
Di ruang meeting yang begitu besar dan luas Meeting di mulai, para pemegang saham dan dewan direksi semua berkumpul membicarakan ide ide mereka untuk melawan kecurangan Key yang tengah menguat dalam perusahaannya, beberapa ide memang bagus.. Tapi untuk melawan kelicikan seorang Key masih kurang kompeten.
Sesekali Arka melirik Aira, si gadis kecil itu nampak serius sekali hanya diam tapi terlihat sekali memikirkan sesuatu, hingga tak tahan lagi Arka ingin sekali bertanya..
.
.
“Nona Aira punya ide yang mau diungkapkan?" seraya Arka berdiri menghampiri Aira.
Aira terkejut “hah, eemmm ada bos...tapi saya tidak yakin”
“Katakan saja, biar nanti kami yang menilai”
“menurut saya untuk melawan perusahaan yang sedang menguat,kita harus semaximal mungkin menggebrak penjualan dipasaran melalui produk terbaru dan yang paling cepat diminati orang dan dikenal orang, tentu dengan barang yang berkwalitas tapi harga lebih terjangkau dan bermain di volume skala penjualan” ungkap Aira.
“ Itu sudah terpikirkan Aira... Tapi dalam jangka pendek terlihat agak sulit” ungkap Arka.
Aira berdiri dari tempat duduknya “ maksudku Bos Arka yang akan jadi model untuk semua desainku yang khusus aku desain bersama para dengan senior disini”
Bibir bibir Arka sedikit menganga matanya terlihat membulat “apa kau gila, membuat pemilik perusahaan jadi modelnya”
Kembali Aira terduduk sedikit cemberut
“sebagian orang Asia kebanyakan postur tubuh mereka hampir hampir mirip dengan bos, dan bos bisa mewakili mereka untuk setiap pengkhayalan mereka, cocok apa tidaknya ke tubuh mereka sebelum mereka terlanjur membelinya dan lagi mereka akan lebih penasaran ingin sekali melihat mengetahui seperti apa bos max entertainment. saat mereka terkagum dengan bos kami dan mereka melihat desain perusahan ini begitu bagus dan tidak terlalu mahal, kemungkinan besar itu akan membuat mereka lebih tertarik dan lebih berminat untuk membelinya”.seru Aira
Tidak disangka tiba tiba semua yang ada diruangan meeting tersebut begitu antusias dengan ide ide Aira dan mungkin hanya Aira yang berani bilang dan anggap saja menyuruh bosnya melakukan apa yang karyawannya katakan, melihat tuan Arka memang begitu menyayangi Aira...melihat Aira yang menerangkan itu semua tampak Arka menatap dengan tenangnya. Tak ketinggalan semua yang ikut meeting disitu memberi tepuk tangan untuk Aira “ide yang sangat bagus Tuan Arka, kenapa tidak kita coba saja” ujar salah satu pemilik saham.Arka memandang lusuh pada Aira “ kenapa kau lebih kejam setelah jadi pacarku”. Aira tersenyum dan memberi isyarat keduanya tangannya mengepal dengan tangan menyiku ke atas “fighting bos Arka” lagi menorehkan senyum untuk Arka.
.
.
.
Sudah 4 hari Aira dan para desainer
mendesain hal hal baru, yang diusahakan semaximal mungkin mendapatkan hasil desain terbaik juga layak jual di pasaran internasional. Memang kalau di cermati kemampuan Aira memang yang paling menonjol, ide ide nya sangat kreatif rapi juga mendetail.. Hingga beberapa kali seniornya dibuat melongo oleh hasil karya Aira dan membuat mereka berfikir... Tentu saja bos Arka menyukai Aira.. Selain cantik kemampuannya juga bisa diandalkan.
Di ruang yang besar ada jiwa yang amat resah,tangan kanannya menusuk nusuk kan pulpen ke atas meja kaca, wajahnya cemberut masam seraya memanyunkan bibir bibirnya. Arka merasa jenuh, Tugas Aira itu jadi personal assistant pribadinya.., Malah Aira tak peduli dengan bosnya itu dan udah 4 hari Aira selalu sibuk dengan desainya. Hingga semakin resah semakin geram dipikirkan, kedua tangan Arka mengepal lalu menggebrakkan tangannya sendiri ke atas meja “ lihat saja kau Aira.....“ gerutu Arka.
Arka berjalan keluar dengan wajah gelap nan suram langkah kakinya dengan pasti menapaki setiap Granite yang dia lewati, hingga sampai diruang para desainer bekerja, begitu juga Aira yang disana tampak semua terkejut dengan paras muka Arka yang sangat terlihat jelas bahwa bosnya itu lagi geram dan marah.Langkahnya terlihat jelas mau menghampiri Aira yang tengah membuat sketsa beberapa desain, Aira pun tak pelak ikut melongo... Ini kenapa Arka kesini... Biasanya dia hanya melihat hasilnya setelah selesai dikerjakan.
__ADS_1
Setelah Arka tampak lebih mendekat...Arka membuka jasnya melempar kan begitu saja di punggung kursi, Tindakan Arka malah membuat Aira terheran heran... Nggak mungkin kan Arka akan mencium atau melakukan hal mesum lainnya,Ach tapi jelas tidak mungkin... Ini diruang kerja. pikir Aira.
Aira dan teman teman lainnya yang tengah sibuk membuat sketsa dan kebetulan duduk duduk dilantai semua begitu terpaku..Arka menghampiri Aira...iku duduk dilantai mengambil beberapa alat sketsa lantas membantu Aira yang lagi sibuk sibuknya
“biar aku bantu kamu” ucap Arka
“ach..tapi ini kerjaanku dan karyawan lainnya”
“jangan membantah”
“Baiklah...tapi kau nggak perlu ikut duduk dilantai juga”
“apa kau nggak tahu,kau beberapa hari ini sibuk sendiri hah!!,dan....disini lebih nyaman,bisa melihatmu”
Spontan tangan Aira mendorong lengan Arka yang duduk disamping terlihat Aira tersenyum malu. Aira berfikir ya sudahlah,dilarangpun dia bakalan gak mau.
Arka benar benar membuat para desainer jadi lebih gugup selain harus kerja dengan kehati hatian mereka sepenuhnya..Arka yang tidak disangka sangka ikut bekerja dengan mereka dan semenjak ada Aira...Arka tidak terlalu menakutkan..lebih banyak senyum dari yang dulu dulu.
Sesekali Aira memperhatikan tingkah dan mata para karyawan... Aira tersenyum senyum terlihat kadang mereka mencuri curi memandangi Arka, dalam hatinya apa benar Arka itu memang sangat mempesona untuk setiap wanita, hingga Aira memalingkan mukanya ingin memandang diri Arka.
Pemandangan ini.... Kenapa dia begitu indah dah menarik dengan posisi seperti itu, bahkan aku yang setiap hari bersamanya baru sadar ini bahwa Arka sangat begitu menarik penglihatanku terhadapnya, kulitmu hampir mirip porselen Arka. Aira tersenyum senyum.
.
.
.
*******
Sampai detik ini... Bukan hanya pekerjaan saja yang menumpuk di pikiran Aira.. Tapi tentang Fay yang semenjak Aira bersama Arka tidak juga menghubungi Aira, sebaliknya pun Aira sesekali menanyakan kabar Fay.. Juga tidak ada balasan apapun. Sedikit rasa perih juga sakit untuk Aira, saat orang yang sudah bertahun tahun paling dekat dengannya harus berakhir seperti ini.. Seperti tidak saling kenal tapi suatu saat nanti saat bertemu Fay.. Aira sangat ingin berterima kasih.. Tanpa Fay.. Aira tidak akan sampai ke titik dimana dia bisa jadi desainer juga bisa belajar di sekolah desainer ternama dunia.
Persiapan pemotretan sudah sangat disiapkan sebaik mungkin,sebagus mungkin karena bukan model Artis bayaran melainkan seorang yang lebih dikagumi dari pada seorang artis. Seorang laki laki muda berbakat juga segala kesuksesannya.. Tidak Lain adalah Arka yang mereka tunggu.
Di ujung sebuah ruangan pemotretan sudah ada beberapa karyawan yang membawa beberapa desain terbaru dari set baju baju desain Aira sendiri dan beberapa tim desainer lainnya. Dibawakan untuk Arka berganti ganti baju, Meski sudah Arka setujui, tetap saja Arka sedikit menolak usulan Aira itu, karena Arka benar benar tidak terbiasa bergaya apalagi di foto “Aira idemu ini benar benar membuatku gila, lalu aku nanti suruh bergaya apa.."
Aira yang sedari tadi sibuk menggantikan baju Arka tersenyum senyum,kata kata Arka itu begitu menggelitik telinganya.. Karena baru ini melihat Arka begitu gugup dan begitu dilanda kecemasan “apa saja, kau sudah sangat tampan” ucap Aira. Arka terjengit mendengar kata kata Aira yang barusan.
"hah, kau baru menyadarinya” seru Arka
“haha... Kau bisa saja, ini demi hari ini”
“batalkan saja pemotretan nya”
__ADS_1
“jangan, kau semaumu saja"
“katakan kalau aku tampan”
Aira melengngos“ kau memang yang paling tampan...” kata kata ini pasti sudah membuat Arka terbang dach, dasar si Arka mesum.
Perkataan Aira membuat Arka yang tengah berdiri didepan Aira tertawa kecil dibuat oleh Aira.
Pemotretan di mulai sesuai saran Aira bahwa Arka boleh bergaya apa saja di depan kamera, Tapi... Gaya Arka ini.... Begitu membuat para karyawan yang diruangan itu begitu melongo terheran heran.. Mungkin kalau diterawang air liur mereka akan keluar melihat gaya Arka saat ini.
Semua karyawan tak bisa nahan nahan mengagumi gerakan Arka dan sampai sampai tidak sungkan ada pacarnya bos Arka juga diruangan itu.
Oh Bosss...
Daebak...
Aigoo bosss.....
Oh my god.....
Rontok hatiku bosss....
Posisi Aira dibarisan depan benar benar ngilu mendengar kekaguman mereka hingga menupuk jidatnya sendiri “hyah.... Kau memang sangat menawan saat ini”
********
Beberapa hari setelahnya
Berhasil, kata kata itu membuat para karyawan dan juga Arka puas dengan kerja mereka yang menembus pasar Internasional dan mampu menaikkan harga saham yang selama ini menurun, juga membuat para investor berduyun duyun kembali memohon untuk bergabung kembali pada perusahaan Arka.hingga berita itu sampai kepada Key begitu cepat semasa perusahaan Arka memulai gerakan promosi besar besaran dengan beberapa koneksinya di dalam dunia bisnisnya.
Diruang kantor yang begitu besar yang tidak kalah dengan milik Arka, Key yang tengah duduk terdiam terpaku melihat semua laporan yang asistennya berikan padanya... Tak memberi reaksi apapun tentang perkembangan perusahaan milik Arka... Key memilih menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi miliknya, memejamkan mata lalu sedikit lirih bertanya kepada asistennya “kalau kau menghamili pacar temanmu sendiri, itu sedikit kejam nggak?”.
Asisten Key langsung terkejut terjengit,matanya melebar mendengar Key mungkin berencana menghamili pacar teman akrabnya sendiri, karena setahu asistennya..meski key selalu bringas sebenarnya Key belum pernah menjamahi wanita manapun selain nona feirvy.
melirik asistennya yang tak menjawab juga... kembali Key menyuarakan "Kalau tidak hamil, apa aku bunuh saja perempuan itu.. bukankah akan adil buatku juga buat Arka... sama sama kehilangan wanita yang paling di cintai".kata kata santai dari Key.
__ADS_1