Laman Kosong

Laman Kosong
Kontrakan kecil


__ADS_3

Aira berlari membawa tangisnya hingga Aira membuka pintu kamarnya dengan cepat, berdiri bersandarkan dinding pintu ... tubuh Aira runtuh terduduk lemas kedua lututnya menyiku ke atas seraya lutut kakinya terikat kedua tangannya dengan kepala Aira menunduk lemas hingga kepala Aira menyentuh lutut, diiringi tangis tersedu sedu merintih sebuah rasa sakit ... kekecewaan, penyesalan seakan beradu menghujani hati Aira satu persatu menusuk hingga ke dasar hati Aira dan terasa begitu menyiksa dan perih tergores kan oleh setiap kata kata yang Fay uangkapkan hingga rongga rongga menganga dipenuhi uap panas menyakitkan.


Fay yang tengah tersadar dengan apa yang dia lakukan sangatlah tidak pantas dan bisa melukai hati perasaan Aira ... Fay berjalan menuju kamar tamu, langkah kaki Fay terhenti, suara tangis Aira begitu menderu tersedu sedu di balik pintu dimana Fay begitu merasa bersalah, hati Fay sangat ini begitu perih seperih perihnya ingin sekali Fay memukul dirinya sendiri. Fay menundukkan dahinya ke sisi dinding pintu ... dengan beban rasa bersalah yang dia pikul, setiap isakan tangis Aira juga seakan isakan tangis dalam hati Fay ... tangan kanan Fay memukul-mukul pintu dengan perlahan, menyuarakan nama Aira berunglang kali.


“Aira ... tolong bukakan pintu ... Kak Fay minta maaf ... Aira ... tolong bukakan pintunya ya ...," Fay begitu sangat memohon pada Aira saat ini. Aira masih saja menangis sesenggukan, tidak satu katapun terucap saat Fay memohon untuk membukakan pintu kamarnya.


Kakak pengganti yang selama ini bersama sama ... sudah dianggap seperti kakak kandung sendiri, sosok yang selalu melindungi dari segala hal yang berbahaya. Ternyata tidak hanya menyimpan kata sayang. Tapi, kata cinta sedari dulu Fay tahan demi Aira dan demi ibunya. Kata kata panggilan kak Fay yang biasa Aira banggakan dalam segala hal, hanya berakhir pengungkapan kebencian dari seseorang yang dipanggil kakak oleh Aira.


Kamera digital tak luput juga dari segala kesedihan Aira, mengejutkan setiap denyutan nadi nya saat ini, kerahasian selama 3 tahun yang belum bisa dan belum berani katakan ke kak Fay, tapi kamera digital itu mengungkapkan segala hal yang begitu memalukan jauh sebelum ini terjadi.


Dibalik pintu Fay yang sedang memohon mengetuk ketuk pintu yang terkunci akhirnya Aira menyuarakan sesuatu, sesuatu permintaan maafkan masih diiringi tangis yang menderai, Aira menjawab kata kata kak Fay karena Aira peduli dengan kak Fay dan tidak ingin kak Fay terus memanggil dan berada di balik pintu.


“Maafkan Aira kak Fay ... Aira mohon kak Fay tidur, biarkan Aira sendiri dulu ....” sahut Aira dari balik pintu. Pelan pelan suara Fay melemah ... dan tidak lagi memukul mukul dinding pintu. Menyadari tidak lagi ada suara Fay memanggil, selang beberapa waktu Aira berjalan ke tempat tidurnya, tangis yang begitu memakan tenaga dan emosi membuat mata sebab Aira terasa lelah, pening. Yang akhirnya dalam tidurnya tanpa permisi Aira tidur kelelahan.


******


Pagi hari sekitaran jam 06.00 Aira terbangun tenggorokannya terasa kering kehausan mungkin karena tangisan Aira semalam.


Memaksakan tubuhnya berjalan yang masih terasa lemah bangun tidur ... Aira berjalan ke arah pintu dan membukanya pintu dengan pelan. Tiba-tiba sesuatu terguling di depannya yang ternyata Fay tertidur bersandar di balik pintu kamar Aira, Aira sangat terkejut Fay sampai sampai melakukan ini. Sedikit menyesal Aira tidak membukakan pintu semalam.


Aira dengan cepat memapah kembali tubuh Fay yang sempat terguling tertidur dilantai. Aira termenung sedikit memandang kak Fay, hati yang sedang berkecamuk antara rasa kecewa, rasa bersalah dan rasa malu yang amat sangat jadi satu dalam pikiran Aira.


Gerak Aira yang jelas tidak bisa membuat Fay pindah dari tempatnya sekarang membuat Aira bingung karena bibi dan paman ada dilantai 1, Aira begitu berusaha setidaknya memindahkan kak Fay ke arah sofa yang tidak jauh dari kamarnya.

__ADS_1


Hingga Fay sedikit sadar dan bangun ... sebelum Aira kuat berdiri, Fay memeluk pinggang Aira dan menahannya meringkuk dalam tubuh Aira, keterkejutan kembali Aira rasakan takut kalau kalau Fay kembali melakukan hal serupa seperti semalam dan Aira membuat gerakan mendorong Fay.


Fay yang tidak ingin melepaskan diri, Fay malah mempererat pelukannya, “Hanya sebentar Aira kecilku, tolong maafkan kak Fay Aira ... aku tidak pernah masalah kau dulu pernah diperkosa siapa, entah kamu dari mana, aku melihatmu sebagai Aira seorang, yang masih gadis kecil yang pintar dan berbakat. Aku mencintaimu sudah sejak lama aku menunggumu hingga kamu beranjak dewasa, selagi menunggu aku berusaha menyakinkan ibuku terhadapmu tentang kebaikanmu dan segala bakat dan kepintaran dalam kemandirianmu, saat tidak ada satu keluarga pun darimu yang mendukungmu. Sampai akhirnya 3 tahun aku baru bisa mengatakannya seraya ibuku sudah setuju yang melihat diriku begitu kasihan hanya mengharapkan kamu. Hingga saat aku tahu ... Kau bersama adik sepupuku ... Hatiku begitu sakit ... hingga terasa perih aku rasakan ... (Mata Fay berkabut linangan air mata, jadi ... Apakah kau tidak merasakan hal yang sama denganku ... aku sangat ingin bersamamu ... Apa kau menyetujuinya ...? Kau boleh panggil aku kak Fay sesuka hatimu Aira, entah sampai kapan Kak Fay tidak akan marah seperti semalam."


Aku harus menjawab apa ... Ke-kenapa mereka mengungkapkan perasaan mereka bersamaan.pikir Aira


Aira segera melepaskan dirinya dari dekapan tangan Fay, duduk meringkuk menenggelamkan kepalanya dalam sikuan lutut Aira membuat gerakan menggeleng gelangkan kepalanya. Sedikit menangis Aira tidak bisa berpikir apapun saat ini karena kedua pria yang telah mengungkapkan isi hati mereka bersamaan. "Tolong berikan waktu untuk Aira berfikir ulang."


Fay menggerakkan tangannya mengelus lembut rambut dan kepala Aira. “Aku ungkapkan semua yang telah aku rasakan dan alami selama bersamamu, agar kamu dapat memikirkan ulang untuk menerima siapa yang terbaik buat kamu Aira.”


Tangan Fay mencoba meraih dagu kecil Aira seraya mendongakkan kepala Aira tepat dalam pandangannya. “Hari ini ku antar kau ke kontrakan yang baru tapi sebelumnya aku ingin mengajakmu jalan jalan ke tempat kesukaan mu.”


Seusai segala kesedihan yang terjadi setelah sarapan pagi bersama sama Fay, Aira lebih sedikit bersemangat dari sebelumnya berganti pakaian, memakai jaket, topi dan tas. Aira sudah siap pergi ke wahana roller couster dan sebenarnya Bukan rencana untuk naik roller couster nya tapi ditempat bermain seperti itu banyak orang ketawa ceria dan banyak juga wahana lainnya yang sangat seru, Fay melakukan ini agar Aira bisa melupakan sejenak rasa penat Aira selama ini.


Tetaplah seperti ini di depanku Aira ... Aku sangat menyayangimu aku takut kamu meninggalkanku ... andai nanti yang kau pilih bukan Aku, tetaplah tersenyum seperti ini didepanku, tapi ... aku tidak akan berhenti hingga dapatkan kamu seutuhnya. pikir Fay.


Diruang kerja Arka, siang hari Arka menunggu kedatangan Leon, Arka yang sedari tadi sudah resah memikirkan Aira yang tidak juga memberi kabar pun apalagi si pencuri Fay itu dan juga ini kenapa anak buah Arka begitu lelet memberi kabar cuma untuk mengikuti Aira dan Fay.


Nggak lama ... muncul Leon membawa laptop-nya beberapa rekaman video orang orang yang sengaja membuntuti Aira dari kejauhan. Dan segera ditunjukkan pada Arka yang tengah duduk melihat secara seksama isi rekaman rekaman CCTV yang berhasil Leon dan anak buahnya dapatkan. Hanya beberapa saja yang berhasil terekam. Terlihat orang orang berjaket hitam, memakai topi dan masker begitu rapi ... hingga semua pengunggah foto foto Arka Aira tidak ada data apapun bermain begitu rapi dan ini ... Sebagian foto yang ditemukan adalah foto sejak awal mereka bertemu. Tapi ... di sisi rekaman di apartement milik arka di negara S.


Orang yang berhasil memoto memakai jam tangan ... yang nampak tidak asing oleh Arka ... Arka yang tengah duduk menatap layar digital di depannya begitu serius kening keningnya mengkerut tajam mengamati jam tangan tersebut hingga teliti karena tidak terlalu jelas, cuma terlihat jenis merek tertentu yang tidak terlalu mahal. “Sepertinya yang satu ini dia bukan stalker berpengalaman, gerak geriknya juga sangat meragukan. Kamu urus terus orang ini ... karena sepertinya aku mencurigai seseorang.” Arka mengalihkan pandangannya kesal kepada kepala para bodyguardnya telat memberikan informasi tentang Aira dan Fay “Hari ini apa yang kau dapat?” tanya Arka.


Sambil menyodorkan beberapa foto Aira dan Fay di wahana bermain terlihat Aira begitu tersenyum lepas menghadap pada Fay, yang bahkan Arka belum pernah melihat senyum Aira yang seperti ini didepannya, dan tersenyum kepadanya, senyum tanpa beban apapun. Arka meremas kasar foto foto tersebut suara desisan melalui gigi gigi Arka dengan mata menatap tajam foto tersebut sudah jelas Arka begitu geram dengan mereka berdua “Sialan!!!” kata kata Arka seraya membuang foto yang sudah kusut tadi.

__ADS_1


Leon yang masih berdiri didekat Arka, terlihat tersenyum mengejek melihat kakaknya baru ini mendekati cewek yang yang hanya digantung saja sama cewek tersebut tanpa ada jawaban apapun dan yang lebih parah lagi cewek itu juga diperebutkan kakak sepupunya sendiri. Waktu kecil berebut ibu, dan sekarangpun berebut wanita buat dipacarin, benar-benar menarik. “Perjuangkan kak.” seruan Leon dengan nada mengejek dan terlihat menahan tawa terbahak bahak dihadapan sang kakak.


Jengkel sang adik terlihat mengejek, Arka melempar laptob ke arah Leon berharap laptop itu nggak sampai Leon tangkap dan terjatuh begitu saja, ini pasti sangat seru karena banyak koleksi foto cewek Leon di dalamnya. Leon yang kelabakan menangkap laptob nya hingga tertangkap kembali menatap kesal pada Arka tapi balasan Arka malah senyuman kepuasan oleh perbuatannya tadi. “Balik kerja sana.” perintah Arka ke Leon seraya Leon pergi meninggalkan ruang kerja kakaknya. Kembali Arka menyuruh bodyguarnya mengikuti Aira dan Fay sampai kekontrakan yang Aira Mau.


Sesuai perjanjian kemaren, Aira meminta rumah kontrakan yang kecil dan nyaman juga dekat dengan tempat kerjanya. Kontrakan yang sudah dibersihkan anak buah Fay akhir bisa ditempati malam ini ... dan yang dirasa Fay ini sudah larut malam Fay meminta Aira untuk selalu berhati hati apalagi Aira tinggal sendirian.


Seusai Fay pulang, Aira yang hendak tidur ... kehausan begitu terasa membuat kering tenggorokan Aira, hingga akhirnya memutuskan membeli minuman di toko yang tidak jauh dari kontrakannya.Tanpa rasa curiga apapun Aira berjalan santai tanpa beban apapun hingga dipertengahan jalan ... bulu kuduk Aira berdiri ... seakan ada hal yang mengerikan mengikuti dia dari belakang ... saat Aira menoleh kebelakang ... seperti seseorang mengendarai motor dengan begitu gagah dan keren, tapi kenapa laju motornya begitu sembarangan ... seakan mau menabrak Aira yang ada didepannya ... apa orang ini sengaja.


Semakin dekat dan semakin dekat Aira bingung dan takut dengan laju motor sport hitam tersebut, membuat langkah Aira memutar balik lalu berlari menjauh dari intaian motor misterius itu...


Aira kebingungan ... kenapa motor ini malah mengikutinya dan orang yang memakai helm hitam tertutup itu siapa. Tidak mau ambil pusing Aira trus berlari hingga ke depan Kontrakannya. Aira merasa takut orang ini mengikutinya begitu cepat memarkirkan motor di sebelah kontrakan ... dan ternyata itu Arka saat orang itu membuka helm hitamnya. Aira yang masih terengah engah karena berlari malah begitu terkejut bahwa orang yang ingin menabraknya tadi ada Arka.Aira yang terheran heran karena Arka tahu kontrakannya lebih cepat dari yang dia kira membuat Aira ingin cepat cepat membuka kunci pintu dan menguncingnya kembali karena si cowok mesum itu pasti mengingkari janjinya untuk tak menyentuh Aira.


Tatapan yang begitu tajam menusuk, Arka lemparkan ke diri Aira yang berusah menghindar seraya langkah Kaki Arka begitu mnggetarkan hati Aira yang curiga kalau Arka seakan mau berbuat kasar dengannya.


Aira yang begitu gugup merasa jengkel, dia tidah hafal mana kunci pintu depan dan kenapa ini banyak sekali kuncinya ... Ah tapi gerak Aira lebih cepat Arka yang tiba tiba membalikkan tubuh Aira ... Arka seakan mengangkak sedikit tubuh aira lalu Arka sandarkan ke sisi dinding kayu di rumah kontrakan Aira. Tak terjeda lagi Arka mencumbui bibir Aira sedikit kasar begitu lama hingga ciuman berubah menjadi lembut dengan suasana yang sangat nyaman buat berciuman ... lagi lagi Arka terbawa nafsunya yang membaran ... hingga tanggannya menggerayai tubuh Aira lembut.


Penolakan yang Aira lakukan sekarang, membuat Arka berhenti ******* bibir Aira. "Mau pergi kemana tadi?" tanya Arka.


“Aku haus, cari minuman.”


“Sepertinya minumannya sudah kamu minum.”


Aira begitu jengkel dan cemberut, “Maksudmu air liurmu itu!” Arka tersenyum manis memandang dan menikmati wajah Aira dari dekat. “Apa kau mau meminum yang lainnya dari tubuhku Aira ...?” nada sensual Arka tertuju ke Aira.

__ADS_1


Bersambung ... jangan lupa like ya.


__ADS_2