
Arka sedikit tertegun menyadari Aira tiba tiba terbangun saat Arka hendak mencium bibirnya, Arka segera mengamati ekspresi muka Aira dan terlihat mata Aira masih merasa bingung mau berbuat apa.
Perlahan bibir Arka semakin mendekat dan lebih dekat dari sebelumnya namun ketika meneruskan gerakan Arka yang semakin dekat, tangan sebelah Aira menghadang bibir Arka sebelum terjadi.
“Berhenti ...!"
Mata Arka yang mulai berkabut yang hampir dikuasai nafsunya. Tak terima dihalangi tangan Aira. Perlahan memindai tangan Aira kesamping lalu Arka hampir menindih diri Aira. Tapi Ternyata masih ada kesempatan Aira untuk kabur. Aira yang belum terlalu tertindih Tubuh kekar Arka berusaha menarik tubuhnya sendiri dan lari menuju pintu keluar, tapi langkah kaki Arka dibelakangnya lebih cepat dari kaki Aira. Arka dengan cepat dan sigap mencegah laju Aira dengan satu tangan menghempas ke tembok sedikit keras. Diterjurkan tatapan manis menggoda ke mata Aira.
“Kau ingin apa? Aku ingin pulang dan tidur istirahat." seru Aira pelan.
Arka yang tidak sabar lagi menarik tangan Aira dan melemparkan Aira ke ranjang hingga setengah terlentang. Segera merayapi tubuh Aira sambil Menekan tangan Aira yang memegang sprei. Arka memasang wajah memelas dan mata sayu permohonan yang sungguh sungguh. Aira yang terlihat bingung. terpikirkan ekspresi macam apa ini ... aku harus bagaimana ...?
Sementara masih bingung mau bersikap gimana. Arka sudah mulai sibuk melepas kancing kemeja putih Aira. Arka memang benar benar mempunyai sejuta cara agar lawannya terpesona dan tidak bisa menolaknya. Aira tidak ada cara lain lebih baik membangkang dan kasi perlakuan penolakan. Meski pasti akan berujung sama terkalahkan oleh Arka Max.
******
Dini hari saat sinar matahari masih enggan menyinari permukaan bumi. Aira yang kelelahan terbangun lebih cepat dari si raja tebar pesona itu. Aira yang berdiri sembari mengancingkan bajunya sedikit melihat Arka tertidur pulas tak berdaya meski diapa-apain juga.
Pikir Aira langsung memikirkan sesuatu, matanya membelalak dengan senyum mengerikan. "he-he-he-he." Aira mencari-cari sesuatu yang bisa membuat Arka diam dan akhirnya menemukan sesuatu. Aira mengaitkan tali sepatu di kaki dan tangan pada Arka dengan kuat dan melakban mulut perayu nya tersebut dengan perasaan Aira yang jahil dan kesal.
“Begini kamu lebih bagus. Dasar mesum ...!” Aira tersenyum tipis terlihat puas dengan tingkahnya saat ini.
Aira segera beranjak pergi ke apartemennya sendiri. Arka pernah bilang kata sandi pintunya sama dengan punya Aira jadi Aira diperbolehkan masuk sesuka hatinya dan ini baru pertama kali Arka membawa gadis ke apartemennya.
“Hah ... udara begitu segar diluar."
Kring....kringg....
Mata dan gerak tubuh Aira sangat gugup melihat kak Fay meneleponnya.
“Halo kak Fay ...” Aira Berusaha agar tidak terdengar gugup.
“Kau baik baik saja di sana? Aku mencemaskan mu.” Fay.
“Mungkin kak Fay terlalu sayang denganku. Jadi bilang begitu ... hehe.” candaan Aira.
“Benar. Jadi jangan terpikat oleh siapapun di sana.” Nada Fay yang tenang.
“Ah maksud kak Fay ...? "
“Hahahaha dasar gadis kecil, kak Fay bercanda ... kamu kerja yang rajin ya."
“Baiklah ...aku selalu rajin kok.” jawab Aira.
“Kakak kerja dulu. 1_2 bulan kakak pulang kesana."
“Traktir aku makan pangsit mie ayam ya?”
“Hehe baiklah ... nanti tukang mie ayamnya dibawa pulang sekalian."
__ADS_1
“Hehehehehe ..." Tawa Aira dan Fay.
Aira setelahnya menelfon memegang erat handphone didekapnya erat. “Maafkan aku kak Fay. Bagaimana kalau kamu nanti tahu keadaanku disini," aura memejamkan mata dengan erat. “tapi bukannya kak Fay hanya seorang yang ku anggap kakak ... ach ... jangan mikirin itu sekarang. Sekarang jamnya kerja."
****
Pukul 10.00 di kantor max entertainment.
Saat para desainer berkumpul memilih milih desain yang cocok untuk tema saat ini dan mendesain baju baju milik Arka. Kerena Arka orangnya pemilih, jadi para staff desain agak kesusahan dengan yang diminta Arka.
Teman teman kerja Aira melihat desain Aira benar benar kagum. Mempunyai detail yang bagus. Unik dan terlihat menarik siapapun yang melihatnya. Mereka bilang kalau desain Aira ini adalah selera Keira yang mereka bilang penyihir cantik yang menyihir Bos Arka belum juga menikah. Keira juga termasuk wanita yang bisa menghalangi Arka mencari pasangan dan selain itu ... Bos yang katanya punya trauma sejak kecil.
“Jadi satu kesatuan yang pas buat bos Arka yang sexy akan selalu singel ... dan yang membuat aku punya peluang besaaarrrr HAHAHAHAHAHA ....” celoteh Mita.
“Ach dasar kantong kresek, mana mau Bos sama kantong makanan.”sahut Nana mengejek.
“Hei Hei ... kantong kresek gini mah enak. Atas besar, belakang besar, bawah kecil kurang apa aku hah Muka palsu! Hahahaha.” jawab Mita.
Aira sedikit termenung..."Siapa Keira, apa mungkin tunangannya ... kenapa menyebalkan sekali si Arka itu. Ah biarkan. "
Arka hari ini sedikit telat dari jam kerjanya yang biasa jam 08.00 pagi. Arka memakai setelah jas silver dengan hem putih yang sangat pas di tubuh Arka, Arka cenderung memakai apapun akan cocok karena putih kulitnya dan juga tubuh Arka mesti tak memakai baju sangat kekar tapi saat memakai baju sangat mengagumkan saat dilihat.
Arka yang didampingi Glen,berjalan menyusuri tampak tatapan Arka terlihat hanya tertuju Aira tapi teman teman Aira tak menyadarinya.
“..Pagi pak Arka...” Sambil mencuri curi melihat bos mereka yang tampan.
“ Tumben siangan pak ...?” Nana.
“Kumpulkan semua desain kalian untuk tema berikutnya ke ruang kerjaku.” Arka melangkahkan kakinya dengan tenang.
Seiring langkah kakinya, Arka menyebut nama Aira dalam benaknya.
Teman teman Aira sangat cemas dengan desain mereka yang kurang pas dengan temanya. Mereka semua memaksa dan merengek ke Aira untuk menjelaskan semua desain yang ada dan mereka ingin desain Aira yang ditonjolkan karena memang Aira sudah bener bener lebih cepat memahami desain untuk tema mendatang.
Dan akhirnya ... dengan wajah lesuh Aira perlahan seperti menarik kakinya agar mau diajak kompromi masuk ruangan Arka. Yang pastinya Aira mau gimana kalau kalau Arka mengintimidasi tentang perbuatannya pagi tadi.
Diruangan Arka Max. Tampak sunyi dengan pemandangan Arka yang tengah serius dengan layar laptopnya. Aira yang masuk perlahan dengan menggigit bibir bawahnya, memberanikan diri menyapa Arka.
Arka yang sibuk,perlahan menutup layar laptopnya lanjut memandang Aira dengan tatajam tajam yang membuat Aira langsung menunduk.
“Ini hasil desainnya pak,pak Arka cek dulu”
Arka menerima berkas tersebut dan menyuruh Aira duduk.
“ kamu duduk dulu”
Setelah memeriksa semua desain yang ada dengan presisi tampak Arka serius terlihat dari tatapannya yang sungguh sungguh memperhatikan setiap lembar yang ada ditangannya.
“Dari semua desain hanya 3 lembar ini saja yang cocok. desain siapa ini?.”
“Itu milik saya." 'Aira masih duduk dengan kedua tangan berpegangan.
Arka tersenyum,dalam pikiran Arka dia ingin balas dendam kejadian tadi pagi yang membuat Arka terlihat bodoh harus meloncat loncat mencari pisau cutter untuk melepas tali yang telah diikatkan dengan sampul yang kuat oleh perempuan didepannya tersebut.
__ADS_1
“Tampaknya keinginanku searah dengan desainmu, ini Cuma 3 yang cocok aku ingin 3 lagi. kamu bisa ambil jam lembur, nanti aku beri gaji tambahan kepadamu.”
Terlihat dari wajah Aira yang sepertinya cemberut dan Aira berfikir Arka pasti lagi balas dendam padanya kali ini.Aira hanya bisa bilang iya pak Arka.
Menjelang sore, teman teman Aira berpamitan dan benar benar meminta maaf kepada Aira, tapi Aira memasang tampang seperti tidak apa apa kalian pulanglah...
Sampai sore ini Aira sudah mengerjakan 2 desain tinggal satu lagi. Saat kantor sudah sepi...mungkin hanya security saja. Aira celingukan hendak menuju dapur karyawan yang mungkin ada makanan entah itu roti apa snack. Aira berjalan perlahan tiba tiba perlahan pintu ruang kerja Arka terbuka oleh Arka Max sendiri yang ternyata belum pulang,bsedikit mengagetkan Aira saat itu.
“Kau mau kemana?” tanya Arka
“Perutku keroncongan.” menjawab dengan berpaling.
Arka tersenyum manis. Kamu duduk saja aku buatin makanan.
“Aku bisa sendiri ...” kembali menghadap Arka
“kembalilah kesana biar aku saja"
Selang beberapa waktu Arka membawa nampan makanan ke arah meja kerja Aira yang berantakan hasil dari kepusingan Aira harus desain apalagi yang cocok dengan selera Arka Max.
Dengan meletakkan nampan dimeja Aira. "yang ada tinggal mie instan dan camilan ini saja,ini memang gak sehat tapi sementara waktu bisa mengganjal perutmu agar tidak sakit.makanlah.” suruh Arka.
Aira sedikit melirik Arka yang sekarang lagi baik hati, takut kalau ada apa-apa di makanan tersebut. Arka menilai ekspresi wajah Aira yang seperti itu membuat Arka tersenyum lebar.
“Aku kali ini tidak ingin berbuat jahat,jadi makan saja. "
*****
“Oma ngapain mau kesini...apa oma udah sehat betul,ach...sepertinya tidak ada harapan oma buat dapat cucu lebih cepat,kakak Cuma perhatian sama gadis kecil itu dan sekarang hilang seperti ditenggelamkan oleh bumi,masih saja kakak berharap gadis itu ada.” Handphone Leon 1
Handphone 2 leon. "kau dimana? Aku lagi dikantormu, diruang kerjamu kakak tidak ada, aku bawakan makanan kesukaanmu. "
“Masuk ke ruang karyawan”
Hampir sampai diruang karyawan Leon masih asyik ngobrol dengan oma lewat handphonenya. Leon sontak tercengang dengan mata melebar, Leon gak percaya ada gadis kecil yang misterius itu bersama kakaknya.
“Oma...sepertinya oma harus cepat kesini...!”setelahnya menutup telfon tersebut.
“Dia adikku Leon,dia yang umpanin kamu biar bisa aku makan waktu kamu dikamar apartemenku.” Arka Max
Aira seketika tersedak oleh makanannya sendiri dan masih sempat berseru. “APA..!!”Aira memandang gelap diri Leon.
karna berbagi itu hal baik,,jadi Author berbagi koleksi author dirumah 😄😄 untuk yang Like,komen,ranting 5 n koin seikhlasnya y...
__ADS_1