Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 27: Seven Crests of Heaven


__ADS_3

"Kau benar-benar menyebalkan!! Kau selalu ikut campur dalam urusanku ..."


"Seven Crests of Heaven!!!"


"Tentu saja, Seven Deadly Sins."


Suara yang menggema ke segala arah itu datang entah dari mana, bagaikan angin kencang yang berlalu begitu saja. Semua orang yang berada di sana pun sontak menoleh ke kanan dan ke kiri, bertanya-tanya akan sumber dari suara perkasa tadi dalam batin mereka.


Tak lama kemudian, pertanyaan-pertanyaan itu terjawab. Seorang pemuda berambut merah darah yang memiliki sepasang sayap berwarna sama di punggungnya mendadak muncul di samping Gen. Bola matanya yang menyala bagaikan api menatap tegas ke arah Yuto. Pada saat itu juga, sayap merah darah milik Gen bersinar. "Kami tidak bisa membiarkan kalian berbuat seenaknya," lanjut pemuda tersebut.


Yuto tersenyum bengis. "Sudah lama, ya, kita tidak bertemu muka seperti ini, Courage."


"Ya. Kali terakhir kita bertatapan wajah seperti ini, adalah ketika CoAR belum disegel." Courage menyahut sembari menyiapkan kuda-kuda bertarungnya. Sebuah pedang berselimutkan api yang membara muncul dan tergenggam di tangan kanannya. "Kali ini, akan kupastikan kalian tidak berbuat seenaknya lagi!!"


"Jangan menghalangiku!!" seru Yuto dengan gusar. "Gluttony, makan dia!!"


Lengan kanan Yuto seketika menjelma menjadi seekor monster energi ungu tanpa mata, dengan mulut yang besar, rahang yang lentur, serta gigi-gigi tajam yang siap mengoyak daging. Monster itu mencoba memakan Courage. Namun, Courage hanya tersenyum seolah-olah ia telah memenangkan pertarungan ini.


"Burning Flame Shield."


Sebuah perisai api muncul tepat di depan Courage dan melindunginya dari serangan Gluttony. Tubrukan kedua teknik ancient itu menyebabkan angin kencang bertiup dan mengacaukan seisi ruang makan. Meja-meja dan kursi-kursi bergeser dan beterbangan. Bahkan sang pemilik penginapan serta sang dokter nyaris terlempar dan menubruk dinding.


Setelah adu senjata yang dahsyat selama beberapa detik, Gluttony Hand pun kalah. Yuto berdecak kesal, sementara senyum kemenangan di wajah Courage semakin melebar.


"Sialan kau!!” umpat Yuto. "Laziness!!"


Namun, tampaknya kekuatan Laziness sama sekali tidak bekerja.


"Apa?! Mustahil!!" Yuto menatap tak percaya.


"Kau tahu apa yang baru saja terjadi, bukan?" Courage menoleh ke arah Gen, membuat Gen kebingungan. Tampak sayap hijau milik Gen bersinar terang. "Ini adalah kekuatan dari Purity, hati tulus dan murni yang memurnikan status dan melenyapkan seluruh *debuff***yang bekerja pada status."**


Yuto kembali mengumpat sembari berdecak kesal. "SIALAAAANN!!! Wrath!!!"

__ADS_1


Tepat setelah seruan itu terlontar, lingkaran api menyelimuti udara di sekitar Yuto. Ribuan mulut monster timbul di sekujur tubuhnya. "Dual-Sin Type Attack: Gluttony + Wrath!! Wrath Breath!!!" Api yang amat panas menyembur dari masing-masing mulut monster itu, bergabung menjadi sebuah semburan api raksasa seukuran tubuh manusia. Namun, Courage tetap tenang menghadapi itu. "Friendship!! Love!! Tangkis serangannya dan padamkan api kemarahannya dengan persahabatan dan cinta yang sejati!!!"


Sayap biru dan sayap merah muda milik Gen seketika menyala. Sosok wanita berambut merah muda sebahu serta sosok pemuda berambut biru terang segera muncul di hadapan Courage serta Gen dan menangkis serangan itu.


"Kerja bagus, Friendship, Love." Courage berujar sembari tersenyum.


"Bukan masalah," sahut pemuda dan wanita itu serempak sebelum akhirnya lenyap tanpa jejak. Pada saat itu juga, cahaya di sayap biru dan merah muda milik Gen padam.


"Sial!!! Lust!! Giliranmu untuk maju!!"


Mata hitam di sisi wajah Yuto yang tampak bagaikan monster bersinar hitam pekat. Pada saat itu juga, aura hitam yang menyelimuti sekujur tubuh Yuto mengganas dan mengakibatkan angin kencang bertiup. Kekuatan fisik, kecepatan, dan kekuatan magis Yuto seketika meningkat berkali-kali lipat. Lantai papan yang dipijak Yuto mulai retak dan akhirnya berlubang.


"Knowledge!! Terawang dia!!" perintah Courage. Seketika, sayap ungu milik Gen bersinar dan pandangan visual mengenai status Yuto tampak di hadapannya, bagaikan teknologi virtual-reality.


"Statusnya meningkat seratus kali lipat?" batin Courage ketika melihat kekuatan besar milik Yuto.


Yuto tersenyum bengis dan merubah lengan kanannya menjadi sebilah pedang hitam, kemudian melesat secepat kilat ke arah Gen, membuat Courage panik."Gawat!! Kalau begini, satu-satunya cara adalah menggunakan kekuatan Hope!!"


"Ti-Tidak mungkin!! Kau berhasil menandingi kekuatan fisik dan kecepatan milik Lust?!” Yuto berseru tak percaya.


"Mu-mustahil, dia menangkisnya?"


"Padahal Lust adalah kekuatan yang sangat berbahaya ... yang terkuat dariSeven Deadly Sins!!"


"Inikah ... kekuatan Ancient Power of Positive Energy?"


Courage tersenyum penuh kemenangan sembari menatap pedang dan sekujur tubuhnya yang diselimuti aura keemasan. "Kau tahu ini apa, bukan? Ini adalah Hope, kekuatan terkuat dari *Seven Crests of Heave***n. Jika nafsu membunuhmu mampu melipatgandakan kekuatan, maka harapanku dapat mengabulkan semua permintaan!! Termasuk menjadi sama kuatnya denganmu**!!"


"Siaaaalll!!! SIAL!!! SIALAN KAU!!! AKU AKAN MEMBUNUHMU!!" Yuto mengumpat bertubi-tubi.


Courage tersenyum. "Maaf, Seven Deadly Sins.Pertarungan kali ini, aku yang menang ."


Perlahan, sayap putih milik Gen bersinar. Lingkaran sihir berwarna putih bersih muncul di belakang Yuto dan menarik keluar roh Seven Deadly Sins dari tubuh Yuto. Itu adalah kekuatan Light, finisher dari Seven Crests of Heaven, cahaya abadi yang menyegel rapat kegelapan ke jurang penghukuman.

__ADS_1


"SIALAAAANNN!!!” Seven Deadly Sins mengumpat sekali lagi. "AKU AKAN MENGHABISIMU DI PERTARUNGAN SELANJUTNYA!!! INI BELUM BERAKHIR!! JANGAN PIKIR KALIAN SUDAH MENANG, *SEVEN CRESTS OF HEAVE***N!!!"* Kumpulan roh itu terus mengumpat hingga akhirnya tersegel sepenuhnya oleh sihir Light*. Perlahan, lingkaran sihir berwarna putih bersih itu lenyap tanpa bekas, bagaikan ditelan oleh bumi.


Courage tersenyum penuh kemenangan."Masih terlalu cepat sejuta tahun untuk menghadapi kami, Seven Deadly Sins," ucapnya.


"A-Apa yang terjadi?" tanya Yuto sembari memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut. Peluh mengaliri sekujur tubuhnya. Kesadarannya telah kembali.


"Ah, tampaknya dia sudah terlepas dari kendali Seven Deadly Sins. Kalau begitu, aku pamit dulu, anak muda," ucap Courage sembari menatap Gen. "Sampai jumpa."


Courage pun menghilang tanpa jejak bersama dengan ketujuh sayap Crests of Heaven yang tadinya terpasang di punggung Gen.


Rasa nyeri yang menusuk-nusuk kepala Yuto kini mulai mereda. Yuto pun melepas tangannya dari kepala dan menatap ke sekeliling. Ia terbelalak begitu melihat makanan-makanan yang berserakan, minuman yang tumpah, lantai yang berlubang, serta meja dan kursi yang terbalik. Ruang makan yang tadinya bersih dan rapi kini tampak bagaikan kapal pecah.


"A-Apa yang ... terjadi?!" Keterkejutan tergambar dengan jelas di wajahnya. "A-Apakah aku yang melakukan semua ini?"


"Tidak, Yuto," sahut Gen. "Seven Deadly Sins yang melakukannya. Mereka merasuki tubuhmu. Energi CoAR yang berada di dalam tubuhmu mulai memberontak dan menjadi liar, kemudian mengambil alih tubuhmu. Beruntung, aku berhasil menyegelnya kembali."


"Tapi, itu tadi pertarungan yang hebat, anak muda." Sang pemilik penginapan menimpali sembari meletakkan tangannya yang gempal di atas bahu Gen. "Tak kusangka kau adalah pemegang energi positif dari CoAR. Kau dan adikmu adalah Hero yang ditakdirkan untuk menyelamatkan Multiverse Magusian dari tirani Dewa Magus."


"Ah, tidak," sahut Gen. "Adikku sudah merusak fasilitas penginapan serta menimbulkan kerugian besar bagi anda, Pak. Aku harus membayar kompensasi atas kerugian ini, bukan?"


"Ah, tidak perlu. Jika kau tidak ada di sini, pasti saat ini penginapanku sudah hancur lebur dan hanya menyisakan puing-puing," ujar pemilik penginapan dengan ramah.


"A-Anu," ujar Yuto. "Maafkan aku. Itu semua terjadi di luar kesadaranku. Mereka mengendalikan tubuhku begitu saja. Aku tidak bisa menghentikan mereka," lanjutnya sembari tertunduk lesu.


"Tidak masalah. Memang sulit untuk menguasai energi dari CoAR, apalagi menyatukan energi positif dan negatif. Namun, jika kau berusaha keras, kau dan saudaramu pasti akan mampu menjadi Hero yang sesungguhnya dan memusnahkan tirani Dewa Magus!!" ujar sang pemilik penginapan.


Yuto mengangkat kepalanya. Senyum mulai mengembang di wajahnya. "Terima kasih atas kebesaran hati anda. Aku akan berusaha sekuat tenaga."


Pemilik penginapan menghela napas lega. "Ah, tadinya kupikir cahaya harapan sudah lenyap sepenuhnya karena CoAR menghilang, rupanya CoAR tersegel di dalam tubuh kalian. Dengan begini, masih ada cahaya harapan yang menerangi hati kami. Kami mengandalkan kalian, para penyihir revolusioner. Ubahlah multiverse ini menjadi tempat yang lebih baik lagi!!"


Senyum mengembang semakin lebar di wajah Gen dan Yuto. "Baik!! Kami akan berusaha semampu kami!!"


To be continued

__ADS_1


__ADS_2