Laman Kosong

Laman Kosong
Tentang Aira


__ADS_3

Saat omma pindah dari apartemen Arka ke rumah utama, rumah di mana tempat tinggal Ayah dan Ibu arka yang sudah meninggal. Sedangkan para pekerja dan pelayan sibuk menata barang barang omma yang lumayan banyak dia bawa dari kota C saat tinggal bersama keira.


.


.


.


Dimeja makan bersama Leon yang hanya memakai baju santai ditemani teh gyokuro hangat dan cake red velvet yang sudah jadi ciri khas sendiri keluarga Max saat acara apapun selalu ada cake brownis red velvet yang dulu juga kesukaannya mendiang Ayah Arka dan Leon.


Seraya memakan cake, "Omma ... aku sedikit khawatir tentang Aira yang tidak tahan dingin, apalagi pemanas portable disana tidak bekerja dengan baik,” ujar Leon


“Kakakmu itu selalu ada ide untuk mengatasi masalah apapun, sama seperti Arka masih kecil saat menjagamu sendirian, Ayahmu yang saat itu sakit kamu yang masih sangat kecil sedang kehausan dan terus menangis minta gendong. Arka hanya memikirkan bagaimana caranya agar kamu bisa tenang dan bisa membuat susu dengan bersamaan, Arka kecil menggendongmu dengan kain lalu diikatkan mainan bersuara dikepalanya agar kamu bisa berhenti menangis dan tersenyum. Dan mengajakmu melihat lampu lampu kota dari sisi jendela kamar, saat kamu tersenyum ... Itulah yang membuat Arka jadi kuat tanpa harus membuat Ayahnya yang masih terbaring lemah khawatir, meski sebenarnya Ayahmu menahan tangis yang begitu dalam dalam hatinya, begitu juga saat Ayahmu bercerita tentang kehidupanmu dan Arka ke Omma."


Leon menunduk seakan semua pandangannya berkabut air mata yang tertahan, "omma ... aku sangat menyayangi kakak, aku ingin wanita yang di sampingnya adalah orang yang tepat. Sebenarnya Leon sedikit ragu dengan Aira.”


“Ragu? apa ada hal yang aneh pada Aira ...?"


Arka mengambil majalah New York terbitan 2 tahun lalu dan menunjukkan ke Omma nena “Aira bukan gadis biasa tanpa identitas omma, mungkin itu Aira yang dulu tapi Aira yang sekarang dia wanita lulusan 5 besar The Fashion Institute of Technology Dikenal juga sebagai MIT-nya dunianya fashion. Program yang ditawarkan meliputi ilustrating and styling, marketing, fashion design dan bisnis. Didirikan pada tahun 1944, sekolah ini memiliki 10.000 murid, diantaranya terdapat beberapa lulusan ternama seperti Michael Kors, Carolina Herrera dan Calvin Klein. Bagi mahasiswa yang dari luar New York biaya kuliahnya mencapai 8.185 dollar Amerika. Yang sebenarnya hanya dengan beberapa sponsor sudah bisa membuat label sendiri dan atas namanya sendiri yang tentu beberapa perusahaan Luar negeri akan membanjiri menawarkan untuk bergabung dengannya, tapi Aira memilih ke kota A yang hanya ingin jadi pegawai biasa, Leon yakin ada hal lain yang ingin Aira kerjakan dan juga dari mana dia membiayai sekolah yang lumayan mahal itu sedangkan Aira, aku sendiri yang membawa kesini.” Pernyataan Leon.


“Ada lagi yang menbuatmu terlalu mencemaskan nya? kau bisa saja suruh anak buahmu menyelidikinya ... Aira tampak gadis yang polos ...." ucap Omma.


“Buka halaman berikutnya Omma.”


Omma tertegun melihat apa yang Omma lihat. "Ap-apa ... Kenapa Aira bersama Fay, dan berita ini ... apa ini semua benar Leon."


“Saat ini belum ada penjelasan detail yang aku miliki mungkin harus dengan persetujuan kak Arka dulu baru ada tindakan. Di situ mereka tertangkap foto paparazi sedang bersama dan hanya digosipkan saja kalau Fay dan Aira sangat dekat dan mungkin berpacaran. Tapi, belum ada pernyataan apapun dari kak Fay. Aku hanya takut kalau ini benar ... Kak Arka tidak memberi kebebasan untuk Aira tanpa memberi alasan yang tepat untuk Aira dan menggantungkan hubungan mereka tanpa kejelasan."


“Leon ... biarkan ini mengalir begitu saja ... agar Aira lebih bisa mengungkapkan dengan siapa hatinya bernaung, jangan membuat tekanan yang terlalu ... Aira tidak akan nyaman. Dan malah takut dengan kita.” Kewaspadaan Omma.


“Baiklah, Omma ... Ehh, omma jangan makan manis manis terus ... nggak hanya berlubang, gigi omma bisa ompong lhoo hahaha ....” Leon sambil memeluk omma yang ada disampingnya.


"Meski ompong omma masih sanggup marahin kalian kalau kalian banyak tingkah hahaha ...."


Malam hari di Villa Tua

__ADS_1


“Aaww Arka. Sakit. Kau dari tadi terus menggigit-ku.”


Malam seperti biasanya sangat dingin ....Tapi, tidak sedingin saat mereka pertama datang langsung disambut hembusan angin dingin yang bisa menembus hingga ke tulang rusuk manusia, Arka dan Aira memilih tidur di dekat perapian dengan lampu dimatikan membuat suasana redup dan menenangkan saat tidur saat api perapian menghangatkan tubuh mereka berdua. Tapi, sebaliknya dengan tingkah mereka, Aira tidur membelakangi Arka dengan asik maen game di handphonenya sedangkan Arka asik sibuk menjahili Aira.


Arka yang memeluk tubuh Aira dengan posisi kaki menumpang di paha Aira, sering kali menggigit bahu dan lengan Aira.


Siapa yang tidak kesal saat enak enak main game yang disamping usil terus.


“Kau ini apa tidak bisa berhenti!!" geram Aira sambil menaruh handphonenya.


“Hah apa tadi itu, kau berani membentak ku?"


“Iya Aku berani!"


“Sepertinya aku terlalu baik sama kamu, hingga kau berani sekali sekarang,”


“Arka Biarkan aku istirahat dulu, bukannya tadi udah lakuin itu,”


“Kau dari tadi sibuk main game aku nggak suka, kau ini aneh ... bukannya cewek yang sudah pernah dan baru pertama kali melakukan hubungan intim biasanya akan ketagihan, kenapa kau tidak?!"


“Coba kau ulang lagi!” Arka memperkuat pelukannya sambil menggigit leher Aira sesekali menggelitik perut samping Aira.


Aira menggeliat kan tubuhnya, "Haha haha Haha Arka berhenti! geli Arkaa!!"


“Masih mau bilang nggak tertarik denganku?!”


“Nggak ... aku memang nggak tertarik berbuat itu,”


“Benarkah?”


Arka yang memeluk dari samping meraup tubuh Aira dengan tangan dan menggigit leher Aira, kedua tangan Arka memeluk erat dan jemari merayapi perut Aira. membuat Aira semakin menenggelamkan mukanya ke sprei dan menahan antara tawa dan sentuhan Arka.


“Berhenti Arka ...."


“Masih mau bilang nggk tertarik denganku?"

__ADS_1


Aira sudah tidak nyaman dengan sentuhan Arka membuat tubuhnya menggeliat dalam pelukan Arka.


“Berhenti Arka ... kau tadi sudah lakukan itu dan sangat lama ... itu ku masih sangat sakit kau juga menggigit gigit punyaku sampe terasa bengkak.”


“Hahaha kau ini jujur sekali aku suka, baiklah malam ini tidak dulu,” sambil membalikkan badan Aira menghadap ke Arka. "tapi aku ingin kau menciumku dan bermain disana."


Kepala Aira langsung menunduk tenggelam dalam dekapan Arka dan menggelengkan kepala. Jelas Aira akan terasa malu kalau Aira lakukan itu karena Aira lakukan ciuman kalau Arka sendiri yang menciumnya dan lagi hanya Arka yang memainkan lidahnya dalam rongga mulut Aira bukan sebaliknya apalagi diluar nafsu saat bercinta. Sangat membuat Aira canggung.


“Kalau kau tidak ingin ... aku akan bercinta lagi denganmu.” nada ancaman Arka max.


Aira memandang kesal Arka yang seperti mafia sex, sesaat menghela nafas dibuang cepat cepat.


“Baiklah!!"


Aira menatap Arka lalu mengalihkan pandangannya ke bibir Arka, perlahan tangan Aira memegang kedua pipi Arka lembut.


Sedikit pelan Aira menempelkan bibirnya dengan mata terpejam dan sedikit lama Aira hanya berani menempelkan bibirnya.


Pikir Arka yang secara cepat memahami gerakan Aira yang mungkin canggung, malu atau takut Arka memberi isyarat mengulum bibir Aira dan sedikit menjulurkan lidahnya lalu menariknya lagi. Seakan Aira pahan Akan seruan Arka, Aira memberanikan diri sedikit menjulurkan lidahnya dengan pelan memasukkan lidahnya dalam mulut Arka.


Aira bingung, biasanya Arka yang berinisiatif melakukan itu tapi sekarang Arka hanya terdiam menunggu Aira bermain sendiri.


Tidak ingin terlalu lama mencium Aira segera mempererat tangannya dan sedikit menekan pautan nya perlahan memainkan lidahnya dengan mata tertutup.


Arka yang tidak membalas juga tidak mengerjapkan mata dan memandangi Aira, Melakukan itu semua ... Merasakan permainan lidah Aira yang tampak canggung, dan menikmati memandangi wajah Aira saat mata terpejam.


Aira ... Teruslah seperti ini, buatlah aku yakin terhadapmu.


Setelah memikirkan itu, Arka mulai tidak sabar bermain adu kekuatan dengan lumatan bibir Aira dan berjanji akan membuat Aira seakan kehabisan oksigen dalam tubuhnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2