Laman Kosong

Laman Kosong
Sebelum kencan


__ADS_3

Masih menggenggam erat handphone Aira ... Arka meninggalkan Key begitu saja. Rasa persahabatan dan yang di pikir Arka hanya salam paham tentang Feirvy, Arka masih sebatas waswas belum melakukan hal yang lebih mengingat Key selalu bermain main dengan musuhnya tanpa menerima alasan apapun dari lawan-lawannya. Kewaspadaan Arka takut kalau saja bukan dia yang di serang melainkan Aira.


Sesampai di apartemen Arka menyandarkan tubuhnya ke sofa ... mendongakkan kepala lalu tangannya mencubit cubit pangkal hidungnya, apa yang terjadi malam ini ... bisa membuat Arka merasakan pening di kepalanya, menaruh rasa waswas dan kekhawatiran yang lebih kepada Aira. Sehingga membuat Arka segera mengambil handphone-nya ... Memerintahkan sebagian bodyguard-nya menjaga dan mengamati di manapun Aira berada tanpa ada yang boleh ketahuan gerak gerik mereka yang telah mengamati Aira.


Arka hanya bisa melakukan ini ... Arka masih ingin menghargai kemauan Aira untuk kebebasannya, kalau saja Aira sudah menerima perasaannya Arka, mungkin saja Arka sudah tidur di rumah Aira yang kecil itu.


baru kali ini Arka begitu mencemaskan seorang wanita, apalagi besok ada janji kencan dengan Aira ... benar-benar malam terasa panjang ... karena rasa ingin menemani tidurnya Aira agar dalam keadaan apapun Arka tetap disampingnya melindungi wanitanya.


*******


Pagi pagi Arka sudah terbangun. Segera Mengecek setiap pesan dari bodyguard nya hal apa saja yang terjadi semalam. Apa mungkin Key juga tahu kontrakan Aira saat ini. Sampai taktahan lagi Arka yang belum mandi hanya cuci muka segera menaiki motor hitam sportnya ke kontrakan kecil Aira karena begitu resahnya hati Arka saat ini.


Arka yang lebih suka mengendarai motor, melaju secepat mungkin dan tak kurang 30 menit Arka memparkirkan motornya di samping rumah Aira, membuka pintu sembarangan, langsung menguncinya kembali, dengan cepat melangkah kan kakinya ke kamar Aira yang tak terkunci.


"Aaaaagghhhh ...!!" Teriak Aira begitu kuat karena saat itu Aira sedang membuka baju hendak mandi. Tidak hanya Aira yang malu ... ternyata Arka pun juga sedikit malu karena ini mendadak sekali melihat Aira tel*njang hingga Arka memalingkan wajahnya dan tak tahan untuk tidak tersenyum. Pikiran yang tidak ingin mensia-siakan hal ini, Arka melangkahkan kakinya menghampiri gadis kecil itu. Dengan cepat meraup tubuh Aira yang sedang berusaha menutupi kembali tubuhnya tapi tak urung lebih cepat gerak Arka dari pada gerak Aira.

__ADS_1


Aira meronta-ronta dan memukuli Arka, “Kau brengsek! bukannya sudah janji akan membebaskan aku?!" Arka tampak berpikir dan menghentikan langkahnya, memiringkan setengah kepala lantas menjawab yang Aira katakan “Aku tidak bilang janji ... tapi tidak janji melakukan hal itu ... bisa diartikan tidak melakukan hal itu, tapi kalau dilanggar masih bisa ... karena aku tidak janji.” Arka menorehkan senyum ke diri Aira yang kesal.


“Aku hendak mandi! turunkan aku, nanti kak Fay kesini.”


“Tidak akan bisa masuk dia, pintu depan sudah aku kunci,” Arka tertawa.


“Kau benar benar pria mesum yang sesungguhnya.”


“Kita mandi, hari ini kita kencan.”


“Melawanlah kalau aku memperkosamu, aku suka ekspresimu saat aku perkosa,” bisik Arka “imut dan menggemaskan,”


Meski Aira meronta ronta Arka tetap membawa Aira kekamar mandi, dan ini benar benar menambah suasana lebih nikmat dan kebetulan meski kontrakan kecil, dikamar mandi Aira ada bathtub yang cukup untuk berdua. Kaki Arka melangkahi bibir bathtub dengan menggendong Aira dan meletakkan Aira ke dalam bathtup. Arka menanggalkan semua pakaiannya dan hanya tersisa celana dalamnya. Lagi lagi Arka sangat suka sekali bercinta dengan sensasi baru. Menyalakan shower lantas membuka tutup pembuangan Air bathtub tersebut. Membuat sensasi membasahi tubuh mereka tapi tetap bisa bermain puas di bak mandi besar itu.


Aira sedari tadi menunduk resah di kedua lututnya yang menyiku. Tidak ingin berlanjut Aira yang masih telanjang berlari ke arah pintu kamar mandi berusaha membukanya .... Tapi... dari belakang Arka dengan cepat meraup tubuh Aira dan mengembalikan keposisi Aira ke sebelumnya.

__ADS_1


Jemari Arka Menyibak lembut setiap untaian rambut Aira yang basah menutupi wajah cantiknya, wajah Arka bergerak lembut mengikuti setiap gerak muka Aira yang berusaha menghindari mata Arka yang sudah berkabut penuh napsu yang sudah berapi api.


Sebegitu napsunya Arka saat ini hingga lidah Arka beberapa kali melum*ti bibirnya sendiri didepan Aira. Tak tahan lagi Arka menghujani ciuman kuat kuat melum*t habis bibir Aira ... Menancapkan lidahnya dengan kuat. Tangan Aira yang tadinya mencengkram dada Arka ... tiba tiba Berubah melemah digantikan genggaman erat tangan Arka menggenggam erat tangan Kecil Aira yang sudah melemah.


Kaki Aira bergeser-geser pelan secara refleks menandakan tubuh Aira yang sudah terasa resah dibuatnya oleh Arka. Begitu dasyat dan nikmatnya ciuman saat ini, membuat mereka berdua menumpahkan tetesan air liur kepuasan. Napas Aira sangat terengah engah... tak bisa di pungkiri ... Aira sedikit terbawa nafsunya, hingga sedikit menerima segala yang dilakukan Arka.


“Kau sudah siap sayang ....” bisik Arka parau dan panas. Arka mengganti posisi duduk dibelakang Aira, merenggangkan kedua paha Aira.. dan bermain di sana.


Tak pelak pekikan Aira keluarkan, Aira bersandar di dada Arka. Arka bermain Halus di sana, hingga tubuh Aira sedikit menegang saat jemari Arka bermain disana. Aira sangat malu dan memalingkan mukanya kesamping. Membuat Arka bisa lebih menikmati cantiknya Aira tangan Arka satunya menahan leher Aira agar tetap memiringkan kepalanya dan menciumi bibir Aira.


Aira tak tahan lagi dengan permainan setiap jemari Arka, membuat tubuh Aira bereaksi semakin menegang ... tangan Aira mencengkeram Arka dengan cepat mengeluarkan suara sedikit keras, Bahwa Aira sudah sampai puncak. Arka memeluk tubuh Aira kuat-kuat dan membisikkan.


“Aku hanya bermain ini kok sayang, aku tidak memperkosamu, 'kan?"


Bersambung...

__ADS_1


Chapter ini sudah full di revisi bagian vulgarnya. Bagi yang masih di bawah umur, bisa nyaman membacanya.


__ADS_2