
"Aku ingin ...."
Untuk beberapa saat, Yuto merasa seolah-olah waktu berjalan sepuluh kali lipat lebih lambat.
"Lengan kananmu."
"Ukh!!" Yuto terperanjat.
"Lengan kanan?! Apa ini artinya aku akan hidup dengan satu lengan seumur hidupku?!"
Sempat terpikir di benak Yuto untuk membatalkan kontraknya itu. Namun, wajah-wajah keluarganya dan rekan-rekannya melintas di benaknya. Jika ia menyerah sekarang dan menyerahkan diri, dua ace dari Penyihir Revolusioner akan lenyap. Ini artinya akhir bagi kelompok Penyihir Revolusioner, dan tirani Dewa Magus akan kembali menguasai seluruh semesta.
Yuto pun memberanikan dirinya. Ia menenggak ludah sekali lagi. “Ini ... demi Multiverse Magusian!!" Ia berusaha menyemangati hatinya yang kecut.
"Baiklah ... aku setuju!! Ambil saja lengan kananku, tapi biarkan aku menggunakan kekuatan kalian secara maksimal!!" ujar Yuto dengan suara lantang.
__ADS_1
"Hooo ... keberanian yang menarik ...," ucap Envious.
"Kau benar-benar pemuda yang menarik ...." Greed menimpali.
Sementara itu, di ruang serba putih, Gen juga tengah mengajukan kontrak dengan Seven Crests of Heaven.
"Tolonglah!! Biarkan aku menggunakan kekuatan kalian secara maksimal!! Kerahkan semua kekuatan yang kalian punya!!" Gen memohon dengan sangat sembari menundukkan kepalanya.
"Kami bisa, tapi ada aturan yang melarang kami untuk mengizinkan True Power diaktifkan, kecuali ada sesuatu yang dikorbankan," ujar Courage.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengorbankan separuh dari usiaku!!"
"Ya," sahut Gen dengan mantap. "Aku rela menyerahkan separuh umurku yang berharga, asal aku bisa melindungi multiverse ini ... dan orang-orang yang kusayangi!!"
Courage tersenyum senang. "Aku terkesan dengan keberanianmu, anak muda," ucapnya.
__ADS_1
"Bagaimana, kak Light dan kak Hope? Kalianlah pemimpin di sini, hanya kalian yang boleh memutuskan," ucap Knowledge sembari membenarkan letak kacamata berbingkai hitam yang ia kenakan.
"Kita terima kontraknya," sahut Hope, sang pemuda berambut keemasan.
"Ya," sahut Light, sang wanita berambut pirang panjang yang dibiarkan tergerai bebas.
"Baiklah, kalau begitu, mari kita mulai!!" seru Courage.
Cahaya putih bersih mulai terpancar dari tubuh Seven Crests of Heaven dan cahaya hitam pekat mulai terpancar dari tubuhSeven Deadly Sins , perlahan terserap ke dalam tubuh Gen dan Yuto. Pada saat itu juga, lengan kanan Yuto hancur menjadi debu berwarna hitam legam dan usia Gen memendek menjadi separuh dari semula. Pemuda berambut hitam legam itu pun menjerit kesakitan. Namun, akhirnya ia berhasil menguasai rasa sakit itu.
Mereka kembali membuka mata. Lingkaran sihir berbentuk lambang matahari khas Mesir Kuno dengan warna putih bersih dan hitam legam muncul di belakang punggung mereka. Sisi wajah kanan Yuto yang tadinya berwajah manusia berganti menjadi wajah tengkorak dengan cahaya merah menyala mengisi rongga mata. Armor berwarna ungu gelap terpasang di tubuhnya. Sementara sisi kanan wajah Gen tergantikan oleh wajah seorang pemuda berambut seputih salju dengan bola mata keemasan. Armor berwarna kuning keemasan terpasang di tubuhnya, dan jubah hitam legam yang ia kenakan digantikan oleh jubah berwarna putih bersih.
Cahaya putih yang menyilaukan dan cahaya hitam yang amat pekat menyelimuti tubuh Gen dan Yuto.
"Mustahil!! Mereka benar-benar mengaktifkan True Power dari energi positif dan negatif CoAR?!" Hina terperanjat.
__ADS_1
"Kedua pemuda itu ... rupanya mereka tidak main-main dalam menggunakan kekuatan CoAR!!" ucap sang pemuda berambut ungu dengan kagum sembari bertengger di bahu mecha miliknya, KENBlade. Ia tersenyum penuh semangat. "Hmph ..., lumayan juga."
To be continued