Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 6: Kelahiran Gen dan Yuto


__ADS_3

Yuji dan Yuko pun mendekati sebuah bola energi raksasa sebesar planet berwarna putih bersih dengan nuansa biru, dua buah tiang energi berwarna serupa mengapitnya dengan ketat dari atas dan bawah. Ya, bola energi raksasa itu adalah sumber dari energi pembentuk alam semesta, Core of All Realms atau CoAR.


Mendadak, Yuko merasakan sakit yang amat sangat di perutnya. "Akh!! A-akh!!"


"Ada apa?" tanya Yuji dengan wajah yang menyiratkan kekhawatiran yang teramat sangat.


"Sepertinya ... anak kita ... akan lahir ...." Yuko berucap dengan terbata-bata sembari menahan rasa sakit.


Yuji pun panik. Dia belum pernah membantu orang melahirkan sebelumnya, tetapi saat ini tidak ada bidan maupun dokter yang dapat dimintai tolong. Dia menggigit bagian bawah bibirnya, berusaha menenangkan diri. Inilah penyebabnya melarang Yuko ikut dalam perjalanan kali ini.


Tak ada pilihan lain. Maka secara terpaksa, Yuji pun menjadi bidan dadakan bagi istrinya.


Yuko terbaring di ruang hampa menahan sakit. Ia terus berusaha untuk mendorong keluar putra sulungnya dari rahimnya sembari berteriak penuh kesakitan.


"A-akh!!! Sakit!!! Yuji ... tolong ...."


"Bertahanlah, istriku. Dorong terus!! Jangan menyerah!!!" ucap Yuji.


"AAAAAAARRRRGGGHHHH!!!!!!"


Kepala dari putra sulung mereka telah keluar. Yuji menatap kepala tersebut dengan tatapan berbinar. Hatinya bagai berusaha melompat dari jantung karena terlampau bahagia.


"Hampir berhasil, istriku!!! Sedikit lagi!!! Berjuanglah terus!!! Jangan berhenti!!! Ayo, dorong terus!!!"


"AAAAAAARRRRGGGHHHH!!!!!!"


Bersamaan dengan berakhirnya jeritan yang memilukan itu, tubuh dari sang putra sulung pun keluar sepenuhnya. Tangisan sang bayi pun pecah.


"Ini dia!!! Putra kita!!! Kau berhasil, Yuko!!!"

__ADS_1


Yuji memandikan bayi tersebut dengan menggunakan sihir Water Splash miliknya, kemudian menyerahkannya kepada istrinya. Bayi tersebut tampak sehat dan menggemaskan.


"Putra ... sulung ... kita ...," ucap Yuko sembari tersenyum dan berusaha mengatur kembali nafasnya. Ia menggendong bayi tersebut. Perlahan, air mata menggenangi kedua mata Yuko. Yuko berusaha menahan rasa harunya, tapi ia tak kuasa menahannya. Air mata kebahagiaan pun mengaliri pipinya.


Yuji turut tersenyum bahagia melihat istri dan putra sulungnya itu. Namun, mendadak rasa sakit yang hebat kembali menguasai perut Yuko.


"Akh!!! A-akh!!! AAARRGGHH!!!"


Sebuah dugaan pun melintas di pikiran Yuji. "Jangan-jangan anak kembar?"


Yuji segera mengambil putra sulungnya dari gendongan Yuko dan meletakkannya tak jauh dari mereka berdua, kemudian membantu persalinan istrinya yang kedua. Sang putra sulung telah menghentikan tangisnya karena merasa nyaman dalam dekapan sang ibu.


"AAAARRRGGHH!!!!"


"Dorong terus!!! Dorong!!! Jangan berhenti!!!" seru Yuto dengan wajah serius.


"Hampir berhasil!!! Dorong terus, istriku!!! Dorong!!!"


"AAAAARRRGGHHHH!!!!"


Bersamaan dengan berakhirnya jeritan itu, tubuh dari sang putra kedua pun keluar sepenuhnya. Namun, berbeda dengan kakaknya, ia sama sekali tak menangis. Bahkan ia tampak tidur dengan nyenyak dan penuh kedamaian. Yuji segera memandikan bayi tersebut dengan menggunakan sihir Water Splash miliknya dan meletakkannya beserta kakaknya di samping kepala sang ibu.


"Ini dia, Yuko. Putra-putra kita. Mereka kembar, dan tampaknya mereka berdua memiliki jenis kelamin yang sama, yakni laki-laki," ucap Yuji. "Sepertinya, anak kita yang kedua sangat kuat. Dia bahkan tidak menangis ketika baru saja dilahirkan."


"Dia pasti akan tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dan kuat, dan kakaknya akan menjadi seorang yang bijak." Yuko berucap sembari membelai kepala kedua putranya.


"Karena kau yang melahirkan mereka, maka kau yang berhak memberi nama kepada mereka. Nama apa yang ingin kau berikan?" tanya Yuji.


"Gen untuk yang sulung, dan Yuto untuk yang kedua," ujar Yuko sembari terus membelai kepala kedua putranya dengan lembut.

__ADS_1


"Nama yang bagus dan sangat keren," ujar Yuji sembari tersenyum.


Melihat istrinya membelai kedua putra mereka, timbul keinginan di hati Yuji untuk turut membelai putra-putranya.


"Bolehkan aku membelainya juga?" tanya Yuji.


"Tentu," sahut Yuko.


Yuji pun membelai kepala kedua putranya yang tengah tertidur nyenyak dengan sangat lembut.


"Mereka sangat menggemaskan," ucap Yuji sembari terus membelai kedua putranya.


"Iya, 'kan?" ujar Yuko.


Setelah beberapa menit berlalu, Yuji dan Yuko pun menghentikan belaian mereka dan kembali menatap sang topik masalah utama, yakni CoAR. Yuji mencoba menyerap kekuatan CoAR. Sayangnya, tubuhnya tak mampu menerima kekuatan yang luar biasa itu.


"Ukh!!!"


Keringat mulai menetes dari rambut keemasan milik Yuji. Napasnya mulai tak beraturan. "Sial ...."


"Kau tak apa-apa?" Yuko bertanya dengan wajah khawatir.


"Ya ...," sahut Yuji. "Tubuhku tak mampu menyerap energi dari CoAR. Kita harus menyegel energi ini ke dalam tubuh anak-anak kita dengan menggunakan Forbidden Magic. Aku bisa melihat potensi besar yang mereka miliki. Aku yakin, tubuh mereka pasti mampu menerima kekuatan yang hebat ini. Mungkin ... kita memang tak ditakdirkan untuk memiliki kekuatan ini."


Yuko pun terkejut mendengar keputusan suaminya. Seketika, kedua matanya membelalak. Wajahnya menyiratkan keterkejutan yang mendalam.


“Apa?!”


To be continued

__ADS_1


__ADS_2