Laman Kosong

Laman Kosong
Amnesia dan kedatangan Keira


__ADS_3


Arka begitu tercengang juga pilu. Mendengarkan semua ungkapan kebenaran, juga rasa perih yang Key alami saat ini. Arka tidak tahu bahwa perhatiannya ke Feirvy bisa berujung seperti ini, membuat hati Key yang dahulu begitu baik juga periang jadi sosok psikopat menakutkan.


Key tersenyum pilu melihat ekpresi Arka saat ini. Dia belum puas sampai ingin memberi pelajaran satu lagi buat Arka. Arka yang sedang ingin mengucapkan kata maaf, tangan Key dahulu menodongkan pistol padanya. Tapi dari arah lain, dari salah satu anak buah Arka yang begitu terkejut melihat Tuannya seakan hendak ditembak oleh Key. Seseorang itu menembakkan satu peluru ke tubuh Key. Tersakiti ... 3 peluru bersarang di tubuh Key. Tubuhnya sedikit demi sedikit melemah ...,Terhiyung hiyung ke samping pagar balkon yang sudah tua dan sebagian sudah rapuh. Ternyata pagar itu tak mampu menopang runtuhan tubuh key yang kekar.


Hingga akhirnya pagar besi itu rubuh bersama tubuh Key yang akan terjun ke bawah. Tapi Arka yang melihat semua itu, dengan cepat menarik tangan Key. Arka begitu panik memohon pada Key untuk menguatkan dirinya tapi sebelumnya Arka memberi isyarat kepada anak buahnya dan Aira untuk tak ikut membantunya terlebih dahulu.


Entah tujuan apa kali ini. Dengan sikap Arka saat ini, bahkan dia sendiri sedang menahan sakit di punggungnya ...,tapi kalau memang tujuan Arka ingin temannya itu kembali pada sifatnya dulu, mungkin ini adalah satu satunya cara yang ekstrim untuk menyadarkan seseorang.


“Lepaskan Arka.” ucap Key, seraya tubuhnya menggelantung di bibir gedung yang tinggi tertahan oleh tangan Arka yang tak rela temannya mati didepannya. “Sebenarnya aku memang gila kalau aku menolongmu, orang yang mau membunuh istriku. Tapi dengan kesalahanku dan kau mati didepanku aku juga tidak rela. Aku benar benar kau buat gila Key ... rasanya aku juga ingin membunuhmu. Maaf maafkan aku membuat kalian berdua menderita," Arka tak kuasa untuk tak meneteskan air mata di depan Key hingga tetesannya mengenai wajah key.”


“Hah ... Kita sudah impas. Aku juga telah membuatmu menderita," mata Key pun ikut berkunang "kalaupun kau selamatkan aku ... Jiwaku tak disini ... Feirvy telah membawanya.” ungkap Key.


“Berhenti bicara!, lupakan itu semua. masih banyak Feirvy yang akan setia denganmu. melahirkan anakmu nantinya.” Arka semakin tak kuat menahan sakit di tubuhnya. Sedangkan Aira begitu cemas juga bingung, karena Arka memberi isyarat untuk tak membantunya.


“Cih.. Kau bercanda. Aku sudah didunia hitam seperti ini. Tidak akan ada wanita baik yang akan mengharapkanku,” Key yang kesakitan juga memperhatikan mimik wajah kesakitan pada temannya tersebut. Melihat Arka menahan ayunan tubuh key dengan kesakitan. Key begitu panik segera berteriak meneriaki anak buah Arka untuk membantu Tuannya yang sudah melemah. Sedangkan Key juga berusaha sekuat mungkin dengan kesakitannya meraih tangan salah satu anak buah Arka untuk kembali ke lantai balkon tersebut.


Arka yang masih memegangi tangan Key. Diwaktu Aira juga hendak memapah tubuh Arka tapi terburu Arka terjatuh lepas ke lantai parahnya kepala belakang Arka terbentur sisi sikuan dinding dibagian bawah dengan sangat keras. Semua begitu panik, begitupun Aira ... Segera Aira mencari Fay dan meminta bantuannya.


******


1 minggu setelah peristiwa di kota Red blood


Arka dinyatakan koma ...,setelah benturan keras dikepala bagian belakang dan setelah kehabisan banyak darah pada tubuhnya

__ADS_1


Fay dan Aira bergantian menjaga Arka setiap harinya dan begitu juga omma dan Leon ... Sering mereka menemani Aira saat dirumah sakit.


Hingga Fay memutuskan untuk kembali ke USA. Nanti saat Arka sudah siuman Fay berjanji akan kembali pulang. Disisi lain.. Diwaktu Aira termenung dikursi luar kamar Arka ... Seseorang yang asing itu datang menghampiri Aira yang tengah duduk termenung. Dari kejauhan Aira terkejut sedikit memundurkan tubuhnya saat Key hampir mendekat. Saat lebih dekat ... Aira berdiri. Key sedikit tersenyum didepannya dan tiba tiba yang tak pernah Key lakukan pada siapapun. Key berlutut di hadapan Aira seraya menundukkan kepalanya ...,Mengucapkan kata maaf yang sangat dalam. Aira tercengang melihat dan mendengar semua itu dari Key ... Tangannya menggenggam erat diatas dada Aira. Hampir tak bisa berkata apa apa.


"Maaf--Maafkan aku dan perbuatanku.” Kata kata Key dengan penuh harap Aira mau menerima maafnya.


“Ach. ini-kamu tolong berdiri ... ini dirumah sakit. Ada banyak orang yang melihatnmu.” seru Aira.


“Apa Arka juga akan memaafkanku?”


Aira melihat disekelilingnya yang beberapa orang memperhatikan Aira dan Key “Kamu tolong berdirilah dulu. Nanti aku akan menjawab perkataanmu.” ucap Aira. Dengan perasaan tenang dan sedikit tersenyum ... Key berharap bahwa dia termaafkan. Lantas Key duduk di kursi yang sebelumya Aira juga duduk disitu. Dan demi kesopanan saat bicara, Aira juga perlahan duduk ...,tapi begitu jauh dari Key. Setelah beberapa percakapan, Key yang menanyakan keadaan Arka. Key memohon dia ingin sekali menanggung semua biaya rumah sakit.


“Aku rasa. Perkataan Arka benar ... Bahwa kau seharusnya dan lebih baik melupakan semua masalalumu. Berjalan maju kurasa lebih menyenangkan dari pada harus berjalan mundur.” Aira memberi saran dengan sedikit senyuman menenangkan pada Key yang menunduk tersenyum. “Kau benar. aku senang Arka memiliki gadis yang baik. Hah ... Baiklah aku kembali dulu. Tolong hubungi aku kalau Arka sudah siuman." Segera Key berdiri lantas menunduk kepala dengan sopan berpamitan dengan Aira lalu mengarah ke pintu kaca mengamati Arka dari balik pintu dengan ekspresi pilu ... Perlahan Key berjalan pergi.


*****


Setelah selesai semua itu, Fay segera berangkat dan yang sebelumnya sudah berpamitan pada Aira. Saat dijalan sepertinya keadaan tak berpihak pada Fay ..., Telat bangun. Jalanan macet. Harus membuat Fay yang baru saja sampai Bandara harus berlari menaiki tangga. Entah Ini apa memang kebetulan atau bagaimana. Tiba tiba ada wanita cantik dan lumayan tinggi berlari layaknya banteng. Lantas tak sengaja menabrak Fay yang baru saja sampai diujung tangga. Fay sedikit tercengang ... Dan benar benar wanita itu juga terburu buru, juga gak tau yang tiba tiba Fay muncul begitu saja dari tangga akhirnya mereka bertabrakan lumayan kuat membuat Fay dan wanita itu jatuh berguling di tangga yang tak begitu tinggi.


Tak sengaja Fay memeluk wanita cantik dan juga sexy itu, dengan tangannya guna melindungi wanita tersebut dari segala benturan hingga berhenti berguling dilantai ...,tubuh Fay tertindih tubuh sexy wanita tersebut. Bahkan dengan posisi baju yang sedikit terbuka tepat ada di depan mata Fay. Fay begitu tercengang, juga terkejut hingga dalam hatinya berfikir ke-kenapa ini besar sekali dan juga ini terlalu dekat. Dia juga sangat cantik Fay dengan cepat menggelengkan kepala menyadarkan fikiran tadi. Ditambah terkejut lagi wanita ini berteriak kencang


“Aacchhhhhhh darah!. tidak-tidak," wanita ini terduduk dengan cepat "hidungku berdarah, aku baru saja habis operasi, kenapa kamu nggak lihat lihat jalan!"


“Aku tidak salah, nona tadi seperti banteng berlari."


Nona itu terjengit. Telunjuknya menunjuk pada mukanya sendiri “Hah!. Kau bilang aku banteng!!, kau pernah lihat banteng secantik aku.” gerutu nona tersebut.

__ADS_1


Fay yang duduk malah tertawa “Banteng kalau pakai lipstik, mungkin bisa mirip dengan nona”


Nona itu berteriak “Hyyaaaa!!. Kau benar benar ya, aku minta pertanggung jawabanmu.”


“Tapi nona, aku sedang terburu buru aku kasi uang untuk berobat ya.”


“Ach.. Baiklah” Jawab nona tersebut. Tapi darah yang keluar dari hidung nona tersebut tak juga berhenti setelah beberapa kali terkena benturan anak tangga.


“Nona hidungmu terus berdarah”


“Kenapa keluar darah sebanyak ini? ini gara gara kamu!. Bagaimana ini... Hiks hik. A-aghh achh ... Pinggang ku, to-tolong aku tidak bisa berdiri.” Lantas Fay yang merasa iba, membantu Nona itu berdiri. Fay tampak melihat jam tangannya yang dirasa kurang 10 menit lagi waktu keberangkatan pesawatnya. Mungkin Fay terlihat tidak sopan dan tak bertanggung jawab saat ini, dengan tiba tiba memberi beberapa jumlah uang ditangan wanita itu untuk berobat dan dengan cepat berpamitan dengan berlari.


Nona cantik itu dibuat melongo oleh Fay. Seraya memegang beberapa jumlah uang ditangannya untuk berobat “Hah!. Benar-benar itu orang,” seraya mengusap darah mimisan dengan tisu basah "kalau ketemu lagi. Tanganku tidak akan tinggal diam!". Nona cantik itu tak lain adalah Keira seorang chef muda berbakat disekolahkan keluar negeri oleh Omma Nena. Yang kini kembali pulang karena mendengar kabar Arka sedang mengalami koma.


Hingga setengah jam Keira menunggu jemputan. Entah apa yang terjadi dengan jemputan yang di pesannya tak kunjung datang juga. Hingga terasa jenuh Keira berjalan keluar menghirup udara diluar. Memang kebetulan sekali Keira yang suka sekali berdandan ketika di sampingnya ada kaca pintu mobil yang begitu mengkilap bersih, membuat dirinya terlihat jelas dipintu kaca mobil tersebut.


Dasar memang si Keira, dengan percaya dirinya berdandan memakai lipstik di kaca mobil tersebut bahkan mencium pintu kaca mobil tersebut.


Meninggalkan bekas lipstik disana. Keira tidak sadar ada lelaki yang sedari tadi terheran heran dengan perilaku nona ini “Perempuan ini benar benar ya. Kaca mobilku bisa kotor olehnya.” Lelaki tidak lain adalah Fay yang batal ke USA karena perempuan ini juga. Membuat Fay agak jengkel, Fay menurunkan kaca mobilnya tapi disisi Keira tiba tiba ada seseorang lewat tidak sengaja menyundul keras pantas Keira hingga tubuh Keira maju kedepan dan ... Kejadian langka terjadi!. Bibir Keira yang sedang manyun hendak mencium lagi kaca mobil Fay. Dengan waktu bersamaan Fay membuka dengan cepat kaca pintu mobilnya,Fay yang menghadap kesamping tiba tiba terbengong. Matanya membulat besar bahwa Nona itu mencium bibirnya dengan begitu tiba tiba. Mereka saling menatap beku sampai Fay tersadar. Fay mendorong bahu Keira dan membuat kepala belakang Keira terbentur atap pintu “Aawwww, Hei! sakit. Kenapa kau menciumku.”


“Nona yang menciumku duluan,” seraya mengusap bibirnya “ tolong minggir dulu. Nona menghalangi jalanku.” ucap Fay. Terlihat Keira begitu geram gigi gigi saling menggertak satu sama lain matanya melotot geram. Dalam fikir nya hahhhh ... yang benar saja, dia mengusir ku bahkan mengusap bekas ciuman dari bibirku. Keira tertawa tak percaya ditengah tertawanya itu tiba tiba Fay melajukan mobilnya, meninggalkan Keira tanpa ijin dan tentu saja kekesalan Keira bertambah 100% memuncak hingga mengumpat “Dasar kau BRENGSEKKK..... Pencuri!"


Ditengah perjalanan ...Fay memutuskan untuk ke rumah sakit saja mengunjungi Arka dan Aira dengan membawakan beberapa makanan untuk Aira. Seminggu ini Aira tampak murung, Aira tak terlalu makan. Tapi di satu hal lain ...Fay nampak terheran ... Kenapa hari ini terasa aneh dan mendapati kejadian yang tak pernah terpikirkan olehnya, bisa tak sengaja berciuman dengan wanita asing. Fay menggelengkan kepala berusaha menghilangkan pikirannya tentang wanita aneh tersebut.


Hingga sampai di rumah sakit, Fay melihat Aira berlari bersama seorang perawat berlari menuju kamar Arka. Melihat semua itu Fay segera mengikuti Aira dari kejauhan hingga sampai di dalam ruangan tampak Aira kebingungan ... Arka siuman tapi tak mengenali siapa Aira dan diwaktu bersamaan pintu kamar ruangan Arka terbuka. Arka yang masih linglung, sedikit memberi senyum untuk wanita yang baru saja datang "Keira ...,kapan kamu pulang?"

__ADS_1




__ADS_2