan, tak berarti apapun buat Arka mereka berdua terus dan terus melakukannya. Karna itu sakit penuh kenikmatan bukan sakit yang menyakitkan tubuh.
Di pagi hari. Kicauan burung gereja terdengar bercuar cuar. Sedikit membangunkan Arka dari kelelahan bertempur semalaman dengan wanitanya. Arka mulai membuka mata dan begitu merasakan hangat dalam tubuhnya. Aira yang tak memakai sehelai bajupun memeluk Arka dengan erat dalam tidurnya.Arka begitu merasakan bahagia saat ini. Membalas pelukan Aira dengan erat dan beberapa kali Arka memberi kecupan dibibir Aira. Dan membisikkan lirih. "Aku mencintaimu ...."
“Arka ... Aku masih ingin tidur ....”
“Aku haus ....” ucap Arka.
“Achh ... Ambil sendiri.”
“Iya--,tidur saja. Aku bisa ambil sendiri.” Tiba tiba kedua tangan Arka menggenggam gundukan kenyal seakan akan, memeras dan mensesapi benda itu bergantian.
Aira mengumpat. “Arka mesum! Kau membohongiku. Tapi-- A-Agghh.”
__ADS_1
“Tapi enak,” seru Arka. “lagi ya--?” Belum sempat Aira membalas perkataan Arka. Tubuh Aira mengalami lonjatan yang erotis saat Arka semakin sensual memainkan benda kenyal itu yang sedari tadi Arka memijat mijat dan mensesapinya dengan sangat kuat. Kembali Aira mengerang sekuat kuatnya saat Arka berganti mensesapi bibir yang lain milik Aira. Dalam fikiran Aira Arka benar benar menggila saat ini.
"Tuan Fay— tidak hadir ke anniversary agensi tuan?” tanya Bibi. Fay seketika tersedak dan meminum air yang ada di depannya. Karena Fay lupa malah ketiduran kalau ada undangan. Padahal tadi managernya sudah mengingatkannya dan maneger Fay harus berangkat duluan untuk keperluan Fay disana.
"Untungnya Bibi ingetin. Tolong siapkan baju saya, Bi. Telfon juga Arka jadi ke acara itu enggak.” Fay benar-benar terburu buru hingga harus menyetir mobil dengan cepat, karena dia tidak hanya tamu undangan. Fay termasuk bintang tamu dadakan untuk wawancara mengenai acara terbaru agensinya kali ini yang yang tengah dipublikasikan saat ini juga.
Hingga sampai di depan lift. Tanpa sengaja ada wanita sexy bersamaan masuk lift dengan Fay. Lalu Fay Segera menutup pintu lift tersebut. Wanita itu langsung mengambil posisi dibelakang Fay. Mengambil bedak, lipstik dan tanpa canggung berdandan meski ada seseorang yang asing di depannya. Bisa ditebak wanita itu adalah Keira, salah satu chef acara cooking ala chef acara terbaru dan kini harus satu agensi dengan Fay. Memakai baju dress ketat berwarna merah hati dengan belahan yang sedikit rendah dibagian dada. Hingga sedikit terlihat ranumnya buah dada Keira. Dengan rambut pendek long bob yang paling digemari saat ini. Membuat Keira bertambah terlihat sexy dan sangat menawan ditambah beberapa operasi di wajahnya. Membuat Keira menjadi percaya diri dari siapapun. Keira tak menyadari kalau di depannya saat ini adalah Fay. Karena Fay dari tadi hanya diam layaknya patung.
“Tu-tuan. Bisakah kau minggir sebentar? Aku mau berkaca di depan kaca sebelah Tuan." seru keira. Fay yang masih terdiam langsung memberi ruang untuk Keira berkaca dan menyempatkan melihat paras muka wanita dibelakangnya dan--, sama-sama terkejut bahwa mereka saling tau, tapi belum pernah berkenalan.
“kau,kenapa ada disini?” tanya Fay penasaran.
“Urusanku ada disini-. Aku mau berkaca. Tolong kau minggir kesamping.” pinta Keira.
Keira maju kedepan dan Fay perlahan mundur kesamping Keira. Keira tengah membenahi dress, tatanan rambut dan lain-lain sebagainya. Termasuk sepatu high heels nya. Saat Keira menekuk satu kakinya kebelakang membenahi sepatu. Tiba-tiba dia tidak nyaman dengan dressnya sendiri yang terlalu ketat, alih alih menurunkan dressnya yang sedikit naik malah kakinya sedikit tergelincir dan ... Biasa. Seperti di sinetron FTV. Keira seakan akan hampir terjatuh kebelakang. Dan sang pangeran tampan berkuda putih alias Fay langsung menangkap tubuh sexy Keira. “Aaaacchhh” suara Keira. Dan langsung bisa tertebak Keira bersandar di dada Fay dengan sedikit tertegun ... Keira terpana dan memandang Fay yang tengah memapahnya. Waktu seakan melambat selambat lambatnya. Sebenarnya bukan waktu yang melambat tapi karena suasana yang seakan membuat mereka terpana satu sama lainnya membuat Fay dan Keira seakan terbawa suasana saling tatap menatap.
Tapi kedua mata Fay, tiba tiba sangat tidak nyaman melihat dada Keira terlihat menonjol dan sedikit terbuka. diiringi pulasan warna merah di bagian bagian pipi Fay. Tanpa permisi Fay melepaskan tas Keira, dipakai untuk menutupi dada Keira yang sedikit terbuka. Keira yang tadinya sedang terpana berganti tubuhnya membeku, salah tingkah saat Fay menutup dadanya dengan tasnya sendiri. Keira langsung berdiri tegak.
“namaku Fay." ucap Fay.
Dan pintu lift terbuka mereka kembali terpisah.
******
Diwaktu yang sama. Ada dua anak manusia yang tak kalah heboh berseteru gak selesai selesai tentang dandanan mereka.
“Apa karena ada Fay, jadi kau berdandan cantik?! Ganti gaun lainnya." ucap Arka.
“Arka! Aku capek..., aku udah 3 kali ganti baju ...."
“he-he," senyum Arka. Yang tak ingin Aira dilirik pria lain. “ambilkan sepatuku yang hitam.” Arka tengah duduk.
“Pakai yang cream saja!” Aira cemberut sambil membawa sepatu cream.
“Pilihanmu bagus.” Kata Arka. Aira mengamati penampilan Arka, kok tambah keren.
“Eeemm aku rasa kurang pas. Lepas sepatunya.”
__ADS_1
Arka berdiri didepan kaca. “Apanya.malah keren yang ini.”
“Aku desainermu. Mana mungkin salah tebak.” Alasan Aira.
“Trus harus ganti lagi?” Arka ganti sepatu lagi.
“Sudah yang itu saja.” Arka ganti sepatu lagi.
“Aku rasa aku capek.” lanjut terus.
“Ada masalah dengan kakiku?” Detik kecurigaan Arka.
“Kok rasanya ingin marah.” Ganti yang kesekian kali.
“Titik sabarku sudah mau habis.” Masih ganti sepatu lagi.
“AIRRAAAAAAAAA ...kau benar benar keterlaluan!"
Aira tertawa terkekeh-kekeh.
“Kau balas dendam, hah ...?!”
Yaudahlah Sesi ini Aira ketawa terus
Dukung Author lewat
like
komen
favorit
Vote juga
agar Author tetep bisa semangat berkarya
terima kasih ...😊😊
__ADS_1