Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 21: Penjelasan dan Strategi


__ADS_3

"Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Yuto bertanya sembari bangkit dari posisi duduknya.


"Kita akan menuju desa tempatku tinggal, lahir, dan dibesarkan untuk beristirahat," sahut Hinatsu sembari turut bangkit berdiri.


"Lalu, kita hanya akan beristirahat dan menonton kehancuran semesta yang diakibatkan ulah Dewa Magus, begitu?" Gen turut bangkit berdiri.


Hinatsu terkekeh. "Tentu saja tidak, bodoh. Aku memiliki strategi untuk mengalahkan Dewa Magus," ujarnya.


"Strategi?" Kening Yuto mengerut tanda kebingungan.


"Ya," sahut Hinatsu. "Apakah kalian mengetahui alasan mengapa Dewa Magus sangat kuat?"


"Tentu saja karena dia memiliki kekuatan pengatur alam semesta. Magic of System, bukan?" sahut Gen.


Hinatsu menggerakkan telunjuknya ke kiri dan kanan dengan wajah yang tampak cukup sok. "Benar, tapi bukan hanya itu," ujarnya.

__ADS_1


"Memang benar bahwa ia memiliki kekuatan Magic of System. Akan tetapi, ia hanya memiliki kekuatan intinya saja," jelas Hinatsu.


"Kekuatan ... inti?" Yuto kembali mengerutkan keningnya.


Hinatsu mengangguk. "Ya. Meski Dewa Magus merupakan seorang dewa, ia tetap saja seorang mortal. Guruku pernah mendengar cerita turun-temurun di keluarganya bahwa dahulu kala Dewa Magus hanyalah penyihir yang lemah. Pada saat itu, seluruh semesta berjalan tanpa dewa dan tanpa sekte maupun agama. Kehidupan ras penyihir diselimuti kesejahteraan. Namun, secara tidak sengaja Dewa Magus menemukan CoS atau Core of System (Bukan cosinus, ya :v Ini bukan matematika) yang kemudian memberinya kekuatan dahsyat. Kekuatan itu membutakannya hingga akhirnya ia menggunakan sihir-sihir terlarang, mengangkat diri sendiri menjadi penguasa atas seluruh semesta, dan memerintah dengan otoriter."


"Lalu, apa itu CoS?Apakah ada hubungannya dengan CoAR?" tanya Yuto.


"Tentu saja ada. Keduanya merupakan sepasang energi pembentuk alam semesta. Keduanya adalah pasangan, bagaikan matahari dan bulan. Jika salah satu dari mereka tidak pernah ada, maka alam semesta juga tidak akan pernah ada. CoS atau Core of System merupakan inti dari kekuatan sistem yang mengatur alam semesta, sedangkan CoAR atau Core of All Realms merupakan inti dari energi positif dan negatif yang mewakili seluruh elemen. Karena CoS sudah berada di tangan Dewa Magus, satu-satunya harapan kita adalah CoAR. Ah, tapi CoAR sudah menghilang secara misterius 15 tahun yang lalu." Jari-jemari lentik Hinatsu mulai meraba dagunya. Tampaknya, gadis ini memiliki pengetahuan yang luas.


Hinatsu pun menjelaskan dengan perlahan dan sabar. "Karena kekuatan CoS terlalu besar untuk disegel di dalam tubuh Dewa Magus, maka ia membagi kekuatan itu menjadi tiga kekuatan penyokong dan satu kekuatan inti. Kekuatan inti itu disegel ke dalam tubuhnya, sedangkan ketiga kekuatan penyokong disegel ke dalamEnergy Core Pillar di tiga kota yang ia bangun mengelilingi kota Rainzar. Dozar atau kota tanah di utara, Suizar atau kota air di timur, dan Fuzar atau kota angin di barat. Bagian selatan kota dilindungi oleh gurun ini, yakni Gurun Hozar, gurun neraka yang sangat panas dan berliku-liku, membuat orang-orang yang nekat memasuki hampir mustahil untuk bisa keluar. Beruntung, kalian berhasil melalui gurun yang berbahaya ini dan sampai di kota Rainzar."


"He-Hei, tunggu!!! Kita tidak akan tersesat, bukan? Aku tidak ingin kita berakhir mati kepanasan, kelaparan, dan kehausan di gurun!" sela Gen dengan wajah panik.


"Hahaha, kalian lucu sekali. Bukankah kalian baru saja melewati gurun ini dengan selamat beberapa jam yang lalu?" Hinatsu tertawa kecil.

__ADS_1


"Tapi, Hina, bisa saja itu hanya keberuntungan yang kebetulan menghinggapi kami. Kebetulan tidak akan datang untuk kedua kali, bukan?" sahut Yuto.


"Jangan khawatir. Aku sudah sering menjelajahi gurun ini, jadi aku sudah hafal akan denahnya dan terbiasa dengan hawa panasnya," sahut Hinatsu.


"Oh, syukurlah kalau begitu." Dua bersaudara itu menghela napas lega setelah mendengar ucapan Hinatsu.


"Jadi pertama-tama, kita akan menaklukkan Energy Core Pillar di ketiga kota itu terlebih dahulu, kemudian baru menuju kota Rainzar untuk menghadapi Dewa Magus. Setelah ketiga Energy Core Pillar dihancurkan, tiga perempat dari kekuatan Dewa Magus akan lenyap dan kita akan mampu menghadapinya dengan mudah." Hinatsu melanjutkan penjelasannya. "Namun, jangan anggap remeh misi pelemahan inti kekuatan ini. Masing-masing Energy Core Pillar dilindungi oleh lima klon dari Jenderal Tertinggi Pythius dan Jenderal Tertinggi Zard. Kelima klon itu memiliki kekuatan yang setara dengan tubuh asli mereka, jadi kita harus berhati-hati."


Gen dan Yuto menganggukkan kepala, menandakan bahwa mereka telah paham.


"Namun, tentu saja kita tidak akan langsung bertarung. Kita akan beristirahat terlebih dahulu di desa asalku, Desa Ragrius," lanjut Hina.


Gen dan Yuto kembali menganggukkan kepala. Angin gurun kembali berhembus, meniup pohon-pohon di oasis tersebut. Daun-daun pohon yang kehijauan melambai-lambai, seolah menyapa Sang Angin.


"Kalian sudah mengerti? Kalau begitu, mari kita berangkat!!"

__ADS_1


To be continued


__ADS_2