Laman Kosong

Laman Kosong
Aku tertarik padamu.


__ADS_3


“Kok bisa secantik ini ya ... Bermacam macam jenis daging terbentuk, seakan lukisan dinding. Saya sampai kagum lho. Bagaimana anda bisa membuat makanan bisa seindah ini. Wah ... Semua sampai takjub melihatnya lho ...” Salah satu Host kagum dan tersenyum. Melihat hasil karya Keira semua dibuatnya tepuk tangan.


Jawaban Keira dengan senyum manisnya. “Semua ini hasil belajar. Belajar tidak disatu orang saja. Saya pikir menyajikan hal sederhana di atas meja makan bersama suami, akan lebih romantis juga berkesan saat sajian makanan itu di hias dengan indah dan dibuatnya dengan tulus dan dengan rasa cinta seorang istri.”


Host sampai dibuat malu dengan jawaban Keira. “Lelaki disini yang belum punya pasangan jangan baper ya.” Semua penonton dibuat tertawa oleh Host tersebut.


“Bicara Romantis. Lebih pas saat ada lelaki yang dikenal dengan auranya yang romantis hadir disini. Siapa lagi, kalau bukan Fay...!”


Gusar, resah, gelisah langsung menghujani tubuh dan pikiran Keira yang tengah duduk di sofa. Saat Fay telah dipanggil namanya.


Fay berjalan ke arah sofa yang sebelumnya menyapa penonton dengan tangannya.


“Beri tepuk tangan untuk bintang tamu kita hari ini...,” Fay dipersilakan duduk, dan duduk pas disamping Keira. Keira yang kalau diterawang sudah kayak sebatang kayu, karena tegang.


“Kalau diingat ingat dulu saya nonton televisi anda seperti seumuran saya ya. Tapi kenapa anda bisa terlihat lebih muda dari saya.” Lagi lagi penonton dibuat tertawa kocak, mendengar host yang sedang bercanda lagi.


Fay dibuat tersenyum oleh host itu. “Saya tidak terlalu memperhatikan perkembangan muda dan tua nya diri saya. Tapi gaya hidup sehat, pola makan sehat dan pikiran yang positif itu sangat membantu untuk kesehatan tubuh. Bukan hanya saya tapi semua orang harus menerapkan hidup yang sehat.”


Keira yang disampingnya seakan bergumam dalam hatinya Apa! Pikiran sehat. Kurasa Fay butuh detergen lebih banyak lagi buat cuci mulut dan otak mesumnya itu.


Kembali host menanyakan sesuatu pada Keira. “bagaimana pendapat anda chef.”

__ADS_1


Keira yang sedikit tak konsen sedikit terkejut, saat Keira diberi pertanyaan. “Eh. Itu. Tuan Fay benar juga, memiliki pola pikir yang bagus juga membantu untuk kesehatan tubuh.” Pikir Keira, Kurasa aku mual ... Kata kata tak sesuai dengan pikiranku.


Didekat Keira. Fay sedikit memandang dan tersenyum untuk Keira. Keira merasa malu di lihat Fay dan berdoa semoga acara ini cepat kelar.


Hingga 20 menit berlangsung. Hal yang tak di duga duga malah mengejutkan untuk Fay. Beberapa wakil fans club datang membawa kotak kotak berhias kartu nama juga tanda ucapan yang ternyata hari ini Fay ulang tahun. Fay dibuat terkejut oleh mereka semua. Karena jujur Fay sendiri lupa hari ini ulang tahunnya sendiri. Fay menerima semua kotak hadiah ditangannya dan mngucapkan rasa Terima kasih untuk semua ucapan, juga doa dari mereka semua. Tapi ternyata ada yang seperti dikucilkan. Diacara tersebut saat Fay datang. Semua penonton lansung tertuju padanya.


Sampai Host meminta Fay untuk mencicipi hidangan makanan yang sudah Keira buat. Tapi disitu Fay terlihat sibuk menaruh beberapa kotak hadiah yang dia terima langsung dari para fans nya.


“Anda terlalu tampan Fay. Hingga banyak sekali hadiah yang anda Terima...,” host malah ketawa jahilin Fay. Malah lebih serunya host kocak itu bercanda meminta Keira buat suapin makanan buatan Keira untuk Fay. Karena Fay tengah membawa beberapa kotak kado. Keira tersenyum canggung karena ini mana mungkin ... Tapi para penonton duluan bersorak. “Suapin.Suapi.Suapin.”


Fay malah dengan sengaja menghadap ke sisi Keira. Seakan Fay sendiri tak mau menolak andai Keira menyuapi nya. Keira yang sedang dilanda kecemasan, menggigit bibir bawahnya. Keira berpaling ke sisi Fay dengan tangan mengambil makanannya tadi dengan supit. Tangan yang memakai jam tangan kecil itu perlahan terarah ke mulut Fay. Sementara itu dengan senyum manisnya Fay menatap Keira ditengah acara dan penonton yang tak sedikit. Disitu Fay bersuara lirih “Aku tunggu diruang make up.”Mendengar ucapan Fay. Pikir Keira langsung tersekat. Ah.apalagi ini. Pikirnya.


Setelah beberapa menit acara selesai. Waktunya Keira istirahat juga waktunya pulang. Keira sedikit ragu... hatinya juga resah, apa nanti Fay akan mengejeknya atau malah apa pikir Keira. Langkah kaki Keira tak terasa sudah diruang make up. Tapi tampak sepi. Sepertinya semua sudah pulang. Keira tak menyadari ... dari belakang Fay datang saat Keira akan menutup pintu. Fay hanya diam tapi langkah dan tubuhnya maju seakan perlahan mendorong tubuh Keira mundur terus masuk ruangan. Dan Fay perlahan menutup pintunya.


“Kenapa ditutup?”


“Biar tidak kabur lagi.”


“Eemm ... aku tahu. Kau ingin mengejekku kan. Aku wanita yang terbuka. Pakaiannya terbuka. Juga dicium mau saja. Pasti itu yang mau kamu katakan.” Mereka masih sama-sama berdiri. Fay tersenyum seakan terhibur dengan perkataan Keira.


“Iya. Cara berpakaian mu memang terbuka. Kau juga mau saja menerima ciuman ku. Bahkan membalas ciuman ku. Tapi bukan itu maksudku. Aku ingin minta maaf. Aku minta maaf sudah tidak sopan denganmu.”


Keira tak pernah menyangka kalau Fay orang yang sopan. Mungkin hanya saja karena Fay pria dewasa dan bisa saja saat dia tengah tak sadar diri sanggup melakukan itu semua disaat dia memang belum punya pasangan dikehidupan nya. Gimana ini... Pikir Keira sambil membalas tatapan Lembut Fay. “A-aku juga tak berpikir jelek tentangmu. Waktu itu mungkin aku sama seperti mu. Jadi aku juga minta maaf.”

__ADS_1


Sepertinya Fay terlalu menikmati menatap Keira. Kaki Fay perlahan mendekati Keira.


"Ikut aku?”


Keira penasaran. “Kemana?”


“Kado yang aku Terima tadi begitu banyak. Mau bantu aku membukanya.”


Pikir Keira Ini sebenarnya ajakan. Alasan atau sekedar minta tolong aja sih.


“Kalau diam saja, artinya mau ya,” dan Keira masih terdiam terpaku. “aku tunggu diluar.”


Fay membuka pintu dan keluar, menunggu Keira di luar dengan menyandarkan tubuhnya kepermukaan dinding.


Pikir Keira Harus gimana. Jawab aja belum sudah main keluar dan dikiranya aku berarti mau dengan ajakannya. Ah yang penting keluar gitu aja dech.


Sebelum keluar, Keira mengambil tas juga jaketnya. Dan semenjak Fay berulang kali menegur dengan pakaian terbukanya. Sekarang Keira sudah jarang pakai pakaian yang sedikit memperlihatkan dadanya.


Keira membuka pintu untuk keluar dan saat keluar sudah disambut Fay yang tengah bersandar di dinding dekat pintu. Saling tak bicara apa pun. Keira pun belum mengatakan iya atau tidak, tapi Fay seakan dengan sikapnya yang seperti itu seakan menggiring Keira untuk mengikutinya; mengikuti langkahnya yang baru saja melangkah pergi dari tempat itu.


Keira masih bingung ikut atau tidak. Jadi dia diam saja ditempatnya tadi. Fay yang perkiraan sudah melangkah beberapa langkah. Tiba tiba terhenti kakinya kembali ke tempat Dimana Keira terdiam. Dan dengan sedikit senyumnya Fay menggandeng tangan Keira untuk mengikutinya. Langkah kaki Keira sedikit terseret dengan langkah kaki Fay yang menggandeng nya. Keira benar benar dilanda dilema dalam hatinya atas sikap Fay saat ini.


Aku deg deg kan... Gimana ini. Pikir Keira.

__ADS_1


__ADS_2