Laman Kosong

Laman Kosong
kegelisahan


__ADS_3


Sudah lewat beberapa pesan dibaca Arka, menumpahkan kekesalannya selama Aira tidak membalas pesan dari Arka Max.


Terlintas seperti sedikit ganjil dari penyampain pesan yang tidak seperti biasa Aira yang polos tapi gaya kata kata seperti Aira sehari-hari, meski merasa ganjil dalam pikiran Arka tapi kali ini mungkin mood Aira lagi naik turun. Sedikit kesal karena Aira tidak mau menjawab video call meski sudah dipaksa Arka dan malah Aira kabur entah kemana tidak menjawab video call Arka. Untuk kali ini Arka bersedia menahan diri untuk tidak mengusik jam istirahatnya saat malam hari. Masih 2 hari ini ... posisi Arka saat ini tidur dengan memiringkan tubuhnya dan menyusupkan wajahnya ke bantal, jemari tangannya merem*s dan menelangkup keningnya ... “Aira aku sangat rindu sekali ... andai kamu di sini ... aku nggak akan seresah saat ini."


*****


Didalam ruang kerja yang gelap dan di dampingi sampanye perancis duduk bersandar di kursi kerja dengan kaki menyilang saling bertumpu. Seseorang yang membalas setiap pesan Arka menggenggam erat handphone Aira dengan tatapan tajam membaca kembali ulang pesan Arka ke Aira. Benar benar Arka sekarang sudah jatuh hati dengan perempuan ini membuat lelaki itu yang tadi menatap tajam pesan Arka segera berubah raut mukanya menjadi sinis sedikit menunggingkan bibirnya kesamping seraya memikirkan itu semua, dan Akan lebih mudah untuknya untuk memberi sedikit apa yang dia rasakan juga harus Arka rasakan saat ini dan berjanji akan menghalangi setiap wanita yang akan setia dengan Arka Max.


Dengan sedikit cara yang berbeda memanfaatkan Arka yang lengah dengan memberi perhatian penuh atas nama Aira ... Arka tidak akan curiga untuk beberapa saat hingga Arka memberanikan diri mengatakan perasaannya ... jiwa Arka Akan hancur saat tau wanitanya sudah hampir meninggalkannya dan kalau mungkin wanita itu hanya main main mungkin akan segera meninggalkannya karena malu yang dia akan alami.


Awal yang bagus untuk rencana hari kedua, bentuk peringatan dari seseorang yang ingin membuat seorang Arka merasakan apa yang lelaki itu rasakan di masa lalu dan melalui Aira yang sejak pertama kali bertemu Arka. Lelaki misterius itu sudah mengetahui dari berbagai sumber anak buahnya yang mengintai Arka yang saat ini sedikit melemah dari penjagaan para bodyguardnya, sejak menemukan Aira, Arka tidak pernah mengunjungi para Artisnya yang sebelumnya membuat janji kencan malam bersama dan para bodyguard ditugaskan mengawasi kalau kalau ada paparazi mengintai diam diam, karena Arka juga harus menjaga image Artis artisnya dan juga untuk privasi arka sendiri.


Tetapi bersama Aira, Arka ingin sekali bebas dari segala penjagaan yang ada ingin lebih leluasa dan memberi rasa nyaman untuk Aira yang tidak terbiasa diikuti seseorang. Andai media tahu tentang hubungan Arka dan Aira saat ini. Arka tidak akan memalingkan berita tersebut.


****


Aira memakai piyama lengan panjang dan celana panjang meringkuk tanpa selimut sambil menggenggam erat dompetnya yang sebagian ada salah satu kartu Atm VIP atas nama Arka Max. Mata Aira menatap satu arah lalu membuang segumpalan kecil nafasnya dengan cepat.


Setelah terpikirkan kata-kata ******* tadi ... apa mungkin aku akan memakai uang Arka untuk membeli handphone baru. Beberapa kali dan lama berfikir Aira yang ingin memakai uang Arka akhirnnya memutuskan memakai sisa uangnya sebagai DP kredit handphone android yang biasa saja. Karena mengingat Arka bersama wanita lain ... sedikit membuat hati Aira gundah memikirkan wanita itu ...

__ADS_1


apa mungkin kekasih Arka ... apa mungkin wanita panggilan ... lalu bagaimana dengaku? lalu kenapa aku tidak kabur saja. Tapi setelah aku baca kontrakku saat melamar kerja dulu Arka menyilipkan nominal kopensasi saat melanggar kontrak harus mengganti 100 miliyar ... angka yang tidak masuk akal yang tidak aku sadari ... dan foto aku bersamanya saat berhubungan intim, dia juga menyimpannya. Tubuh Aira yang terlentang mendongakkan kepala jemari tangan memijat mijat dahi Aira yag sedari tadi sudah pening dengan mengerjakan kan matanya memikirkan kejadian hari ini.


Malam berlalu penuh kegelisahan untuk mereka berdua saat ini, yang satu dilanda kerinduan yang satunya diderai beberapa anggapan yang tidak bisa dia selesaikan dengan gampang.


*****


Pagi pagi Arka sudah mendapat pesan dari Aira palsu, ini benar benar tumben Aira mau kirim pesan duluan seketika membuat Arka yang masih belum sadar sepenuhnya dan masih memakai selimut tebal begitu terkejut dan semangat untuk segera membaca isi pesan Aira, seseorang yang sedang dimabuk cinta, Arka menghabiskan waktu paginya hanya membalas chat Aira yang sekarang begitu perhatian dan selalu berkata polos dan manis sesuai selera Arka hingga waktu kerja sudah mulai Arka segera mandi dan segera berangkat kerja bersama Glen dan teman teman nya.


Hari ini Grand opening mall terbaru yang di bangun tidak jauh dari lokasi apartemen yang akan segera dibangun, beberapa bodyguard sudah disiapkan untuk antisipasi apapun yang terjadi pada Tuan Arka dan teman teman yang tidak hanya jadi pengusaha muda yang sukses di negaranya tapi juga disegani dinegara lain atas segala kesuksesan yang Arka raih selama ini, sebagai bos agensi ternama jelas Arka lebih terkenal dari pada Artis Artisnya dan membuat para bodyguard dibuat kuwalahan dengan banyaknya fansgirl yang menggilai Arka Max.


Selesai acara pembukaan Mall Arka menyempatkan berkeliling mall sembari berjalan santai ... dari sudut pandangnya Arka melihat galeri perhiasan berlian pilihan dari berbagai desain beberapa negara tak mau melewatkan kilauan berlian tersebut Arka segera melangkahkan kakinya melihat lihat dan akan memilih jika ada yang sesuai dengan Aira yang sederhana dan simple tapi tetap menawan bagi Arka. Akhirnya pilihan Arka jatuh gelang emas yang bernuansa Rose gold berpadu silver color crystal dirasa akan cocok dengan Aira yang sederhana tapi tetep terlihat cantik alami.



*****


Menatap layar digital di depannya yang menampilkan Arka secara live di galery perhiasaan membuat lelaki misterius itu tersenyum nungging sambil satu jarinya mengetut meja kaca kerjanya. Orang itu hanya berpikir sudah tidak sabar lagi saat hati Aira gundah untuk kedua kalinya.


lelaki itu berjalan ke arah jendela dan menghidupkan korek api untuk menyulutkan petikan api ke batang rokok yang ditangannya dan segera lelaki itu menghungi seseorang untuk segera mengirim beberapa foto Arka bersama Yura saat di kolam renang.


__ADS_1


saat ini hanya Aira seorang yang diguncang hatinya bukan melalui pesan grup lagi yang akan hanya Aira yang tersakiti dan perlahan meninggalkan Arka yang sudah terlalu cinta.


Saat para desainer ternama berkumpul dan salah satunya Aira yang terpilih secara langsung mendiskusikan kain,detail desain kali ini untuk artisnya juga untuk Arka.


Aira mendapat kiriman amplop coklat yang tertutup rapat dengan lem tidak ada keterangan nama pengirim cuma ada ditujukan untuk Aira dan security yang membawakannnya juga tidak tahu jelas siapa yang menaruhnya di meja security, tahu itu untuk Aira bagian desainer security tersebut langsung membawanya ke Aira.


Tampak Aira mengamati amplop tersebut sebelum membukanya dan Aira pikir dibuka nanti saja saat pulang kerja ... karena ini masih di jam kerja dan ada beberapa desainer senior diruang tersebut, yang jelas Aira akan merasa tidak enak kalau mendahulukan pribadinya dahulu.


Dan akhirnya usai sudah untuk hari ini Hari mulai gelap, Aira segera masuk apartementnya, memasak masakan sebisanya untuk makan malam membersihkan diri dan berganti pakain tidur piyama panjang karena udaranya beberapa hari ini sangat dingin.


Mengingat tadi mendapat kiriman amplop coklat, Aira duduk di ranjangnya. Rasa penasaran begitu kental Aira rasakan ... perlahan dia merobek ujung sisi samping amplop dan mengambilnya terasa seperti foto.


Aira menarik ujung foto tersebut dan rasa penasarannya terjawab sudah, hati Aira begitu terkejut dan tangan Aira gemetar setiap berganti melihat foto foto Arka saat Arka menggendong Yura. Detail setiap foto menunjukkan beberapa foto Arka menggendong Yura berjalan hingga foto mengarah ke sebuah kamar. Bukan hanya ciuman saja yang Aira pikir saat itu.


Seraya genggaman yang kuat juga getaran tangan Aira menunduk lemah menutup matanya dengan kedua tangan yang masih bergetar dan masih membawa foto foto Arka. Entah kenapa Aira tadi yang berdiri seakan lunglai jatuh terduduk lemas.


“Kenapa ... Kenapa seperti ini, aku menangisi siapa?”


Aira yang tengah menunduk dengan kedua tangannya menelangkup mukanya terlihat Aira menangis dalam diamnya. Perasaan yang bercampur aduk antara kata kata *******, sebuah perhatian Arka selama ini dan Arka pergi keluar negeri tidak sendiri ... Tapi perempuan itu menemani Arka hingga memenuhi gairah birahi Arka yang mungkin Aira selama ini tidak sadar sudah diartikan seperti wanita murahan pikir Aira.


__ADS_1


__ADS_2