
Dengan suasana yang begitu gaduh melingkupi setiap sudut restaurant, di waktu Aira diperlihatkan foto Arka dan Yura oleh seorang temannya mita, konsentrasi Aira terpusat oleh foto itu meski setiap gelagat ingin tahu Aira disembunyikan dengan rapat dan penuh ke hati hatian saat bersamaan pula sebuah Tangan laki laki menyelinap mengambil handphone Aira dengan cepat dan hati hati, segera pria itu keluar restaurant mengarah ke belakang restaurant yang sepi tanpa seorangpun disana dan sesuai kerja yang bagus segebok uang dalam amplop coklat langsung orang asing berjaket hitam dan memakai topi hitam pula itu serahkan seraya menyeringai dengan hasil kerja yang diperoleh laki laki pengambil handphone Aira tadi.
Secepat mungkin orang berjaket hitam tersebut langsung menuju Bandara dan hanya keperluan mengambil handphone Aira saja ke kota A atas suruhan pria misterius yang sebelumnya mengancam Glen asisten Arka.
*****
Bukanlah gegara Arka dengan perempuan lain ... bukan juga handphone yang telah lenyap begitu saja, tetapi perasaan yang melayang memikirkan setiap cercaan yang di tujukan untuk wanita yang bersama Arka Max, seakan akan setiap cercaan menampar diri Aira, “Bagaimana denganku, cercaan apa yang pantas buatku, bukankah aku lebih hina dari perempuan itu."
“Apa ******* itu kata kata buatku.”
Terasa terngiang ngiang dalam benak Aira kata kata ******* yang menghantui pikirannya, sebuah perasaan membuncah meliputi setiap tatapan kosong Aira saat berada dihadapan wastafel yang Airnya memancar menerpa setiap jemari Aira tak terasa pipi merah Aira teraliri deraian air mata kebingungan. Hingga pancaran air akan meluap dari tempatnya dan Aira tidak segera menyadarinya
“Kak ... Airnya hampir tumpah ...!"
“Ach, iya.” jawab Aira panik dengan cepat mengusap air matanya sendiri lantas berpamitan terhadap seseorang yang menegur halus tadi.
Aira kembali ke teman-temannya dan mencoba bertanya tentang handphonenya tapi jawaban mereka sama semua ... tidak ada yang melihatnya juga sepertinya sudah menghilang sejak tadi. Sempat dibantu rekannya mencari handphone-nya tapi memang handphone Aira seakan tidak ingin kembali ke tangan Aira lagi.
Sengaja kegundahan dibuat hanya sebatas group chat saja, lelaki itu menginginkan mungkin 3 hari tidak terdengar oleh Arka dan Leon dan waktu 3 hari sudah cukup untuk mengguncang sedikit hati mereka.
*****
Di sebuah apartemen mewah 5 orang lelaki berkumpul di ruang tengah mendiskusikan beberapa pekerjaan dan menandatangi beberapa proyek yang akhir terselesaikan hari ini dan tinggal pelaksananya saja yang masih butuh Arka untuk mengawasi cara kerja selama 1 bulan.
Selesai juga pekerjaan Arka hingga menjelang sore, Yura yang dari keluarga tidak mampu, sedari kecil sudah bisa memasak. Terlihat Yura begitu sibuknya di dapur karena tidak ingin berdiam diri saja ... Yura membuat begitu banyak makanan untuk 6 orang dan segera di hidangkan di meja makan yang begitu besar untuk 6 orang.
Meja makan dan ruang tengah tidak begitu jauh, hingga aroma makanan dengan mudah sampai ke indera penciuman para lelaki disana yang sebenarnya sudah sedikit lapar karena hanya pekerjaan saja yang mereka lakukan dari siang.
Benar benar bau makanan yang menggoda.. Hingga key berjalan ke meja makan sebelum Yura memanggil mereka.
Berhenti di sebelah meja makan, Key memberi lirikan senyuman ke Yura.
__ADS_1
“Gadis pintar.”
Meninggalkan senyum manis untuk Key lalu pergi menghampiri tempat bekerja mereka agar segera makan sebelum dingin.
Yura sekarang lebih periang dan lebih berani berkata kata dari sebelum pertama Yura bertemu mereka dan torehan senyum manis Yura mampu membuat 3 lelaki teman Arka menyambut senang ajakan Yura dan langsung mengiyakan permintaan Yura untuk segera makan. Arka begitu tidak peduli ajakan Yura, membuat Yura menaruh perhatian lebih ke Arka dan memberanikan diri mengajak Arka makan.
“Bisakah aku memanggilmu Arka saja, sangat kurang nyaman dengan memanggil Tuan. Aku masak makanan enak!”
“Arka ayo makan, beneran enak nich.” ujar verru salah satu nama temen Arka.
Masih terasa angkuh dan tak peduli dengan Yura Arka melewati Yura begitu saja dan segera makan bersama dengan teman temannya. Masakan Yura memang bisa dikategorikan enak tetapi masakan ini malah mengingatkan Aira yang tidak pandai masak ... ingatan dalam candaan bersama Aira tak bisa dilupakan dalam hal apapun yang Aira lakukan semua teringat jelas dalam pikiran Arka seorang gadis polos dengan semua kata katanya, gadis yang berhasil menggoyahkan keterikatan Arka dengan hatinya yang tidak mau dengan wanita lain kecuali hanya dengan nafsu belaka ... dan saat ini Arka hanya bisa berharap bahwa Arka mengganggap Aira sebagai wanita yang istimewa bukan wanita *******.
“Senyummu itu buat kita penasaran Arka, apa kau begitu suka dengan masakan Yura apa kau suka dengan Yura nya?!" Candaan Verru.
Tak ada kata nanti lagi lirikan tajam Arka melanting tajam ke mata verru, seakan tak terlalu menanggapi Arka verru malah bertambah bercandain Arka.
“Aouwh aouwh aouwh ... tatapanmu bisa melumpuhkan hatiku Arka hahahaha, coba kau perempuan sudah aku pacari sejak dulu qiqiqi."
Key mendengar semua itu cuma menorehkan senyum dengan memutar mutar gagang pisau makan dan masih sedikit mengunyah makanan di mulutnya.
****
Entah Angin apa yang membuat Yura malam hari berenang, mungkin juga karena udara malam ini begitu panas dan gerah, dengan tenangnya berenang tanpa malu malu karna Yura memakai pakaian renang yang sopan jadi Yura lebih sedikit tenang meski semua penghuni apartemen laki laki semua.
Selang beberapa waktu Arka yang belum tidur terlihat sibuk dengan handphonenya, resah mendera diri Arka saat handphone Aira tidak Aktif juga merasa jengkel dirasakan Arka saat ini. Melihat teman temannya tertidur Arka hendak berjalan menuju kamarnya karna menunggu Glen belum pulang juga dari pekerjaannya. Memutuskan untuk menuju kamarnya terdengar dari arah kolam renang suara rintihan kesakitan dan minta pertolongan.
Arka yang penasaran memalingkan wajahnya ke arah kolam renang melalui jendela jendela kaca besar, terlihat Yura terduduk memegangi kakinya dan merintih kesakitan. Merasa itu bukan hal yang penting untuk Arka langkah kaki yang tadinya berhenti kembali berjalan ke Arah kamar tapi beberapa langkah pijakan kaki, kembali Arka terhenti mengingat semua temannya sudah tertidur kelelahan.
Ach... akhirnya mau tidak mau Arka harus membantu perempuan itu Yura,
langkah santai Arka menghampiri Yura yang meringis kesakitan dengan badan yang basah kuyup. Berdiri dengan angkuh Arka memaksa dirinya untuk bertanya. "Kakimu kenapa?”
__ADS_1
“Sepertinya kakiku terkilir ... tadi sempat terpeleset saat mau menaiki tangga kolam, maaf aku tidak bisa berjalan ... karena ini sakit sekali jadi aku teriak meminta tolong,” Arka memejamkan mata kekesalan dan sedikit mendenguskan nafasnya. "Jadi kau tidak bisa berjalan?”
“Iya ...” Yura menggangguk dengan menunduk.
Keterpaksaan yang tidak ada pilihan lagi, Arka sungguh terpaksa berkata, "Aku bawa kamu ke kamarmu!” Arka meraup tubuh Yura dan menggendongnya. Benar benar seperti ketiban puluhan emas bagi Yura yang di mana Arka mau menggendongnya dan itu berarti menyentuh tubuhnya dengan sangat dekat di dada Arka yang kekar.
Meski Yura menunduk dan tidak berani berkata apapun tapi dalam hati Yura sekarang benar benar senang lelaki setampan Arka memperhatikan Yura yang bukan siapa siapa bahkan bukan artis sekalipun.
Tapi tidak ada yang sadar ... seseorang berjaket hitam diam diam masuk apartement atas kuasa orang yang dendam dengan Arka, seseorang orang itu bisa memasuki apartement Arka dan memfoto Arka saat menggendong Yura beberapa jepretan kamera hingga Foto Arka menggendong Yura masuk ke kamar pintu berwarna pastel tersebut.
****
Apa kabar Aira?
Aira yang saat ini berjalan kaki menyusuri jalan Pinggiran sungai kota, entah apa yang terpikirkan sekarang .... Hatinya kosong, melemah memikirkan kata kata ******* di setiap cercaan orang orang untuk Yura. Menyamakan dirinya dengan wanita itu dan bahkan lebih parah lagi. Tidak hanya ciuman di kelab malam bahkan Aira tinggal satu Apartement bersama Arka dengan beberapa kali melakukan hal itu bersama Arka. Hingga terlalu banyak yang dia pikirkan tubuh Aira melemah bersandar di kursi taman dan memejamkan mata dengan tenang tapi di dalamnya penuh dengan perasaan merasakan yang begitu dalam.
.
.
.
Detik detik terasa sangat menjengkelkan untuk Arka beraninya Aira tidak membalas pesan maupun telfon dari Arka yang jelas jelas Arka tahu nomer Aira saat ini aktif, dan ingin sekali saat Aira menjawabnya nanti Arka ingin sekali marah tanpa Aira bisa melawan sepatah katapun.
.
.
.
“Banyak sekali pesan yang kamu kirimkan ... kau seperti ibu yang lagi ngomel ngomel,”
__ADS_1
Bunyi pesan masuk, Arka begitu terkejut dan kembali bersemangat membuka dan segera ingin mentumpah ruahkan segala kekesalannya saat itu juga. Benar benar pesan yang begitu mencurigakan, ketika handphone Aira hilang tapi Ada balasan pesan dari Aira.
Bersambung ... jangan lupa like ya