
Seperti biasa Konselir Rodriguez berjalan-jalan di sore hari. Dia senang memeriksa tetangganya untuk menambah penderitaan mereka.
"Bagaimana kabarmu, Hans?"
"Baik, Konselir."
“Apa buah yang paling segar hari ini?”
"Yang ini. Silakan dicicipi. Stroberi ini baru di panen, tuan Konselir.”
"Terima kasih." Wajah Konselir Rodriguez terlihat berseri-seri. Padahal, dia belum sempat mengganggu orang lain yang ia inginkan sore ini. Alasannya adalah dirinya sedang gembira dengan publikasi bukunya yang baru-baru ini ia tulis.
Ketika dia kembali ke rumah, pelayannya yang bertugas untuk merawat manor tengah menunggu di depan pintu masuk untuk menyambutnya. Dia berbicara santai dengan pelayannya yang mendedikasikan diri untuk keluarga Rodriguez selama beberapa dekade.
“Bagaimana jalan-jalanmu, tuan konselir?”
"Baik. Baik sekali. Hari-hari ini serasa bebas dari masalah dan pertikaian."
"Senang mendengarnya, tuan konselir. Ngomong-omong, apakah tuan keberatan jika aku mengajukan peetanyaan?"
"Katakan saja, William."
"Ini tentang tuan muda yang memahat patung di depan rumah waktu itu, konselir."
"Oh, anak itu!"
"Apakah dia menemukan apa yang dia cari?"
Rodriguez tertawa kecil. “Tidak akan semudah itu.”
“Lalu?”
“Tidak mungkin! Dia tidak bisa menemukan tempat itu, dan bahkan jika dia menemukannya, melawan semua rintangan-”
“… ”
"Dia akan menyesal sekalipun ia berhasil mendapatkan profesinya. Ku ku ku hahahaha!" Rodriguez tertawa seperti orang gila.
...* * *...
Hal pertama yang Weed lakukan saat dia sendirian adalah memeriksa ulang armor dan inventorynya, "24 gold dan 30 silver."
Daripada menerima bagian drop item yang anak buahnya kumpulkan dari berburu kobold dan goblin, yang sebagian besar merupakan equipment jelek, dan logam mentah, Weed lebih memilih uang tunai.
“Pendapatannya tidak terlalu buruk, dan--”
Sebulan terakhir, Weed telah meningkatkan skillnya dengan pesat. Skill cookingnya mencapai level 6, dan skill repair mencapai level 4. Skill repair sangat berguna sehingga beberapa player terdorong untuk mempelajarinya, sayangnya skill cooking hampir punah, kecuali untuk koki profesional.
Skill perban milik Weed, sekarang level 4, membuatnya bisa menyembuhkan luka kecil hanya dengan menggulung kain kasa dua kali. Namun yang paling pesat dalam hal kenaikan adalah levelnya.
Dia merasa ingin tertawa.
Snifff!
Akan tetapi, yang membuat Weed jengkel, Arse sering merengek dengan suara yang tak enak di dengar. Dia tidak punya pilihan selain merawat keledai yang di pinjamkan jendral Midvale. Keledai itu memang tidak berguna sekarang, tapi Weed harus mengembalikannya dengan selamat ke kandang kuda kerajaan.
'Dungeon Litvart. Tak ada dungeon lain dengan nama yang sama telah ditemukan sampai sekarang. Tempat ini sudah benar.' Weed memandang jauh ke dedalaman hutan.
'Ini pasti trik konselir.'
Yakin bahwa ada sesuatu di baliknya, Weed melakukan yang terbaik untuk menganalisis tujuan quest dari pandangan yang berbeda.
'Pasti tersembunyi di suatu tempat di dungeon, yang belum tersentuh oleh siapapun, ruang rahasia.'
Weed mulai menelusuri mulai dari lantai pertama sampai lantai kelima. Untuk profesi ranger dan adventurer, yang memiliki banyak statistik dan skill observasi, tentu lebih mudah untuk menemukan pintu masuk yang tersembunyi.
Namun Weed hanya bisa melakukan hal-hal dasar, mengandalkan penglihatan normal dan meraba seluruh area yang mencurigakan untuk mencari "ruang rahasia". Paling tidak ada 20 player di tiap lantai dungeon Litvart. Sambil berburu monster, mereka berkomentar tentang Weed, yang bertingkah aneh.
"Apa yang dilakukan orang itu?"
“Sepertinya dia mencari sebuah pintu rahasia. Kalau tidak, apalagi alasannya meraba dinding batu seperti itu?"
“Puhaha, dasar bodoh. Dungeon ini tidak memiliki ruang rahasia."
"Ini dungeon pertama yang ditemukan saat Rosenheim ditemukan beberapa bulan lalu. Ribuan petualang pernah pergi ke sini. Dia mencoba bertaruh."
"Dasar orang gila."
Mereka secara terbuka menertawakan Weed, karena mereka iri dengannya yang dengan mudah berburu di dungeon dengan bantuan 30 prajurit NPC, tidak mengherankan kalau dia menjadi target kecemburuan.
“Untuk berjaga-jaga--”
“Hati-hati, jangan sampai dia tahu kita mengikutinya.”
Beberapa player mengikuti Weed diam-diam, mengira bahwa dia mungkin telah mendengar informasi berharga dari prajurit NPC saat quest berlangsung. bisa jadi dia mendapat quest spesial. Jika benar, mereka bahkan berpikiran untuk memaksa Weed membagi questnya.
Di mata mereka, orang gila ini adalah archer level rendah, dan tak punya skill pertempuran jarak dekat. Hanya bisa melakukan pekerjaan kasar untuk para prajurit dan menempel pada mereka seperti parasit.
Namun, setelah seminggu berlalu tanpa ada kejadian, para player yang mengikuti Weed mwrasa jengkel karena merasa telah membuang waktu sia-sia dengan mengikutinya. Weed benar-benar terobsesi menjelajahi dungeon, jadi mereka meninggalkannya.
"Orang sinting!"
“Sial! Aku telah menyia-nyiakan waktuku.”
Bahkan setelah mereka meninggalkannya sendirian, Weed masih melanjutkan kegiatannya.
'Pasti ada sesuatu.'
Banyak adventurer telah selesai membuat peta di seluruh daerah ini, dan yakin bahwa tidak ada lagi yang tersisa. Ini juga lah yang diberitahukan pada Weed. Faktanya, ia sudah melakukan pencarian ketika masih berburu kobold dan goblin, namun gagal untuk menemukan sesuatu yang berarti. Tetap saja, Weed yakin bahwa ia akan menemukan sesuatu nanti.
'Adventurer ternama dari seluruh benua pernah menjelajahi tempat ini. Terus kenapa? Kalian salah, aku yang benar.'
Dungeon Litvart adalah tempat yang sangat luas. Berjalan-jalan dengan harapan besar untuk menemukan tempat rahasia seperti harapan sejauh jarak antara bumi dan Andromeda.
Meskipun para adventuer lebih baik dalam skill observasi, suatu perbuatan bisa membuat perbedaan.bWeed dengan sabar meraba dinding untuk mencari petunjuk.
Snifff!
Arse menatap Weed dengan jijik. Dia telah membawa keledai itu bersamanya kedalam dungeon karena tak ada orang lain yang dapat menjaganya, namun ia merasa pusing oleh binatang yang tidak mau diatur itu.
"Aku harus memberinya pelajaran."
Weed membawa Arse ke tempat berkumpulnya goblin secara sengaja, satu goblin warrior dan tiga goblin raider. Begitu mereka melihat Weed, mereka langsung menyerangnya. Dia melangkah maju seolah-olah akan melindungi keledai dadi depan dan bertarung melawan goblin, sambil berteriak, "Ya Tuhan! Aku tidak mau mati!"
Tombak goblin warrior melayang ke arah Weed namun hanya menyerempetnya, mengeluarkan sedikit darah dari kulitnya.
"Jika- jika aku terbunuh sekarang, apa yang akan terjadi pada Arseku tersayang." Para goblin terusnmenyerang Weed.
"Tidak! Aku akan bertahan disini untuk melindungi Arse! Sini kau, monster jelek! Langkahi dulu mayatku sebelum kau bisa menyentuhnya dengan jari-jari kotormu!"
Weed beraksi seperti seorang knight pemberani yang melindungi orang-orang lemah dengan resiko kematian. Namun, ketika dia menoleh kebelakang, dia melihat keledai itu tengah menguap dan bermain dengan kerikil di tanah. Juga binatang itu telah siap untuk lari ke keluar dungeon kalau-kalau pemiliknya mati.
"Kurang ajar kau!"
Weed merasa malu melihatnya. Untuk apa membodohi diri sendiri hanya untuk memenangkan hati seekor keledai?
Slashhh!
Weed membunuh para goblin dalam sekali tebas. Dia tergoda untuk memenggal kepala keledai itu sekalian, tapi kehilangan kepercayaan jendral adalah risiko yang terlalu besar.
Snifff!
Arse menatap Weed dengan malas, seolah mengatakan mengapa ia harus memperlihatkan adegan berdarah padahal dia bisa menyelesaikannya dengan sekali tebas.
'Wah. Aku merasa bodoh berakting seperti itu. Sabar, sabar.'
Weed kembali menjelajahi dungeon.
Tiga hari kemudian, di hari kesepuluh pencarian, ia menemukan sebuah lubang di pojokan gelap di lantai keempat dimana goblin raider beregenerasi.
Lubang itu terletak 10 meter lebih dalam dari tempat regenerasi. Bahkan ranger yang paling berhati-hati pun tak akan menemukannya. Dibawah sebuah batu besar yang menonjol keluar, lubang itu tertutup bayangan, tersembunyi dari pandangan manusia.
__ADS_1
'Apakah ada orang di sana?'
Sambil melihat sekitar, Weed memastikan tidak ada orang lain yang mengikutinya. Orang yang telah mengikutinya selama seminggu telah pergi, namun kewaspadaan yang berlebih tidak akan merugikan. Jika lubang ini adalah yang Weed cari selama ini, maka dia akan menjadi orang pertama yang menemukannya, dan dia tak ingin membagi penghargaannya dengan orang lain.
Untuk player pertama yang menemukan area tersembunyi, hadiahnya benar-benar besar. Dia mendapat fame, juga doble EXP dan persentase drop item yang lebih tinggi selama seminggu setelah penemuannya.
Weed merayap di lubang itu dengan hati-hati. Jalurnya cukup sempit hingga tampak seperti jurang di antara bebatuan, dan bagian dalamnya melebar sedikit demi sedikit. Lalu dia sampai di jalur yang bisa membuatnya bergerak dengan nyaman. Bau busuk yang lembab menusuk hidungnya.
Secara sigap, dia bersiap untuk bertempur. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi dia memegang erat pedang besi di tangan kanan, sedangkan potion dan perban di tangan kiri.
'Majulah!'
Di sepanjang gua ada beberapa cabang. Dia memilih jalur yang kiri dan memasukinya, dan menemukan hewan kaki seribu raksasa di jalan buntu.
“Apa-apaan- monster apa ini? Aku belum pernah melihat cacing yang--”
Sebelum Weed menyelesaikan kata-katanya, keadaan disekitarnya mengalami perubahan drastis. Sesuatu yang dia pikir sebagai tanah yang gelap, ternyata adalah hewan kaki seribu yang berukuran sebesar jari kelingking.
Squirm!
Layaknya nabi Musa membelah Laut Merah, para serangga itu menyebar lalu kembali untuk menyerang Weed, merayap secara bersamaan.
"Apa-apaan! Kurang ajar!" Weed mengayunkan iron sword seperti kincir angin yang berputar kencang. Ia dikerumuni oleh serangga yang menggeliat menggigiti kulitnya.
Serangga kecil itu hampir tidak berbahaya karena memiliki serangan yang lemah, tapi cacing besar di depan sana seperti ratu menelurkan mereka lebih cepat daripada Weed yang sedang membasmi mereka. Dia benar-benar merindukan anak buahnya dalam quest ekspedisi.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini lebih cepat jika saja mereka ada disini."
Tiba-tiba, ratu menyemburkan asap berwarna hijau. Layaknya tinta hitam yang diteteskan ke air yang bening, asap itu perlahan-lahan menyebar di tempat yang sempit itu, dan pada akhirnya mencapai dimana Weed berada.
Saat dia menghirupnya.
Anda telah terkena racun!
Hp berkurang!
Weed terkejut setelah memeriksa stat window, ia tertawa semu.
HP berkurang satu poin per detik!
“Sial! Aku tidak punya penawarnya! Jika ini terus berlanjut--”
Karena terlalu putus asa Weed mengabaikan serangga kecil itu, berlari menuju ratu dan menebasnya dengan iron sword. Cangkang keras cacing ratu retak, dan cairan kuning mengalir keluar.
"Jika aku harus mati, aku akan membawamu bersamaku!"
Weed mengabaikan serangga kecil yang merayap dibadan dan menggigitnya. Entah mereka menggigitnya atau tidak, dia sudah sekarat.
Weed hanya punya dua pilihan, membunuh ratu dengan cepat dan pergi dari sana. Seolah menyadari bahwa induk mereka akan mati, para serangga kecil mengerumuni Weed secara agresif, namun iron swordnya sangat gigih. Cangkang ratu cacing sangat keras, sehingga sekalipun bagian luarnya retak, cacing itu masih bertahan. Sementara itu, kepala Weed terasa sangat pusing.
'Aku akan mati disini. Andaikan aku memiliki skill tempur, skill? Mengapa aku tidak memikirkan itu!'
Skill yang belum pernah di pakai oleh Weed! Dia memiliki skill serang yang sangat boros mana dan tak bisa bertahan lebih dari satu detik. Mau berhasil atau gagal, situasinya sudah cukup membahayakan.
"Teknik Knife Sclupting!" Iron Sword Weed mengeluarkan cahaya putih. Pedangnya secara sementara mengalahkan pertahanan musuh.
Crack!
Akhirnya, cangkang ratu cacing itu hancur berkeping-keping.
Level Up!
Weed melewatkan stat window dan berteriak lantang,
“Stat Window Quest!”
Quest Ekspedisi Dungeon Litvart [II]
Ada seratus monster yang menghuni dungeon Litvart. Bunuh semua monster yang ada tanpa sisa, dan buktikan diri Anda layak untuk profesi yang terhormat. Penyelesaian quest ini akan membuka jalan yang benar untuk takdir Anda.
Tingkat Kesulitan: Tidak Diketahui
Syarat Quest: Tidak Ada
Meskipun dia terkena racun dan dalam kondisi sekarat, Weed menyeringai puas, "Aku berhasil!"
Weed akhirnya menemukan jawaban quest dari Konselir, untuk mendapatkan profesi. Jawabannya adalah ratu cacing di tempat tersembunyi dalam dengeon litvart.
"Aku harus menyembuhkan racun ini dulu."
Sambil dikejar serangga-serangga kecil, Weed tergesa-gesa meninggalkan dungeon. Ketika ia melihat para serangga tak dapat menyeberangi batas akhir dungeon, dia mulai berjalan perlahan menuju permukaan dengan keledainya.
Ketika seorang player keracunan, wajahnya akan menghitam. Weed menghindari kontak dengan player lain untuk menyembunyikan fakta bahwa dia sedang keracunan. dia mengisi ulang HP nya sedikit demi sedikit dengan mengkonsumsi potion dan memakan makanan yang telah ia masak sebelumnya. Jika ia mau, ia pasti bisa menemukan sebuah tim yang mempunyai priest. Namun ia merasa lebih baik mati daripada minta pertolongan. Apakaah Weed terlalu sombong untuk meminta pertolongan?
"Omong kosong!"
Tidak ada monster beracun di dungeon Litvart. Baik kobold maupun goblin tidak memiliki pengetahuan tentang zat beracun, apalagi menggunakannya.
Orang yang menolongnya pasti ingin tahu dimana dan oleh siapa Weed keracunanan. Dia lebih baik mati sekali daripada memberitahu orang lain letak ruang rahasian yang dia temukan setelah perjuangan panjang. Setelah dia keluar dari dungeon dia langsung menunggangi keledainya.
"Desa. Pergi ke desa terdekat. Cepat, atau aku akan pingsan."
Snifff!
Binatang itu bahkan tidak menggerakkan satu kaki pun. Seolah menikmati kesialan orang lain, Arse berpura-pura tuli dan menggaruk tanah. Ia menggerogoti rumput seolah protes.
"Jika kamu ingin seperti itu, maka--" Kesabaran Weed sudah dia bang batas.
“Kamu tidak memberiku pilihan lain.”
Weed mengeluarkan knife scluptingnya. Arse tampak ketakutan melihat benda tajam itu, beberapa detik kemudian dia kembali tenang seolah tahu bahwa Weed hanya mengancam. Bukannya menebas Arse, Weed malah menyayat tangannya sendiri dengan pisau. Apakah ia sudah kehilangan kewarasannya sampai-sampai melukai dirinya sendiri ketika HP nya sudah sangat sedikit akibat gas beracun?
"Hoho."
Weed menyeringai licik, meski penglihatannya sudah kabur akibat kekurangan darah. Dengan keras dia mencengkram rahang keledai itu dan memaksanya untuk meminum darahnya.
“Lihat, sekarang setelah kamu meminum darahku, kamu juga keracunan. Bawa aku ke desa, atau kita berdua akan mati. Aku akan hidup kembali, tapi kau tidak akan pernah hidup lagi, mengerti?” Keledai itu akhirnya berlari kencang ke desa, meskipun kecepatannya tidak lebih cepat dari sebelumnya.
Saat sampai di desa, Weed diberi mantra penyembuh di ambang kematian. Dia membeli herb dan potion sebanyak 20 gold. Meskipun uangnya habis, dia tidak menyesal.
Weed dengan cepat kembali ke dungeon Litvart, setelah yakin tidak ada orang yang mengawasinya, dia memasuki ruang tersembunyi tempat para kaki seribu yang tadi melukainya.
Dia bahkan membawa Arse ke sana. Dia takut player lain akan mencurinya, walaupun ide untuk menyingkirkannya dengan tangan orang lain sangat menggoda. Tapi dia tidak ingin tahu apa yang akan terjadi jika dia gagal mengembalikan keledai itu ke kandang kuda kerajaan. itu prioritasnya.
"Terus ikuti aku dari belakang." Weed memerintah nya dengan mutlak.
Arse menggoyangkan ekornya dengan pasrah.
Weed mulai membantai ratu cacing. Serangga kecil memberikan EXP yang juga kecil, dan karena mereka mengerubungi Weed dari segala arah membuatnya susah untuk menghabisi mereka semua. Layaknya pepatah yang mengatakan tidak ada ahli pedang yang dapat menangkap tetesan hujan yang turun dari langit, Weed mengabaikan serangga yang menutupi seluruh lantai.
"Teknik Knife Sclupting!"
Teknik pedang rahasia dari Zahab.
Skillnya menghancurkan cangkang musuh dengan kekuatan yang langsung menghancurkan cangkangnya, menembus perlawanan dan pertahanan mereka. Kadang-kadang, Weed menemukan ratu cacing yang lebih besar, membutuhkan 2 atau 3 serangan, yang terkadang mengharuskannya beristirahat untuk mengisi ulang mana.
Dia terus keracunan dan dikeroyok oleh serangga kecil. Dengan HP yang terus berkurang, Weed selalu hampir gagal meloloskan diri dari kematian. Semakin banyak dia membunuh ratu cacing di dalam dungeon, semakin dia cemas. Siapa yang akan percaya bahwa dia melakukan quest ini agar mendapatkan sebuah profesi? Sebagian besar player sudah memilih profesi mereka bahkan sebelum mencapai level 10.
Di sisi lain, Weed sudah mencapai level 62, dan dungeon ini masih menjadi tantangan hidup dan mati untuknya. Dia hanya bisa membayangkan profesi seperti apa yang membutuhkan ujian seperti ini.
Jumlah Monster Tersisa : 1
Di hari ketuju pertempuran sengitnya, tinggal tersisa satu monster lagi untuk dibunuh.
'Ratu dari para ratu!'
Dia lima kali lebih besar dari ratu cacing lainnya. Ketika Weed memasuki ruang takhtanya tanpa persiapan, dia langsung menerima sambutan gas hijau beracun yang sangat tebal, yang telah dipersiapkan oleh ratu cacing untuknya. Biasanya Weed akan membiarkan gas beracun mengenainya, tapi sekarang dia langsung melompat kebelakang karena memiliki firasat yang tak enak.
Melt!
Serangga kecil yang tersentuh asap meleleh dalam hitungan detik.
__ADS_1
"Racun yang mengerikan." Jantung Weed berdetak lebih kencang.
Satu-satunya cara untuk menjauh dari gas beracun adalah memanah dari kejauhan. Namun panahnya tidak untuk menembus cangkang keras ratu cacing. Dia harus masuk ke dalam jangkauan gas beracun.
Ratu cacing tahu dilema Weed, dan dia menyiapkan gas beracun di mulutnya, menunggu Weed mendekat lalu menghujaninya dengan racun andalannya. Seperti seekor ular berbisa yang sedang menunggu kesempatan yang tepat. Ratu cacing dan Wed saling memandang dengan sengit.
'Dia hanya bisa menyemprotkan gas beracun yang tebal sekali saja. Jika aku bisa menghindari serangan pertamanya, serangan keduanya akan jauh lebih ringan. Serangan pertama akan menentukan segalanya.'
Mata Weed berbinar cerah ketika dia melihat harta karun yang terletak di belakang induk ulat.
"Aku tidak akan menyerah disini. Andaikan aku mempunyai seseorang yang bisa dikorbankan pada gas beracun. Eh iya, sepertinya aku sudah menemukan jawabannya."
Mata Weed menyipit, dari celah pandangannya terlihat Arse yang bodoh.
Punt!
Weed menendang pantat Arse dengan tiba-tiba. Arse terjembab ke depan, dan ratu cacing secara refleks menghembuskan gas racun ke arahnya.
'Maaf, Arse. Ini sudah takdirmu. Hidup memang tidak adil, dan inilah akhir dari hubungan diantara kita.'
Weed tidak bisa duduk diam saja menyaksiakan akhir dari hewan malang itu. Saat dia yakin gas beracun yang berada di mulut ratu cacing sudah disemburkan semuanya, Weed langsung menyerangnya.
"Teknik Knife Sclupting! Double Dance!"
Weed mengayunkan pedangnya dengan liar sampai mananya habis. Menggunakan Iron sword di tangan kanan, dan knife sclupting di tangan kiri, dia merobek cangkang ratu cacing. Karena belum memiliki skill tempur yang bagus, ini adalah pilihan terbaik bagi Weed. Ratu cacing meronta-ronta, namun ukuran tubuhnya yang besar membuatnya tak bisa menghindari Weed yang sangat dekat dengan dirinya.
Moooaaan!
Ratu cacing akhirnya menutup matanya. Lalu, sebuah kunci jatuh dari badannya.
'Ini dia!'
Weed mengambil kunci itu, memasukkannya ke lubang kunci kotak harta karun dan memutarnya searah jarum jam. Dia menemukan beberapa jilid buku dan sebuah gulungan perkamen di dalam kotak.
Penerus Kaisar Legendaris!
Aku Geihar Von Arpen, kaisar pertama Benua Versailles, yang mengakhiri pertempuran abadi.
Masa-masa tua ku jauh dari memuaskan.
Tidak ada yang mengakui kesulitanku, keunggulanku!
Kenapa tidak ada yang mengerti dengan profesiku?
Mengapa semua orang menganggap rendah profesiku?
Karena prasangka mereka, orang yang berbakat menolak untuk menerima niat baikku dan menjadi penerusku.
Begitupun dengan anak-anakku.
Orang-orang menyedihkan dan tidak berperasaan!
Mereka tidak pantas menjadi penerusku.
Aku mempercayakan rahasiaku padamu.
Kaisar Geihar adalah orang pertama dan satu-satunya yang pernah memerintah sebuah kekaisaran di sejarah Bernua Versailles. Setelah kematiannya, kekaisaran terpecah-belah, lalu membentuk kerajaan yang sekarang, namun pencapaiannya telah dicatat sebagai legenda. Weed sangat senang.
"Ternyata ada juga orang yang bodoh di masa lalu. Harusnya mereka tahu. Ini adalah kesempatan yang luar biasa. Siapakah Kaisar Geihar? Dia adalah orang pertama yang menguasai seluruh benua dengan kekuatannya sendiri, dan ini adalah profesinya! Pasti sangatlah bagus, namun mereka menilainya secara dangkal."
Ding!
Profesi Tersembunyi!
Jika Anda menerimanya, Anda dapat menggunakan skill eksklusif yang berhubungan dengan profesi ini. Apakah Anda ingin menerimanya?
Weed berteriak dengan lantang, "Tentu saja!" Saat itu, avatarnya diselimuti cahaya terang.
Character Name : Weed
Guild : Netral
Level : 68
Profesi : Legendary Moonlight Sculptor
Title : Tidak Ada
Fame : 250
HP : 3460
Mana : 340
Strength : 235 +20
Agility : 200 +20
Vitality : 89 +20
Wisdom : 16 + 20
Charm : 10 + 20
Stamina : 89 + 20
Fighting Spirit : 67 + 20
Luck : 5 + 20
Leadership : 68 + 20
Art : 29 + 100
Attack : 170
Defense : 30
Magic Resistance :
Fire : 0%
Water : 0%
Earth : 0%
Black Magic : 0%
+ Semua statistik + 20 poin.
+ Stat Art ekstra + 80 poin.
+ Di saat bulan purnama, semua statistik + 30%.
+ Memungkinkan Anda untuk melengkapi item tertentu yang dikhususkan untuk profesi.
+ Memungkinkan Anda untuk mempelajari semua skill handiraft hingga tahap master.
+ Memberi efek tambahan pada item yang diproduksi atau disempurnakan.
+ Meningkatkan Kekuatan Serangan untuk teknik Knife Sclupting.
+ Mengurangi Konsumsi Mana untuk teknik Knife Sclupting.
+ Dapat mempelajari skill rahasia berdasarkan level Anda di Sculpture Mastery.
+ Meningkatkan Fame dengan membuat patung yang memiliki nilai artistik tinggi.
Weed akhirnya mendapatkan profesi yang dia perjuangkan, tetapi ketika dia melihat nama profesi barunya, dia hampir pingsan menahan malu.
"Sial!"
__ADS_1
"Legendary Moonlight Scluptor!"