Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 20: Terbitnya Perasaan Cinta


__ADS_3

"Ayo!!" Gadis itu memberi simbol tangan kepada Gen dan Yuto untuk mengikutinya. Tanpa basa-basi, kedua pemuda itu pun mengangguk dan mengikutinya ke luar penjara, menuju jalan kota Rainzar yang dipenuhi oleh asap. Mereka bertiga berlari secepat mungkin.


"Hei!!! Ada yang berhasil kabur!!!" Suara salah seorang prajurit dapat terdengar dengan jelas oleh mereka. "Kejar!! Jangan biarkan mereka lolos!! Jika mereka sampai berhasil kabur, Dewa Magus akan membunuh kita!!!"


"Kalian berdua, pegang tanganku," perintah gadis itu kepada Gen dan Yuto. Rambut kemerahannya berkibar diterpa angin.


"Eh?!" Kedua pemuda itu sontak terkejut.


"Cepat!!" Gadis tersebut memberi perintah sekali lagi.


"Ba-Baik!!" Gen dan Yuto menenggak ludah, kemudian segera menggenggam tangan gadis itu.

__ADS_1


"Grand-Flame-Magic: Red Type: Red Rocket Boost!!"


Tepat setelah seruan itu terlontar, api berwarna merah menyala menyelimuti mata kaki ketiga pemuda-pemudi itu, melipatgandakan kecepatan mereka hingga berkali-kali lipat. Mereka bertiga pun mampu melewati gerbang timur kota dalam waktu yang amat singkat. Ketiga orang itu berhasil lolos dari kejaran para prajurit Dewa Magus.


Setelah keadaan dirasa sudah aman, Gen, Yuto, dan gadis tersebut menghentikan langkah di sebuah oasis. Sebuah surga kecil yang hijau di tengah gurun pasir yang tandus dan sepi, terdiri dari sebuah mata air dan hamparan rumput hijau yang sempit, dilengkapi oleh beberapa pohon yang menjulang tinggi. Angin gurun kembali bertiup, menerbangkan pasir-pasir yang menutupi permukaan gurun. Dengan cepat, gadis berambut semerah darah tersebut mengeluarkan tiga buah wadah berbahan kulit hewan. Mereka bertiga segera mencedok air menggunakan wadah tersebut dan meminumnya. Air segera membasahi tenggorokan mereka yang kering. Dahaga telah lenyap dari tenggorokan, digantikan oleh kesegaran. Ketiga pemuda-pemudi itu duduk meneduh di bawah salah satu pohon, tepat di pinggir oasis sembari menghembuskan nafas panjang, mengistirahatkan paru-paru yang lelah melakukan pertukaran udara dan jantung yang lelah memompa darah. Keringat membasahi sekujur tubuh mereka. Ketiga wadah air yang tadi mereka bertiga gunakan duduk manis tepat di samping tubuh yang penat.


"Terima kasih atas pertolongannya. Ngomong-ngomong, kita belum berkenalan." Gen membuka pembicaraan sembari mengulurkan tangannya dengan senyum ramah terukir di wajahnya.


"Namaku Hinatsu, panggil saja Hina," sahut gadis yang bernama Hina itu.


"Namaku Gen," sahut Gen sembari berusaha menyembunyikan wajah tersipunya.

__ADS_1


"Namaku Yuto." Yuto turut mengulurkan tangannya, dan segera disambut oleh tangan lembut milik Hina. Berbeda dengan Gen, wajahnya tampak datar seperti biasa.


Angin gurun yang kencang berhembus sekali lagi, menandakan dimulainya relasi yang baru. Senyum ramah masih terukir di wajah ketiga pemuda-pemudi tersebut.


"Salam kenal ....."


To be continued


Saya selaku author dari story ini mengucapkan terima kasih atas kunjungan kalian. Mohon maaf jika ada kesalahan, ketidakrealistisan, dan sebagainya, karena saya hanyalah manusia biasa yang tak sempurna.


Jika kalian memiliki kritik dan saran, silahkan sampaikan di kolom komentar dengan bahasa yang baik dan sopan. Kritik dan saran kalian sangat berarti bagi saya. Asal jangan sepedes indomie seblak lho, ya. Tolong disaring kata-katanya đŸ˜…Kalau sepedas keripik rasa balado masih mending. Wkwkwkwkwk,

__ADS_1


Sekian untuk chapter kali ini dan sampai jumpa di chapter berikutnya ^^ Bye!!


__ADS_2