Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 3: Si Taring Kilat, Sharken AquaBuster (Bagian 2)


__ADS_3

Yuko berniat menghampiri Yuji, namun Sharken beserta narwhal miliknya melesat tepat di depannya, menghentikan langkahnya.


"Jangan mendekat jika kau tak ingin kucabik-cabik, nyonya!!" ucap Sharken.


Seolah belum puas, Sharken beserta narwhal itu kembali menyerang Yuji dari arah kiri. Dengan geram, Yuji menangkap taring sang narwhal dan melempar narwhal itu beserta penunggangnya. Sang penunggang yang tak lain adalah Sharken berhasil memperoleh keseimbangannya kembali, namun sang narwhal bernasib kurang baik. Sebelum dia berhasil memperoleh keseimbangannya, tubuhnya terlebih dulu membentur kumpulan asteroid.


"SIALAN KAU!! KAU MEMBUNUH PARTNERKU!!!! Magic: Summon: Ferocious Shark!!" Sharken berseru dengan marah, kemudian ia memunculkan puluhan hiu yang segera menyerang Yuji dan Yuko.


Seolah tak mau kalah, Yuji turut menggunakan sihir Summon miliknya.


"Magic: Summon: Darkness Knights!!"


Puluhan kesatria berzirah hitam legam dan bersenjatakan pedang muncul dan segera menyerang hiu-hiu milik Sharken. Pertempuran pun terjadi dan berakhir tanpa adanya pemenang. Seluruh hiu dan kesatria habis tak bersisa.


"Sial!! Kalau begini, aku sendiri yang harus turun tangan!!" ucap Sharken dengan kesal. Ia segera memunculkan dua buah taring narwhal dan menggenggamnya.


"Kau akan hancur!!" seru Yuji sembari memunculkan dua bilah pedang berwarna hitam dan menggenggamnya dengan kedua tangannya.


Mereka saling melesat menuju arah yang berlawanan. Pertarungan mereka berlangsung dengan kecepatan suara hingga tak dapat terlihat. Dalam pertarungan ini, Yuji berpura-pura kewalahan hingga terdesak. Sharken sama sekali tak menyadari rencana Yuji dan terus mendesaknya.


"Hahaha!! Matilah kau!!" seru Sharken sembari mengayunkan pisaunya untuk menghabisi Yuji. Namun dengan cepat Yuji menggunakan sihir miliknya untuk melumpuhkan Sharken.


"Magic: Darkness Bind!!"

__ADS_1


Sebelum Sharken dapat menyadarinya, tubuhnya telah terikat oleh sulur hitam milik Yuji. Dengan cepat, Yuji menusukkan pedang miliknya ke dada Sharken hingga menembus jantungnya.


"A-apa?! Bagaimana ... kau bisa ...."


Yuji tersenyum sembari menatap Sharken.


"Ya, aku berpura-pura terdesak agar kau lengah sehingga aku dapat menggunakan sihir pelumpuh terhadap dirimu," ujar Yuji.


Sharken tersenyum kecut, seolah menertawakan kebodohannya. "Kau berhasil menang dariku, Yuji. Akan tetapi, kau takkan dapat mengalahkan makhluk mitologi yang menjaga CoAR. Hingga saat ini, tak ada satupun penyihir yang berhasil mendapatkannya. Impian kalian yang konyol itu takkan pernah terwujud! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!"


Setelah mengatakan itu, Sharken pun menghembuskan nafas terakhirnya. Yuji menghela napas sembari mencabut pedangnya dan melenyapkan pedang tersebut. Ia menatap jasad Sharken yang melayang-layang.


"Bahkan hingga saat terakhir hidupnya, ia tetap bersikeras untuk berada di pihak yang salah," ucapnya.


Sontak Yuji menoleh ke arah datangnya teriakan tersebut. Seorang wanita tengah berlari ke arahnya. Ya, wanita itu adalah Yuko.


"Kau tidak apa-apa? Maaf, aku tidak bisa membantumu dalam pertarungan tadi."


"Jangan khawatir, aku tidak apa-apa. Ini hanya– ugh!!"


Belum sempat Yuji menyelesaikan perkataannya, luka di bahu kirinya kembali berdenyut, menciptakan rasa sakit yang sangat.


"Sial!!" gerutu Yuji sembari memunculkan Dimensional Storage Gate.

__ADS_1


"Biar aku saja," ucap Yuko sembari memasukkan tangan kanannya ke Dimensional Storage Gate dan mengambil Ultimate Healing Potion, kemudian ia menarik tangan kanannya keluar dan menyodorkan Ultimate Healing Potion tersebut kepada Yuji. Yuji segera mengambil ramuan penyembuh itu dan meminumnya hingga habis. Perlahan, lubang di bahu kirinya menyusut hingga akhirnya lenyap tak bersisa. Hal yang sama juga terjadi pada luka goresan di bahu kanannya.


"Terima kasih, Yuko," ucap Yuji sembari menyodorkan botol kaca bekas ramuan tersebut kepada Yuko. "Ayo kita lanjutkan perjalanan kita."


"Jangan terlalu memaksakan dirimu, Yuji," ucap Yuko dengan wajah khawatir.


"Jangan khawatir, luka-lukaku telah pulih dan staminaku telah kembali," ujar Yuji sembari tersenyum. Sesaat kemudian, senyuman tersebut tergantikan oleh wajah serius. "Lagipula, kita tak memiliki banyak waktu."


Yuji segera menggandeng tangan Yuko dan menggunakan sihirUltra Speed miliknya.


"Magic: Ultra Speed!!"


Mereka berdua pun melesat dengan kecepatan suara, menembus batas semesta. Sesampainya di luar semesta Magus, mereka disambut oleh pemandangan perang yang menegangkan.


Ribuan penyihir tengah bertempur melawan seorang makhluk raksasa. Makhluk tersebut memiliki kepala kuda putih, tubuh badak, sepasang sayap elang, sepasang sayap yang terbuat dari api, ekor hiu, dan kaki harimau berwarna hitam dengan belang-belang berwarna biru.


"Pantas saja dalam perjalanan kita tidak berpapasan dengan banyak penyihir, rupanya kita keduluan," ucap Yuji.


"Keduluan? Apakah makhluk itu ...." Perkataan Yuko terpotong.


"Ya, kau benar," sahut Yuji. "Makhluk itu adalah penjaga CoAR, sang makhluk mitologi yang konon katanya tak terkalahkan, Elemental!!"


To be continued

__ADS_1


__ADS_2