Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 45: Calamity System vs Deadly Sins


__ADS_3

Gurun Nazai, planet Karius.


"Hancurlah semuanya ... hancurlah ...," ucap Gen sembari menatap desa keduapuluh yang ia hancurkan. Desa itu kini telah hancur lebur, hanya menyisakan puing-puing yang sebentar lagi akan terbakar habis. "Semuanya ... tidak berguna .... Semuanya sampah .... Hancurlah ...."


*blaaaarrr!!!*


"Hm?" Pemuda itu menoleh ke belakangnya, menatap sumber dari suara ledakan yang nyaring tadi. Sebuah kumpulan asap yang tebal terlihat, hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri sekarang.


Seorang undead yang berpakaian layaknya jenderal dengan separuh dari tubuhnya diselimuti oleh cahaya putih kebiruan segera melesat keluar dari dalam kumpulan asap itu.


Sontak, Gen pun bergegas mengarahkan lengan kanannya ke sosok tersebut dan melontarkan serangannya. "Heavenly Light Shoot!!!"


Lengan kanan pemuda itu seketika diselimuti cahaya putih yang menyilaukan, kemudian menembakkan sekitar 50 peluru cahaya dengan kecepatan suara ke arah undead tersebut.


"Devour!!" Lengan kanan undead itu segera bersinar putih kebiruan, kemudian memakan habis peluru-peluru cahaya itu.


"Omni-Conqueror. Wujud dan kekuatan itu ... milik dewa sampah itu, bukan?" ujar Gen. "Jadi kau menemuiku untuk membalaskan dendamnya?"


"Tidak, pejuang revolusioner," sahut Jenderal Tertinggi Pythius sembari menyiapkan kuda-kuda bertarungnya. "Aku datang ... untuk menyadarkanmu dan mengembalikanmu ke jalan kebenaran!!!"


Gen mendecih kesal. Sembari menyiapkan serangan Seven Deadly Sins, ia membentak: "Jangan bicara seolah-olah kau adalah kesatria!!!"

__ADS_1


"Pentagram of System!!!" Jenderal Tertinggi Pythius berseru sembari memunculkan pentagon berwarna kebiruan dengan lambang system tepat di tengah-tengahnya untuk melindunginya dari serangan tersebut.


"Mustahil ...," ucap Gen tak percaya. "Seharusnya ... kekuatan itu tidak sekuat ini ...."


"Kau tahu alasannya?" tanya Jenderal Tertinggi Pythius sembari tersenyum, seolah-olah dia telah menang. "Aku mengumpulkan sisa-sisa dari Energy Core Pillar yang kau hancurkan di kota Fuzar, Dozar, dan Suizar."


"Bukankah seharusnya mereka sudah habis terbakar?" ujar Gen.


"Kau lupa? Energi system itu abadi," sahut sang jenderal.


"Menarik ... tapi sayangnya itu tidak akan bisa mengalahkanku. Usahamu sia-sia!!!" ujar pemuda berambut keemasan itu sembari mengubah wujudnya menjadi Silverknight PosiNega Form.


"Omong kosong!!!" seru Gen sembari mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan memunculkan berpuluh-puluh meteor besar berwarna merah darah di langit. "Wrath Armageddon!!!"


Dengan sigap, Jenderal Tertinggi Pythius mengarahkan tangannya ke langit."Delete!!!"


Setelah seruan itu terlontar, secara ajaib meteor-meteor merah tersebut lenyap.


"Kekuatan system, ya?" ujar Gen sembari tersenyum, merasa tertantang. "Memang hebat, tapi seharusnya itu akan menguras tenagamu!!! Kau takkan bisa menggunakan jurus itu untuk kedua kalinya dalam jangka waktu yang singkat!!!" Lengan kanan pemuda itu seketika berubah menjadi ular ungu raksasa tanpa mata, Gluttony Snake. Bedanya, yang satu ini berukuran amat besar. Ular raksasa itu segera melesat dengan kecepatan suara menuju tubuh Jenderal Pythius.


"Makan dia!!!"

__ADS_1


"Pentagram of System!!!" Sekali lagi, sang jenderal menggunakan pentagon system itu untuk melindungi diri. Namun, sial bagi dirinya, Gigantic Gluttony Snake dengan mudah memakan habis pentagon itu.


"Kumakan kau!!!" seru Gen.


Berkat gerak refleksnya yang luar biasa, jenderal tersebut berhasil menghindari serangan sang ular. Ular raksasa itu menabrak lantai pasir, mengakibatkan retakan yang kemudian menjalar ke mana-mana dan membelah lapisan pasir di sana, mengakibatkan fondasi gurun tenggelam ke dalam lubang-lubang yang menganga akibat patahan. Gen segera membentangkan sayap putihnya yang lebar dan menghindari retakan serta patahan. Jenderal Tertinggi Pythius juga melakukan hal yang sama.


"Akan sangat berbahaya kalau pertarungan ini dilanjutkan di sini. Planet ini bisa hancur!!" batin Jenderal Pythius sembari menatap retakan-retakan dan patahan-patahan yang merekah. "Akan lebih baik kalau pertarungan ini dilanjutkan di luar angkasa!!!"


Jenderal itu segera mengubah wujudnya menjadi komet putih, kemudian mendorong Gen dengan kecepatan suara ke luar tata surya.


"Uph!!" Pemuda berambut keemasan itu tercekat, terkejut akan kekuatan Jenderal Tertinggi Pythius yang amat besar.


"Jangan menghalangiku!!!" Gen mendorong Jenderal Tertinggi Pythius hingga terhempas ke tata surya lain dan menghancurkan sebuah planet tak berpenghuni.


Sembari berdecak kesal, Jenderal Pythius menjauh dari tata surya itu dengan kecepatan layaknya Sang Cahaya. Wujudnya mulai berubah menjadi sosok berwarna putih kebiruan dengan mata keemasan yang tampak membara, bagaikan api berukuran raksasa yang berkobar. Ukurannya sama dengan planet Jupiter, memiliki lambang system berupa matahari biru di dadanya, dan tiga puluh lima pasang sayap berwarna putih bersih terpasang di punggungnya. Masing-masing sayap berukuran sama dengan benua Asia, mungkin sedikit lebih besar.


"True Omni-Conqueror Form, ya?" ujar Gen. "Kalau begitu, aku juga!!"


To be continued


Siapa yaa kira-kira yang akan menang? Nantikan di chapter selanjutnya ^^ Jangan lupa rate, vote, dan commentnya yaaa ....

__ADS_1


__ADS_2