Laman Kosong

Laman Kosong
Aku katakan cinta untukmu


__ADS_3

Selesai mengucapkan kata tersebut Arka segera membalikkan tubuhnya dan Aira sedikit tercengang ingin sekali menjelaskan semua secara detail tapi reaksi Arka saat ini sangat tidak bisa dan sepertinya tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari mulut Aira. Hingga ingin sekali menarik langkah kakinya yang ingin menjauhinya.


Bibir bibir Aira seakan ingin meneriaki Arka. Tapi ..., dari belakang tiba-tiba ada beberapa orang berjas hitam hitam tampak dari mereka yang Aira ketahuai sebagian adalah pemilik saham dari berbagai usaha milik Arka. Entah kenapa mereka terlihat sangat mendesak ingin bertemu dengan Arka. Dengan hormat kepada Arka ... Arka yang memang sudah mengetahui bahwa mereka semua akan datang, segera mereka mengikuti langkah Arka ke meeting room.


Rencana Key dimulai.


Di negara S, bisa dibilang adalah kejayaan bagi Key. Key membuat Arka bisa pulang ke negara A dengan prediksi semua kuasa diwakilkan kepada Key dan prediksipun benar terjadi karena hanya key yang mampu membujuk agar para investor beralih ke perusahaan mereka. Tapi ..., di luar dugaan, Key mengalihkan ¾ para investor untuk beralih bargaining dengan perusahaan milik key pribadi dengan segala siasat dan rayuan dengan segala kelicikan key beserta para pengikutnya hingga sampai detik ini baru Arka sadari bahwa perusahaannya di ujung kekalahan. Key kerahkan kemampuannya berbisnis untuk bargaining kepada para investor milik Arka dan sekarang giliran Arka yang terkena dampak atas ulah Key. Saham turun drastis dan harus mencari investor yang mumpuni dan sebagian harus mengalihkan beberapa investor key agar bisa kembali pada perusahaan milik Arka Max.


Setelah meeting hingga 2 jam lebih. Arka kembali ke ruang kerjanya, menyadarkan tubuhnya ke kursi tempat dia bekerja seraya memikirkan tentang Key yang kali ini Arka benar benar geram dengan tingkah Key saat ini, saat bukan Aira yang diganggu. Sekarang bergantian kerjaan Arka yang terganggu. Di sisi lain hati Arka yang masih terasa perih menyayati pikirannya saat mengingat Aira ... kini bersama bergulir dengan perusahaan Arka yang bermasalah. semua ini akan berdampak Arka akan selalu disibukkan dengan beberapa urusan pekerjaan yang begitu padat.


Arka selalu terpikirkan Aira ... apakah sudah makan apa belum? Aira sedang apa? bisakah Aira selalu menjaga kesehatannya? sementara Arka beberapa kali mengecek beberapa pesan dan tidak ada satupun laporan tentang Aira menarik uang di ATM yang Arka beri khusus untuk dia. Tapi, semua itu memang Arka sengaja lakukan supaya Aira bisa sadar diri.


Aira harus bisa dengan caranya sendiri menjauhi Fay tanpa ada paksaan apapun dari Arka, kalau Arka memaksa Aira untuk menjauhi Fay ... sama saja, memaksakan diri Aira untuk selalu mencintainya dan yang paling Arka takuti saat Fay dengan sengaja melalukan kontak fisik kepada Aira dengan berpura pura jadi seorang kakak dan Aira masih bisa menerima. Dari itu Arka ingin benar benar Aira menjauhi Fay dari hatinya sendiri dan kalau memang benar Aira menaruh hatinya untuk Arka seorang, Aira tidak akan dengan mudah menyerah begitu saja. karena Arka mencari seorang istri bukan seorang pacar atau kekasih sementara saja.


********


Kembali dengan rasa kehampaan menyelimuti hatinya ... Aira tertunduk lemas ... waktu sudah menunjukkan siang, matahari saat ini begitu panas hingga terik panasnya seakan akan menyayati kulit Aira. Memang Aira benar memakai jaket, tapi yang Aira pakai jaket warna hitam, yang tak lain panas akan mudah terserap pada kain yang berwarna hitam.


Dari kayunan sepeda kayungnya Aira berhenti di angkringan makanan pinggir jalan, makan makanan di pinggir kota adalah sama halnya makan makanan di luar ruangan yang siapapun akan terlihat siapa saja yang tengah makan di situ, hingga Aira mendongakkan kepalanya ... begitu jelas tampak gedung kantor Arka yang menjulang tinggi seakan dari jauh pun masih begitu terlihat. Aira mendesah, seraya memandang kantor Arka.


Dia berubah ... aku kangen dia ... Uangku tinggal ini saja, hanya cukup 2 hari ... Eemmm gimana mau cari kerja ... semua sertifikat dan ijazah ku di tahan di kantor Arka.


Dari pada pulang dengan tangan kosong selagi belum sore hari, Aira mencoba mencari kerjaan sampingan, di setiap jalan beberapa kali Aira berhenti, dengan semangat dalam tubuhnya yang sudah mulai melemah ... semua ini agar Aira bisa menyambung hidupnya kembali, Aira memberanikan bertanya di setiap kios kios. Siapa tahu ada lowongan kerja untuknya.


Hingga langit mulai berwarna jingga, hembusan angin terasa menyejukkan. Ternyata masih ada keberuntungan untuk Aira saat ini, kerja di pom bensin suatu keberuntungan karena salah satu pekerja mereka sedang mengalami kecelakaan jadi membuat Aira di perkerjaan untuk sementara selama pegawai tersebut sembuh dari luka lukanya.


Seakan tangis juga ratapan kebahagian terpancar dari kedua bola matanya, saat kepala cabang pom bensin mengabulkan permintaannya untuk menerima gaji harian saat ini. Masih terpikirkan dalam hatinya agar bisa kembali pada diri Arka, Aira berusaha menepis setiap daya ingatnya pada Arka agar bisa bekerja dengan baik. Beberapa jam Aira bekerja hingga malam ... terlihat beberapa kali tangannya yang mengepal memukuli kedua pahanya, yang mungkin kram yang dirasa karena beberapa hari ini mengayun sepeda jauh jauh bolak-balik ke kantor Arka juga Apartemen nya. Dan terasa dari tadi getaran Handphone Aira yang di silent, Terlihat Fay memberi pesan dan beberapa panggilan. Tak mau membuat kesalahan yang kedua kalinya Aira terlanjur jujur dengan rasa cintanya terhadap Arka. Berusaha mengabaikan pesan dan panggilan dari Fay.


*******


Disisi Lain Arka sudah terhiyung-hiyung karena meminum minuman beralkohol yang begitu banyak dengan kadar alkohol yang tinggi, meminta sopirnya untuk membawanya ke apartemennya saat ini. Begitu sigap sopir itu segera mungkin memapah tubuh Arka dari ruang kantor Arka yang sudah sepi karyawannya karena sudah pulang di waktu jam kerja tadi.


Hingga sampai didalam mobil, Arka tampak merubuhkan tubuhnya ... merintih-rintih nama Aira--Aira-- sampai dipertengahan jalan, sang sopir kebingungan juga terlihat takut, bahwa dia lupa mengisi bensin. Dengan raut muka berkerut, sopir itu memberanikan diri dengan siap menerima segala resiko kalau nantinya Tuan Arka akan murka dengannya. Sopir itu berhenti di parkiran di sisi pinggir pom bensin dan harus meminta ijin dulu kepada Arka yang setengah tersadar untuk mengantri di pengisian bensin.


Dengan nada terbata-bata sopir itu akhirnya memberanikan dirinya berbicara, “Maaf Tu-tuan Arka ... saya hari ini lalai mengecek stok bensin untuk mobil yang ini Tuan..., saya ijin mengantrikan mobil ini di pengisian pom bensin ya Tuan ....”

__ADS_1


“Sopir bodoh, kenapa kamu bisa sebodoh itu hari ini hahh!!!” bentak Arka seraya tubuh dan pikirannya sudah terpengaruh alkohol dan dalam posisi masih tertiduran di kursi mobil. Ketakutan dengan bentakkan Arka, sopir itu segera menunduk meminta maaf. Hingga akhirnya Arka terduduk dari tidurannya tadi, mengerutkan kening...diiringi tangannya yang memijat-mijat dahinya sendiri. Pertanda pening sangat terasa saat ini.


Di tempat pom bensin di mana Aira bekerja. Tampak Aira berjalan santai dari ujung sisi tembok tempat pembuangan sampah. Aira berjalan begitu saja, melewati beberapa mobil terparkir. Dari sisi satu mobil terparkir diujung... Arka yang tengah terduduk pening... Menerka-nerka pandangannya yang ditujukan pada wanita yang berseragam dengan rambut yang terkuncir berjalan santai mendekati mobil Arka.


Tidak salah. Ini benar-benar tidak salah melihat dan ini nyata bahwa Aira ada di tempat ini, dengan terhiyung-hiyung langkah kaki Arka keluar mobilnya Arka menguatkan dirinya menghampiri diri Aira yang tengah berjalan santai. Arka dengan segala kerinduannya yang telah dia sembunyikan ... tak sadar Arka menghampiri Aira, tiba-tiba memegang rahang pipi Aira kuat kuat lalu mencumbui bibir Aira, memberikan rasa rindu yang Arka tujukan untuk Aira. Hingga tangan Arka menahan rahang pipi wanitanya itu. lalu ingin sekali melanjutkan ciuman ini dengan begitu lama.


Gadis kecil ini sangat terkejut, bahwa Arka ada di tempat seperti ini dan tiba tiba memberi ciuman bibir untuknya ... Aira memejamkan matanya, menerima ciuman yang yang Arka beri. Berdoa.. Semoga Arka telah memaafkannya.


Hingga beberapa menit terlewatkan ... Arka melepaskan ciumannya, hati Aira berharap kalau Aira sudah termaafkan. Tapi ... tiba-tiba Arka mendadak mendorong tubuh Aira dengan pandangan seakan jual mahal pada diri Aira. Arka yang tersandar di pintu mobil. Pandangannya memandang Aira hingga terucap kata yang begitu menjengkelkan hati Aira “Bahkan ciumanmu tak seperti dulu!"


Aira sedikit terkejut hingga bibirnya sedikit menganga,tangan Aira mengepal, sedikit tersulut emosinya, Arka tak melihat usahanya selama beberapa hari ini. hingga membuat Aira meneriaki Arka yang tengah mabuk berat sampai sampai memapah tubuhnya sendiri saja sudah tak bisa.


"Apa kau ini suka sekali melihatku menderita hah...!!! dan lagi aku ingin sekali memukulmu!” Aira yang masih bediri di depan Arka. Mata Aira sedikit berkunang kunang air mata saat mengatakan itu semua ... saat posisi Arka masih bersandarlah mobil dibelakangnya.


Arka yang melihat ekpresi Aira saat ini tangannya dengan tiba tiba menarik tangan Aira dan memeluk kuat tubuh Aira. Menyandarkan dagunya ke bahu Aira, menciumi rambut dipinggiran telinganya. Tak bisa tertahan lagi ... Aira menangis terisak-isak di pelukan Arka. Lelaki yang amat dia cintai saat ini.


“Maaf. Maafkan aku, membuatmu kesusahan beberapa hari ini. Tapi apa kau tahu ... aku melakukan semua ini ... karena aku Ingin sekali melihat seberapa besar keinginan dan perjuanganmu untuk bersamaku. Dan apa kau sadar ... bahwa aku ingin sekali melanjutkan sikapku ini sampai kau benar benar menjauhi lelaki itu, Tapi.... Aku sangat mengkuatirkan mu dan sangat merindukanmu. Apa kau sekarang mengerti ...?”


Aira yang masih dalam dekapan Arkam engangguk-anggukkan kepalanya. Memberi isyarat bahwa Aira sudah mengerti. Kembali Arka membalikkan tubuh Aira hingga bersandar ke mobil Arka, diiringi ciuman yang Arka beri ... Arka menggiring tubuh Aira masuk kedalam mobil. Sedikit Aira menghentikan ciuman Arka. “Kau mau apa, ada sopir di luar ... dan juga aku masih bekerja.”


“Pulang kemana?”


“Sekarang apartementku adalah rumahmu, tidak ada rumah lainnya lagi selain pulang ke tempatku.”


Selama perjalanan pulang ... Aira dalam pelukan Arka sedang bersandar di dada Arka dan begitu terbuai dengan tangan Arka yang sedari tadi menyibukkan tangannya menyisiri rambut Aira yang kusut dengan tangan Arka, membelai setiap untaian yang kusut karena seharian Aira berada diluar.


Kini apartement Arka adalah rumah untuk Aira, dan Aira tidak boleh sekalipun ijin untuk pindah dari tempat itu. Sesampai di apartement Arka yang masih lemas tiduran begitu saja di depan Aira yang masih berdiri.


“Kenapa kau berdiri saja.”


“Maksudmu itu berarti ... aku seterusnya tinggal disini? Dan harus menemani tidurmu tiap malam, bahkan melayanimu tiap malam?”


Arka tersenyum manis memandangi Aira, “Apa Kau ingin menikah denganku?” ucap Arka. Aira memberikan reaksi malu menunduk dan memalingkan pandangannya.


“Kau ini bicara apa?” jawab Aira. Arka terduduk menarik pinggang Aira, mendudukkan Aira di atas pangkuan Arka.

__ADS_1


"Aku sangat menyukaimu, aku pasti akan menikahimu tanpa kau memintanya. Tapi ... masih ada masalah lain yang harus aku selesaikan sebelum aku menikahi.”


Dengan cepat Kedua tangan Aira mendorong tubuh Arka. “Ah, siapa yang meminta untuk kau nikahi, lagi pula sebelum kakakku ditemukan aku belum ingin menikah terlebih dahulu.”


Arka tersenyum memandangi Aira, mencubit dagu kecil Aira lalu mencium lembut bibir Aira. “Kau kesal tidak, aku buat kau harus mencariku beberapa hari ini?”


Bibir Aira cemberut kedepan karena terlalu jengkelnya pada Arka. Tangan Aira mencekik leher Arka hingga Arka tertidur di bawah duduknya Aira “iya! aku sangat jengkel hingga ingin sekali mencekikmu seperti ini.” jawab Aira.


Arka yang tadinya tersenyum, tiba-tiba memandang dalam ke kedua mata Aira, "Aira ... kau belum mengatakan kau suka atau kau mencintai diriku ...."


“Bukannya kau sudah tahu kalau aku mencintaimu.”


“Belum ...! karena kau tak mengatakannya.”


“Nggak nggak ... apa itu harus.” Aira menunduk malu lantas Arka tersenyum. “Ayo katakan ....”


Aira membalikkan satu telapak tangannya lantas menutupi wajahnya yang tengah tersenyum malu, Arka malah tersenyum senyum tersenangkan oleh tingkah Aira. Membuat Arka menarik tangan Aira hingga tubuh Aira terjun bebas ke tubuh Arka dan bertatapan muka dengan sangat dekatnya. “Katakan sekarang,”


Dengan menahan resah dalam dirinya, Aira berusaha memberanikan diri mengatakan kata kata itu, “Aku mencintaimu.” mendengar perkataan yang begitu berarti dari diri Aira, Arka sejenak terdiam memsndang wajah Aira. Dan perlahan memberi kecupan manis di kening Aira. “Terima kasih sayang.”


************


Terima kasih para reader yang mau mampir dan membaca novel ini.


salam 😘😘😍❤🙏😁


Jangan lupa


like👍


komen🤔


favorit❤


ranting 5⃣

__ADS_1


n koin seikhlasnya juga ya.


__ADS_2