Laman Kosong

Laman Kosong
Kencan yang sempurna


__ADS_3


Kedua tangan Aira cepat mendorong tubuh Arka,sedangkan Arka memberi tatapan senyum ke diri Aira yang tengah malu malu karena dia barusan terlihat klimaks dengan penuh kenikmatan.Terlalu gemas dengan tingkah Aira yang sedari tadi cemberut, Arka tak tahan buat jahilin Aira,tangan Arka meraup memijat dan mesesapi dengan kuat ujung kecil dada Aira dengan seraya menorehkan senyuman puas melirik Aira.


“Cukupp!!!!,baiklah aku akan berhenti cemberut” gerutu Aira. Setelah berhenti melakukan itu semua Arka segera mandi dan ngebantu Aira mandi pula, setelah semua itu Arka keluar kamar mandi hanya berbalut handuk putih dan haduk kecil dikepalanya guna mengeringkan rambutnya yang basah selesai keramas dan sangat menyegarkan sehabis melakukan itu semua dengan Aira.


Melupakan untuk memakai baju terlebih dahulu,Arka duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang Aira,salah satu kakinya menumpu ke kaki satunya,dengan tatapan mata yang begitu focus ke ponselnya.....tak lama Aira keluar kamar mandi membawa baju baju Arka seraya melirik kesal pada Arka,langkah Aira berjalan cepat tepat di depan Arka ,Aira melemparkan pakaian Arka sembarangan ke tubuh Arka.


“ Cepat pakai ini !!,burungmu itu bisa kemana mana kalau tidak segera ditutup tutupi”perintah Aira.


Telapak tangan Arka membalik dan menutupi bibirnya untuk menahan tawa, tapi.. Akhirnya keluar juga diganti tawa terkekeh kekeh "burungnya habis keluar rumah sakit jiwa, jadi gampang lepas kendali” lagi lagi Arka tertawa puas dengan perkataannya sendiri.


Mata Aira hanya melirik kesal dengan semua tawa Arka dan masih berdiri ditempat yang sama, Aira seperti melihat ponsel yang Aira kenali “Handphone ku!!, kenapa ada di kamu?” Aira secara cepat mengambil handphonenya.


“Jaga baik baik handphonemu, balas setiap pesan yang aku kirim” Seraya Arka yang masih memakai handuk berdiri didepan Aira.. Dan menyodorkan ponselnya yang terdapat beberapa foto restaurant mewah berkelas atas dan dipastikan hanya orang orang kelas atas saja yang bisa membookingnya, tangan Arka yang sedikit menggaruk garuk kepala belakangnya sedikit ragu dengan pilihannya yang sekarang.. “apa... Kau menyukai tempat seperti ini... Sebenarnya aku tidak pernah berkencan.. Apa kau punya tempat lain yang lebih kau sukai?” sebegitu malunya Arka.. Hingga daun kupingnya memerah.


Aira sedikit membayangkan seperti di film film telenovela duduk di tempat duduk yang mewah... Berbagai makanan cantik nan mahal, lilin lilin yang menandakan keromantisan dan selalu ada bunga disetiap sudut restaurant ditambah lagi... Pemain biola yang sudah sangat mahir disewa untuk menambah keromantisan disetiap suasana.. Ke.. Kenapa ini.. Terlalu aneh buatku... Sebenernya kenapa harus kencan sich... Ini seperti judul sinetron yang memperkosamu sekarang jadi teman kencanmu aaaaccchhhhh. Bayangan Aira seraya buyar kedua tangannya tak tahan lagi menggaruk garuk rambutnya sendiri, seraya seruan yang sangat mendadak Aira melontarkan tawaran “Taman kota!! Taman kota saja. Selain gratis, disana ada makanan kesukaanku”


Sejenak Arka memikirkan sesuatu...Arka menatap lembut wajah polos Aira,hingga terucap kata


“ apa...kau tidak apa..? Itu tempat yang sangat biasa,aku sanggup bisa membawamu keluar kota membawa pesawat pribadiku dan kita kencan lebih lama diluar kota”


“kita belum menikah., ACH maksudku bukan pasangan.. Tidak boleh tinggal satu tempat”


“ tapi kita sering lakukan itu!”


“ sering karena kau memaksaku!”


“hah, kau juga merasakan enak dariku!”


Aira langsung tersulut emosi "pergi kau jelek!!” seraya tangan Aira yang sudah sangat emosi dan kesal membalas dengan memukul batal punggung Arka hingga Arka sempoyongan.


Setelah semua persiapan selesai Aira hari memilih chic style sesuai cuaca hari ini yang begitu cerah. Meski ragu naik motor Arka yang sangat keren itu... Aira sedikit minder.. Arka begitu kaya dan juga banyak dikenal orang, dalam hal kerja pun dia juga sangat pintar memilih milih dan memutuskan hal apapun dengan tepat.


“Kenapa bengong?, cepat naik” tegur Arka. Hingga menyusuri jalanan kota, Arka yang terbiasa melaju motornya dengan cepat.. Membuat si gadis kecil itu terpaksa memegang merangkul erat perut Arka...


Di Taman kota


.


.


Sebuah kota A yang selalu memperhatikan kebersihan dan mengusung tema hijau Alami disetiap sudut kota membuat kota ini begitu asri dan sejuk, tak pelak taman kota di kota A begitu ramai pengunjung dengan berbagai usia, macam macam pedagang makanan juga mainan semua tertata rapi di pinggiran Taman kota.


Setelah memarkirkan motornya, Arka tampak ragu...harus ke arah mana..? Ini banyak sekali pengunjungnya, bagaimana mau kencan?. Aira yang tak bertanya apapun pada Arka... Entah dia lupa atau karena terbawa suasana hati yang begitu senang, tangan Aira menarik tangan Arka dengan mata yang berbinar binar serta menorehkan senyum manis melihat indah dan ramainya Taman kota tersebut, Arka yang sedikit terkejut melihat tangannya di gandeng Aira.. Akhirnya hanya bisa ngikut aja Aira hendak kemanapun saat ini.

__ADS_1


Langkah Aira beberapa kali terhenti membeli camilan kesukaannya, yang tentunya Arka semua yang membayarnya.. Arka selalu gengsi kalau dibelikan makanan sama cewek.


Mengelilingi taman akhirnya ketemu juga tempat yang bagus buat duduk duduk diatas rumput tebal hijau. Awalnya sii...Arka Aira tampak canggung... Hingga dibelakang Arka Aira tampak sepasang remaja alay sedari tadi berisik dengan keromantisan ala ala mereka.


pasangan alay*


“Bebeb... Kamu kemana aj sich...”cewek


“Dari toilet sayang....” Cowok


“aku tuch gak bisa kalau nggak lihat kamu sedetikkkk aja beb, jantungku rasanya mau meledak, mataku dah mau jalan jalan ngikuti kamu pergi beb, kamu.. Kamu tuch nggak ada lainnya lah beb kamu nggak lirik sana sini kan beb?”cewek


Arka Aira cengar cengir


“Hehe nggak lah beb.... Aku dah terlanjur cinta sama kamu beb”cowok


“ kapan kita punya anak beb” aku tu pengen banget lhooo kamu kenalin sama orang tua kamu...kita ini kan pasangan paling romantis....”


“ oh my god....hahahaha”cowok


.


.


.


“Diam kau” tegur Aira


Arka Masih juga tertawa terbahak bahak “ ayo kita kencan yang seperti itu ... Sangat seru hahahaha”


Astaga.... Kenapa dia nggak diam diam.... pikir Aira hingga Aira menunduk dikedua lututnya yang menyiku ke atas. Tidak lama Arka tiba tiba terdiam... Mendengar Arka sudah berhenti tertawa Aira berhenti menunduk lalu berpaling pelan ke wajah Arka,


“ saat kau malu kau sangat menggemaskan” muka Arka mendekati Aira dengan tatapan dan senyum manisnya.... Membuat Aira tersipu malu dan menghindari setiap tatapan dan senyuman saat ini.. Tak pelak Aira pun terbawa suasana hingga menorehkan senyum malu malu pula untuk Arka.



Setelah sekian lama duduk duduk sambil menikmati makanan dan juga pemandangan yang ada, Aira berdiri mengajak Arka melihat lihat ditempat lainnya... Kaki mereka menyusuri setiap jalanan paving berwarna yang tertata begitu indah.


Mata Aira yang melihat pengemis yang sebenarnya masih terlihat muda dan masih bisa bekerja, reflek langkah kaki Aira berjalan lebih cepat, mengambil beberapa uang di sakunya. Arka melihat Aira hendak mengasihi uang pada pengemis itu, tangan Arka menarik tangan Aira yang dimana Aira hendak berjalan ke Arah pengemis itu “ jangan kasi dia uang, kalau kau memberi uang kepada mereka.. Sama saja kau mendukung mereka untuk jadi pengemis dan bermalas malasan bekerja”


Tangan Aira yang masih tergenggam tangan Arka, mata Aira menatap lembut mata Arka serta menyuarakan kata kata yang begitu lembut “ tidak ada hal apapun yang merugikan saat kita memberi sesuatu ke seseorang tersebut” Aira.Mendengar ucapan Aira..Hati Arka sedikit tersekat lalu Arka sedikit mengerti.. Dan perlahan melepas lembut tangan Aira setelah melihat Aira memberi beberapa lembar uang dan makanan pada pengemis itu.. Arka tersenyum lembut penuh Arti untuk Aira.hingga membuat Arka berfikir Semoga pilihanku tidak akan salah.. Dan aku menginginkanmu selalu bersamamu sampai akhir nanti.


Sampai hari mulai meredupkan panasnya matahari... Sore hari mulai sedikit muncul dengan hilangnya panas mentari tapi masih bisa menikmati birunya langit.


Aira dan Arka yang hendak berjalan ke parkiran motor, Aira melihat anak anak begitu banyak bermain, Aira yang senang melihat tawa mereka.. Begitu sangat ingin menghadiahi mereka dengan sesuatu.. Sampai akhirnya Aira melihat penjual balon. Aira menghampiri penjual balon tersebut dan membeli begitu banyak balon untuk anak anak yang tak jauh dari mereka.

__ADS_1


Aira yang membawa balon begitu banyak, Sebelum langkah kakinya sampai ke anak anak tersebut, tapi anak anak itu semua sudah menghampiri Aira dengan riang dan tanpa tau dengan siapa Anak anak itu, dengan polos meminta balon yang di bawa Aira.


Aira sangat sangat senang dikelilingi anak anak yang tertawa bahagia yang sebagian sudah mendapatkan balon warna. Disisi lain Arka cemburu, cemberut...wanitanya seakan direbut oleh kurcaci kurcaci kecil hingga membuat Langkah langkah Arka mendekati Aira yang masih memegang beberapa balon lantas tak terjeda waktu lagi Arka tak permisi dulu Arka meraup tubuh Aira menggendong depan tubuh Aira, layaknya bayi yang digendong didepan, Aira yang tengah berteriak terkejut dengan Arka yang sangat tiba tiba membuat Aira takut terjatuh dari gendongan Arka, kakinya segera mempererat melingkari pinggang Arka.


“aku cemburu dengan anak anak itu”


“ Ach..tapi ini dilihat banyak orang..”


“aku tidak peduli... Kau Cuma milikku”


Muka Aira sangat malu mendengar kata kata Arka dan sikap Arka yang menggendong Aira di depan banyak orang.... Tapi anak anak dibawah meraka masih menginginkan balon yang dibawa Aira. Keinginan Aira memberi balon tersebut malahan terhalang Gerak Arka yang seakan sengaja memutar putar tubuh Aira... Membuat anak anak kecil itu harus berlari mengikuti gerak Arka dan Aira.


Tertawa riang, sangat bahagia... Meraka terbuai kebahagia dan begitu terhibur... Anak anak itu sangat suka sudah berhasil mendapatkan balon mereka... Tapi... Kebahagian masih milik mereka berdua... Yang masih melanjutkan gerakan memutar, Aira yang masih dalam gendongan Arka begitu bahagia... Menatap Arka, terlupakan Arka itu siapa, melupakan semua hal yang pernah mereka lalui.. Hanya tersisa rasa hanyut dalam kebahagian saat ini... Wajah mereka saling menatap lembut dan begitu dekat hingga kening mereka saling menyentuh... Membuat hati Arka... Hanyut tanpa memperdulikan siapapun disana... Dan segala pikirannya hanya berharap sesuatu pada hati Aira.


Siapapun yang melihat mereka... Semua tidak akan percaya kalau Aira tidak menaruh hati untuk Arka.. Lelaki tampan yang menggendongnya saat ini.


***


Bagaikan langit di sore hari


Berwarna biru sebiru hatiku


Menanti kabar yang aku tunggu


Peluk dan cium, hangat ‘kan untukku


Oh...asmara yang terindah


Mewarnai bumi yang kucinta


Menjanjikan aku terbang ke atas


Ke langit ketujuh, bersamamu


Oh dewi cinta, sandarkan aku


Di bahumu, ada kurasa


Tingginya hati, teredakan sudah


Hadirmu sayang, tenangkan diriku


potret, bagaikan langit disore hari. cover by putih abu abu


__ADS_1




__ADS_2