Laman Kosong

Laman Kosong
terjebak


__ADS_3


Aira yang berdiri tepat di depan Arka, perlahan kakinya mundur dengan mata yang masih menatap Arka dan hati Aira bergemuruh dan terlihat jelas oleh sikap Aira sekarang. Arka yang tetap berdiri tegap ditempatnya tadi tersenyum dengan tatapan seolah menelanjangi Aira. Seolah olah buruan yang sudah lama dicari muncul dan siap dimakannya, kakinya melangkah pelan dan pasti dengan tatapan tajamnya, mendekatkan kepalanya ke sisi telinga Aira.


“Kita bertemu lagi Aira. Bersiaplah.” ucap Arka.


Aira melangkah mundur. “Ka--Kau tahu namaku, bersiap untuk apa?! Kita tidak akan bertemu lagi."


Arka tidak sengaja melihat kertas yang dibawa Aira. Arka sedikit tercengang karena lamaran kerja itu tertuju untuk max entertainment.


lagi Aira menyuarakan suaranya "Kau lihat apa!, kita tidak akan bertemu lagi.” Lantas Aira mundur dan perlahan berlari kecil menjauh dari Arka.


Arka mengepal tangannya dan tersenyum nungging. kali ini kau tidak akan terlepas lagi Aira pikir Arka.



Dan segera Arka melakukan panggilan telepon pada asistennya.


“Glen besok laporkan ke aku tentang pelamar desainer pribadiku. Kalau terdapat nama Aira langsung beri dia pekerjaan tetap. Beri dia kontrak 2 tahun tempatkan Aira di dekat apartemenku.” telfon Arka.


“Hah ... Serius tuan! Ma-maaf--apartemen itu bukannya terlalu mewah."


“Sejak kapan kau jadi suka membantah."


“Hehe maaf Tuan, aku segera lakukan."


Huff... kencan gagal lagi ... Bos Arka ... Kenapa kau selalu menyiksaku di malam hari..... Hiks hiks. pikir Glen.


.


.


.


Kring kring ...


“Pagi gini siapa ...? Aku masih ingin tidur ...," Aira mengangkat telfonnya. "siapa ...!! Eh. Maaf apa ini serius, tapi pola desain ku belum sempat dilihat oleh CEO kemaren. Baiklah aku berangkat hari ini.” Aira menutup telfonnya.

__ADS_1


Aira berdandan cantik dengan baju kantoran. mengambil roti dan susu yang sudah disiapkannya dan segera mungkin berangkat. Aira gadis yang cantik dan tepat waktu dia tidak ingin membuat orang kecewa dihari pertama kerja.


Diruangan kerja Glen.


"Nona seperti yang tertera di kontrak kerja


• Nona Aira mendapat gaji sekian.


• Bila bos besar menginginkan desain terbaru nona harus siap siaga dipanggil kapanpun bos membutuhkan, di kantor maupun di apartemen pribadi bos besar.


• Nona juga akan mendapatkan tunjangan Apartemen di wilayah xx." Penjelasan Glen ke Aira dan baru pertama ini Glen ditugaskan interview pegawai baru yang hanya khusus untuk Aira.


“Ah tunggu pak ... apa saya harus ketempat kediaman pribadi Ceo? bukannya hanya dibolehkan ditempat kerja saja dan apa apartemen ini tidak berlebihan untuk pegawai baru."


“Panggil saja saya Glen. ini bukan hal yang aneh atau hal besar untuk para desainer khusus bos besar. karena bos tidak ingin mensia-siakan waktunya hanya untuk menunggu desainernya datang dari jauh saat ide ide itu muncul secara tiba tiba."


Mendengar alasan tersebut Aira sedikit memahami. Mungkin orang kaya memang lebih mudah memutuskan hal apapun. Akhirnya Aira menandatangani surat kontrak tersebut dan dihari pertama kerja Aira membereskan meja kerjanya menata sesuai cara kerja Aira dan termasuk selera Aira saat ini. Dihari pertama mungkin belum saatnya bertemu bos besar. Aira akan menyiapkan desain desain terbaru yang mungkin Bosnya suka.


“Jam 5 ... waktunya pulang ..., kamu anak baru ya? mau pulang bareng kami." sapa karla,mita,nana.


“ Baiklah ... duluan ya Aira ...”


“Oke." Aira tersenyum manis untuk teman barunya.


Datang dari jauh Glen mendatangi Aira, untuk menempati apartemen barunya malam ini. Meski sedikit menyangkal karena barang barang Aira masih di hotel, tapi kejelasan Glen kepada Aira sangat menyakinkan jadi terpaksa Aira ikut Glen menuju apartemen barunya. Glen memberi pernyataan kalau bos besar sedang mempunyai ide desain baju terbaru untuk konsep tour konser artis artisnya dan pagi dini hari Aira harus ada di apartemen pribadi Arka.


Bingung dengan jalan masuk apartemennya karna bagi Aira ini terlalu mewah. Dengan beberapa bangunan menjulang tinggi. taman taman yang luas. mall mall besar dan rumah sakit internasional semua hampir ada, tak kurang satupun.


“Eemm apa kamu glen ... enggak salah jalan.”


“Aku benar. Mana mungkin aku lupa apartemen bos sendiri. Bos termasuk pemegang saham terbesar di apartemen mewah ini." jawab Glen.


Aira hanya manggut manggut dengan keherannya kepada bos besar nya yang ternyata begitu kaya raya. Sesampai di dalam apartemen ... Aira segera masuk kamar utama dan segera mandi untuk menyegarkan diri setelah seharian beraktifitas. Setelah itu Aira jalan kaki keluar membeli makanan dan camilan.


Hingga satu jam Aira keluar. Aira segera kembali ke apartemennya dia mengingat kalau besok dini hari harus menemui bos besar yang Aira bingung kenapa Aira sampai saat ini belum tau nama bosnya itu dan kenapa juga Aira lupa bertanya.


Dan kini Sudah pukul 22.00 lampu kamar dimatikan. Aira yang memakai sweater rajut segera menidurkan dirinya ke ranjang yang begitu luas dan lembut. Setengah tertidur Aira merasa pintu masuk diluar berbunyi ... dan seperti bunyi samar samar langkah kaki. Aira secepat mungkin bangun ketakutan lalu membuka pintu kamarnya. Hati Aira terasa tersengat petir dengan mata membelalak saat tepat membuka pintu ada sosok laki laki kekar yang masih samar-samar wajahnya karena lampu yang sudah padam.

__ADS_1


Laki laki itu tiba tiba menyergap Aira dengan Dengan kuat. Tangannya meraih kepala belakang Aira meluncurkan ciuman buas seorang Arka max. Ciuman brutal seolah-olah Arka haus akan ciuman yang sudah dinantikannya selama bertahun tahun, bisa terlampiaskan malam ini juga. Tangan Arka yang lainnya meraih saklar lampu dan menghidupkan lampu kamar Aira.




Aira yang tak bisa berfikir jelas memukul mukul kuat dada Arka yang memakai kemeja putih. Aira yang tak bisa terlepas dari ciuman itu mencoba menggigit bibir Arka tapi Arka menyerang balik semakin menekan ciumannya dengan kuat. Memainkan lidahnya dengan ahli mensesapi bibir Aira penuh gairah yang berapi api. Nafas Aira tersengal sengal yang akhirnya Arka melepaskan ciuman itu dengan perlahan setelah begitu lama beradu ciuman dengan Aira dan setelah itu tersirat wajah kelegaan pada diri Arka.


Sebuah tamparan keras melayang tanpa kendali memukul pipi Arka dengan keras hingga menimbulkan suara dikeheningan kamar tersebut. Aira yang mengetahui itu Arka. Aira melemparkan tatapan tajam ke mata Arka. Nafas yang masih tak stabil ... Aira mengepalkan tangannya kuat-kuat menatap Arka penuh Amarah. Arka yang didepannya memejamkan mata dan mengusap pipinya berusaha meredamkan amarahnya yang menyelimuti pikirannya, berusaha tidak membalas seseorang yang berani menampar seorang Arka max. Arka mendongakkan dagu kecil aira dan mengarahkan wajahnya ke telingan Aira.


"Kau sudah masuk perangkapku Aira. Aku pemilik max entertainment ... apartemen ini adalah milikku dan kau sudah menandatangi kontrak yang sebagian sangat memberatkanmu jika kamu melanggarnya. Dan tidak mungkin terbaca olehmu semua." Arka tersenyum menyeringai memalingkan wajahnya dekat rahang pipi Aira.


“Apa yang kau inginkan dariku," kata Aira dengan nada penekanan penuh amarah. "Aku tidak punya hal apapun yang akan membuatmu beruntung.”


“Aku hanya inginkan kamu jadi teman tidur, karena kamu pasti akan membangkang. Aku harus lakukan ini kepadamu." jawab Arka.Arka mencengkeram kuat bahu Aira dan mendorong Aira ke tempat tidur hingga terjatuh. Arka segera mungkin menerkam tubuh Aira agar tak terlepas dan menalikan dasi yang dia lepas. Merentangkan tangan Aira ke atas dengan gengaman satu tangan Arka.


“Pergi kau **** keparat..!!” Aira menendang nengdang perut Arka tapi Arka tak bergeming sekalipun. Malahan Arka tambah tertarik dan bergairah, dengan gerak lambat Arka mengunci kaki Aira di bawah tumpuan siku lutut kakinya. Arka menatap Aira dengan sangat dekat.


"Namaku Arka max Aira. Kau boleh meneriakkan namaku nanti saat kau terpuaskan olehku." Seru Arka sambil tersenyum di dekat Aira.


Arka kembali mencumbui bibir Aira penuh gairah. Tangan Aira yang tertali kuat tidak bisa melawan Arka. Kedua kaki Aira terkunci kaki Arka yang akan susah bergerak. Arka yang sudah dipenuhi gairah yang berapi api menciumi menyusuri rahang leher sampai punggung Aira. Tangan Arka dengan lembut menyusup ke sweater Aira melepaskan baju Aira. Aira kelonjatan atas sentuhan arka yang melepaskan bajunya setiap kali Aira mengumpat, Arka langsung melumat habis bibir merah Aira Meski Arka sedang sibuk melumat bibir Aira, tangan Arka bisa berhasil dengan cepat menelanjangi tubuh Aira dan gadis kecil itu semakin kelonjatan dan berusaha menendang nendang tubuh Arka.


Arka berhenti sejenak dengan pandangan berkabutnya menatap panas Aira lanjut Arka melepas baju dan yang dia pakai semua saat ini...Aira sesegera mungkin memalingkan wajah berkata. “Tolong lepaskan aku. Aku tidak akan mengancammu suatu saat nanti dan melupakan hal ini, tapi lepaskan aku saat ini. Aku mohon ..." kata-kata Aira dengan pipinya yang sudah terbasahi air mata.


Dengan nada parau dan mata berkabut membisikkan ke telinga Aira "Itu tidak akan mungkin terjadi Aira.” Arka mulai kembali menyusuri tubuh Aira dengan jemari lembutnya. Arka sengaja tidak bermain terburu buru dengannya. Arka ingin Aira juga merasakan kenikmatan luar biasa di hubungan intim ini dan sukarela menyerakan tubuhnya kepada Arka Max.


Arka yang ahli memainkan perempuan pastinya bisa dengan lihai mengusai diri Aira, yang membikin berbeda ... wanita lain bisa langsung sukarela dengan sedikit sentuhan saja. Dengan Aira Arka harus memakai beberapa trik yang merangsang tubuhnya. Cumbuan dan lumatan menyusuri tubuh Aira dengan eksotis tangan dan jemari Arka tak hentinya memainkan permainan dibagian bagian sensitif Aira sampai berhasil membuat Aira menahan erangan dan menggigit bibir bawahnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara erangan sedikitpun. Semakin lama Arka semakin menggila jamahannya yang sangat menggoda membuat tangan aira mengepal menahannya.


“Jangan ditahan Aira. Kau akan menikmati ini juga.” Suara parau Arka seraya memberi ekpresi senyuman bibir nungging kesamping. Aliran darah yang mengalir begitu deras membuat nafas Aira tersengal-sengal dengan rongga dadanya dipenuhi seperti uap panas meresapi tubuhnya saat ini ... jamahan Arka tak tertahankan membuat pertahanan aira runtuh, Aira sedikit mengeluarkan erangan dari mulutnya. Arka tersenyum puas karena dia berhasil manaklukkan Aira. Arka yang bermain dibawah kembali ke bibir Manis Aira.


“Sepertinya kau sudah siap dan sedikit terpuaskan Aira sayang. Sekarang giliranku yang kau puaskan." Dengan menghentakkan benda asing ke tubuh Aira. Aira kelonjatan dan berteriak kesakitan.




__ADS_1


__ADS_2