
"Ayo!!"
Yuji mulai mengkonsentrasikan energi sihirnya pada kedua kakinya.
"Magic: Ultra Speed!!"
Yuji dan Yuko melesat dengan kecepatan yang setara dengan suara, melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda. Beberapa jam terlewati tanpa adanya halangan lain. Akan tetapi, saat mereka telah hampir mencapai batas semesta, sebuah benda mirip bor menyerang mereka dari arah kiri sehingga secara refleks Yuji menghindar ke kanan.
"Apa itu?" Yuji bertanya entah kepada siapa. Keterkejutan terpancar dari wajahnya.
Jauh di depan, seorang penyihir tengah berdiri, berniat menghadang dirinya dan Yuko. Secara refleks, Yuji menghentikan sihir Ultra Speed miliknya dan melepaskan genggaman tangannya.
Kini, wajah serta penampilan dari penyihir tersebut dapat terlihat dengan jelas. Penyihir itu memiliki rambut berwarna hitam, dengan iris mata berwarna biru laut. Dia mengenakan topi penyihir dan pakaian serba hitam serta menunggangi seekor narwhal jantan.
(TN: untuk kalian yang belum tahu, narwhal adalah mamalia air yang masih sekeluarga dengan paus dan lumba-lumba. Narwhal jantan memiliki satu taring panjang berpilin menyerupai bor. Taring tersebut sangat panjang, hingga mencuat keluar dari rongga mulut.)
"Sudah kuduga, kau juga mengincar CoAR," ucap penyihir tersebut.
__ADS_1
"Teknik itu ..., dan narwhal itu .... Kau adalah Sharken, bukan?" tanya Yuji.
Penyihir yang dipanggil Sharken itu menyeringai, memamerkan gigi-giginya. "Ya, kau benar," ujarnya.
Sharken AquaBuster atau biasa dipanggil Sharken adalah ketua dari divisi khusus pasukan Dewa Magus. Dia ditakuti karena tekniknya yang khas, yaitu menyerang dengan kecepatan tinggi dari titik buta penglihatan target dan tak memberi kesempatan untuk menghindar.
"Jika kalian tidak ingin kucabik-cabik, kembalilah ke planet kalian," ucap Sharken.
"Tidak!! Kami tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan kekuatan dari CoAR!! Suatu hari nanti ... kami akan menghapuskan penindasan dari seluruh semesta dengan menggunakan energi sihir dari CoAR dan menciptakan kedamaian!!" sahut Yuko.
"Menciptakan kedamaian? Bodoh ... Sebaiknya lupakan impian kalian yang konyol itu. Mengapa kalian menyulitkan diri sendiri? Ikutlah denganku. Kita bisa menjadi rekan. Dewa Magus akan memberi kekuatan kepada kalian. Kalian tak perlu lagi susah payah berjuang," ucap Sharken.
"Kau menyuruh kami mengkhianati kelompok yang kami pimpin?! Kami tak sudi melakukan itu!!" Yuji menolak dengan tegas.
"Kalau begitu, matilah!!"
Dengan kecepatan yang setara dengan suara, narwhal milik Sharken menyerang Yuji dan Yuko dengan taringnya. Beruntung, mereka berhasil menghindar.
__ADS_1
"Kecepatan yang cukup cepat .... Kalian memang pantas menjadi pemimpin dari kelompok Penyihir Revolusioner," ucap Sharken dengan senyum licik terukir di wajahnya.
Dengan cepat, Sharken beserta narwhal miliknya melesat menuju Yuji. Yuji segera menghindar secara refleks, namun taring sang narwhal berhasil menggores bahu kanannya. Narwhal tersebut kembali menyerang dan berhasil melubangi bahu kiri Yuji.
"Yuji!!"
To be continued
Saya selaku author dari story ini mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk membaca karya saya. Mohon maaf jika ada kesalahan, ketidakrealistisan, plot hole, dan ketidaksempurnaan lainnya, karena saya hanyalah manusia biasa yang tak sempurna ..., DAN KADANG SALAAAAHH\~\~ (woi kok malah jadi nyanyi :v)
Readers: receh woi thor receh -_-‘
Author: Ehehehe :v
Jika kalian memiliki kritik dan saran, silahkan sampaikan di kolom komentar dengan bahasa yang baik dan sopan.
Sekian untuk chapter kali ini dan sampai jumpa di chapter berikutnya ^^ Bye!!
__ADS_1