
Keempat pemuda itu pun melanjutkan perjalanan mereka, menapaki pasir gurun yang kering dan tandus. Teriknya matahari gurun mulai membakar kulit mereka. Namun, keempat orang itu tampak tak memedulikannya sama sekali. Mereka terus bergerak maju. Matahari semakin meninggi. Sesekali angin gurun yang kencang menyapu pasir-pasir bagaikan seorang office boy, berdesir pelan seolah mengiringi gerakan perlahan dari awan-awan berwarna putih bersih yang mendampingi Sang Surya di langit. Hal itu membuat Gen, Yuto, Hinatsu, dan Yuuratsu sesekali harus menutup wajah mereka menggunakan lengan dan tangan, melindunginya dari pasir-pasir gurun yang tersapu oleh angin.
Mendadak, sesosok tengkorak dengan wajah bagian atas yang ditutupi oleh topeng besi berhiaskan kristal hitam legam dan ujung trisula muncul di hadapan mereka. Sembari menyibakkan jubah hitam kelam yang ia kenakan, tengkorak hidup itu menyeringai bengis. Sepasang mata merah menyala miliknya mengintip dari balik topeng, tampak sangat buas dan bengis, seolah-olah siap untuk mencabik-cabik keempat orang yang berada di hadapannya saat ini.
"Jenderal Crallion!!" seru Hinatsu dengan wajah yang menyiratkan kepanikan.
"Jenderal? Lalu mengapa dia tidak muncul bersama pasukan?" sahut Yuto.
Tawa jahat Jenderal Crallion terlontar, menggema ke segala arah. "HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! JENDERAL HANYALAH PANGKATKU. AKU LEBIH SUKA BERTARUNG TANPA PASUKAN, MEREKA HANYA AKAN MENJADI BEBAN BAGIKU. IZINKAN AKU MEMPERKENALKAN DIRI. AKULAH SANG JENDERAL TERKUAT KEDUA, YURATAILER CRALLION."
"Yuratailer ... Crallion?!" ujar Gen dengan wajah tak percaya. "Jenderal legendaris yang pernah membunuh seratus pejuang revolusioner kelas atas?!"
"Dia benar-benar ... berbahaya!!" sahut Yuuratsu dengan wajah serius.
__ADS_1
"Perkenalannya sudah cukup," ujar Jenderal Crallion. "Sekaranglah waktunya untuk menghabisi kalian semua!! Satanic Soul Matrix!!!"
"E-Elemen Soul?!" Yuto terperanjat.
Mendadak, arwah-arwah yang tampak seperti setan muncul di sekitar Jenderal Crallion dan mengelilinginya, kemudian terserap masuk ke dalam tubuhnya. Tubuh Jenderal Crallion kini diselubungi sebuah bola energi berwarna merah darah yang berwujud mirip kepala setan.
"Matilah kalian!!" seru Jenderal Crallion sembari menapakkan kakinya ke pasir gurun yang kering, mengakibatkan retakan di pasir tandus tersebut, kemudian melesat secepat kilat ke arah Gen, Hinatsu, Yuuratsu, dan Yuto.
Dengan sigap, Hinatsu pun mengeluarkan pedang kembarnya dari sarung, menciptakan suara gesekan antar logam, kemudian bergegas menahan serangan Jenderal Crallion. Setelah beradu senjata selama beberapa saat, Jenderal Crallion melompat mundur. Sebuah batang pohon yang diselimuti aura merah darah mendadak muncul dari dalam mulutnya, kemudian membentuk cabang-cabang serta ranting-ranting setajam belati. "Kalian lihat? Inilah Eternal Tree!!"
"Gen!! Yuto!! Aktifkan energi COAR!!!" perintah Hinatsu sembari menoleh ke arah kedua pemuda itu. "Cepat!!!"
"B-Baik!!"
__ADS_1
Kedua pemuda itu mencoba berkonsentrasi dan memusatkan aliran energi, tapi sama sekali tak ada yang berubah dari wujud mereka.
"Lho? Aneh." Gen dan Yuto tampak kebingungan.
"Coba lagi!!" seru Hinatsu sembari menangkis serangan Satanic Army dari Jenderal Crallion menggunakan Sacred Flame Shield.
Kedua pemuda itu mencoba berkonsentrasi dan memusatkan aliran energi untuk yang kedua kalinya, tapi masih tak ada yang berubah dari wujud mereka.
"Lho? Aneh," ujar Gen kebingungan. "Kenapa, ya?"
"Karena aku sudah menyerap semuanya."
To be continued
__ADS_1
Hmm ..., bau-bau pengkhianatan ....