Legenda Dewa Multiversal Kembar

Legenda Dewa Multiversal Kembar
Chapter 23: Di Gerbang Masuk Desa Ragrius


__ADS_3

Perhatian kedua penjaga gerbang segera teralihkan oleh sosok Gen, Yuto, dan Hinatsu. Senyum ramah mulai terukir di wajah mereka.


"Ah, Nona Hinatsu. Kami senang anda kembali dengan selamat," ucap salah seorang penjaga gerbang.


"Tentu saja. Seorang Hinatsu tidak mungkin kembali dari medan pertempuran dengan babak belur." Hinatsu berucap dengan penuh kesombongan sembari mengangkat kepalanya.


"Hei, hei. Orang angkuh akan jatuh. Ingat itu." Penjaga gerbang yang satu lagi menimpali.


"Ngomong-ngomong, apa mereka berdua pejuang revolusioner yang anda selamatkan?"


"Tentu saja."


"Namaku Yuto. Salam kenal." Yuto berucap dengan wajah tanpa ekspresi. Ia telah kembali menjadi Yuto yang semula. Tanpa ekspresi, dingin, selalu berwajah datar, bagaikan sebuah boneka tali. Ia telah kembali menjadi Yuto sang robot humanoid.


"Ayolah, Yuto. Jangan bersikap dingin seperti itu," ucap Hinatsu.


"Namaku Gen. Salam kenal," ucap Gen dengan senyum ramah terukir di wajahnya. Dalam hal-hal berbau sosial, tampaknya Gen lebih handal daripada Yuto.


"Begitu. Salam kenal," sahut salah seorang penjaga.

__ADS_1


"Salam kenal." Penjaga yang satu lagi turut menyahuti. "Omong-omong, apakah pejuang yang ada di penjara saat itu hanya mereka, Nona Hinatsu?"


"Ya," sahut Hinatsu. "Berdasarkan pengamatanku, yang lainnya adalah prajurit Dewa Magus yang berkhianat, yang belum tentu berada di pihak yang sama dengan kita. Barangkali pejuang revolusioner yang lainnya telah dihukum mati."


"Omong-omong ...." Penjaga itu mendekatkan wajahnya ke wajah Hinatsu dengan ekspresi yang terlihat penasaran sekaligus menyebalkan. "Nona suka yang mana? Yang berambut keemasan atau yang berambut hitam? Yang mana yang anda incar?" bisik sang penjaga.


Dengan segera, tinju Hinatsu pun mendarat di ketopong sang penjaga, mengakibatkan penjaga itu melangkah mundur ke belakang sembari melepas ketopongnya dan mengelus kepalanya yang benjol. "Bukan begitu!!!" Hinatsu berseru dengan tatapan layaknya iblis, membuat sang penjaga bergidik ngeri. "Aku hanya bercanda. Jangan kasar begitu, nona."


"Uuuu ... sial .... Meski sudah mengenakan ketopong, tetap saja pukulannya terasa sakit. Nona Hinatsu benar-benar wanita yang menyeramkan," batin sang penjaga.


"M-Maaf atas kelakuan rekan saya. Kalian pasti lelah. Silakan masuk dan beristirahat. Maaf telah menunda perjalanan kalian." Penjaga satu lagi berucap dengan keringat dingin mengaliri sekujur tubuhnya.


"Ba-Baik ...." Gen dan Yuto menyahut bersamaan dengan keringat dingin mengaliri sekujur tubuh mereka, kemudian segera melangkah mengikuti Hinatsu.


"Sial .... Dia benar-benar menyeramkan ...."


To be continued


Author: Wkwkwkwk, kasian bener si penjaga gerbang 🤣

__ADS_1


Penjaga gerbang: author sialan anda, suka sekali menyiksa chara hanya demi komedi :”v


Author: Bomat, biar ratingnya tinggi. Weeee :p


Author: Terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk membaca karya saya ini. Jangan lupa tinggalkan jejak kunjungan kalian yaa ^^


Gen: Kek gini thor? 👣👣


Author: BUKAN GITU BUDJANK!!!


Gen: Wkwkwkwk, maap thor. Kabur ah :v *langsung lari secepat flash*


Author: Jangan lari lu budjank!!!


Yuto: Suka ngisengin orang tapi giliran diisengin marah -_- Dasar si author.


Penjaga gerbang: Kenapa nih novel lebih banyak parodinya daripada scene dari main storynya, ya? -_-


Hinatsu: Eh, bentar, bentar. Terus ini yang mau outro siapa?

__ADS_1


__ADS_2