Laman Kosong

Laman Kosong
Amarah


__ADS_3


“Lama sekali, jenuh nunggu disini sampai 1 jam.” Ucap keira saat ada di kantor Arka.


Arka membelai tubuh Aira hingga tertidur dalam pelukannya, karena efek terlalu capek saat setelah bercinta barusan. Pelan pelan Arka melepaskan diri dari Aira. Arka sempat lupa sudah ada janji dengan Keira di kantor. Arka yang sudah rapi dan sudah bersiap berangkap. Mengecup kening Aira, juga memasang selimut untuk istrinya.


*****


30 menit sesampai di kantor sudah di sambut dengan keira yang sudah mengering menunggu Arka sedari tadi.


“Seharusnya sejam lagi kamu datang.” Gerutu keira.


“Macet.” Alasan Arka.


Arka duduk dan membuka laci kecil di bawah meja yang terkunci rapat. Dan di berikannya pada Keira. Keira masih bingung dan tidak mengerti kenapa Arka kembalikan liontin tersebut. Arka menceritakan kronologi Aira saat setelah rayakan ulang tahun di rumah Fay dan disitu Arka meminta Keira. Mengakui siapa dirinya dan siapa tahu bisa menghibur hati Aira. Keira sempat termenung. Dia harus kuatkan diri siapa tahu Aira malah membencinya.


“Arka ... Biarkan hari hari ini aku yang mengurus Adikku. Aku ingin lebih dekat dahulu sebelum mengatakan semuanya.”


“Itu ide yang bagus. Kau bisa mendekati dia dengan masakanmu. Aira pernah bilang, masakanmu mirip dengan masakannya kakaknya.”


Kini keira setiap hari harus berkunjung di apartemen Arka, mendekati Aira dan semoga ini berhasil.


*****


Hari sudah sampai malam untuk istrinya yang masih mengalami syok Arka ingin sekali pulang lebih awal. Mesti ada beberapa pekerjaan, sebagian Arka tinggal dan sebagian Arka percayakan pada bawahannya. Sebelum langkah kakinya ingin pulang Arka melihat gaun pernikahan yang Aira buat. Berkilau, kerlip ratusan batu swarovsky yang terjerat pada setiap kain gaun tersebut, bahkan sanggup menyinari bulatan mata Arka yang suram setelah mendengar kabar tentang Aira. Tapi keindahan desain ciptaan tangan istrinya tersebut. Seakan rasa suram itu sanggup terurai ketika melihat gaun cantik didepannya.


Kini Arka sudah sampai dalam apartemen dan langsung masuk dan masih mendapati istrinya tertidur nyenyak. Arka mengambil kursi kecil dan didekatkan nya ke ranjang di sisi Aira. Arka duduk sembari memandangi raut wajah istrinya... lanjut meraih tangannya, di selipkannya setiap jemari Arka ke jemari Aira. Aira sedikit bergerak tapi masih dalam keadaan tidur. Menciumi tangan cantik itu. Arka mendapati kuku Aira terlihat lebih panjang karena setau Arka Aira tidak terlalu suka kukunya terlalu panjang. Arka beranjak dari duduknya dan mengambil kotak mini pedicure manicure dan pekerjaan yang tak mungkin seorang Arka lakukan, tapi kini tak berlaku untuk istrinya. Aira sedikit terbangun dan menyadari suaminya membenahi kuku kuku nya.


“Ah, Arka. Aku bisa sendiri.”


“Aku ingin melihat istriku tersenyum lagi.”


“Aku tidak ingin tersenyum ...”


“Aku gigit tanganmu kalau tak mau senyum.”


“Gigit saja.”


Arka beneran menggigit salah satu jari Aira.


“Aaakkhh. Kau beneran kanibal kali ini.”


Arka tersenyum dan malah lagi berulang kali menggigit jemari Aira. Hingga akhirnya Aira tersenyum lebar. Meski rasa perih masih sangat terasa di hati Aira.


******


Pagi itu sebelum Aira dan Arka bangun. Keira sudah memasak beberapa masakan yang benar benar enak dan makanan yang biasa Aira makan saat kecil. Keira memang sudah diberi ijin sama Arka jadi Keira bisa masuk rumah Arka sebelum mereka terbangun.


Ditatanya di meja makan dengan rapi juga indah. Ini semua tidak akan terbayang oleh Aira kalau Keira bisa membuat makanan seenak juga seindah lukisan setiap penyajiannya. Sebelum membangunkan mereka. Keira terlebih dahulu berdoa dengan kedua tangannya saling mengepal berdoa agar Aira tak akan membencinya setelah tahu siapa Keira sebenarnya.


Tapi disaat Keira selesai berdoa dan berbalik badan ingin membangunkan Aira dan Arka. Ternyata Aira sudah berdiri diam di tangga entah dari kapan Aira berada di tangga tersebut. Apakah mungkin dia mendengar semua doa yang Keira ucapkan dengan tulus.

__ADS_1


Keira terkejut saat melihat Aira.


“Kenapa bisa ada disini?” tanya Aira


“Ah.Itu. Kau dari kapan ada di tangga.”


“Emm ... Baru saja. Kau memasak begitu banyak. Apa Arka yang menyuruhnya.”


“Arka bilang kau sakit. Dia menyuruhku memasak makanan enak.”


“Emm pasti, habis belanja banyak. Nanti aku mintain uang buat gantiin belanjaannya.”


“Aku lagi banyak uang.”


“Hufff... sombong sekali.”


“Makanlah. Arka tidak kamu suruh bangun.”


“Dia lagi libur kerja. Arka bilang bangun agak siangan.”


Aira tak menyangka dia bisa satu meja makan bersama Keira dan hanya berdua saja. Makan bersama bahkan mereka sudah bisa nyaman satu lainnya.


“Masakan ini ... pernah aku makan saat kecil, saat ayah ibu sibuk bekerja dan aku sibuk dengan desain ku. Hanya kakakku yang biasa merawatku juga memasak masakan enak buatku.”


“Ah- aku tadi hanya asal memasak saja. Sangat kebetulan kalau sama.”


“Benar juga. Aku sangat kangen kakakku.”


“Makan yang sehat sehat. Bagus untuk kesuburan rahim.”


“Aku tidak yakin.”


“Kau punya suami yang baik. Tidak takut akan berita apapun. Dia tetap optimis dan selalu didekatmu.”


“Kak Fay juga begitu.”


Keira menunduk dan tersenyum. Ini adalah perbincangan yang hangat yang dari sebelum sebelumnya mereka tampak tidak akur. Sampai selesai Aira makan barulah Keira ijin pulang karena dia masih ada kerjaan yang harus dikerjakan. Saat Keira sudah di bibir pintu—suara Aira menghalangi langkahnya keluar pintu.


“Ada apa?”


“Besok pagi kesini lagi kan?!”


Keira tersenyum tenang. “Habis belanja aku langsung kesini. Sebelum kamu bangun.”


“Hati-hati dijalan.”


.


.


.

__ADS_1


Saat Aira hendak balik ke kamar. Sudah ada Arka yang sudah berpakaian rapi menuruni anak tangga.


“Keira tadi masak buat kita.”


“kau suka.”


“Masakannya enak. Aku belajar memasak dari dia saja ya.”


Arka tersenyum jemarinya memulas bibir Aira. “Asal istriku tidak sedih lagi. Lakukan yang kamu mau. Asal itu baik dan tidak menyakiti hatiku.”


Aira mendongakkan kepala, kedua kakinya jinjit ke atas, dan tiba tiba mencium kening Arka. Arka sedikit terkejut dan membalas memeluk tubuh istrinya dan sedikit lama dagunya bersandar di bahu Aira dengan memejamkan kedua matanya.


“Aku pergi ke rumah sakit dulu ya. Kalau kau tidak ikut, kau bisa jalan jalan si sekitaran apartemen ini. Nanti aku suruh bodyguard ku buat jagain istriku saat jalan.”


“Eemm aku ingin ke kantor, gaun pernikahan temanmu masih mau aku cek lagi. Takut ada yang kurang. Dan lagi ... bagaimana kalau kabar dari rumah sakit. Adalah berita yang tidak ingin di dengar, maksudku berita buruk.”


“Jangan pikirin itu. Aku berangkat dulu. Nanti telfon saja bagian resepsionis buat siapin mobil. Nanti bodyguard ku yang antar istriku jalan jalan.”


Sementara Aira pergi ke kantor. Arka cepat cepat ke rumah sakit sakit untuk hasil cek ulang darah Aira. Dalam hati Arka ‘kalau sampai ada kesalahan sekecil apapun itu, sudah Arka pastikan akan menuntut pihak rumah sakit yang terkait ke jalur hukum. Ini semua karena mereka sudah menyakiti hati istrinya'


Suasana genting di ruang lab juga kantor rumah sakit sangat terasa genting saat mereka semaleman mencari-cari dan mengecek ulang hasil yang sebenarnya. Hingga direktur rumah sakit datang memarahi juga hampir memaki kedua suster yang tidak becus bekerja. Suatu kesalahan besar saat mereka melakukan tes sample darah dengan bercanda gurau tidak fokus dengan pekerjaan dan akhirnya membuat mereka lalai. Dengan nama yang hampir sangat sama mereka tak sengaja tutup botol kecil sample darah Aira tertukar dengan nama Ara saat pengecekan. Suatu kejadian yang tak bisa di maklumi dan kini Arka sudah hampir sampai parkiran rumah sakit.


Saat Arka turun mobil. Si petugas parkiran langsung berlari ke pos jaga mereka dan menelfon petugas bagian Lab memberi kabar kalau Tuan Arka sudah sampai. Disitu segera petugas parkir itu mengabari semua yang ada di ruang laboratorium bahwa Tuan Arka datang dengan kedua bodyguard nya. Yang ada di ruang laboratorium langsung terkejut, keterkejutan mereka memuncak. Karena waktu yang mereka perkirakan ternyata Arka datang lebih cepat dari yang disarankan. Mereka kelabakan harus mempersiapkan semua data dan si direktur bersiap meminta maaf atas kesalahan yang begitu besar dan juga fatal.


Dari resepsionis Arka langsung keruangan dokter VIP yang kemaren. Tapi dipertengahan jalan sebelum sampai ke ruangan yang Arka tuju. Keduluan Arka yang tak sengaja berpas-pasan dengan si direktur dan beberapa orang di belakang yang mengikutinya. Ada dokter yang kemarin juga 2 suster perawat.


Kata kata tegang yang sangat pas buat mereka. Arka yang bersama dua bodyguard nya langsung menghampiri para rombongan tersebut dan langsung tanpa basa-basi Arka menanyakan hasil yang lebih akurat lagi.


Tapi dengan alih-alih ingin meredakan emosi yang mungkin sudah terkumpul rapat dipikiran Dan hati seorang Arka. Direktur tersenyum menyapa dengan senyuman lebar menghampiri Arka dengan bahagianya. Dan langsung memberi surat keterangan resmi hasil yang paling akurat. Arka sedikit melirik direktur yang ada di depannya dan langsung membaca hasil tesnya.


“Dari hasil semua pemeriksaan. Hasilnya sangat membahagiakan Tuan... Nyonya Aira positif hamil dan ini sudah berumur 2 minggu pertama.”


Yang di kira mungkin dalam pikiran si direktur tersebut. Mungkin pakai cara ini, pikiran suram Arka bisa hilang dan aman dari hal hal buruk. Tapi malah tak ada reaksi apapun pada raut muka Arka. Tidak memperlihatkan kebahagiannya pada si direktur dia lebih memilih tak menampakkan nya. Sebaliknya Arka memberikan lirikan yang tajam, kejam juga senyum seringai nya.


“Rasa Terima kasih apa yang kalian mau?” tanya Arka.


Rombongan dokter itu terkejut Arka mengatakan perkataan yang tidak terbaca dan terasa terdengar misterius di telinga mereka. Arka menapakkan kakinya pelan tapi penuh intimidasi. Melangkah maju mendekati sang direktur Rumah sakit. Dengan nada geramnya Arka menatap tajam juga bersuara.


“Aku Terima hasil tesnya,” dengan senyum seringai nya yang mengerikan. Arka dengan kuat tangannya mencekik Direktur didepannya itu.


Semua rombongan terkejut juga ketakutan juga ingin melerai Arka yang tengah berbuat kasar. Tapi dua bodyguard yang begitu kekar dibelakang Arka tampak sangar dan juga terlihat sadis. Kedua bodyguard itu dengan kejam memicingkan mata mereka dengan sadis hingga mereka semua terlihat bergidik ketakutan.


“Berani kalian mengusik diriku apalagi istriku! HAH!!!” tangan Arka menghantam kuat kuat dengan amarah yang berapi api keluar saat hasil tes itu sebelumnya mengecewakan dirinya juga istrinya.


Tubuh Direktur tersebut langsung dengan lepas tersungkur kebawah. Dan dengan cepat setengah bangun menunduk. Meminta maaf kepada Arka Max.


“Ma.Maaf Tuan. Maafkan kami ceroboh. Saat itu dari kami ada yang tidak fokus bekerja.”


Nafas Arka begitu keras naik turun karena emosi yang telah meluap-luap dalam hatinya. Lantas Arka mengutus bodyguard nya mengurus mereka dan membawa juga menuntut atas kesalahan dari mereka ke jalur hukum sampai tuntas. Ini semua biar tidak terulang di pasien manapun nantinya.


Arka yang sendiri kembali dalam mobil. Sebenarnya hatinya sudah sedikit lega ... Bahwa istrinya beneran hamil dan Arka sudah tak sabar lagi memiliki seorang anak. Bisa menggendong anaknya sendiri. Ikut mandiin anaknya dan masih banyak lainnya yang Arka sebenarnya tak sabar harus menunggu 9 bulan lagi. Mungkin kalau saja anak itu bisa dikeluarkan dan di lihat cara perkembangannya mulai dari segumpal darah hingga membentuk bayi Akan Arka lakukan kalau ada alat seperti itu.

__ADS_1


Arka yang bahagia tersenyum manis tapi tinggal kini pegawainya harus sangat sibuk menghubungi beberapa sedang wedding organizer, fotografer handal. Pemesanan cincin nikah yang paling berkesan. Juga mahal Arka minta yang terbaik. Pokoknya satu kata semua. Semuanya dan harus semua bisa selesai dalam 3 hari. Ini semua karena rasa bahagia Arka yang ingin sekali Aira segera tahu tapi sebelumnya Arka ingin membuat kejutan yang besar yang megah untuk merayakan bayi dalam rahim istrinya juga melaksanakan resepsi pernikahan yang sudah lama tertunda. Bahkan cincin nikah pun mereka belum punya. Dan ini pasti juga akan membuat waktu Arka tersita banyak dan mungkin juga tidak pulang.


__ADS_2