Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 47: Plot Twist


__ADS_3

"Huh?"


Gen terkejut ketika ia membuka matanya kembali. Tubuhnya tengah melayang-layang di luar angkasa.


"Bukankah aku sudah mati?" Gen terkejut sembari memandangi tubuhnya. "Tapi ..., kakiku masih ada, kok. Lalu ...."


"Hei, ini bukan saatnya bercanda, kakak."


Suara seorang pemuda yang terdengar familiar itu mengagetkan Gen. Dengan segera, ia menoleh ke belakang. Sosok seorang pemuda berambut hitam kelam tampak tengah melayang di hadapannya, tersenyum ramah. Ya, pemuda itu adalah adiknya, Yuto Zamoto.


"Yu-Yuto!!" Gen segera melayang mendekati adiknya itu dan memegang bahu kirinya, sebab lengan kanan Yuto telah ditumbalkan demi mencapai wujud True Seven Deadly Sins. Luka-luka yang didapat Yuto sewaktu bertarung melawan Jenderal Crallion dan Yuuratsu telah lenyap tak berbekas. Namun, lengan kanannya sama sekali tak beregenerasi. Tampaknya, itu adalah luka abadi.


"Tu-Tunggu ..., bukannya kau sudah mati? Kalau kau ada di sini, berarti ini alam roh?"


"Entahlah," sahut Yuto. "Tapi, kurasa bukan. Lihat," ujar Yuto sembari menunjuk planet Aojin yang berada tak jauh dari tempat mereka melayang-layang dalam kehampaan saat ini.


"Tapi, untung saja kita bisa bertemu lagi," ujar Gen sembari menyunggingkan senyum di wajahnya. "Kau hampir membuatku menangis, kau tahu?"


"Dasar kakak cengeng," ujar Yuto sembari turut tersenyum, kemudian pemuda berambut hitam legam itu kembali mengalihkan pandangannya ke planet Aojin. "Sekarang, masalahnya adalah bagaimana cara kita pulang."


"Kalau benar ini dunia roh, mungkin kita tidak akan pernah bisa pulang," sahut Gen.

__ADS_1


"Kita buktikan saja," ujar Yuto. Pandangannya terpaku pada planet tempat ia lahir dan dibesarkan bersama dengan kakaknya itu.


"Buktikan? Maksudmu?" Pemuda berambut keemasan itu tampak kebingungan.


"Kakak, kau masih memiliki kekuatan CoAR, tidak?" tanya Yuto.


"Se-Sepertinya masih, sih, tapi karena mungkin aku sudah mati ... kekuatan itu juga mungkin sudah-"


"Coba saja dulu," potong Yuto.


"Ba-Baik!!" Gen bergegas menuruti perintah adiknya dan mulai berkonsentrasi, berusaha memusatkan seluruh energi yang tersebar di dalam tubuhnya. Tak lama kemudian, partikel-partikel energi berwarna hitam dan emas muncul di sekitar tubuhnya dan mengitarinya, kemudian menyelimuti tubuhnya. Kini, Gen tampak bagaikan sebuah kepompong raksasa seukuran manusia dengan warna hitam legam dan keemasan. Wujud kepompong itu perlahan menjelma menjadi wujud seorang kesatria berzirah kelabu.


"Wah, ternyata hobi membaca bukumu itu berguna juga, ya?" ujar Gen sembari tersenyum senang, meski senyumnya tertutupi oleh ketopong kelabu yang ia kenakan. Namun, senyumnya itu segera digantikan oleh keterkejutan. "Tu-Tunggu!! Kalau aku masih bisa menggunakan wujud PosiNega, berarti-"


"Ya, kakak," potong Yuto untuk yang kedua kalinya. Ia tersenyum senang. "Kekuatan asli CoAR masih tersegel di dalam tubuhmu .... Kita hidup kembali ... kita direinkarnasi!!!"


"Dan, sepertinya aku juga mendapatkan kembali energi negatif CoaR yang dicuri oleh Yuuratsu," lanjut Yuto sembari mengubah wujudnya menjadi Seven Deadly Sins.


"KITA HIDUP KEMBALI!!!" Kedua pemuda itu berseru riang, kemudian tertawa penuh kebahagiaan, bagaikan dua orang anak kecil yang baru saja dibelikan mainan baru yang keren oleh orangtua mereka. "Dengan begini, kita bisa pulang!!!"


Mendadak, sesuatu terlintas di benak Yuto. Tampaknya, pemuda itu teringat akan sesuatu. "Oh, iya!!! Aku tahu mengapa kita bisa hidup kembali!!!"

__ADS_1


"Kau tahu sesuatu, Yuto?" ujar Gen dengan raut wajah penasaran.


"Aku pernah membaca tentang kemampuan-kemampuan dari kekuatan Core of All Realms di sebuah buku kuno. Namun, ada satu halaman yang robek sehingga deskripsi kemampuan terakhir CoAR itu hilang. Untung saja halaman bagian atasnya belum sobek sehingga aku bisa mengetahui nama dari kemampuan tersebut. Kemampuan terakhir itu bernama Reviving Purity."


"Reviving ... Purity?" ujar Gen takjub. "Jadi, kemampuan itu yang telah membuat kita hidup kembali?"


"Ya, kakak," sahut Yuto sembari tersenyum. "Ketulusan dan kemurnian hatimu telah membangkitkan kita berdua. Terima kasih, kakak."


"Ngomong-ngomong, apa hanya kita berdua yang bangkit dari kematian?" tanya Gen. "Bagaimana dengan yang lainnya?"


"Entah. Mungkin mereka juga telah dibangkitkan, tapi sedang berada di tempat lain," sahut Yuto.


"Lalu, sekarang bagaimana? Dewa Magus, pemimpin tirani yang memperbudak kaum penyihir telah dikalahkan," ujar Gen sembari menonaktifkan wujud Silverknight PosiNega miliknya. Yuto pun turut menonaktifkan wujud Seven Deadly Sins-nya.


"Berarti, sekarang jabatan Multiversal God kembali kosong, dan hanya dapat diisi kembali oleh satu penyihir?!" Keempat mata milik Gen dan Yuto membelalak bersamaan.


To be continued


Cie yang panik gara-gara digantungin XD *ditampol readers*


(Readers: demen amat nih author ngerjain readers sendiri -_-)

__ADS_1


__ADS_2