
3 tahun setelah kelahiran Vero Max.
Ini cerita bonus chapter tentang Key ... lelaki yang bringas, yang kini sebagian menghentikan separuh bisnis ilegalnya tentang persenjataan, narkotika, juga casino casino royal di kalangan atas.
Hari-harinya kini. Terlihat lebih santai, yang biasa ada perlindungan dimanapun dia pergi. Bahkan hal hal kecil yang Tak mungkin dia kerjakan; tak khayal kadang tak percaya saat penguasa dunia hitam bisa mampir membeli rokok di pinggiran pasar lokal yang sedikit kumuh. Kalau saja orang disekitarnya tahu. Bahwa mereka berhadapan dengan seorang mafia. Musti dalam sekejab mata mereka akan bergidik ketakutan dan lari terbirit-birit. Apalagi hanya seorang pencopet kecil yang dengan berani, merapat padat diri Key dengan sebuah tangan kecil yang tak berpengalaman sama sekali, mencopet dompet Key di tengah kerumunan lalu lalang para pembeli dan penjual di pinggiran toko tempat dimana Key terdesak ingin membeli rokok. Yang dimana dia lupa membawa rokok cadangannya.
Jangan menyentuhku kalau aku tak ingin menyentuhmu. Sebuah kalimat sederhana saat dibaca, tapi dalam peradaban yang di pimpin seorang Key. Kalimat itu adalah momok yang mengerikan untuk setiap individu yang tak lain adalah anjing liar nya Key. Tidak ada yang tahu siapa yang dengan berani mencopet dompet si serigala yang sedang berteduh di amperan toko.
Seorang gadis cantik jelita. Kulit putih langsat nya seakan menyerupai keindahan sunset saat sore hari. Setiap lekukan tubuhnya membuat setiap tangan ingin menjamahinya. Tapi. Dia bukanlah gadis barbar yang memperlihatkan kemolekan tubuhnya. Pengalaman pertamanya menjadi pencopet tentu saja harus berpenampilan layaknya laki laki jalanan.
Gadis itu bernama fairvy gadis kecil kaya raya berasal dari keluarga yang sumber kekayaannya tak jauh beda dengan Key. Sebelum kabur. Fairvy satu satunya penerus dari segala usaha kotor Ayahnya. Satu yang membuat Feirvy kabur. Dia diberi titah dari sang Ayah si predator gembong narkoba. Feirvy diberi tugas membunuh seorang yang dengan gampangnya memutuskan jalur persekutuan gembong narkoba miliknya. Yang membuat lelaki tua bangka itu merugi miliaran rupiah. Ada yang tahu pria yang akan di bunuh Feirvy? Kalian benar. Lelaki itu adalah Key. Yang kini dompetnya tengah di copet gadis kecil yang tengah kabur dari sang Ayah dan kini gadis itu tengah menggelandang kelaparan di pinggiran kota.
Pria itu dari penampilannya kelihatan berduit dari pada yang lainnya. Feirvy seakan menenggelamkan kedua bibirnya. Seakan menyakinkan tindakannya saat ini yang hendak mencopet dompet Key. Melihat Key memasukkan dompet ke jaket mantelnya. Feirvy segera berjalan ... memicingkan pandangannya pada mangsanya yang baru pertama kali ini dia mencopet. Bersiap mendekat dan merapat di tengah kerumunan orang orang dan tak mau sabar lagi tangan Feirvy dengan cepat tapi belum pengalaman merogoh saku mantel seorang Key. Dan tentu saja tangan yang tak pengalaman itu jelas terasa kalau Key seorang Mafia besar tengah di copet kucing liar.
Feirvy segera berjalan cepat setelah mendapatkan apa yang dia mau. Key adalah lelaki yang ahli. Key pelan memalingkan muka dan menyeringai tak percaya ada yang berani menyentuhnya.
“Panggilkan Nona itu Tuan.” Suruh Key ke sembarang orang didekatnya. Kenal saja tidak tapi seorang Key langsung sembarang menyuruh orang didekatnya. Jelas membuat orang itu terkejut, tapi melihat mimik wajah Key yang kejam itu. Lantas malah orang itu ketakutan dan berlari menghampiri dan menghadang Feirvy yang tengah berjalan cepat.
Feirvy langsung terkejut ‘mungkinkah aku ketahuan' pikirnya. Di situ Key berjalan pelan dan kini tengah pas di belakang Feirvy. Key merogoh uang kembalian sehabis membeli rokok tadi, lalu diberikan pada lelaki yang dia suruh sembarangan tadi. Jelas bukan uang yang sedikit. Andaikan rokok itu harganya 20.000 kalau kembalian 80.000 bukan kah lumayan. Hanya untuk jasa memanggil seorang kucing liar saja.
Feirvy yang memakai topi menunduk, tangannya menggenggam gemetar seraya berucap seakan rapatan giginya bersuara.
__ADS_1
“Ka.Kau siapa?” ucap Feirvy.
Key mendengus sembari setengah memiringkan kepalanya menatap gadis bertopi didepannya. “Tikus-tikus kecil dipasaran. Kalau kau tidak ingin tertangkap atau ketahuan. Kau jangan hanya jadi tikus kecil, yang dikasih umpan saja sudah tertipu. Kau harus jadi kancil hutan saat beraksi. Kembalikan dompetku!”
Siallll.... Aku ketahuan. Bodoh sekali aku ini. Pikir Feirvy yang masih menunduk tak berkutik. “Ini Tuan. Maaf.” Feirvy hanya setengah melihat wajah Key dengan memberikan dompet hitam. Kucing kecil itu langsung berlari cepat. Takut kalau dia dilaporkan polisi dan entah apa saja. Segala kemungkinan yang akan terjadi.
.
.
.
Key yang tadi sedikit tak peduli. Tiba tiba terkejut. Bahwa yang gadis itu kasih bukan dompetnya, melainkan tertukar dengan dompet milik gadis tersebut. Karena penasaran Key yang masih berdiri di posisinya tadi. Mengecek KTP atau pun apa saja agar bisa bertemu dan mengambil dompetnya. Karena di dompet Key ada beberapa kertas penting yang selalu dia bawa.
Saat membuka dompet gadis tersebut. Pikir key, Dia ini benar benar tidak punya uang ya. Hah tapi lucu sekali dompet ini adalah dompet produk terkenal dan juga ori. Apa ini juga hasil mencopet. Key tersenyum. Saat menarik kartu kotak yang tak lain yaitu KTP. Guntur, petir, tsunami seakan menghempas diri Key. Namanya Feirvy!! Key kini padahal sedang masa masa melupakan Feirvy yang tengah meninggal, tapi membaca nama yang sama ... hati Key sedikit kelu juga benci dan rindu.
Dengan perlahan mengendarai mobil dengan dompet kecil yang masih dia bawa. Key setengah fokus melihat segerombolan emak-emak sedang mengejar gadis kecil yang sedikit diamati Key dari pintu mobilnya.
Sedikit tak percaya itu memang gadis kucing liar yang dipasar tadi. “Hah. Merepotkan sekali gadis ini.” Key cepat-cepat keluar dari mobil. Menyeberang jalan dan berlari mencoba menghadang gadis itu untuk ikut bersamanya.
Jalan yang sebelumnya sudah Key perkirakan, kalau gadis kecil itu akan berakhir di gang kecil dekatnya. Mungkin sangat kecil dan hanya cukup satu orang saja yang bisa lewat. Key tengah bersembunyi di situ dan... mempersiapkan diri, karena nanti harus dengan cepat menarik gadis itu ke gang tersebut dan mungkin saja orang orang tidak akan melihatnya saat Key menutupi tubuh gadis itu dengan tubuhnya yang bidang.
.
.
__ADS_1
.
Bersiap. Prakiraan yang tepat. Feirvy memang sedang berlari ke arah tersebut dan ssaattttt tangan key secepat kilat menarik lengan gadis tersebut, Key langsung membalikkan tubuhnya seakan agar bisa menutupi tubuh gadis tersebut. Feirvy benar benar sangat sangat terkejut, tubuhnya melenting tertarik cepat oleh tangan yang kuat oleh orang yang bertubuh tinggi dan lebih lebih lagi terkejut juga tegang. Feirvy melihat pria itu adalah pria yang tengah dompetnya dia copet tadi.
Dari arah yang tidak jauh. Segerombolan orang orang yang mengejar gadis tadi dan terus berteriak Copet. Copet. Copet dan terus copet copet copet terus. Key ternyata sedikit meragu. Ternyata emak emak di pasar itu lebih bringas dari pada yang di perkirakan oleh seorang Key.
Key yang tengah menghalangi Feirvy sedikit mendekap Feirvy, sedangkan Feirvy disitu tengah gelisah juga resah. Tapi emak emak itu semakin dekat dan tidak menyerah. Membuat Key prustasi dengan The power of emak emak tersebut. Membuat Key harus memandang gadis itu. Dan gadis itu juga bertanya tanya kenapa pria ini terus memandanginnya ...
Tak lama ... Tiba tiba tak ada angin ataupun apa, Key berucap minta maaf.
“Maaf.” Tiba tiba disaat gadis itu menatap Key yang tengah berkata maaf. Key mencium bibir gadis tersebut. Tanpa permisi... Ciuman itu membuat Feirvy terkejut juga takut. Saat emak emak itu sudah datang dan... emak emak itu kehilangan jejak Feirvy dan malah mendapati sepasang lelaki perempuan tengah berciuman bercumbu di gang sempit dekat mereka.
Jelas mereka langsung terkejut. Tapi 'ah namanya anak muda ada ada saja siang gini berciuman digang sempit lagi. Apa tidak ada tempat lain...' Pikir mereka juga sembari menggerutu mereka tengah kehilangan jejak gadis kecil tersebut.
Di cium dan di cium sampai emak-Emak itu pergi. Tapi ciumannya Key semakin mencium dan mencium, juga bisa di sebut melumat bibir gadis itu sampai membuat topi gadis tersebut terjatuh diantara gerak Key. Yang malah melanjutkan ciumannya.
Apa ini nafsu. Hah... Key lepas kendali. Saat masih mencium gadis itu malah seakan ingin memautkan lidahnya. Tapi tiba tiba di tengah kesadarannya. Gadis kecil itu yang sedikit berusaha melepas ciumannya Key. Pikir Key langsung tersekat dan dengan cepat sedikit mendorong bahu gadis tersebut. Kini mata Key tengah menatap lebar gadis tersebut dengan sedikit nafas yang belum teratur normal. Perlahan-lahan... Tatapannya berubah jadi memandang.... Sedikit tak percaya. Gadis bertopi yang mencopetnya tadi begitu cantik saat topinya terlepas begitu saja.
.
.
.
.
__ADS_1
Cover iseng 😅😆