
Gen telah mengubah wujudnya menjadi Silverknight PosiNega Form, dan Yuto juga telah mengubah wujudnya menjadi Seven Deadly Sins Form. Kedua pemuda itu kini berdiri berhadapan. Gen memunculkan pedangnya yang kedua, kemudian menggenggamnya di tangan kanannya. Sword of Dual Energy miliknya kini telah lengkap.
"Gluttony!!! Makan habis dia!!!" perintah Yuto sembari melenyapkan pedangnya dan mentransformasikan lengan kirinya menjadi seekor ular ungu raksasa tanpa mata.
"True Wrath Shield!!!" seru Gen sembari memunculkan perisai api berwarna hitam yang segera menyelimutinya, melindunginya dari serangan tersebut sekaligus membakar habis lengan kiri Yuto.
"Api abadi, ya?" ujar Yuto sembari meniup pelan api hitam yang mulai menjalar ke tubuhnya itu, membuat kobaran api amarah itu padam seketika. Perlahan, lengan kiri Yuto tumbuh kembali dan tampak seperti semula. Tak ada satupun luka bakar yang tersisa di lengan itu. "Sayangnya, itu takkan bekerja terhadapku."
"Hope!!!" seru Gen sembari mengeluarkan aura keemasan dari dalam tubuhnya. Aura itu segera menyeruak. "Kabulkan permintaanku!!! Aku ingin ... menjadi lebih kuat dari Yuto!!!"
"Jangan berpikir hanya kau yang bisa begitu!!!" balas Yuto. "Lust!! Tunjukkan kepadanya!!!"
Setelah ucapan itu terlontar, seketika aura hitam menyeruak dan menyelimuti tubuh Yuto. Kedua matanya bersinar terang, lebih menyilaukan daripada matahari. Kedua mata Gen pun turut bersinar terang.
Yuto kembali memunculkan pedang energi negatif miliknya dan menggenggamnya di tangan kirinya. Ketiga senjata mereka beradu sekali lagi. Seluruh semesta kembali bergetar. Gempa yang hebat menimpa seisi Multiverse Magusian. Kalau saja tabrakan itu tidak mengakibatkan penyimpangan ruang dan waktu sehingga mereka berdua berpindah dimensi, mungkin saja saat ini planet Aojin beserta tata suryanya tinggal nama saja, sebab ketika kedua pemuda itu berpindah ke tata surya lain di sebuah semesta tak berpenghuni, seluruh planet yang berada dalam radius 450.000.000 km dari mereka hancur tak bersisa. Dengan kata lain, satu tata surya telah hancur lebur.
__ADS_1
(Author: bjir :v Gua ngebuffnya kayaknya kelewatan dah)
"Hah ... hah ...." Gen dan Yuto tampak kesulitan mengatur napas mereka. Tenaga mereka berdua tampaknya cukup terkuras dalam adu pedang tadi.
"Lebih baik cepatlah menyerah ... dan serahkan gelar Multiversal God itu kepadaku!!!" seru Gen. "Atau kau ingin aku menggunakan second phase?"
"Sayang sekali, kakak," sahut Yuto sembari tersenyum seolah menantang. "Aku tidak akan menyerah begitu saja. Kelihatannya pertarungan ini harus memasuki ronde kedua."
"Baiklah kalau begitu," sahut Gen sembari menonaktifkan wujud Silverknight PosiNega Form miliknya dan mengaktifkan wujud True PosiNega Form. Kini, ukurannya sama besar dengan planet Jupiter.
"Aku juga tidak akan main-main lagi. Active!! True Negative Form!!! Sacrifice: Right Eye!!!" seru Yuto sembari mengubah wujudnya menjadi True Negative Form. Sebuah pedang tak berwujud segera menyabet mata kanannya yang berada di sisi kanan wajahnya yang berwujud tengkorak, membuatnya menjadi buta. Cahaya merah terang lenyap dari mata tengkorak miliknya, dan luka tebasan yang memanjang tertoreh di sekitar lubang mata tersebut.
(TN: Author akan menjelaskan kenapa PosiNega Form tidak memerlukan tumbal. Penyebabnya adalah karena tumbalnya telah dibayar dengan penderitaan batin Gen karena kematian Hinatsu dan Yuto, serta kemarahan dan kebencian Gen kepada Yuuratsu. Selain melahirkan wujud PosiNega, luka mental serta batin yang amat dalam itu juga menjadi tumbal yang berlaku selamanya, sehingga Gen dapat bebas menggunakan wujud PosiNega tanpa harus mengorbankan anggota tubuhnya seperti wujud True CoAR.)
"Bodoh!!!" seru Gen dengan ketus. "Kau mengorbankan mata kananmu yang berharga untuk sesuatu yang sia-sia?! Lebih baik kau menyerah saja dan serahkan jabatan Multiversal God itu kepadaku, Yuto!!!"
__ADS_1
"Tidak!!!" balas Yuto tak kalah ketus. "Aku takkan termakan jebakanmu, kakak!!!Envy!!! Copy kekuatan kakakku!!!"
Seolah mengerti perintah Yuto, bola mata perlambang dosa iri hati di sisi kiri wajah Yuto bersinar. Perlahan, wujud Yuto berubah menjadi sama seperti sang kakak, True PosiNega Form.
"Final Punishment!!!" seru Gen dan Yuto bersamaan sembari melancarkan serangan eternal light dalam skala besar ke arah yang berlawanan. Tabrakan antara dua cahaya itu mengakibatkan penyimpangan ruang dan waktu, sehingga mereka berdua kembali berpindah ke semesta lain.
"Cih, kurang!!!" gerutu Gen sembari melesat keluar dari semesta Magus dengan kecepatan yang melebihi cahaya, diikuti oleh adiknya. Ukuran mereka seketika membesar menjadi seukuran semesta. Energi berwarna keemasan dan hitam legam mulai menyelimuti tubuh mereka. "Kalau begini ..., aku harus memasuki phase 3!!!"
"Final ...!!!"
"Deity ...!!!"
""Kamikaze!!!""
"Hwaaaattt!!!"
__ADS_1
Kedua pemuda itu saling melesat ke arah berlawanan, kemudian bertabrakan dan mengakibatkan ledakan Big Bang. Bahkan, lebih besar daripada Big Bang sebelumnya yang terjadi ketika pertarungan terakhir Jenderal Tertinggi Pythius melawan Gen. Setelah dua semesta hancur akibat Big Bang kedua, kini lima semesta hancur akibat Big Bang ketiga ini. Namun, bagaikan peribahasa mati satu tumbuh seribu, empat belas calon universe muncul di tempat ketujuh semesta itu dulu berada, bagai daun-daun muda yang menggantikan daun-daun berwarna kecoklatan yang telah gugur.
To be continued