Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 25: Bangkitnya Energi Negatif CoAR


__ADS_3

Deg!!


Mendadak, rasa nyeri menusuk tepat di jantung Yuto. Sontak, Hinatsu dan Gen yang sedang beradu mulut pun menghentikan pertengkaran mereka dan menatap Yuto yang tengah memegangi dadanya sembari menahan rasa sakit yang amat sangat.


Deg!!


Untuk kedua kalinya, rasa nyeri yang hebat menusuk tepat di jantung Yuto, membuatnya mengerang kesakitan.


"U-Ukh .... Sial .... Ada ... apa ... ini?"


Keringat membanjiri tubuh Yuto, membuat Gen dan Hinatsu khawatir.


"Yu-Yuto?! Ada apa?!"


"Bertahanlah!! Akan kupanggil petugas kesehatan!!"


Deg!!

__ADS_1


Rasa nyeri kembali menusuk jantung Yuto untuk yang ketiga kalinya, membuat ia menjatuhkan tubuhnya yang lemas ke meja di hadapannya.


"Aaaaaaaaaaarrrggghhh!!!"


Teriakan yang membuat ngilu menggelegar, menggema ke segala arah. Sebuah lubang hitam mendadak muncul tepat di bawah telapak kaki Yuto, mengeluarkan aura gelap yang menyelimuti sebagian dari tubuhnya. Perlahan, pandangan Yuto memudar. Teriakan-teriakan Gen terdengar sangat jauh. Pandangan Yuto mulai menggelap.


"Si ... sial ...."


"Tu ... tubuhku ...."


———————————————————————————


Gen menatap wujud adiknya saat ini dengan tatapan tak percaya. Apakah adiknya telah benar-benar berubah menjadi monster? Apakah ini dampak dari kekuatan CoAR yang ditanam ke dalam tubuh mereka? Apa yang harus dia lakukan saat ini? Meski dia juga memiliki kekuatan CoAR, kekuatan itu masih belum bisa ia gunakan. Baik diam maupun melawan tidak ada gunanya. Gen tidak mengetahui seberapa besar kekuatan dari makhluk yang merasuki dan menguasai tubuh adiknya sekarang.


"Cih, sial!! Apa yang harus kulakukan?"


Yuto- Ah, tidak. Tatapan yang mengintimidasi, mengancam, dan dipenuhi nafsu membunuh itu ... serta wujud itu ... sangat berbeda dengan tatapan Yuto yang selalu dingin dan tanpa ekspresi. Makhluk yang tengah menguasai tubuh Yuto tersenyum bengis sembari menatap Gen yang tengah diam terpaku dengan keringat dingin membasahi sekujur tubuh. Perlahan, mulutnya terbuka. Tawa jahatnya menggelegar.

__ADS_1


"Sial .... Apa boleh buat .... Mungkin ini hal yang hanya akan dilakukan oleh orang bodoh," batin Gen sembari menarik keluar pedang kesayangannya dari sarung pedang, "tapi aku harus melakukannya!!"


Dengan cepat, Gen mengayunkan pedangnya ke arah Yuto. Serangan itu dapat ditangkis dengan mudah menggunakan pergelangan tangan Yuto yang berlumuran aura hitam. Tampak bahwa pedang tersebut tidak dapat mengiris satu lembarpun dari pembuluh darah Yuto.


Seketika, kedua bola mata Gen membelalak terkejut. Tenggorokannya tercekat. Dengan susah payah, ia menahan pedangnya agar tidak terlontar. Aura jahat yang menyelimuti daerah di sekitar Yuto semakin mengganas dan mulai menutupi udara.


"Kekuatan sihir yang amat dahsyat ini ... Ancient Magic?!"


Gen segera melompat mundur. Napasnya terengah-engah. "Sudah kuduga, ini memang energi negatif dari CoAR!!"


"Gen?! Aku sudah membawa dokter!!" Hinatsu menggebrak pintu ruang makan sembari menggenggam erat tangan seorang pria tua berjas putih. Pemilik penginapan juga ada bersamanya. Namun, langkahnya terhenti begitu melihat wujud Yuto. "Ada ... apa ... dengannya?"


"Rupanya ini bukan masalah kesehatan, Hinatsu!! Ada sesuatu yang menguasai tubuhnya!!" sahut Gen.


"Jadi begitu ...," ujar Hinatsu sembari memunculkan sebuah bola api di atas telapak tangannya. "Kalau begitu, kita harus menyadarkannya!!"


To be continued

__ADS_1


__ADS_2