
"Wah, wah. Drama yang bagus." Mendadak, Yuuratsu muncul tepat di hadapan Gen. "Sayang sekali, dia memilih untuk mati secara konyol."
"B*jingan!!!" seru Gen. "Bagaimana bisa kau masih hidup?!"
"Tentu saja. Yang tewas bersama adikmu dan Jenderal Crallion tadi hanyalah clone-ku. ADIKMU MATI SECARA SIA-SIA. DIA MEMANG BODOH, SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI AKAL. SAMA SAJA DENGAN PACARMU ITU. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!" Yuuratsu tertawa terbahak-bahak, sementara kerutan di kening Gen semakin terlihat. Ia menggigit bibirnya, mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Gigi-giginya bergemeletuk penuh kemarahan.
"B*JINGAAAANNN!!!" seru Gen sembari berlari ke arah Yuuratsu. Namun, aksi gegabahnya itu segera dihentikan oleh dorongan energi Seven Deadly Sins dari Yuuratsu.
"Sialan ...." Tubuh Gen kini terbaring di atas lapisan pasir yang kasar dan kering. Ia menatap sang pengkhianat dengan tatapan buas dan marah.
"Sadarlah, bocah. Level kita sudah berbeda sekarang," sahut Yuuratsu sembari meletakkan kakinya di atas kepala Gen. "KAU SEKARANG LEBIH LEMAH DARI SERANGGA. Ratapilah keputusanmu yang bodoh dan matilah perlahan-lahan seperti serangga, PAHLAWAN. HAHAHAHAHAHAHAHA!!!" Tepat setelah Yuuratsu mengakhiri tawanya, ia lenyap tanpa jejak, hanya menyisakan kabut tebal berwarna hitam legam.
Gen mengepalkan kedua tangannya sekali lagi. Kedua matanya tampak buas dan liar, dipenuhi oleh kebencian dan nafsu membunuh. "B-B*jingan ...."
"AKAN KUBUNUH DIA!!! PASTI AKAN KUBUNUH!!!" Gen berteriak dengan penuh kebencian. Partikel-partikel hitam dan keemasan mulai muncul dan mengitari tubuhnya. "B*JINGAN!!! B*JINGAN!!! AAAAARRRGGHHH!!! AKAN KUBUNUH SEMUANYA!!! AKAN KUBUNUH SEMUANYA!!!"
Partikel-partikel itu segera terserap ke dalam tubuh Gen, menjelma menjadi sebuah armor kesatria berwarna kelabu lengkap dengan ketopongnya. Tanduk iblis kembar beserta lambang matahari hitam dan emas menghiasi lubang mata dari ketopong tersebut. Aura hitam dan emas menyeruak, menyelimuti daerah sekitarnya.
"AAAAAAAAAAAAAAAARRRRRGGGHHH!!!"
__ADS_1
"Silverknight PosiNega Form, Active."
"Gggrrrhhh ... akan kubunuh ...."
"Bunuh semuanya ... bunuh semuanya ...."
Sepasang sayap malaikat terpasang di punggung Gen, kemudian pemuda itu melesat secepat kilat menuju langit. Fondasi dari lapisan pasir yang ia tapaki tadi mulai retak, dan akhirnya terbelah, mengakibatkan gempa bumi yang dahsyat.
"Akan kubunuh ... semuanya ...."
----------------------------------------------------------------
*Zap!!!*
Mendadak, Gen muncul di depan Yuuratsu yang tengah berjalan pulang ke kota Rainzar seusai melaksanakan suatu misi. Sembari menggeram penuh kebencian, ia menatap Yuuratsu dengan tatapan maut.
"Siapa kau? Jangan menghalangi jalanku!!" seru Yuuratsu dengan ketus.
"Wah ... wah .... Kita baru saja bertemu seminggu yang lalu, dan kau sudah melupakanku?"
__ADS_1
"Suara itu ...." Yuuratsu terbelalak. "Kau ...."
"Ya," sahut Gen. "Akulah Gen, si pemuda berambut emas yang kau khianati, dan aku datang untuk membunuhmu ... demi membalaskan dendam yang membara di hatiku."
Yuuratsu tersenyum seolah menantang. "Hmph, jadi kau mendapatkan form baru? Sayangnya, kurasa pertarungan kita akan berakhir sama seperti waktu itu."
"Jangan meremehkanku," ujar Gen. "Kali ini akan kupastikan ... kau benar-benar kuhabisi!!"
Yuuratsu tersenyum mengejek. "Terdengar menyenang-"
*traakk!!!*
Sebelum Yuuratsu sempat menyelesaikan ucapannya, Gen telah lebih dulu mengeluarkan sebilah pedang berwarna keemasan dan menyerangnya. Namun, dengan sigap pemuda cyborg itu menggunakan Wrath Shield untuk menangkis serangan Gen.
"Hei, kekuatan dan kecepatanmu meningkat drastis ...."
"Jangan memujiku!!" seru Gen dengan nada yang dingin dan terdengar dipenuhi oleh emosi. Ia bergegas menghancurkanWrath Shield itu dan menyabetkan pedangnya ke arah dada Yuuratsu, bersiap untuk membunuhnya. Namun, dengan sigap Yuuratsu melesat secepat kilat ke belakang untuk menghindari serangan itu.
"Baiklah jika kau memaksa," ujar Yuuratsu. "Tampaknya, aku harus menggunakan wujud itu. Kuperingatkan, kau yang memaksaku melakukan ini. Jangan menyalahkanku jika kau terbunuh.”
__ADS_1
To be continued