Laman Kosong

Laman Kosong
Ketagihan


__ADS_3

Duduk di dalam mobil. Hati itu sangat perih merintih sebelum semua usahanya dimulai, terlihat pemandangan di depan matanya, Aira sedang berciuman dengan Arka, terlihat kalau Aira sudah tercuri hatinya oleh Arka. Fay menatap pilu setelah seharian mencari Aira, setelah bertemu Fay langsung dilihatkan adegan seperti itu. Fay seakan mengul*m menahan rintihan tangis dalam hatinya yang terasa sakit tak terperi lagi.


Hingga pagi hari Fay menunggu Aira di kontrakan kecil Aira, jari telunjuknya menyusuri tempat tidur Aira hingga ke foto Aira ... meratap memandang mengakui di depan foto Aira hingga.matanya berkaca air mata. Fay mengakui kalau dia tengah bersalah dan kalah sepenuhnya...


“Di sini, di sini juga, pokoknya semuanya!”


“Banyak sekali” ucap Arka.


“Hiks hiks kakiku kram, pinggangku terasa mau patah, apa kau nggak merasa bersalah kalau ini ulahmu, hah...”


“Semalam aku terlalu bersemangat ... apa dokterku aku suruh kesini saja..?”


“Jangannn ... cup*ngmu terlalu banyak!”


“Kapan-kapan aku coba juga pakai obat penguat ya!” Arka tersenyum senyum.


“JANGAN!! apa kau sudah gila!”


Arka tertawa senang bisa lagi jahilin Aira seperti dulu. "Yauda aku pijitin sambil tiduran."

__ADS_1


Beberapa jam hingga pukul 08.00 Arka segera terbangun dan mandi, Aira yang melihat sikap Arka sedikit terheran... biasanya kalau sudah ada Aira setidaknya Arka berangkat jam se puluhan, “Kau sangat terburu buru.” tanya Aira cemas.


“Kantor lagi ada masalah, aku harus cepat selesaikan masalah itu sebelum terlambat.” jawab Arka. Tampak Aira berpikir lama hingga menghadang langkah Arka yang sedang mengambil laptop di meja kamar Arka. “Aku ikut kerja ya?”


Mendengar Aira bicara ... Arka pegang rahang pipi Aira, “Kau sedang sakit sayang ... istirahatlah dulu.” ucap Arka. Aira melangkah pelan ... memeluk Arka dengan mesranya menunjukkan rasa cintanya hanya untuk Arka seorang. “Biarkan aku membantu pacarku menghadapi masalah yang dia hadapi saat ini."


Balik Arka mencium pangkal hidung Aira. “Tapi apa kau benar baik baik saja?” tanya Arka kembali, lantas Aira mengangguk angguk dan kedua tangannya menundukkan kepala Arka lalu Arka sedikit terkejut. Aira mencium keningnya. “Aku baik baik saja, aku akan sangat jenuh kalau di apartemen ini sendirian."


Hingga akhirnya Arka yang tak bisa membujuk Aira untuk istirahat akhirnya menyerah dan menuruti Aira untuk kembali bekerja, tentu saja Arka terpikirkan kalau tidak mungkin memperkerjakan pacarnya itu sebagai karyawan biasa, ingat sesuatu bahwa Aira lulusan desain (FIT) USA Arka berencana menjadikan Aira sebagai personal assistant yang kebetulan sedang kosong. Selesai Aira mempersiapkan semua, didalam mobil bersama Arka ... Arka menjelaskan tentang pekerjaan baru untuk Aira, cara ini juga akan membuat para karyawan tidak akan berani lagi melihat jabatan Aira yang dulu dan dibandingkan yang sekarang begitu berpengaruh di perusahaan juga di kepribadian Arka. Jika mereka mengetahui bahwa Aira bukan lulusan sekolah desain biasa makan mereka akan minder dengan sendirinya.


Aira cepat mengerti apa yang Arka maksud lantas membuat Aira lebih percaya diri dari yang sebelumnya tapi...Aira sedikit takut dan minder bisa dekat dengan Arka yang sangat kaya dan begitu di kagumi banyak orang.


Di ruang karyawan yang begitu besar Arka menyuruh para security mengumpulkan para karyawan di bagian devisi desain berkumpul menghadap Arka di sisi ruang luas di ruang karyawan. Arka menjelaskan tentang jati diri Aira dan juga pekerjaan Aira sebagai personal assistant pribadi Arka hingga Arka dalam percakapannya yang terakhir ... Arka melirik kedepan ke semua karyawannya seraya membenahi kancing baju di pergelangan tanganny ... “Sepertinya perlu ku jelaskan bahwa Aira sekarang pacarku..., apa kalian masih berani mengusiknya?" tandas Arka.


Melongo semua para karyawan sedari awal tambah melongo lagi ketika Arka bilang kalau Aira pacarnya, sedangkan Aira dari tadi diam sedikit memberi senyuman meringis dalam hatinya benar benar ingin berkata apa perlu di jelaskan sedetail ini ... Ini benar benar membuatku malu dan canggung.


Selesai menjelaskan itu semua Arka menarik tangan Aira membawanya ke ruang kerja Arka, melewati 2 security di depan pintu kerja Arka, tapi Arka seakan memberi isyarat mata untuk 2 security tersebut. Setelah masuk ruangan yang begitu besar ...Arka memilih duduk di kursinya sedangkan Aira masih berdiri didekatnya seraya ingin menanyakan sesuatu, “Apakah sebelah sana tempat duduk ku?” tanya Aira. Dengan tiba tiba Arka menarik perut Aira yang rata mendudukkan Aira di pangkuan Arka. “Disini tempat dudukmu."


Aira berusaha menghindar dan berdiri dari pangkuan Arka dan mengucapkan perkataan. “Lepaskan tanganmu itu, ini di ruang kerja!” Arka semakin mempererat pelukannya. “Disini dulu, temani aku kerja ...1 jam lagi kita akan meeting.”

__ADS_1


Sementara itu Arka terus menahan duduknya Aira seraya mengetik ketik sesuatu di depan layar digitalnya, Aira mulai tidak nyaman ... hingga membuat Aira beberapa kali menggerakkan dudukannya. Aira tidak tahu kalau gerakannya itu malah membuat diri Arka terbangkit dari nafsunya. Tak tahan lagi mata Arka yang sudah berkabut dan dengan suara paraunya menyuarakan nada sensual di telinga Aira, “Gerakanmu itu ... malah membuat keinginanku terbangkitkan lagi Aira. Ini bukan salahku ya!” Aira memberi reaksi terkejut bahwa Arka malah ingin melakukan itu di ruang kerjanya, membuat Aira menyilangkan kedua tangannya ke dadanya.


Tapi Arka bukan menginginkan apa yang sedang Aira tutupi saat ini. Arka pegang pinggul Aira dengat erat. perlahan memberi gerakan lembut di sana. Dan ... Arka lakukan hal lainya yang akan lebih menyenangkan mereka berdua.


Hampir setengah jam mereka lakukan itu di ruang kerja mereka, Tanpa takut ada orang yang masuk karena Arka sudah menugaskan security-nya untuk berjaga di luar ruangan. Aira menatap diam seraya mengatur nafas nafasnya yang naik turun.Tiba tiba Arka lagi berdiri mendorong tubuh Aira dari belakang di dorongnya maju tubuh Aira ke bibir meja tempat kerja Arka hingga di rasa Aira menungginginya.


Lagi lagi Arka melalukannya dengan penuh kekuatan hingga Aira tersentak dengan gerakan Arka yang kuat tersebut. melakukannya dengan konstan Arka terus melakukan itu hingga tubuh Aira bergetar, tangan Aira menahan teriakannya sendiri. dalam hati Aira Arka benar benar melakukannya dengan sepenuh kekuatannya hingga meja kerja Arka yang begitu luas dan tebal sedikit ikut bergetar. Hingga Arka benar benar tak tahan lagi Aira tak bisa menahan suaranya hingga akhirnya Arka sampai klim*ks nya yang kedua kalinya.


Tubuh Arka rubuh menindih tubuh Aira dari belakang dengan nafas yang masih terengah engah Arka menatap puas wajah Aira lalu menanyakan sesuatu yang sebenarnya dia sendiri sudah ketahui “Apa kau suka ...??”


.


.


.


Bersambung ...


Chapter sudah terevisi bagian vulgarnya.

__ADS_1


__ADS_2