
Yuji dan Yuko terus melesat di luar angkasa, melewati planet-planet dengan cepat. Air mata mereka masih terus mengalir, hingga beterbangan di luar angkasa. Perlu diketahui, ras penyihir tidak membutuhkan udara untuk bernapas. Karena itulah, mereka dapat melakukan perjalanan antarplanet tanpa ada masalah.
Tiba-tiba seorang penyihir berjubah coklat dengan mata berwarna merah menyala menghadang mereka. Secara refleks, Yuji menghentikan sihir Ultra Speed miliknya. Wajah sedihnya berganti menjadi wajah serius.
Penyihir tersebut menyeringai sembari menatap Yuji dan Yuko. "Sudah kuduga, ada penyihir lain yang mengincar CoAR. Jika tidak segera kuhabisi, kalian bisa menjadi penghalang bagi diriku nanti."
Yuji segera menciptakan sebuah kubah berwarna hitam untuk melindungi istrinya, sebab pertarungan ini akan berlangsung dengan sangat dahsyat. Mata beriris hitam milik Yuji menatap tajam kepada penyihir yang menghadangnya.
"Yuko, kau diamlah di sana dan jangan menggunakan sihirmu. Aku akan mengatasi penyihir ini," ucap Yuji.
"B-baik," ujar Yuko.
Sang penyihir berjubah coklat tersenyum dengan sangat kejam layaknya seorang psikopat, kemudian ia mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Magic: Meteoroid Rain!!"
Berpuluh-puluh meteoroid muncul di atas mereka bertiga, siap menghujam sang target.
"Fall!!" Penyihir tersebut menggerakkan kedua tangannya ke bawah dengan sangat cepat. Meteoroid-meteoroid tersebut segera meluncur turun.
"Magic: Black Hole!!" seru Yuji sembari menggerakkan kedua tangannya ke atas dengan cepat.
Sebuah lubang hitam raksasa muncul di atas mereka, menyerap seluruh meteoroid tersebut. Namun Yuji tak menyadari bahwa sang penyihir berjubah coklat tengah membentuk sebuah meteoroid baru. Yuko menyaksikan perbuatan penyihir tersebut dan segera berteriak.
"Yuji!! Awas!!"
Namun terlambat. Sebelum Yuji menyadari teriakan istrinya itu, tubuhnya telah terhantam oleh sebuah meteoroid seukuran meja.
"Ukh!!"
__ADS_1
Yuji tersungkur di tanah. Kedua tangannya memegangi tubuhnya yang terasa sangat sakit.
"Hahaha!!!" Penyihir tersebut tertawa dengan sangat girang ketika melihat Yuji yang tengah kesakitan. Seakan belum puas, sang penyihir mengangkat kedua tangannya ke atas, bersiap untuk melakukan serangan meteoroid sekali lagi.
"Meteoroid Rain!!!"
Puluhan meteoroid kembali muncul tepat di atas mereka bertiga. Penyihir berjubah coklat itu tertawa terbahak-bahak hingga kedua buah mata beriris merah terang miliknya membelalak. Melihat suaminya dalam bahaya, Yuko tak tinggal diam. Ia segera mengangkat kedua tangannya ke atas dan menggunakan sihir Summon miliknya.
"Magic: Summon: Guardian Angels!!"
Puluhan malaikat yang mengenakan armor berwarna putih bersih, memiliki tiga pasang sayap berwarna hitam, dan bersenjatakan pedang serta perisai muncul dan segera menghancurkan seluruh meteoroid tersebut. Sesaat setelah usai melakukan tugasnya, seluruh malaikat itu pun menghilang.
"B-bukankah sudah kukatakan ... jangan menggunakan sihirmu ...?" Yuji berucap dengan terbata-bata sembari menahan rasa sakit.
"Tidak mungkin aku membiarkanmu mati!!" sahut Yuko.
"Sialan!! Berani-beraninya kalian meremehkanku!!" seru penyihir berjubah coklat tersebut sembari melancarkan sebuah meteoroid seukuran manusia ke arah Yuko. Beruntung, kubah yang diciptakan oleh Yuji berhasil melindungi Yuko dari serangan tersebut.
"Sialan ..., kali ini aku akan benar-benar menghabisimu!!!" seru sang penyihir dengan keras sembari mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. "Magic: Giga Asteroid!!"
Sebuah asteroid raksasa seukuran sebuah planet muncul tepat di atas mereka bertiga, kemudian penyihir berjubah coklat itu menggerakkan kedua tangannya ke bawah dengan cepat. Asteroid tersebut pun segera meluncur turun ke bawah, siap menabrak Yuji dan Yuko serta membawa mereka menuju dasar semesta. Namun, dengan sigap Yuji menggerakkan kedua tangannya ke depan, kemudian ia berucap:"Magic: Darkness Beam!!"
Cahaya hitam yang sangat pekat dan memiliki ukuran sama persis dengan asteroid itu terpancar dari kedua telapak tangan Yuji dan segera menghancurkan asteroid tersebut, kemudian cahaya tersebut mendorong sang penyihir berjubah coklat menuju planet yang berada di dekat mereka.
"SIALAAAANNN!!! JANGAN KIRA INI SUDAH BERAKHIR!!!" seru penyihir itu dengan keras sebelum akhirnya menghilang bersama pancaran cahaya hitam.
Setelah pertarungan usai, Yuji melenyapkan kubah yang ia gunakan untuk melindungi Yuko. Ia menghela napas, lega karena pertarungan telah selesai. Tiba-tiba, rasa sakit kembali menyerang tubuhnya hingga ia jatuh berlutut.
"Ukh!!"
__ADS_1
"Yuji!!"
Yuko segera menghampiri Yuji sembari berseru memanggil namanya. Tak lama kemudian, Yuko pun tiba di hadapan Yuji.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Yuko sembari memunculkan sebuah lingkaran sihir berwarna putih dan memasukkan tangan kanannya ke dalam lingkaran tersebut. Saat ia menarik tangan kanannya keluar dari lingkaran sihir itu, di tangannya telah tergenggam sebotol cairan berwarna hijau. Hanya dengan melihat penampilannya saja, siapapun akan mengetahui bahwa cairan hijau tersebut adalah Healing Potion.
Dimensional Storage Gate, itulah nama dari lingkaran sihir putih tersebut. Dimensional Storage adalah penyimpanan ruang dan waktu yang biasa digunakan oleh kaum penyihir. Teknik menyimpan ini praktis dan hanya memerlukan sedikit energi sihir.
"Ini, minumlah," ucap Yuko sembari menyodorkan Healing Potion tersebut kepada Yuji.
"Terima kasih, Yuko," ujar Yuji sembari mengambil Healing Potion itu dan menenggaknya hingga habis, kemudian ia menyodorkan kembali botol kaca bekas Healing Potion tersebut. Yuko mengambil botol kaca tersebut dan menyimpannya kembali di Dimensional Storage.
Dalam beberapa detik, luka-luka Yuji pulih dengan sempurna tanpa meninggalkan bekas sedikitpun. Seolah-olah luka-luka itu tidak pernah ada. Stamina dan energi sihir miliknya yang terkuras juga telah kembali. Tampaknya, cairan itu bukanlah Healing Potion biasa, melainkan Ultimate Healing Potion.
"Baiklah, kita akan melanjutkan perjalanan," ucap Yuji sembari beranjak dari posisi berlutut.
"Tapi ..., apakah lukamu sudah pulih sepenuhnya?" tanya Yuko dengan wajah khawatir.
"Jangan khawatir. Luka-lukaku telah pulih sepenuhnya, dan stamina serta energi sihirku juga telah kembali," sahut Yuji.
Yuko tersenyum lega ketika mendengar perkataan suaminya itu, kemudian ia menggandeng tangan sang suami.
"Ayo!!"
To be continued
Yap author kembali dengan novel baru!! Sebenarnya novel lama, sih 😅cuma baru author publish di noveltoon. Jadi sebenarnya novel ini sudah author publish di platform lain, tapi dalam bentuk filler alias Special Chapter dari novel author yang lain. Nah, daripada jadi filler, mending author jadiin main story aja di sini :3 siapa tahu potensi story ini lebih besar di platform noveltoon.
Saya selaku author dari story ini mengucapkan terima kasih atas kunjungan kalian. Mohon maaf jika ada kesalahan, ketidakrealistisan, dan sebagainya, karena saya hanyalah manusia biasa yang tak sempurna.
__ADS_1
Jika kalian memiliki kritik dan saran, silahkan sampaikan di kolom komentar dengan bahasa yang baik dan sopan. Kritik dan saran kalian sangat berarti bagi saya. Asal jangan sepedes indomie seblak lho, ya. Tolong disaring kata-katanya 😅Kalau sepedas keripik rasa balado masih mending. Wkwkwkwkwk,
Sekian untuk chapter kali ini dan sampai jumpa di chapter berikutnya ^^ Bye!!