
Seseorang yang berdiri dengan tangannya telah terikat tali simpul ketarik penuh ke atas. Tangan-tangan Glen mengerat, tubuhnya bergetar kuat, hati dan pikiran dipenuhi rasa takut yang amat sangat melihat Arka membawa pisau yang dulu pernah Arka pakai sekali menggores kulit seseorang yang telah hampir memperkosa teman baiknya yaitu Feirvy hingga kulit kulitnya menganga kesakitan. Karena Arka lebih suka orang itu kesakitan dari pada mati dengan cepat tanpa merasa kesakitan apapun.
Ingatan kengerian setiap sayatan yang Arka lakukan kepada pelaku yang akan memperkosa Feirvy, tambah membuat tubuh Glen bergetar kuat. Hatinya menciut mengingat perbuatan Arka dahulu yang mungkin kali ini akan sama halnya akan terjadi pada diri Glen. Akhirnya Glen meneriakkan menyerukan kata kata maaf seraya luapan emosi yang ada dalam diri Glen ... membuat Glen berteriak diiringi tangis permohonan, dari sisi agak jauh dari tempat duduk Arka.
Semakin memohon ... semakin Arka ingin dan tidak sabar melihat mimik muka seseorang yang telah berkhianat padanya. Beranjak dari tempat duduknya Arka berjalan dengan tenang ... dengan tangan sebelah kirinya, Arka masukkan ke saku depan celananya.
Terhenti dari langkah langkahnya. Mata Arka masih menatap tenang. Tapi, dalam hatinya sudah benar benar siap mengintimidasi orang di depannya yang saat ini sudah dalam puncak ketakutannya hingga Glen serasa menangis ... saat Arka sudah menyodorkan pisau runcingnya menyapu halus pipi Glen.
“8 tahun. 8 tahun aku pikir sudah bisa membuat seseorang bisa dipercaya karena punya kinerja yang bagus, berikan aku alasan supaya aku tak mengulitimu,”suara intimidasi seorang Arka kepada Glen.
Seorang laki laki menunduk menangis ... memaksa dirinya harus sanggup menjawab setiap pertanyaan Tuannya dan sedangkan di sisi lainnya seorang Key mengancam dirinya melalui keselamatan istrinya. Arka yang sudah tidak sabar berusaha memahami kalau ada sebuah tekanan dan yang mungkin ancaman yang membuat Glen begitu takut dan berat mengatakannya.
Sepersekian menit tidak ada jawaban pula, hanya tangis ketakutan dan hanya menggelengkan kepala. Kemurkaan Arka sudah tak tertahan lagi-- luapan emosi membakar setiap darah yang mengaliri tubuhnya membuat napasnya naik turun hingga matanya yang sedari tadi hanya mengamati reaksi Glen, kini berubah tatapan horor dan tajam menghujani diri Glen.Yang akhirnya membuat tangannya mencekik mengangkat leher Glen kuat dan erat hingga Glen terasa sesak napas dan matanya melotot kesakitan.
__ADS_1
“Istrimu sekarang sedang hamil, kalau kau mati di tanganku ... kau bisa memikirkannya sekarang. Memilih anakmu aku buat menderita atau hidup dengan jaminanku karena kejujuranmu saat ini.” ancaman beserta tawaran Arka Max.
Glen langsung terjengit mendengar Arka mengetahui istrinya yang belum lama ini sedang hamil. Seketika Glen menatap panik Arka, entah harus berlindung ke siapa dan dari siapa Glen terpasrah kepada Tuannya saat ini, dengan nada takut dan bergetar Glen menyeru nama Key-- “Tuan Key ... dia akan menyuruh anjing liarnya (anak buah) memperkosa istriku kalau Aku tidak membantunya.” kembali Glen memohon mohon ampun ... demi anaknya ... supaya Arka tak membunuhnya.
Di detik yang sama Arka yang mendengar pernyataan Glen, kakinya reflek mundur selangkah dari tempatnya tadi ... seakan tidak percaya ...teman yang paling dekat denganya sedari SMP satu sekolah, satu kos selalu bersama sama dalam hal apapun ... Arka sangat percaya kepada Key. Yang terdengar dari Glen begitu membuat gendang telinga Arka berdenging tapi juga seraya menyulut amarahnya kembali karena lagi lagi pengkhianatan terjadi pada orang terdekat, hingga amarahnya Arka luapkan pada Glen saat ini.
Tak menghiraukan permohonan yang terucap dari mulut Glen, Arka melepaskan satu ikatan kuat salah satu tangan Glen, dan kini tangannya tengah dalam genggamannya Arka dan Arka membisikkan “ini akan sedikit terasa sakit, di menit 45 menit kau mungkin akan lenyap, tapi tenang saja ... sebelum 45 menit bodyguarku akan segera menolongmu, aku cuma ingin--"
Seraya tangan Arka menggoreskan dengan sedikit tekanan memotong urat nadi Glen dengan ekspresi tanpa menggubris perkataan Glen yang dari tadi memohon ampun ... "kau akan merasakan nyeri ... sakit luar biasa di sekujur tubuhmu, kedinginan, lemas hingga kesemutan di sekujur tubuhmu dan yang terakhir ... kau akan merasakan sakit kepala yang amat sangat karena berkurangnya transfer darah ke otak, bukankah itu gak terlalu jahat Glen ...?? dan lagi, selama 2 tahun kau dipekerjakan jadi cleaning servis di kantor, tentang biaya anakmu aku yang menanggungnya selama kau menerima hukuman dariku.” tangan Arka yang terkena aliran darahnya Glen segera melepaskan begitu saja tangan Glen dan seraya memerintahkan para bodyguarnya membawa Glen ke RS sebelum 45 menit untuk dirawat.
Tapi Arka tak mau pikirkan hal yang terlalu baik, Arka lemparkan sembarangan salah satu pisaunya mengarah ke Key dan lebih berharap kalau pisau itu menancap pas pada tubuh Key. Sebuah sambutan yang sedikit mengagetkan untuk Key. Baru ini Arka mau melukai teman baiknya itu.
Hanya tertancap tidak terlalu dalam di bahu Key, karena Key memakai jas tebal. Suasana yang sangat sulit dijelaskan, saat teman terbaiknya yang melakukan hal ini ... luapan emosi Arka sedikit Arka tahan. Arka tahu kenapa Key melakukan hal ini.
__ADS_1
Flashback
Feirvy salah satu teman terbaik Arka selain Key, mereka bertiga selalu bersama saat bersekolah ... Arka remaja yang begitu tampan sangat di puja-puja gadis gadis seusianya. Tapi, sikap Arka yang dingin itu ... tidak berlaku terhadap Feirvy yang sudah dianggap saudara perempuan dan wanita yang sering membatu Arka dan memahami sifat Arka waktu itu.
Hanya sebatas teman dekat yang Arka berikan. Tapi, rasa perhatian Arka yang di berikan kepada feirvy membuat feirvy salah mengartikan semuanya ... yang dipikir itu bentuk rasa cinta. Sehingga feirvy mengejar keinginannya untuk bisa jadi kekasih Arka. Setelah Arka tahu sikapnya akan jadi boomerang baginya perlahan pasti menjauhi feirvy yang sudah terlanjur cinta dan benar benar tergila-gila dengannya, dilain sisi Key yang juga begitu dekat dengan feirvy selalu ada buat feirvy saat tahu Key begitu peduli dengan gadis itu ... Arka memilih kembali ke Negara A yang terpaksa harus kembali karena semua perusahaan ditangguhkan kepadanya.
Hingga feirvy mengalami depresi beberapa kali masuk rumah sakit setelah Arka benar benar meninggalkan gadis itu. Entah apa yang bisa membuat Feirvy meninggal, yang Arka ketahui hanyalah dia sering sakit tanpa sempat mengunjungi saat terakhir Feirvy, Arka menyesal karena memang saat itu Arka dalam keadaan tidak bisa meninggalkan perusahaannya. Sebagai saksi yang sangat tahu jelas adalah Key, lelaki yang amat menyukai Feirvy sebelum Feirvy menyukai Arka. Semua yang diketahui Arka hanyalah palsu belaka, dan apa yang sebenarnya terjadi pada Feirvy masa itu, kehidupan yang begitu keras- hingga Key merasa Arka layak menerima setiap penderitaan yang Feirvy rasakan.
****
Arka bejalan mendekati Key, taklantas hempasan kuat, sebuah bogeman kuat Arka hempaskan ke muka Key hingga tubuh Key miring sempoyangan, tangan Key mengusap tetesan darah dari pinggir mulutnya, melemparkan senyum seringai ke Arka “Kau masih saja begitu lemah, kau membiarkan asistenmu hidup begitu saja, hanya memberi sedikit rasa sakit,”
Napas amarah Arka yang naik turun masih menatap tegas mimik wajah Key. “Saat membunuh seseorang tidak hanya orang itu yang mati, tapi anak dan istrinya akan terasa mati oleh kesedihan yang mereka alami, kau seperti ini apa menuntut atas kematian Feirvy?! Hanya salah paham, bukan berarti aku tidak mau menemui dia saat kematiannya. Aira orang lain dari masalah ini, berhenti mengganggu Aira dari sekarang!” nada tegas Arka seraya mengambil pisaunya yang menancap di bahu Key dan pergi sambil lalu begitu saja.
__ADS_1
“Kalau kau menemui perbuatan yang lebih kejam dari ini, maka bunuh dia sampai mati.” seruan Key untuk Arka, sehingga langkah Arka terhenti, “Aku akan bunuh dia kalau tidak ada alasan buat dia hidup.” jawab Arka.
Tidak jauh posisinya dengan Arka, Key melemparkan ponsel Aira.