Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Menyapa teman Weed!


__ADS_3

Pale, Irene, Romuna, dan Surka akhirnya bebas dari orang tua masing-masing. Karena mereka baru saja pergi ke suatu dungeon untuk menyelesaikan quest.


"Akhirnya kita bebasss!" Surka menghirup udara segar beberapa kali.


Romuna terkekeh kecil sambil merangkul bahu Irene dan Surka, "Bagaimana jika kita menghubungi Weed? Kangen tahu sama dia."


"Benar juga, aku penasaran tentang itu loh, orang-orang yang Weed ceritakan tempo hari."


"Aku akan menghubunginya." Pale mengajukan diri.


- Hei Weed, mengenai kenalan mu yang baru memulai game beberapa hari ini, kami berencana untuk bertemu dan menyapa mereka. Boleh kan?


- Boleh lah, boleh banget. Sekarang aku super duper sibuk, belum bisa membantu mereka. Jadi, akan sangat bagus jika kalian bisa menggantikan aku untuk membantu mereka.


- Tentu saja kami akan membantu sebisanya. Karena mereka adalah teman mu, maka akan menjadi teman kami juga.


- Aku sangat berterimakasih. Sekarang mereka masih di Training Hall. Selama dua minggu ini dengan giat mengayunkan pedang kayu.


Pale lalu menceritakan isi Wishper pada yang lain. Mereka tersenyum kecil saat teringat kekuatan luar biasa Weed saat melawan ribuan monster. Meskipun Weed berprofesi sebagai Scluptor, tapi harus mereka akui tidak ada orang lain yang memiliki ilmu pedang sekuat dia. Saat awal pun, mereka sangat terkejut dan hampir tidak mempercayai fakta bahwa Weed mampu melawan gerombolan monster menggunakan Skill yang cerdik.


Sekarang, mereka menduga bahwa kekuatan teman Weed tak jauh berbeda dengannya.


"Belum lama ini kita masih pemula yang polos. Aku tak menyangka, sekarang kita sudah memiliki pemahaman yang mengagumkan tentang game ini." Romuna menerawang jauh mengingat kembali masa-masa awal mereka memulai game.


"Itu karena kita menemukan rekan terbaik, Weed."


"Benar juga."


Saat sampai ke Training Hall, kelima orang itu terkejut melihat sekerumunan besar orang-orang yang memenuhinya.


Pale menghentikan seorang pejalan kaki yang kebetulan lewat, "Maaf aku ingin bertanya, sebenarnya apa yang terjadi di Training Hall? Kenapa ramai sekali?"


"Training Hall? Ohhh. Tempat itu dipenuhi oleh para pemula yang berlatih pedang."


"Begitu? Terimakasih."


Pale dan kawan-kawan mulai menghitung para pemula yang memenuhi Training Hall. Di sana ada lebih dari 500 orang yang mengayunkan pedang kayu pada orang-orangan sawah dengan timing yang tepat. Masing-masing tubuh mereka bergerak pada gerakan yang sama.


"Satu, dua, tiga!"


Setelah mengayunkan pedang, mereka berteriak kencang untuk menghitung.


"Keren!" Gumam Surka tanpa sadar.


Tatapan buas para praktisi itu berhasil mengejutkan Pale. Dia bisa merasakan sesuatu di mata para pemula itu, yang berhasil memberi tekanan yang cukup besar dalam hatinya. 'Sungguh pemandangan yang berat.'


Suasana itu membuat orang-orang yang menyaksikannya menjadi merinding. Karena kekuatan itu berasal dari 500 orang secara bersamaan. 'Sepertinya aku mengerti alasan banyak orang yang berkumpul di sini.'


Romuna menatap Pale hampir menangis karena terlalu gelisah, "Jangan bilang salah satu dari mereka adalah--" Dia tidak sanggup melanjutkan kata-kata, "Kita harus bagaimana?"


Kegelisahan itu juga di rasakan oleh Pale. Dia takut mengetahui fakta jika diantara orang-orang mengerikan ini adalah kenalan Weed.


"Bagaimana jika mereka sekelompok geng yang jahat?" Romuna menggigit jari.


"Apa maksudmu?" Surka dari tadi tidak paham situasi.


Pale berusaha menenangkan Romuna dan Irene yang sudah pucat pasi, "Jangan khawatir. Orang itu kan pemula, belum memiliki level tinggi. Kita juga tidak bisa pergi begitu saja setelah berjanji pada Weed untuk membantunya. Jadi, kita harus terus bertahan, okey?"


Irene dan Romuna berpandangan sejenak sebelum mengangguk.


"Apa maksud--" Mulut Surka melongo lebar, "Jadi, diantara mereka adalah teman Weed?!!!" Dia hampir pingsan saat Pale mengangguk.


Pale menghembuskan nafas panjang, dia menepuk bahu para gadis sejenak, lalu mendekati para praktisi yang masih sibuk mengayunkan pedang kayu, "Maaf mengganggu, apakah di antara kalian ada yang kenal Weed?"


Ketika dia selesai mengucapkan hal itu, gerakan 500 orang berhenti, mereka langsung menatapnya setajam silet.


Dag! Dig! Dug! Deg!


Jantung Pale berdegup sangat cepat dalam ketakutan. Tapi, tak lama kemudian 500 orang itu kembali mengayunkan pedang kayu untuk memukuli orang-orangan sawah.


Pale sedikit tenang, "Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi di sini. Tapi, kedatangan ku karena ingin membantu. Aku dan teman-temanku adalah teman Weed. Jadi, jangan khawatirkan apapun, kemari lah."


Shyying!


500 pedang kayu itu berhenti mendadak di atas kepala orang-orangan sawah. Lalu, 500 orang itu langsung berebutan menghampiri Pale. Secara serempak mereka berlutut sambil berteriak, "Tolong kami, roti gandum."


"Apa yang--"


"Tolong beri kami makan."


"Tungg--"


"Lapaaarrrr!!!"


"..."


...***...


Setelah satu hari di kehidupan nyata berlalu, Weed kembali terhubung dalam game, tepatnya di depan gerbang teleport. Dia langsung memeriksa Stat Window. 'Skill, turun sedikit.'


Weed mendesah panjang saat mengetahui bahwa berbagai Skill telah turun sebesar 5-7%. Sclupture Mastery yang dia sayangi telah turun sebesar 7%, Skill Cooking turun 6%. Semakin menderita lagi saat skill Handicraft, Sword Mastery, dan Repair turun 5%, skill-skill ini selalu dia tingkatkan sedikit demi sedikit.

__ADS_1


Untunglah, dia hanya kehilangan satu item senilai 1 gold saat mati.


Rahang Weed mengeras, 'Aku belum siap untuk melawan vampir-vampir itu.'


Kemudian, Weed membentang selimut, memulai kembali untuk memperbaiki equipment yang rusak.


"Repair!"


Setelah berjam-jam menghancurkan semua item dalam inventory miliknya. Barulah dia bisa mencapai tujuan yang diinginkan.


Upgrade : Repair Beginner Level 10 menjadi Intermediate Level : 1,0%!


Kemampuan Anda untuk memperbaiki kerusakan item telah meningkat, tergantung pada level skill!


Sekarang Anda bisa memulihkan kerusakan item sampai ke endurance maksimum saat melakukan perbaikan menyeluruh!


Sekarang Skill Blacksmith bisa dipelajari!


"Akhirnya." Weed melanjutkan dengan memperbaiki equipment yang akan dia pakai. Karena equipment miliknya saat ini memiliki endurance yang sangat rendah, dan dia tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli equipment baru.


"Repair!"


Jubah yang tadinya sobek di mana-mana sudah mengkilap seperti baru. Armor yang penyok di sana-sini sudah rata. Pedang yang awalnya retak dan berkarat sudah kembali ke kondisi awal.


Weed tersenyum puas, "Baiklah. Waktunya mulai."


Baru saja Weed melangkah untuk meninggalkan gua, Alveron sudah mendekatinya, "Aku akan membantumu untuk melawan para Vampir."


"Belum saatnya. Masih ada satu langkah lagi persiapan yang harus ku lakukan."


"Baiklah."


Berakhirlah, Weed pergi sendirian untuk mengintai Morata. Sekarang dia memeriksa area-area tertentu sambil menyelidiki tempat persembunyian para monster.


Pencariannya kali ini membuahkan banyak hasil yang memuaskan.


Ternyata ada banyak monster yang mendiami pedalaman Morata. Desa pesisir di huni oleh para serigala berbulu hitam. Mereka berlevel sekitar 170-an. Untungnya, kebanyakan dari para serigala itu berkeliaran sendirian. Tapi, ada juga kasus terburuk saat mereka berkelompok, jumlah mereka sekitar 100 ekor serigala sekaligus.


Meskipun sangat berbahaya, Weed dengan nekad membantai para serigala itu dibantu dengan blessing High Priest. Akhirnya, perburuan membahayakan itu membuahkan hasil yang memuaskan, EXP yang hilang telah pulih, dia juga telah mencapai level 182.


Sudut bibir Weed melengkung sempurna, "Tempat berburu yang bagus." Walau dia tidak menyadari wajahnya yang berlumuran darah dan dibumbui dengan senyuman licik itu terlihat sangat mengerikan.


Biasanya perburuan dilakukan di area sekitar kota, hal ini untuk mempermudah menyelamatkan anggota party saat terdesak.


Namun, Weed dengan gagah berani berkeliaran di pedalaman kota mati untuk membantai segerombolan monster terbanyak, sendirian.


Setelah puas berburu dan menganalisa area sekitar, Weed mendatangi Alveron. "Healing aku."


"Baik."


Tubuh Weed bersinar keemasan, bermandikan kekuatan suci untuk menyembuhkan luka-lukanya. Sekarang, skill bandage sudah tidak di butuhkan, selama ada Alveron di sisinya.


Seperti yang diharapkan dari kandidat paus terkuat yang berlevel 320. Healing darinya berhasil menyembuhkan Weed sepenuhnya.


Namun, Weed tidak bisa membuat NPC seperti dirinya mati. Sekali dia mati, maka itu adalah akhir dari segala-galanya. Karena, jika kandidat paus mati di tengah-tengah quest, maka secara otomatis quest Weed akan gagal. Ditambah lagi, pertemanan yang susah payah dia bangun dengan gereja Dewi Freya akan menurun drastis.


Makanya, selama ini Weed sengaja tidak membawa Alveron kemana-mana, untuk mencari jalur aman.


"Gunakan sihir perlindungan."


"Baik. Lemahkan kekuatan-kekuatan jahat yang berusaha melukainya. Holy Blessing!"


"Tingkatkan kekuatanku."


"Tingkatkan kekuatannya untuk melawan kejahatan. Blessing!"


Weed sangat puas dengan blessing nya, Sejauh ini, Alveron adalah NPC terbaik yang pernah Weed temui. Bukan hanya karena levelnya yang tinggi, tapi dia memiliki kepribadian yang baik pula. Kepribadian baik para NPC tentu saja sangat berguna, jika tidak, maka akan ada kemungkinan NPC yang cerdik akan menipu para player.


Tetapi Alveron mengurus pekerjaannya dengan baik dan tak memberontak. Tentu saja ini adalah hal yang menguntungkan bagi Weed. 'Seorang NPC yang polos dan naif adalah yang terbaik!'


Setelah merasakan sendiri kedahsyatan kekuatan Alveron, Weed tidak bisa menahan diri lebih lama lagi. Dia mengajak Alveron mengelilingi Morata untuk berburu. Ini adalah salah satu tujuan awal kehadiran Alveron di sampingnya.


Dari tempat yang mereka lewati, di sana akan ada sejumlah besar monster bergeletakan tak berdaya memenuhi pedalaman Morata, darah para monster bergelimangan membanjiri salju.


Level Up!


Level Up!


Dengan bantuan Alveron, Weed dengan cepat bisa mencapai level 200. 'Akhirnya!'


Di Royal Road, level 200 adalah salah satu checkpoint dalam game. Server level 200 telah dibuka selama 1 tahun 4 bulan.


Sedangkan level rata-rata player kebanyakan berada di level 100. Dan profesi Merchant mencatat rekor terbanyak di level 100-an. Jadi, para Merchant yang masih berlevel jauh di bawah 100 dianggap tidak berbakat dalam dunia bisnis.


Tapi, tidak dapat dipungkiri, di Royal Road jumlah akun berlevel rendah sangat banyak sampai tak terhitung jumlahnya berkat peningkatan jumlah player baru yang terus-terusan masuk. Akibatnya setiap benteng dipenuhi oleh para petualang cupu yang bermimpi untuk menjelajahi dunia.


Sedangkan, bagi para player yang telah mencapai level di atas 130 akan diakui sampai batas tertentu. Biasanya, setelah mencapai poin ini, kebanyakan dari mereka akan bergabung dalam sebuah guild.


Jika seorang player sudah berlevel lebih dari 150, mereka akan cukup terkenal. Apalagi, bagi para player yang berlevel 200-an. Hal ini juga berkaitan erat dengan lanjutan profesi kedua.


Profesi terkenal seperti Knight dan Archer bisa mengubah profesi mereka, tergantung pada preferensi masing-masing. Hal ini juga berlaku bagi beberapa jenis profesi seperti Wizard, Cleric, Warrior, Thief, dan Merchant.

__ADS_1


Maka skill baru akan tersedia. Jangkauan skill yang bisa dipelajari akan meluas secara signifikan, dan skill-skill yang dimiliki secara otomatis akan meningkat.


Karena hal inilah, level 200 disebut checkpoint.


Di Royal Road, kurang dari 20% dari total player berada di atas rata-rata level 200.


Dengan kekuatan Weed yang tak biasa dan profesi Scluptor yang terkenal lemah, akan sulit untuk menentukan perbandingan kekuatan avatar nya dengan player lain. Weed juga meragukan apakah ada atau tidak, profesi lanjutan untuknya.


Namun, saat Weed naik level, seluruh equipment nya telah berubah. Di kepalanya ada helm anti magic milik Van Hawk, sedangkan dikedua tangan, dia mengenakan Rose Engraved Gloves. Dengan satu set armor yang dipakainya, Weed terlihat seperti Death Knight. Tapi saat menatap kedua tangannya yang bersarung tangan putih, seseorang akan kebingungan dengan identitas aslinya. Hal ini bukanlah kombinasi berpakaian yang bagus. Tapi, bagi Weed statistik jauh lebih penting dari pandangan orang-orang.


"Alveron bersembunyilah sambil terus ikuti aku diam-diam."


"Baik."


Weed dan Alveron menuju ke desa di sekitar kastil hitam. Di sana, para Vampir berkeliaran untuk mengawasi sekeliling kastil. Tidak lah sulit untuk menemukan mereka jika ingin.


Di dalam desa, lebih dari 300 vampir berkeliaran. Jika tidak berhati-hati, para Vampir itu akan mudah mencium aroma darah Weed dan Alveron.


Weed dan Alveron bersembunyi di balik sebuah dinding untuk menunggu seorang Vampir yang berkeliaran sendirian, dan jauh dari kelompoknya. Saat waktunya tiba, Weed akan muncul langsung menyerangnya dengan skill andalan.


"Sculpting Blade!"


Secara mengejutkan, vampir itu sangat mudah memblokir serangan Weed dengan lengannya. Dia mengungkapkan taring saat menggerutu pada Weed, "Kau lagi?!"


Secara kebetulan itu adalah vampir yang sama dengan yang membunuh Weed sebelumnya. 'Dia adalah Vampir yang sama dan di tempat yang sama.'


"Bagus dong." Weed menyeringai puas, sekali lagi langsung menyerangnya dengan Sclupting Blade.


Cahaya menyilaukan itu menargetkan leher Vampir.


"Kurasa semangat mu yang yang membara berhasil membuatmu hidup lagi. Kyaahat!" Vampir ikut menyerang Weed sambil menyembuhkan lengannya yang terluka.


Weed melanjutkan pertarungan sengit seperti sebelumnya. Pertarungan panjang tidak bisa dihindari, jika dia ingin membunuh Vampir itu, Weed harus menghasilkan damage yang cukup.


Skill yang dikeluarkan Vampir dihadapannya memang mengkonsumsi banyak Mana, tapi dia berlevel lebih dari 270, jauh di atas Weed.


Dan lagi, selain karakteristik dari ras vampir adalah dark magic, transformasi, dan kecintaan pada wanita cantik. Mereka juga adalah ras yang memiliki Vitality terbaik. Monster lain berlevel sama bukanlah tandingannya apalagi seorang player yang berlevel jauh lebih rendah darinya. Karena kenyataannya, Pure Blood Vampir Clan memiliki opsi kekuatan yang spesial.


'Sial, aku harus bergerak lebih cepat!' Weed mulai merasakan jika efek holy blessing nya akan segera habis.


Sedetik kemudian, senyuman Weed langsung terbit saat mengetahui bahwa Vampir itu berada di situasi yang tak kalah pelik dari dirinya.


"Aku akan membunuh mu lagi manusia bodoh!!!"


Weed berlari kencang menuju tempat persembunyian Alveron sambil berteriak, "Healing! Holy Blessing! Masuk!!!"


"Oke, akan ku lakukan." Alveron keluar dari tempat persembunyian untuk memulihkan HP Weed dan mendukungnya dengan berbagai macam Holy Blessing.


Sekarang situasinya telah berbalik. Jelas sekali kemenangan akan berpihak pada Weed. Sudut bibir Weed membentuk smirk jahat saat menyaksikan wajah kebingungan Vampir di hadapannya.


Dia tidak akan pernah lupa dengan amarahnya yang membara saat monster itu membunuhnya waktu itu.


Saat menyadari situasinya sudah tidak menguntungkan, Vampir itu langsung mengeluarkan Skill andalan untuk melarikan diri. "Aku akan membunuhmu lain kali! Fog of Mist!"


Tubuhnya berubah menjadi seonggok kabut putih yang samar.


Ini adalah skill unik milik Vampir yang bisa menembus dinding tanpa tertangkap.


Saat kabut itu baru menggeliat untuk melarikan diri, langsung digagalkan oleh pedang Weed, "Sculpting Blade!"


Skill ini bisa memberikan damage yang besar bahkan pada jiwa monster sekalipun.


"Kueaaaaaaah!"


Vampir itu akhirnya merenggang nyawa.


Weed merasa sangat puas dengan kenikmatan aksi balas dendamnya kali ini, walau dibantu Alveron.


Sejak saat itu, Weed mulai berburu di pegunungan dan area regional selama malam hari dan kembali ke desa selama siang hari.


Di malam hari, berkat skill pasif Moonlight Sculptor, statistiknya meningkat sebesar 30%. Semua skill pertempuran dasar serta skill sculpting dan statistik Art juga naik. Berkat ini, Weed menjadi lebih kuat. Tetapi, pada malam hari monster juga menjadi lebih kuat. Bahkan kebanyakan monster, kekuatannya meningkat 50% lebih kuat. Sisi baiknya, drop item dan EXP-nya juga meningkat secara signifikan.


Player lain mungkin akan menghindari situasi berbahaya ini jika berada di situasi yang sama. Tapi, bagi Weed, berburu adalah kerja keras yang menghasilkan kepuasan tersendiri setelah mengalahkan monster yang lebih kuat. Dia bahkan memilih memburu monster kuat yang sedang berkelompok saat yakin dengan kekuatannya.


Apalagi sekarang, Weed memiliki dukungan kuat di belakangnya, Alveron. Jadi, dia bisa bersantai untuk menaikkan level. Berkat bantuan Alveron juga, Weed akhirnya memberanikan diri untuk memburu para Vampir di malam hari, meskipun terdapat beban ekstra.


Yang membuat Weed berhati-hati adalah keselamatan Alveron yang tidak terjamin.


"Summon Death Knight, Van Hawk!"


Weed telah membunuh Van Hawk ratusan kali dengan kejam. Sekarang Undead itu sepenuhnya berada di bawah komandonya. Dengan membuatnya bergabung dalam pertempuran, Weed berhasil meningkatkan keakraban dengan nya.


Walau kenyataannya, Weed sangat membenci Van Hawk. Bagaimana tidak, saat Weed berjuang antara hidup dan mati untuk memburu para Vampir dan Serigala. Sementara Van Hawk dengan mudah meningkatkan level dengan mengambil EXP milik Weed.


Weed harus menahan diri dengan sekuat tenaga agar tidak segera membunuhnya, karena kehadiran undead itu sangat berguna saat ini untuk menjaga keamanan Alveron.


...•••...


Silahkan memaki Van Hawk!


Kita juga harus membully nya habis-habisan!

__ADS_1


Puahahahahaha!


__ADS_2