Laman Kosong

Laman Kosong
Pandangan mata


__ADS_3


Nafas panas Aira naik turun seiringan serangan Arka yang beruntun tanpa kompromi memberi ruang jeda ke tubuh Aira. Sesekali Aira terbelalak mencengkeram sprei bukti Aira benar terkalahkan oleh peperangan buas tersebut. Arka max yang mempercepat gerakannya dengan penuh membuat Arka mengerang terpuaskan oleh tubuh Aira ... akhirnya sekian tak terhitung lama bermain Arka rubuh ke atas tubuh Aira, dengan perlahan mengatur nafas menjadi normal lalu Arka mencium rahang pipi Aira.


“Terimakasih sayang ... kau akan terbiasa oleh ini. Tetep lah jadi pasangan diranjang ku.karena diriku sangat menginginkanmu.


Arka menggigit perlahan melepaskan tali ikatan ditangan Aira dengan gigitan lemah. Sedikit menggigit jari tengah Aira dan setengah melirik Mata sendu aira yang masih mengatur nafas setelah dimainkan Arka dengan penuh hasrat membara.



"Aira ... lain kali aku tidak akan mengikatmu. Aku ingin tanganmu sepenuhnya berpegangan ke tubuhku, saat bercinta denganmu aku ingin kau benar benar menyerahkan tubuhmu untuk memuaskan ku” ujar Arka


“Kau benar benar pria brengsek.” Aira menatap keras penuh amarah. Arka mendongakkan dagu Aira, lalu Arka menyipitkan matanya. “Benar aku memang pria brengsek sudah meniduri wanita wanita sesukaku, tapi asal kau tahu mereka yang merayuku. gadis gadis itu terpesona olehku kalau aku tidak membutuhkan mereka lagi aku tidak akan memakainya lagi, dan lagi aku hanya meniduri gadis yang tidak punya ikatan ke siapapun."


Untuk waktu itu Arka memberikan jeda mengumpulkan tenaga lagi untuk nanti. Terlihat mata Aira meneteskan air mata ...


Arka yang dihadapannya menatap dengan rasa iba hingga membuat Arka menyesapi air mata Aira dengan bibirnya... "Kamu istimewa Aira, aku sendiri yang memintanya jadi menurut lah... Aku akan kasih semua yang kau butuhkan."


Akhirnya Arka memberi istirahat untuk Aira. Mengambil selimut menutupi tubuh kecil Aira. Arka memeluk Aira dengan kuat mendekatkan tubuh Aira sampai benar terhimpit tubuh kekar Arka hingga Aira menolak pelukan Arka.


“Apa pelukanku menyakitimu sayang? Kalau ini sakit aku akan lepaskan tapi saat ini aku benar-benar ingin memelukmu sampai pagi matahari terbit.” ucap Arka. Aira menghela nafas kekesalan, sambil membalikkan badan menghadap wajah Arka. "Hah. Apalagi sekarang! kau sudah seperti menghinaku dan kini kau masih ingin menyakitiku. Apa kau belum puas! Apa kau lelaki bulldozer yang tidak mau berhenti sebelum lawan mu merasakan siksaan. Semoga saja kau kena azab."


Arka yang sudah memejamkan mata tersenyum manis mendengar omelan Aira.


Arka mempererat pelukannya. "Tidurlah,besok kau harus bekerja.” jawab Arka. Aira tak bisa melawan dan melepaskan diri Arka, Aira menunggu hingga Arka tertidur baru dia mau pindah ke sofa tapi belum sempat pindah karena terlalu letih Aira sudah ketiduran dalam pelukan Arka yang menghangatkan.


Dini hari disaat orang orang masih terlelap dalam indahnya mimpi Arka sudah terbangun, pandangannya menyusuri tubuh Yang kecil tapi begitu pas digenggaman Arka... membuat Arka lebih bergairah karena bagian bagian tertentu malah berisi dan membuat Arka inginkan terus atas tubuh Aira.


Arka sedikit menggelengkan kepala demi menyadarkan diri agar tidak mengganggu tidur lelap Aira. Melihat selimut yang menyelimuti Aira tersibak, tangan arka membenahi selimut tersebut dengan perlahan ... tapi Aira benar benar nyenyak dengan tidurnya seperti benar benar kelelahan sampai mengigau. "....Eemmm bantal gulingku kesini . ..” Aira melingkarkan kaki dan tangannya ke pinggang Arka yang sedang tidur miring menghadap ke tubuh Aira.


Tangan Arka tersekat dan mata tertegun seketika dan membuat pipi Arka merah merona dibuatnya. Tinggal kini Arka memikirnya gimana caranya biar terlepas dari Aira. Arka harus segera meninggalkan ruangan itu dan bergegas ke apartemen miliknya karena Arka ada jadwal ke luar kota pagi pagi sekali.


“Aira...aku inginkan mu lagi sekarang.” bisik keras ke pas telinga Aira. Aira setengah terbangun dan masih belum sadar. “Pergi kau pria brengsek!” Tangan dan kaki Aira meringsut melindungi diri Aira.


“He-he ... akhirnya ... aku harus pergi duluan sayang,nanti kita bertemu lagi.” seru Arka sambil memakai pakaiannya yang sudah antah barantah kemana mana. Arka meletakkan sesuatu di meja samping ranjang.


Membungkuk bersiap ingin mencium kening Aira ... Arka terhenti dengan cepat dan menggelengkan kepala "Aku ini sedang apa.” Arka segera meninggalkan Aira dan menutup pintu kamarnya.


****

__ADS_1


Jam 07.00 pagi Arka sudah ada diluar kota untuk kepentingan mendesak yang tidak bisa diwakilkan didampingi Leon yang akan mewakili sebagian usaha sendiri usaha kakaknya yang telah sukses.


“Wajahmu terlihat cerah sekali. Apa kau sudah bisa melupakan gadis kecil itu? Tapi kau sekarang apa udah tidak ketakutan lagi. Aku benar benar mencemaskan mu kalau kalau kau akan jadi perjaka tua keriput enggak laku qiqiqiqi” candaan Leon.


Mata Arka melirik tajam ke Leon. "Aku lebih tampan darimu, mana mungkin tidak laku.” Arka tersenyum dengan intonasi mengejek adik tersayangnya itu.


Getaran geram Leon terlihat dari gigi-giginya yang merapat "Jadi kau membalasku dengan ketapanam mu itu hah! Sini aku kasi perhitungan hahahahha." sambil ketawa lepas Leon menarik narik leher kakaknya dengan merangkul kan kedua tangannya.



“...Hah ... pinggang sakit semua ....”


Setelah mengucapkan kata tersebut Aira langsung tersadar dan menggenggam tangan didekatkannya ke dada sambil kepala menunduk. Semalem aku ... dengan pria brengsek itu. Aira menipiskan bibir memejamkan kedua matanya "Kenapa aku bisa ketemu pria itu ... dan lagi aku terikat kontrak kerja.” Guman Aira sambil tangannya yang satunya menumpu kepalanya yang terasa berat memikirkan semua itu.


Melihat diri Aira yang telanjang dengan begitu banyak bekas merah bekas sesapan mulut Arka. Membuat dirinya mempererat pelukannya sendiri dan sepintas terpikirkan sesuatu. “Kak fay ....” Bagi Aira Fay pelindung yang sempurna selama ini selama 3 tahun bersama. Perlahan Aira meneteskan air mata mengingat Arka 2 kali memperkosanya. Segera ingin membersihkan diri, Aira yang beranjak dari tempat tidur langsung melihat beberapa foto dirinya waktu pertama kali diperkosa Arka. Tangan Aira dengan cepat meraih semua foto tersebut dengan menatap tajam penuh amarah.


“PRIA BRENGSEEEKKKKKKK.....!!”


******


Dilihatnya jam tangan Arka. "Ada jadwal penting apalagi Glen hari ini?"


“Ah ... Apa kau serius,” Sambil menyandarkan kepala ke punggung kursi. “apa Omma bersama wanita penyihir itu?"


“Wanita penyihir itu. Eh. Maaf Tuan hehe maksudku nona Keira masih ada study yang belum selesai." jawab Glen


“Hah ... Baiklah. Eh tunggu Glen kencan mu selalu berhasil kan tiap malam?"


Sambil mewek. "Apa bos besar mengejekku..."


“Hahahaha ... Lain kali aku kasi waktu lebih buat kamu kencan.”


Arka memutuskan untuk langsung pulang sore ini. Mengingat apa yang dia lakukan ke Aira membuat Arka senyum senyum, Arka puas bisa jahili Aira dengan foto foto telanjang Aira waktu pertama bertemu. Arka menyuruh Glen hubungi Aira agar Aira menunggu di apartemen miliknya saja.


Aira yang mendengar kabar tersebut benar benar memerah mengingat foto foto Aira yang masih disimpan Arka. Aira sempat menolak tapi Glen menjelaskan kalau itu sudah termasuk dalam kontrak dan mau kapan saja bos besar meminta datang Aira harus datang.


****


Sepulang kerja Aira menapakkan kaki menuju apartemennya Arka, tapi didepan melihat pintu masuk apartemen milik Arka ... Aira sengaja mengabaikan tersebut sambil lalu begitu saja. Secara tiba tiba tangan kuat lelaki menariknya kembali dari belakang membalikkan badan ke arah pintu dan menariknya dengan cepat memasuki apartemen Arka.

__ADS_1


Aira yang terkejut tidak bisa berkata apa apa saat Arka memhempaskan tubuh Aira ke sofa ruang tengah dengan satu lutut bertumpu ke sofa, dan pandangannya mendorong diri Aira sampai Aira tak bisa bergerak kemanapun juga. Arka yang tergoda dengan bibir merona Aira, perlahan memiringkan kepalanya dengan mata berkabut Arka hendak mencumbui Aira yang dekat sekali dengannya.


“Berhenti!! kontrak yang aku jalani kontrak kerja, bukan kontrak pemuas hasrat mu itu! dan lagi hapus foto fotoku!" Aira mendorong dada Arka dengan kuat.


Tak menghiraukan omelan Aira. Arka yang sudah tergugah nafsunya tetap melakukan ciuman itu penuh hasrat membara dalam tubuhnya.


"Aku hanya ingin menciummu Aira, jangan melawan lagi."


“Aku bukan kekasihmu tuan ...!"


Arka cemberut. Lalu menggendong Aira menaiki tangga dan meletakkan Aira ke ranjangnya.


“Aku mandi dulu setelah itu kau mandi," dengan senyum mengejek. "kamu mau ku mandiin juga.”


Sangat kesal dilecehkan seperti ini, Aira berdiri. “Ijinkan aku ke Apartemen ku sendiri.”


Arka bergerak ke arah pintu dan menguncinya "Aku akan mandi setelah itu kau Aira." seru Arka.


Arka yang selesai mandi meminjamkan kemeja yang besar untuk tubuh kecil Aira. Meski terlalu besar tapi nampak sexy ditubuh Aira ... setelahnya Arka membuka tirai jendela dikamar nya yang luas dan terlihat pemandangan lampu kota yang sangat menawan dan Arka memang sengaja meletakkan sisi sofa besar di sudut tersebut. Saat saat Arka penat Arka akan duduk di sofa tersebut dan terkadang malah tertidur di sana.


Aira duduk dengan sangat tegang di ranjang Arka. Arka yang meliriknya sedikit tersenyum dan menghampiri Aira lalu meraup tubuh Aira dan menggendongnya membawa ke sofa dekat jendela kaca yang sangat besar dan tebal tersebut. Duduk Aira membelakangi duduk Arka lalu Arka memeluk erat dari belakang. Aira yang sangat kaku terlihat menolak dekapan Arka.


“Aku hanya ingin memelukmu dan melihat lampu lampu malam hari ini bersamamu.” kepala Arka maju menyandarkan dagunya ke bahu Aira. Setelah beberapa menit Aira sedikit menurut dipeluk Arka, dan sedikit terhanyut dalam pelukan lelaki asing itu sambil Melihat pemandangan lampu kota. Aira terlihat hanyut tertidur dalam pelukan Arka max. Arka yang melihat Aira terhanyut dalam tidurnya memandangi wajah polos cantik Aira. Arka belum pernah memperlakukan wanita dengan baik ... Arka yang biasanya setelah memuaskan nafsunya akan pergi begitu saja sehabis memberi imbalan yang pantas untuk wanita wanita tersebut. Saat melihat Aira detak jantung Arka terasa lebih cepat dari biasanya.


Arka mempunyai trauma yang menyakitkan waktu kecil bersama Leon. Leon adalah satu satunya yang paling dilindungi dan dicintai Arka. Arka selalu menolak punya pasangan ... karena ketakutan dimasa lalu sangat membekas dan tidak ingin terulang.


Aira yang didepannya saat ini bisa membuat Arka selalu memikirkannya selama 3 tahun terakhir. Hari hari Arka menjamah wanita selalu terhenti ketika teringat Aira meski sudah terlampaui basah dalam ruangan bersama wanita lain, Arka selalu tiba tiba membatalkan hasratnya.


Masih terlihat Aira tidur dalam lelapnya Arka perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Aira... tapi, mata Aira tiba tiba terbuka hatinya sedikit tersekat menemukan wajah Arka yang begitu dekat dan mata mereka saling menatap bersamaan dan degup jantung mereka terasa lebih cepat saat saat suasananya seperti ini.




YESS..! Bonus cogan bagi yang like,komen,favorit.ranting 5 nya dan juga special yang kasi koin 😀😀😆



__ADS_1


__ADS_2