Laman Kosong

Laman Kosong
Sensitif Aira


__ADS_3


“Kau mengenalnya?, dan kau tak mengenaliku!” Aira sedikit geram dengan Arka saat ini.


“Dia Keira. Tentu saja aku ingat dia sudah ikut keluargaku selama 8 tahun.” Ucap Arka.


Gelisat Keira sedikit gelisah sesudah melihat Fay, Aira juga Arka. “Sepertinya kedatanganku sedikit membuat kalian terkejut. Aku Keira tunangannya Arka.” ungkap Keira.


“Arka.kau mengenali siapa aku?” tanya Fay.


“Tentu saja. Kenapa kau ada disini bukannya kau di USA bersama adik angkatmu?” jawab Arka.


Mendengar semua perkataan Arka yang seperti kehilangan sebagian memorinya. Fay segera ke ruang dokter yang menangani Arka. Segera ingin mendapat penjelasan secara detail tentang kondisi Arka saat ini. Setelah dokter memeriksa Arka yang sudah siuman ... Segera dokter melakukan CT Scan pada otaknya dan setelah beberapa waktu. Dokter yang didampingi oleh Fay segera membacakan hasil CT scan tersebut.


Bahwa Arka menderita amnesia disosiatif. Kondisi ini merujuk pada suatu kondisi amnesia yang dicirikan dengan kehilangan memori akan suatu peristiwa atau kejadian tertentu yang tidak bisa dijelaskan dengan suatu kondisi kehilangan memori biasa.Biasanya peristiwa yang dilupakan adalah peristiwa traumatik di masa lalu atau yang memberikan stres yang berlebihan kepada orang tersebut. Dan dokter selalu menyarankan untuk melakukan terapi ke psikiater, meski Arka sudah di katakan boleh berobat jalan tapi tetap Kondisi ini biasanya memerlukan psikoterapi yang berdasarkan analitik psikodinamik dan hanya bisa dilakukan oleh psikiater yang berpengalaman. Psikiater yang mampu melakukan hipnosis juga biasanya bisa membantu pasien dengan kondisi amnesia disosiatif.


Fay segera memahaminya. Dan mengabari Aira lewat ponselnya bahwa hari ini bisa rawat jalan dan lebih baik dirawat di rumah bersama Aira ketimbang lama lama di Rumah sakit.Beberapa jam setelah persiapan pulang ke apartemen milik Arka. Aira dan Arka pulang duluan naik mobil jemputan dari anak buah Arka. Tapi sebelum mobil berjalan dari Arah jauh Keira meneriaki kata tunggu untuk Aira yang tengah bersiap menaiki mobil.


“Tunggu!!. Aku ikut.” Suara Keira dengan nafas terengah engah.


Sedangkan Aira yang masih berdiri tangannya terlentang menghadang pintu masuk mobilnya yang masih terbuka dan ada Arka melihat tingkah mereka berdua. Aira menggelengkan kepalanya. “Tidak. Aku tidak ijinkan kau ikut.”


“Hei!. Aku tunangannya!” teriak Keira.


Aira melirik sinis. “Tapi aku istrinya. Jadi aku lebih berhak dari pada kamu.” Aira tersenyum seakan mengejek wanita yang dianggap oleh Aira seorang wanita yang punya penyakit delusional.


“Biarkan dia ikut” sela Arka.

__ADS_1


“Tidak!!.” Aira dengan cepat masuk dan menutup pintu mobil lalu memberi seruan untuk cepat jalan pada sopirnya. Tapi di titik lain ... Aira sedikit termenung, memalingkan muka kebelakang melihat wanita itu kembali. Aira terlintas mengenali suara yang sedikit tidak asing dan tingkah laku tidak asing pada Keira.


Arka yang disamping Aira. Memejamkan mata, menghela nafas dan berfikir ... Apa benar dia istriku ... Dia sedikit aneh tapi juga sangat menggemaskan seraya Arka tersenyum dalam pejaman matanya.


“Kau tersenyum ...?. Apa kau sudah mengenaliku?” torehan wajah Aira yang sedang menghadap ke Arka, memandang Arka dengan penuh harap. Tapi Arka tak menjawab hanya mematung memalingkan senyum tipis ke Aira lalu kembali lagi duduk terdiam dengan kedua tangannya bersendakap.


“hhuuufffff ...” Aira cemberut seraya kedua tangannya mengocak acik rambutnya sendiri. Pikirnya tugas baru lagi ....


*****


Disisi lain. Keira entah kenapa terlihat tangannya tergenggam gemataran. Wajahnya menunduk terlihat sangat memikir sesuatu tak lama Keira terkejut Fay tiba tiba duduk disampingnya “Kau ...!, Aku ingin sendiri.” ucap Keira.


“Kau ini sebenarnya siapa?. Kau sudah lama mengenal Arka?” tanya Fay.


“Tentu aku mengenalnya. Ayah Arka yang memintaku untuk jadi tunangannya.”


“Jadi kau kesini untuk bertemu Arka saja atau mengambil Arka jadi untukmu sendiri?. Dia sudah menikah.”


“Tapi aku tidak yakin.”


“Maksudmu?.” Terlihat Keira pun juga sangat cemas. Hingga membuat Keira sedikit gerah, ditambah terik matahari semakin memanas diluar membuatnya refleks lupa kalau ada Fay disampingnya. Aira mengipasi dadanya yang agak terbuka sedikit dipenuhi keringat.


Tak sengaja Fay melihat tingkah Keira yang sedikit aneh itu langsung melemparkan brosur ke dada Keira, untuk menutupinya. Kertas brosur yang sedari tadi dia membawanya seraya berfikir Nona ini ...membuat jantungku tidak normal seharian ini.


Setelah sore hari,Keira sudah berada di perumahan yang dia pesan sebelumnya untuk tinggal sementara di negara A.Keira orang asing yang di danai oleh Omma Nena karena hobinya memasak saat pertama bertemu.


*****

__ADS_1


Saat malam hari di kamar Aira Arka


Dari tadi dia diam saja. Bahkan menyapaku saja tidak. Dan sekarang aku ditinggal tidur duluan. Arka ... Saat kamu tidur kenapa kamu tampan sekali. Aku kangen ... Apa aku cium dia duluan saja ya?,mumpung dia masih tertidur.



Aira yang sedang tengkurap dengan wajah menatap Arka disampingnya. Aira sudah tidak tahan lagi untuk tidak mencium bibir Arka secara diam diam, dan mulai perlahan lahan dengan hati hati bibir Aira mendekati bibir Arka ... Perlahan dan dengan hasrat yang dibawanya. Tapi ... tiba-tiba mata Arka terbuka saat Aira sangat dekat ingin mencuri curi mencium Arka.


Melihat Arka sadar dengan sikapnya. Aira begitu terkejut!, saat hendak menjauh dari tubuh Arka. Tangan Arka memeluk bahu Aira dan menahannya. Penglihatannya mengamati wajah Aira, berusaha mengenali Aira kembali hingga ... Dirasa Arka mempererat pelukannya di bahu Aira seperti Arka hendak mencium bibir Aira. Aira memejamkankan mata, seakan bibirnya siap untuk di ciumi Arka. Tapi bukan itu tujuan Arka, Arka hanya ingin berkata.


"Bantu aku memulihkan ingatanku. Kalau aku sudah ingat semua. Maka aku menidurimu atas rasa cinta bukan karena nafsu. Apa kau setuju?” ucap Arka, seraya memikirkan sesuatu yang ingin dia tanyakan gadis ini ... sedikit membuatku nyaman. Seingatku aku tidak berani setia dengan wanita manapun dan tidak bisa menerima seorang wanita jadi pacarku. Dan kini aku malah sudah menikah. Apa benar dia istriku,pilihanku?. Kenapa aku tidak ingat sama sekali.


Aira begitu terkejut juga malu,mukanya memerah dan segera meringsut ke balik bantal dan berfikir ini memalukan sekali ... dia kan sudah suamiku, kenapa rasanya malu sekali.menyebalkan ...!! Seraya menggosok gosokkan kepalanya ke tempat tidur. Hingga Akhirnya mereka berdua tertidur sampai pagi hari. Aira harus meliburkan diri dari kerjanya selama Arka sakit.


Pagi pagi Aira bersih bersih apartemen yang sudah beberapa hari ini dia tidak sempat membersihkannya. Seraya membersihkan meja dapur ... Tangan Aira terhenti. Matanya berbinar binar melihat seseorang yang sangat dia rindukan, menuruni tangga terlihat Arka baru saja terbangun dan mandi.


Dia mirip sekali dengan oppa Ji Chang Wook lamun Aira. Bau harum dan segar Lemon Sisilia, anggur, dan cemara begitu menebar diruangan tersebut saat Arka datang. Arka memetikkan jemarinya tak jauh dari muka Aira, guna menyadarkan Aira. Aira langsung terbangun ke alam sadarnya saat Arka meminta dibuatkan kopi diantar di ruang tengah.


Aira cepat mengangguk ketika Arka meminta kopi. Menyeduhkan kopi blue Mountain kesukaan Arka. Aira segera dengan hati hati membawa nampan tempat kopi tersebut, sedikit mengintip intip Arka dari balik sikuan dinding seraya memikirkan aku benar benar kangen... Apa aku harus menciumnya sekarang!. Ach!!. Tidak peduli lagi aku.


Aira benar benar tidak sabar lagi. Nampannya kembali dia letakkan di meja. Langkahnya sedikit cepat menghampiri Arka dari samping, dengan mata menyipit tapi seolah olah ingin menyantap tubuh Arka. Saat sudah dekat dengan Arka yang sedang duduk dan dengan cepat Aira menunduk seraya mencium sedikit melumat bibir Arka tak lama Aira berfikir dalam hatinya, pasti dia akan suka haha.


Aira melepaskan ciumannya, kembali tegak berdiri lalu memberi senyuman meringis untuk Arka. Tapi perlahan lahan senyuman Aira sedikit demi sedikit berubah menjadi masam dan pahit. Mendapati Arka tak memberi ekpresi apapun, tubuh Arka tetap tegap duduk tak senyum juga tidak masam tak menatap tajam tapi hanya memandang kaku ke muka Aira. Aira benar benar dalam posisi yang tak enak sama sekali ...sedikit kecewa tapi ini salah dia sendiri. Akhirnya Aira salah tingkah dan segera berlari kedapur.


Aira mengumpat “Arka jelek, aacchhhhhh kesel-kesel juga sangat malu ...ekpresi mu itu bikin orang keselll!!!!.


Tak lama Aira dengan langkah cepat mengantar balik kopi Arka, setelah dengan cepat meletakkan kopi diatas meja. Tanpa menoleh pada Arka, Aira balik badan berlari ke dapur lagi. Dasar Arka es batu kepala batu.

__ADS_1




__ADS_2