
Flashback
Setelah mematikan panggilan untuk Key, Fay dengan mobilnya datang ke Club Dev'r Billiard. Beberapa kumpulan lelaki berkumpul di sana... beberapa pula gadis barbar menari nari eksotis di atas panggung dengan pakaian yang sangat sexy. Dari ujung penglihatan Fay terlihat Key bermain billiard sendiri, ada beberapa wanita yang menggoda Key. Tapi key malah begitu kasar dengan penolakannya terhadap wanita penggoda. Key ... lelaki misterius ... pembawa dendam, Key berubah menjadi beringas saat wanita yang paling dia cintai meninggal bunuh diri karena terlalu cinta dengan Arka. Meski Key tahu cintanya hanya sebelah tangan Key berusaha selalu menjaga wanita itu ... Tapi, karena Feirvy terlalu menginginkan Arka, dy memilih bunuh diri sudah tidak tahan lagi dengan sikap Arka yang cuek, sadis setelah feirvy korbankan semua untuk Arka ... dan yang Arka tahu wanita itu mati karena sakit, bukan bunuh diri. Dan semua itu membuat diri Key menjadi seorang perajam mengerikan.
Langkah kaki Fay mendekati tempat Key bermain billard, selagi berdiri di dekat meja billiard ... Key yang sadar kedatangan Fay... hanya melirik menorehkan senyum misterius nya dan seraya berucap
.
.
.
“Kapan kita laksanakan rencana selanjutnya?” tanya Key.
“Kau boleh menjalankan rencana mu itu, asal kau tak menyakiti Aira.” Fay
“Mana mungkin akan menyakiti Aira kalau kau berhasil merebut cinta Aira dari Arka, kalau kau juga gagal maka Aira juga pasti tersakiti. Berusahalah mendapatkan Aira maka Aira tak akan tersakiti.” jawab Key
Telihat Fay mendongakkan kepalanya memejamkan matanya. “Baiklah, lantas apa rencanamu untuk Arka?”
Key sodok clue ball-nya, “Hanya membuat dia sedikit sibuk, dia masih temanku aku kasih sedikit rasa empati buat si perampas itu.”
Setelah beberapa menit Fay ditempat itu, Fay tak terlalu nyaman dilingkungan seperti itu Fay ingin segera balik kerumahnya.
“Aku pulang dulu.”
“Tunggu sebentar," Key meniup ujung stik dari Chalk yang baru saja dioleskannya. "aku baru saja terpikirkan sebutan unik untuk kalian. Arka si perampas, Fay si pencuri tapi kalau kau gagal ... maka akan terbalik hahaha ....” Key tertawa terkekeh-kekeh.
Dengan senyum tipis dan manis Fay membalas perkataan Key, “Lalu kau pecundangnya." Lantas Key berhenti dari tawanya mendengar ucapan Fay, key Manggut-manggut, bibir bawahnya sedikit manyun. “Mungkin juga ....” kembali Key tersenyum.
****
Hari pertama
__ADS_1
“Arka tolong keluarlah ...!! ini aku, Arka ... sebentar saja keluarlah ...!” teriak Aira di depan pintu ruang kerja Arka sambil memukul-mukul dinding pintu.
“Nona tolong keluarlah dan jangan berteriak teriak lagi, Tuan Arka tidak ingin bertemu dengan Nona.” perkataan salah satu security Arka.
“Saya mohon, saya mohon pak ... tolong bilang padanya ini sangat penting.”
“Maaf Nona, kami harus mengusir Nona.”
Mengabaikan rasa malu, mengabaikan setiap cercaan semua karyawan, mengabaikan lirik mata sinis setiap orang yang mengira Aira wanita yang sudah putus urat ***********. Aira berjuang agar bisa menemui Arka.
Seharian Aira menunggu di taman depan kantor Arka, duduk di kursi seorang diri mengamati setiap yang lalulalang keluar masuk area perkantoran. Mengamati siapa tahu itu Arka entah Arka lagi masuk apa keluar kantor. Entah berapa puluh pesan, sudah beberapa puluh panggilan. Tak ada satupun yang Arka balas. Hingga malam hari Aira tak sengaja tertidur di kursi taman. Melihat di sekelilingnya sudah sepi ... dan mungkin semua karyawan sudah pulang begitu juga Arka... Aira sedikit menyesal kenapa sampai tertidur. Dan yang akhirnya tidak tahu kapan Arka pulang.
Tidak menyerah Aira naik bus ke apartement Arka, tak disangka-sangka... Masih dalam luar apartement milik Arka. Aira sudah terhalang beberapa security meminta Aira tidak diijinkan masuk apartement milik Arka hingga Aira memasang wajah memelas mendongakkan kepala menghadap ke atas lantai 18 tempat Arka tinggal. Hingga tengah malam ... Aira yang sangat kelaparan harus menghemat uangnya ... karena gaji Aira baru akan masuk 5 hari lagi, Aira tak berani memakai ATM milik Arka.
Hari kedua
Karena harus menghemat uang yang tersisa, Aira tidak memakai bus kota tapi meminjam sepede gayung milik pemilik kontrakan, bahkan untuk sarapan saja harus Aira tahan ... untuk makan siang nanti saja begitu kerasnya hidup di ibu kota tanpa satu keluargapun yang Aira punya, tidaklah sampai di situ Aira yang membawa perut laparnya di pertengahan jalan menuju kantor Arka ... hujan badai menderai derai tubuh Aira tanpa ampun ... lagi lagi Aira hanya ingin menggelengkan kepala menahan tangis di tengah derasnya hujan dan badai, dia harus sampai waktu jam kantor dimulai, itu berarti bisa saja Arka baru masuk kekantor dan berharap bisa bertemu dengannya.
Perjalanan yang panjang akhirnya sampai juga, lagi lagi peraturan buat Aira masih berlaku sebelum masuk pintu kantor Aira dihadang 4 security yang tidak mengizinkan Aira masuk kekantor.
Seperti mendapati kata kata yang yang begitu perih dalam hatinya ... kata menyerah. Aira tidak ingin menyerah. Tubuh Aira yang sudah mulai melemah ... menunduk lemas, merasakan uap uap panas kekecewaaan dalam rongga tubuhnya. Aira berbalik badan ... setia menunggu Arka di kursi taman hingga malam tiba...dengan hasil yang sama, Aira tak juga bertemu Arka, kembali Aira mengayun sepedanya menempuh perjalanan jauh untuk ke apartemen Arka ... melihat para security sudah siap menghadang, Aira memilih langsung menunggu di luar gedung kedinginan di tengah malam dan tanpa hasil apapun ...
Dimana Arka. Apa sebenci itukah Arka. sama sekali tak melihat usaha Aira saat ini. Apakah cinta Arka sudah hanyut tenggelam dalam lautan kemurkaannya.
Hari ketiga
Memakai layaknya pakaian laki laki Aira menyusup antara karyawan yang lalu lalang,dijam masuk kerja. Tidak langsung ke depan pintu ruang kerja Arka, Aira keruangan karyawan ... matanya tampak hati hati dengan memakai topian jaket di kepalanya dengan wajah yang menunduk Aira bertekad menemui teman temannya di ruang kerja.
Belum ada yang sadar bahwa itu Aira, hingga Aira menemui mita salah satu temannya Aira minta bantuan memberi pesan apapun saat Arka keluar kantor, mita yang juga hati hati dengan disekitarnya,sebelumnya hanya terkejut dan mengangguk angguk saat Aira meminta tolong padanya ...hingga, ada beberapa wanita melihat tingkah wanita yang aneh ... mulai curiga dengan Aira yang memakai jaket hitam, para wanita itu mendekat tidak sabar lagi menarik keras penutup topi jaket Aira.hingga Aira terhiyung hiyung tubuhnya.
“Hah ternyata benar wanita ****** tidak tahu malu, masih saja kesini “ cercaan wanita A
“Iya ... kau ini apa kekurangan lelaki ya.” cercaan wanita B.
__ADS_1
“Kau ini jual diri ya? seperti wanita murah lebih murah dari wanita penghibur!” cercaan wanita C.
“Benar-benar tidak tahu malu." wanita A seraya telunjuk wanita ini mendorong tubuh aira.
Aira yang sedari tadi menunduk terdiam mendengarkan setiap cercaan dan hinaan di ruang kantor yang luas itu.mulai tidak tahan....rasa emosinya mulai tumbuh karena Aira mengejar cinta orang yang paling berarti dalam hatinya bukan datang untuk wanita panggilan.
Mulai Aira memberi lirikan tajam ke salah satu perempuan yang mendorongnya dengan satu telunjuk tanganya, bagaikan lirikan sayatan pisau tak tahan lagi Aira memjambak kuat rambut wanita itu hingga wanita sexy itu terkejut dan berteriak sangat lantang hingga sebagian karyawan mulai berdatangan.
Seraya menarik kuat rambut wanita itu Aira berucap. “Minta maaf padaku sekarang!!!!! Ibuku lahirkan aku bukan untuk jadi wanita ******!!”
“Kau memang wanita ****** Aira!!”
"Kau yang ******!!" Aira.
"Dasar wanita ****** tak tahu MALU...!!!! teriak kesakitan wanita A.
seisi kantor sampai gemuruh melihat Aira dan salah satu karyawan saling tarik menarik rambut mereka.Hingga salah satu security datang menghadap ke Arka yang tengah menghirup rokok di balkon ruang kerja Arka, memberi kabar bahwa Aira tengah berantam diruang karyawan.Arka terlihat terkejut Aira berani melakukan hal itu...yang selama ini Arka tahu Aira begitu lembut.
Arka yang tengah mendengar tingkah Aira yang sedikit berbeda..Akhirnya keluar juga meski dalam hatinya masih mersakan sakit yang di alaminya. Tampak menghampiri Aira dan karyawannya yang saling tarik menarik Arka dari jauh menyerukan kata bentakan
"Berhenti !!!!"
Langkah kaki Arka terhenti di depan Aira dan Aira segera melepaskan wanita didepannya,berpaling dari wanita tadi mata Aira menatap Arka penuh harap. “Berani kalian mencela wanita ini,nasib kalian tak akan jauh beda dengan orang itu.” mata Arka seakan menunjuk Glen yang sedang menyapu lantai karyawan. Lantas semua karyawan langsung bergidik ketakutan oleh setiap kata kata yang diucapkan Arka dan lari terbirit birit kembali bekerja. Aira memberanikan diri mengahadang langkah Arka, yang saat itu Arka hendak berbalik mau pergi dari hadapannya.
“Tolong, tolong maafkan aku Arka."
.
.
.
"Semudah itu, bahkan aku tidak mudah untuk mendapatkanmu dari awal.apa sebegini saja usahamu,dengarkan baik baik aku tidak suka wanitaku bisa disentuh sentuh pria lain." tandas Arka
__ADS_1
Bersambung ... jangan lupa like ya.