
"Ada apa, bocah?!” Sebuah suara berat yang menggelegar mengagetkan Yuto. Sosok hitam berwujud abstrak dengan mata beriris hitam legam muncul tepat di hadapannya."Akulah Lust, pemimpin Seven Deadly Sins, yang terkuat di antara ketujuh dosa besar. Katakan, apakah kau menginginkan kekuatan yang hebat seperti ketika kami menguasai tubuhmu kemarin?"
"Y-Ya." Yuto menjawab dengan terbata-bata. Tekanan dan aura yang dipancarkan oleh Lust benar-benar mengintimidasinya.
"Kau tahu, bukan? Setiap kekuatan memerlukan pengorbanan. Kau harus membayar. Katakan, bocah, apa bayaran yang akan kau berikan?"
Suara yang menggema ke segala arah itu membuat hati Yuto semakin kecut. Ludah yang ia tenggak terasa seperti lem di tenggorokannya. Dengan susah payah, ia memberanikan diri untuk menyahut. "Aku akan memberikan seperempat dari masa hidupku, dengan syarat kau harus membiarkan aku menguasai kekuatan kalian dan jangan sampai kalian mengamuk lagi. Bagaimana?"
Tawa penuh kepuasan terlontar dari mulut Lust, menggelegar bagaikan guntur. "Tawaran yang bagus, anak muda. Aku kagum akan keberanianmu. Kau berbeda dari para pemegang kekuatan negatif CoAR terdahulu, yang kini sudah gagal. Sekarang, pejamkanlah matamu selama beberapa saat dan bukalah kembali."
Yuto pun menuruti perintah Lust. Ketika ia membuka matanya kembali, setengah dari sekujur tubuhnya telah dilapisi oleh aura hitam legam. Tujuh bola mata perlambang tujuh dosa besar bermunculan di sisi wajahnya yang tampak bagaikan monster. "Tenanglah. Aku sudah tidak kehilangan kendali lagi. Aku sudah membuat perjanjian dengan Seven Deadly Sins, dan bisa kujamin mereka takkan mengingkarinya," ujar Yuto. Senyum terukir di wajahnya, menenangkan Hina dan Gen yang panik.
"Kalau begitu, kita juga jangan mau kalah, Hope!!" Gen berseru di dalam benaknya.
"Baik, tuan!!"
__ADS_1
Tujuh sayap beraneka warna segera terpasang di punggung Gen sebagai perlambang dari ketujuh Crests of Heaven. Jenderal Vriltz menatap Gen dan Yuto dengan tatapan penuh kepuasan. "Hmph, rupanya para bocah itu adalah pemegang kekuatan CoAR, ya? Kalau begitu, ini akan menjadi sama dengan peribahasa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui."
Ketiga pemuda-pemudi itu tersenyum penuh semangat. "Pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai, Jenderal Vriltz!!!" seru mereka serempak.
"Omong kosong!!" sahut Jenderal Vriltz sembari melancarkan tekanan udara yang tinggi dari telapak tangan kanannya.
"Hope Shield!!" Dengan sigap, Gen menangkis tekanan udara itu menggunakan perisai Hope.
"Gluttony!! Makan dia sampai habis!!" perintah Yuto sembari menunjuk Jenderal Vriltz.
Jenderal Vriltz tersenyum meremehkan, kemudian berucap: "Pressure Shield!!"
Tekanan udara yang tinggi segera menyelimuti tubuh Jenderal Vritz, meremukkan kesepuluh Gluttony Snake.
"Apa hanya ini kemampuan kalian?" ucap Jenderal Vriltz dengan penuh keangkuhan.
__ADS_1
Yuto tak putus asa, ia mengeluarkan Gluttony Snake dari lubang dimensi sekali lagi, kemudian berujar kepada Gen: "Kakak!! Selimuti ular kerakusanku dengan perisai harapan!!"
"Ba-Baik!!" sahut Gen. "Hope Shield!!"
Cahaya keemasan menyelimuti Gluttony Snake milik Yuto. Ular kerakusan itu melesat ke arah Jenderal Vriltz dan berhasil melewati Pressure Shield milik sang jenderal.
"A-Apa?! Mustahil!!" Jenderal Vriltz terbelalak. Wajah sombongnya segera tergantikan oleh wajah panik. Gluttony Snake itu telah memakan habis lengan kanannya. "Si-Sial!! Naikkan tekanan!! Seratus kali lebih destruktif!! Pressure Sword!!" Jenderal Vriltz menggenggam pedang tekanan di tangan kanannya, kemudian menebas Gluttony Snake milik Yuto.
Gen bergidik ngeri begitu melihat lengan kanan Jenderal Vriltz yang telah buntung serta darah berwarna merah tua yang mengalir keluar. Sejak kecil, ia memang takut akan darah.
"Si-Sial!! Fobia ini mendatangiku lagi!!" Dengan susah payah, Gen memantapkan hatinya untuk mengabaikan rasa takutnya itu. "Ayolah!! Ini demi Multiverse Magusian!!"
"Kalian benar-benar membuatku marah," ucap Jenderal Vriltz dengan tatapan garang. "Kalau begini, aku harus menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya."
Darah yang mengalir keluar dari lengan kanannya yang putus perlahan terangkat naik, terlihat bagaikan bola-bola kristal berwarna merah tua di udara. Sebuah lingkaran sihir berwarna merah darah muncul di belakang tubuhnya. Kedua matanya mulai bersinar merah tua."True Power of Magician: Active!! Pain no Chikara Ga!!"
__ADS_1
To be continued