Laman Kosong

Laman Kosong
Perasaan perih


__ADS_3


Sebelum semua itu terjadi,Melihat pisau didepannya, tubuh Aira membeku, mata dan pikirannya terbelalak nafasnya perlahan tak beraturan.. Hingga rongga paruhnya seakan uap panas meresap dalam tubuhnya, tangan Aira mengepal gemetaran, tidak ada selang waktu lagi belum sempat memikirkan apapun selain keterkejutan dirasakan Aira, tiba tiba Key akan menghempaskan pisau itu ke dada Aira, ditengah ketegangan saat itu, ada hal yang tidak pernah disangka Aira dan Key tiba tiba suara teriakan datang dan langsung memeluk Aira saat Key menghempaskan kuat kuat pisau runcing tersebut “arrrggghhh....” suara rintihan Arka dengan memeluk kuat Aira, Aira sontak langsung terkejut, hingga tubuhnya terjengit.. Tangannya menganggang di permukaan punggung Arka yang penuh darah.


Beberapa saat... Keheningan tercipta, denting waktu seakan akan berhenti seketika menembus ketegangan disetiap hati mereka bertiga... Ketika rintikan hujan bersamaan dengan rintihan tetesan air mata... Berkejaran dengan teriakan suara Aira gugup memanggil Arka yang masih terdiam di pelukannya


Disisi lain.. Key juga tak kalah terkejut, bahwa Arka bisa sampai ketempat tersembunyi ini.. Dan lagi sampai menemukan kediamannya. Key perlahan mundur dari tempatnya tadi..pikirannya sedikit melemah karena terkejut pisaunya terhempas ke tubuh Arka seraya terpikirkan dalam benaknya.. Arka.. Kenapa kau ada disini.



Tidak lama dari gerakan Key yang perlahan mundur, dengan cepat 2 suara tembakan menghujani dada Key, mata Key terbelalak diiringi tubuhnya yang terhitung hiyung hingga runtuh terduduk bersandar dinding. Saat itu Arka yang menahan kesakitan diatas tubuh Aira, setengah memalingkan tubuhnya melepaskan 2 peluru dari pistolnya ke arah Key. Benar... Bahwa Arka masih bisa bertahan dari hujatan pisau yang mengenai punggungnya, jiwa amarahnya mengalahkan rasa sakit dalam tubuhnya saat ini.

__ADS_1


Pertumpahan darah antara puluhan anak buah dari kedua sahabat inipun terjadi saat terbitan matahari mulai tampak samar samar... Sedikit demi sedikit melenyapkan kegelapan malam...tapi terbitan matahari itu pun tampak tak mau bersahabat karena tidak lama rintikan gerimis menghujani tingkah mereka semua, tampak puluhan anak buah Arka bekerja lebih keras dan harus sekuat mungkin mengalahkan satu persatu anjing liar (anak buah) Key yang tidak kalah membabi buta menyerang balik para anak buah Arka yang tidak terlalu banyak dibanding anak buah Arka.. Karena memang ini wilayah milik Key.. Dan dengan jelas akan butuh skill dan tenaga untuk menghadapi mereka, sedangkan Fay masih ikut bertarung dan yang tadinya berusaha mencari celah agar Arka bisa masuk ke gedung milik Key.


Key yang tak terpikirkan bahwa Arka bisa menemukannya, kewaspadaannya lengah, hingga tak memberikan penjagaan ketat di kediamannya saat ini. Key terduduk dilantai... Tertawa menertawai kejadian saat ini, Key berusaha bangkit dari duduknya menahan kucuran darah di dadanya, seraya berjalan sempoyongan mengarah ke luar teras gedung yang cukup luas juga tinggi mencari menghirup cepat oksigen di pagi hari, Arka menggenggam kuat tangan Aira yang masih gemetaran dilanda keterkejutan di sisi Arka dan Arka saat ini berusaha menahan sakit saat punggungnya masih tertancap pisau milik Key. Aira tak berani mencabutnya.. Karena kalau tercabut malah akan membuat pendarahan parah.


Arka berdiri.. Berjalan menyusul Key yang tengah keluar dari ruangan gelap tersebut.Langkah kakinya mengikuti Key yang tengah sempoyongan, menarik kerah jaket Key dari belakang lanjut membanting tubuh Key keras keras ke lantai, mata Arka yang sudah begitu geram, suram, merah terbakar amarah yang tak bisa dijelaskan dengan membawa amarah membara, nafasnya naik turun dengan cepat seraya kedua lututnya melingkari tubuh key, Arka yang ada diatas Key yang tengah berbaring...memukul, memukul lagi, memukul lagi, memukul dengan keras hingga orang yang dibawahnya itu berdarah darah kewalahan seraya suara nafas terengah entah dari Arka sedikit terdengar.


TAPI... Key sekarang tak mau tinggal diam, di selang Arka yang terus memukuli Key berusaha berdiri, mendorong kuat kuat tubuh Arka hingga terpindah dari atas tubuh Key.


Dan dengan cepat key memberi bogeman untuk Arka, hingga Arka kembali terhitung hiyung seraya mengucap kata kata jelas dan pelan


“kau telah membunuh orang yang paling aku cintai selama bertahun-tahun tahun dan sejak awal aku bertemu dia, tapi kau datang untuk membunuhnya” ucap Key

__ADS_1


“apa kau sedang mengalami sakit delusional hah..!!, Feirvy meninggal karena sakit, dan aku hanya menganggapnya seorang adik” ungkap Arka.


Key memalingkan muka meludah darah ke lantai dan sedikit tersenyum mendengar perkataan Arka, “waktu itu kau bahkan tahu. aku sangat menyukainya tapi dengan alih alih sebagai kakak kau seakan terus memberi harapan untuk hatinya! Apa menurutmu itu benar hah!!!! kau seakan memberi harapan untuk feirvy sedangkan Feirvy begitu berharap kau mengatakan cinta untuknya dan mengabaikanku setiap aku mengatakan perasaanku, kau--Kau tidak hanya merusak tubuh para wanita, juga hati jernih gadis sepolos Feirvy, aku tidak suka caramu memperlakukan wanita!!"


“Cih..Arka memalingkan muka, aku merusak tubuh wanita yang memang mau denganku, bahkan kalau aku sejahat itu tubuh feirvy pun juga akan sama dengan wanita lainnya, tapi aku menghargainya meski terlihat dia ingin denganku karena aku tahu dia gadis baik”


Key menyeringai “merusak secara fisik itu lebih baik dari pada secara psikis, demi dirimu dia bekerja siang malam untuk bisa bersekolah di sekolah elit agar bisa selalu dekat denganmu, melupakan rasa sakit yang dia rasakan, padahal saat itu feirvy sedang berjuang untuk penyakit lupus yang dia alami sejak SMA, demi kamu sampai dia mengabaikan permintaan orang tuanya untuk tinggal bersama di kampung dengan biaya yang lebih murah, Sampe aku memaksanya berhubungan denganku dia tetap berharap denganmu, demi tidak mau mengkhianatimu dia selalu menolak bantuanku dan demi kamu!! Feirvy yang tengah terlalu lelah, penyakitnya dengan cepat menggerogoti tubuhnya.. hingga tak punya daya, dia menunggumu sampai akhir..sampai dia mendengar kau menanti seorang gadis yang kamu perkosa yaitu Aira, disitu dia kehilangan akal sehatnya.


"Ditengah malam di atap gedung rumah sakit dengan gedung yang sangat tinggi saat dia menjatuhkan dirinya dari atas gedung itu,"-Key menangis merintih menatap Arka yang sedang tercengang mendengarkan semua perkataan dari mulut Key-" Aku baru saja datang, waktu itu aku sedikit senang.. Mendapati obat yang cocok untuknya.. Saat berjalan Memasuki rumah sakit.., feirvy menjatuhkah dirinya dari atap. jatuh tak jauh dariku.kau-tau apa yang aku rasakan saat wanita yang lama aku cintai bunuh diri jatuh didepanku dan aku melihat dengan mataku sendiri dia meregang kesakitan yang amat sangat saat feirvy akan meninggal,saat itu senyumku berubah menjadi begitu dendam denganmu, sehingga aku bersumpah ingin merusak kehidupanmu selamanya."


__ADS_1


__ADS_2