
Pasar Utama Lavias!
Weed bertegur sapa dengan beberapa Avian yang ditemuinya dijalan. Bukan bersapa ringan seperti tetangga di samping rumah atau teman satu kampung. Tapi sapa bisnis yang sering dilakukan oleh penjual dan pembeli.
Terkadang ada yang memaksanya membeli suatu item, ataupun menatapnya dengan pandangan curiga. Weed sekarang sudah terbiasa, jadi dia sengaja mengabaikan apapun yang dilakukan oleh para avian itu. Dia tidak punya banyak waktu untuk terbuang sia-sia.
Hari ini dia berniat untuk memborong banyak makanan, herb, potion, air segar dan lain lain, yang berhubungan dengan bekal berburu selama di dungeon Memphis Hall. Dia harus menyiapkan persiapan yang matang.
Biasanya, dia tidak harus membuang banyak uang untuk membeli makanan karena selama berburu akan banyak daging monster hasil buruan yang bisa dimasak kapan saja, sekaligus untuk meningkatkan skill cooking.
Tapi di Dungeon Memphis Hall berbeda, di sana tidak ada hewan buruan seperti kelinci apalagi tumbuhan segar seperti bayam. Jadi dia harus menyiapkan banyak makanan instan. Tiba-tiba--
"Hei pengembara!" Weed dikejutkan oleh Avian yang mirip burung beo.
Weed menoleh sambil tersenyum paksa, "Ya. Senang bertemu denganmu."
"Silahkan dibeli dagangan ku!"
'Dasar bodoh!' Weed menghela nafas kasar. Sebelumnya, mereka sudah berpapasan beberapa kali di sini. Bahkan dia dengan senyuman lebar membagikan hasil pahatan burung beo tanpa meminta imbalan tempo hari, sebagai tanda persahabatan, mereka bahkan sudah bercakap riang. Tapi setiap kali itu pula Avian ini melupakan tentang dirinya.
Pernah sekali Weed mencoba mengingatkannya tentang patung burung beo hadiahnya, namun Avian itu marah besar sambil memarahinya dengan kasar. Weed juga pernah dituduhnya sebagai pencuri lalu mengusirnya saat itu juga. Karena terlalu jengkel, tak lama setelah itu dia mengunjunginya lagi, ternyata dia malah diterima dengan hangat sebagai pembeli. Saat itulah dia menyadari kelemahan tentang Avian. 'Mereka punya ingatan yang buruk!'
Seperti rumor yang mengatakan bahwa ikan emas tidak bisa mengingat apapun lebih dari 3 detik. Begitulah kenyataannya ras Avian.
Memang, para Avian ini ingatannya lebih baik dari ikan emas. Fakta yang menunjukkan jika mereka memiliki otak kecil. Mereka selalu lupa dengan eksistensi Weed pada Kota Surga, bahkan setelah dia memperkenalkan diri beberapa kali, berkali-kali itu pula mereka akan melupakan dirinya lagi. Karena inilah strategi Weed untuk mendekatkan diri dan bersahabat pada mereka tidak pernah berhasil.
Weed menggelengkan kepala mengingat kesabarannya yang harus memanjang saat menghadapi para otak udang ini. Hidupnya harus tetap dilanjutkan bagaimanapun caranya. Dia tersenyum pada penjaga toko pangan, "Ya. Aku akan membeli beberapa bahan pangan. Berikan aku kacang tanah, wijen, jagung, kenari, ikan kering, daging, daun bawang, dan bayam."
"Oh, baiklah, tunggu sebentar." Avian yang mirip burung beo itu mengeluarkan semua bahan pangan yang dipesan Weed satu persatu. Wajahnya berseri-seri saat memeriksa kelengkapan semua item itu lalu berkata dengan ringan, "Semuanya 19 gold, tuan pengembara."
Makanan yang dia beli bisa meningkatkan mana, tentu saja harganya tinggi.
"Baik." Weed memeriksa tas ransel, tak lama ******* panjang keluar dari mulutnya, "Ah! Tapi bagaimana ini, aku hanya punya 18 gold dan 50 silver. Bisakah kau memberiku semua bahannya? Nanti aku akan kembali lagi untuk membayar sisa uangnya."
Penjaga toko itu menatap Weed cukup lama, mengamati ekspresi sang pembeli, "Aku tak tahu pekerjaanmu. Karena ini, sebenarnya aku tidak bisa menghutangkan mu. Kau juga tidak memiliki pengalaman dalam berbarter. Tidak! Bahkan kau tidak berhak mengajukan hutang karena kau bukan seorang petualang terkenal. Tapi karena kau seorang seniman berbakat, aku tidak bisa menolak permintaanmu itu. Siapa yang tahu mungkin suatu saat nanti kau akan menjadi seseorang yang terkenal. Jadi, aku percaya dengan naluri ku, dan bayar 50 silver sisanya nanti."
Hati Weed biasa saja mendengarnya. Dia mengemas seluruh barangnya ke dalam ransel usang yang selalu menemani kemanapun dia berpetualang mengelilingi dunia ini, mungkin sampai sebulan ke depan, dua bulan bahkan mungkin setahun ke depan. Yang jelas Weed selalu menyayangi dan menjaga barang-barangnya sepenuh hati.
Yang menjadi masalah sekarang ini adalah, apakah avian yang mirip burung beo didepannya ini akan mengingat dan menagih hutang 50 silver nantinya. Mengingat bahwa dia telah melupakan hutang yang telah dijanjikan oleh Weed sebelumnya, sebesar 40 silver. Pasti dia kembali melupakan hutang-hutang Weed.
Dengan begitu, Weed tetap terlihat santai, dan dengan tidak tahu malu kembali berhutang walau tanpa dibayar.
Sebelum benar-benar berangkat menuju dungeon Memphis Hall, dia memeriksa keperluannya sampai ke akar terdalam.
"Open Stat window!"
Nama : Weed
Guild : Netral
Level : 109
Profesi : Legendary Moonlight Sculptor
Title : Tidak ada
Fame : 365
HP : 5260
Mana : 1521
Strength : 335 (+20)
Agility : 305 (+20)
Vitality : 89 (+20)
Wisdom : 16 (+20)
Intelligent : 24 (+20)
Fighting Spirit : 143 (+20)
Endurance : 174 (+20)
Perseverance : 55 (+20)
Luck : 5 (+20)
Leadership : 74 (+20)
Art : 84 (+20)
Attack : 231
Defense : 76
Magic Resistance : Tidak ada
Fire Magic : 0%
Water Magic : 0%
Earth Magic : 0%
Black Magic : 0%
Efek:
+20 poin All Stats
__ADS_1
+80 poin stat Art
+30% Statistik saat di malam hari
• Memperoleh kemampuan untuk meng-equip dan menggunakan item kelas tertentu.
• Memperoleh kemampuan untuk mempelajari semua skill handicraft sampai tahap advance.
• Skill handicraft, opsional dan skill lanjutan telah tersedia.
• Memberi efek ekstra pada item yang diproduksi atau disempurnakan.
• Menurunkan konsumsi mana untuk teknik Sculpting Blade.
• Memungkinkan Anda untuk mempelajari skill rahasia berdasarkan levelmu dalam Sculpture Mastery.
• Meningkatkan Fame secara cepat dengan cara menciptakan patung yang luar biasa atau bernilai artistik.
Sekarang level Weed sudah lebih dari 100 berkat menemukan dungeon tersembunyi di Lavias, ditambah perburuan tanpa henti yang dia dan timnya lakukan di dalam sana. Jadi levelnya meningkat pesat.
Saat itu mereka sengaja mengurangi waktu tidur selama 2 jam, bahkan seringkali ketiduran dalam kondisi login. Hasil dari ketekunan itu Weed mencapai level 95. Ditambah berburu solo hingga mencapai levelnya yang sekarang.
Berkat kenaikan level itu, statistiknya ikut meningkat pesat. Dan mana miliknya sekarang sudah cukup tinggi untuk menggunakan Teknik Pedang Imperial Formless, Sword Dance, walaupun hanya sekali.
Satu-satunya hal yang membuat wajah Weed menekuk adalah tidak adanya peningkatan stat Leadership. Dulu, dia bisa meningkatkan nya dengan memimpin para NPC di invanteri Rosenheim, atau saat dia memimpin timnya. Tapi sekarang dia harus menahan kekecewaan karena berburu solo tidak mungkin bisa menaikan stat Leadership. Dia tidak akan sekecewa ini jika hanya stat Leadership yang tak berkemajuan. Sayangnya beberapa skill lain juga meningkat sangat sedikit akibat tidak adanya kelinci percobaan nya.
Tentu saja yang paling dia khawatirkan adalah masalah kantong kosong, 'Investasi masa depanku.'
Dia masih cemburut sambil memeriksa skill yang dia punya.
Cooking : Beginner level : 8,45%
Sculpture Mastery : Beginner level : 9,99%
Repair : Beginner level : 7,25%
Handicraft : Intermediate level : 2,6%
Sword Mastery : Beginner level : 8,88%
Archery : Beginner level : 5,98%
Sculpting Blade : Beginner level : 7,49%
Teknik Pedang Imperial Formless : Comprehension 5%
Perban : Beginner level : 7, 11%
Item identification : Beginner level : 5,14%
Sculpture Mastery hampir mencapai tahap intermediate. Adapun untuk Sculpting Blade, konsumsi mananya berkurang drastis setelah mencapai level 7.
Weed beberapa kali menggunakan Sword Kaiser belakangan ini, tapi saat berburu solo akan lebih efektif menggunakan teknik Sculpting Blade. Karena, kemampuannya untuk menebas sesuatu hal yang tak terlihat. Skill ini sangat penting untuk memburu para undead, karena efektif untuk memisahkan jiwa dari raganya. Oleh karena itu, skill pedang ini sejenis dengan holy magic saat membasmi para undead.
Matanya terlihat sedih saat memikirkan jika dia harus mengeluarkan uang lagi. Sejujurnya, dia tidak pernah membeli barang sebanyak ini sebelumnya. Karena dia mampu membuat makanannya sendiri, meracik potion, dan memetik herb di hutan selagi berburu dan bahkan kadang-kadang menjual hasil masakan dan karya seninya.
Tentu saja dia mendapat keuntungan yang tinggi. Apalagi dari patung, dia nyaris tidak mengeluarkan uang modal dan bisa mendapatkan untung berpuluh kali lipat.
Ketika bersama rekannya, dia tentu tidak akan membuka rahasia perusahaan. Dia selalu cerita hanya memiliki 30 gold, bahkan setelah menjual hasil rampasan perburuan. Namun dia lebih kaya dari yang mereka bayangkan. Kantongnya mengisi beratus-ratus gold. Hasil dari penjualan patung, menjual makanan, menjual exuipment dan drop item yang sudah di repair, terlebih dia juga sering mendapat hadiah quest yang nilainya tidak bisa diremehkan.
Tapi di kondisi seperti sekarang, baginya ini adalah bagian tersulit dan menyakitkan dalam hidupnya, membuang-buang uang. Walau itu adalah untuk membeli kebutuhan hidupnya. Derita ini lebih menyakitkan daripada tidak memiliki uang sekalipun.
Pundak Weed melesu, wajahnya terlihat tidak bernyawa saat dia memasuki sebuah toko. Terutama ketika dia mengeluarkan uang untuk membayar barang belian, dia seperti diambang kematian.
Terlepas dari itu, tidak ada yang bisa mengerti kenapa hatinya tampak selalu tersiksa saat membayar. Atau kenapa dia selalu berusaha keras menawar harga walau hanya beberapa silver.
Setelah selesai dengan semua keperluan kelangsungan hidupnya beberapa hari ke depan di dalam dungeon dunia bawah Lavias. Barulah Weed memasuki area berbahaya itu walau masih dengan mengangkat beban berat akibat kehilangan beberapa gold. Dia bertekad akan membasmi para undead sebanyak mungkin untuk mengembalikan kekosongan kantongnya.
Saat tiba di lantai dasar Memphis Hall, dia terlihat sangat santai layaknya di rumah sendiri. Karena dia sudah mengetahui dengan jelas seluk beluk tempat ini, dimana tempat berburu yang menguntungkan, dimana tempat berburu yang aman, ataupun tempat paling berbahaya sekalipun, yaitu tempat berpatrolinya Death Knight sang pembawa mimpi buruk.
Yang paling ditakutkan Weed saat menjadi pemburu solo adalah saat HP dan mananya habis, tiba-tiba musuh terkuat menyergap dirinya. Untuk alasan ini, Weed menyiapkan beberapa plan bagus, yaitu dengan mempersiapkan beberapa tempat persembunyian disertai perban dan herb.
Selain itu, dia telah menemukan tempat strategis untuk menyerang musuh. dia juga telah menemukan beberapa tempat istirahat yang aman. Perban dan herb mudah di dapatkan, tapi tempat persembunyian yang aman sangat sulit. Dia memilih lokasi ini setelah beberapa kali percobaan dan kegagalan. Tapi dia yakin usaha keras tidak akan mengecewakan hasil. Akhirnya dengan lapang dada dia membersihkan tempat persembunyian tersebut.
"Hufht! Akhirnya selesai juga." Setelah menyusuri area Utara, Weed selesai menjelajahi seluruh wilayah.
Anda adalah orang pertama yang menyelesaikan peta Memphis Hall B1!
Fame : +20
Ketika Weed pertama kali datang ke Kota Surga, dia membeli sebuah peta. Nantinya tempat-tempat yang telah dia lalui akan ditambahkan ke peta ini. Peta basement Memphis Hall adalah sebuah item yang bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi, di Toko Umum atau pada player lain. Tidak mungkin dia akan melewatkan kesempatan ini, untuk mendapatkan uang dengan mudah.
Setelah di rasa cukup, Weed meninggalkan Memphis Hall dan menuju ke tempat perburuan selanjutnya, Cave of Dead Warrior. Tempat itu tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Saat dia menuruni dungeon, dia mendengar suara-suara mengerikan sampai bulu kuduknya berdiri tanpa peringatan.
'Apa ini?'
Kegelapan pekat memenuhi pandangan Weed saat dia semakin menuruni dungeon. Dia bisa merasakan gerakan ringan dan suara geraman rendah dari sesuatu yang berbahaya.
'Firasat ku tidak baik tentang hal ini.' Rasa dingin yang tadinya menjalar di kulit, memaksa masuk menusuk tulang.
Weed melangkah sehati-hati mungkin. Tangannya memegang erat pedang untuk bersiap siaga jika sesuatu yang membahayakan nyawanya muncul.
'Jadi aku bukan orang pertama yang menemukan tempat ini. Mungkin saja orang yang pertama menemukan Lavias sudah menemukan dungeon ini duluan.' Weed semakin yakin dengan pendapatnya ini karena sejak awal dia memasuki pintu dungeon, tidak ada pemberitahuan dari stat window.
Tak jauh dari tempatnya berada, Weed menemukan undead yang memblokir jalannya.
"Manusia! Apa kau seorang knight?" Suaranya terdengar seperti undead pada umumnya, serak.
Monster itu adalah knight berbadan besar dipenuhi otot yang menonjol, tubuhnya lebih besar dari skeleton knight. Dia memiliki bahu lebar dan lengan kuat yang terlihat berbahaya. Tetapi saat Weed menatap ke atas tubuhnya dia hampir menjerit karena tidak ada apa-apa di sana. Ternyata kepala buntungnya sedang dipegang oleh tangan kiri.
'Woah!' Weed tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Tidak bisa dipungkiri, dia adalah monster paling unik di antara semua undead, seorang knight yang membawa kepalanya sendiri. Dan mulut di kepala buntung itulah yang tadinya membicarakannya.
__ADS_1
'Dullahan, huh.' Weed mengenali musuh nya ini, dia adalah undead berlevel sekitar 140-an.
"Aku bukan seorang knight." Weed menyempatkan diri membalas pertanyaan musuh.
"Lalu kau siapa?"
"Aku seorang Sculptor." Jawab Weed lagi dengan tenang.
"Oh seorang Scul-Sculptor?!" Dullahan itu tergagap tampak sangat tidak percaya dengan jawaban lawan. Kekecewaan luar biasa memenuhi wajah Dullahan. Karena ras mereka suka meningkatkan skill melalui pertarungan. Mereka adalah tipe knight yang membuat undead sekelas skeleton knight lari terbirit-birit untuk menghindarinya.
"Seorang Sculptor ternyata, sungguh mengecewakan." Dullahan itu bergumam rendah tapi Weed masih bisa mendengarnya akibat suara pantulan dari dungeon.
Weed tidak mempermasalahkan hal ini, karena sudah terlalu terbiasa diremehkan karena profesinya. Sculptor pasti terlihat sangat menyedihkan, bahkan undead mengabaikan mereka.
Pencipta Royal Road adalah Unicorn Corporation.
Ada banyak kontroversi saat mereka merilis game ini. Royal Road adalah game virtual reality pertama. Sebuah reality yang 100% didasarkan pada dunia fantasi. Tetapi, kenapa dinamakan Royal Road? Ada sangat banyak nama lain yang bisa dipilih. Meskipun Royal Road menerima perhatian dunia, judulnya sedikit mengecewakan. Itu bukanlah sebuah nama yang enak didengar.
Tetapi ada sebuah alasan Unicorn Corporation memilih nama Royal Road.
Tak seorangpun di muka bumi yang mampu menaklukan lalu memerintah setiap benua dan samudra. Game ini adalah jalan menuju kekaisaran terbesar. Kekaisaran terpadu yang bahkan tak akan bisa dicapai oleh Genghis Khan, Napoleon, atau Alexander Agung. Sedangkan, game ini membuka jalan pada orang-orang untuk mencapai mimpi itu.
Sebuah harapan, untuk sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya dalam sejarah umat manusia. Seorang Kaisar yang akan menaklukan setiap benua. Game ini mengajarkan orang-orang untuk bermimpi besar, bermimpi menjadi apapun yang mereka inginkan, dan harapan ini akan menuntun mereka menuju tujuan hidup mereka.
Ini adalah arti sebenarnya dibalik nama "Royal Road".
Player pertama yang menaklukan seluruh dunia, akan diberikan hadiah 10% saham perusahaan Unicorn Corporation selama sebulan, ini adalah jumlah yang sangat luar biasa mengingat perkembangan Royal Road saat ini.
Di Korea saja, jutaan orang memainkan game tersebut. Sedangkan secara global bila Jepang, Eropa, dan Amerika dihitung, banyaknya player yang bermain game Royal Road totalnya lebih dari 100 juta orang. Belum lagi Royal Road menarik biaya $300 USD sebulan untuk berlangganan. Sulit untuk menghitung besarnya jumlah uang yang diperoleh darinya. 10% saham Unicorn Corporation akan membuat seseorang kaya mendadak.
Itu sebabnya kebanyakan player di Royal Road memilih profesi tipe bertarung.
Umumnya para player akan memilih profesi Swordman sampai Knight, melihat profesi yang berhubungan dengan pertempuran, sebagai jalan tercepat untuk menjadi sang Kaisar Terpilih.
Sebaliknya, profesi Blacksmith dan profesi yang tak berhubungan dengan pertempuran secara otomatis dipandang rendah. Tanpa perlu di jelaskan lebih lanjut, seorang Painter, chef, ataupun Scluptor bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan profesi Blacksmith, saking rendahan dan paling remahan profesi yang berhubungan dengan dunia seni tersebut. Sudah menjadi nasib mereka untuk diremehkan dan dikucilkan.
Weed merenung, 'Seperti kehidupanku sendiri.'
Tanpa membalas lagi, Weed langsung menghunuskan Clay Sword. Dari arah pedang, sebuah aura sebiru es memancar dahsyat. Clay Sword memiliki kemampuan spesial yang bisa mengurangi kecepatan pergerakan musuh saat terkena serangan langsung.
"Uuurrrght!" Dullahan itu membalas serangan Weed dengan mengayunkan kapaknya secepat kilat.
Weed mengangkat Clay Sword miliknya, menangkis serangan tersebut.
Slam!
Endurance Clay Sword telah berkurang!
Pesan itu disertai dengan dampak guncangan, membuat tangan Weed bergetar. Dia baru saja selesai merepair pedang itu, tetapi satu serangan dari dullahan saja langsung menurunkan endurance pedangnya. 'Sepertinya keunggulan Dullahan adalah kekuatannya yang besar.'
"Aku tak boleh kalah! Sculpting Blade!" Weed berteriak dan menyerang Dullahan membabi buta.
Clang!
Dentang!
Keduanya bertukar serangan dengan sangat cepat. Bahkan perkelahian mereka tidak bisa diikuti dengan mata telanjang.
Mata Weed terlihat bengis, dia bertarung sekuat tenaga sampai aura membunuhnya menguar. Dia beberapa kali menargetkan titik vital musuh. Pertempuran harus diselesaikan secepat dan seminimal mungkin.
Itu adalah satu-satunya cara untuk meminimalisir resiko, sebelum bala bantuan musuh muncul.
Bagi Weed, yang berburu sendirian, munculnya sekawanan Dullahan atau monster yang lain adalah masalah besar. Selain itu, Weed bertekad untuk memahat patung sebagai pekerjaan sampingan sambil beristirahat. Ini artinya, dia harus memangkas waktu yang dihabiskan untuk bertarung sebanyak mungkin.
Bash!
Dullahan itu menggunakan sebuah skill simpanan dengan ayunan kapaknya. Serangannya berhasil memukul mundur Weed, menciptakan jarak yang cukup jauh diantara mereka. Weed memanfaatkan waktu itu untuk mengambil nafas.
"Devil's Strike!" Dullahan itu meraung, memulai serangan lanjutan.
Kapak itu sekarang dilemparkan ke udara dan berputar dengan ganas, seolah-olah terbang. Meskipun Weed merunduk untuk menghindari serangan itu, HP-nya masih berkurang 300. Padahal hanya terkena tekanan anginnya. Berarti serangan itu sangat luar biasa.
Sebenarnya Weed bisa menghindari serangan itu sepenuhnya jika dia menggunakan Seven Celestial Steps. Namun, dia sengaja untuk terkena serangan. Tujuannya adalah meningkatkan stat Defense sekaligus stat endurance.
Sekarang adalah giliran Weed.
"Triple!"
Serangan pertama meleset, sementara yang kedua, serangan yang lebih kuat datang dari arah yang berlawanan. Musuh berhasil menghindari kedua serangan tersebut, menyebabkan Weed harus mengeluarkan sebuah tebasan yang kuat dari bawah ke atas.
Saat itu, kapak yang dilemparkan, telah kembali lagi pada pemiliknya. Dullahan menusukkannya ke depan, untuk memblokir serangan Weed yang ketiga. Dalam sekejap, pedang Weed menyerang secara bersilang pada dada Dullahan, membuat 5 serangan beruntun. Triple telah berkembang karena penguasaan Weed pada skill tersebut telah meningkat.
Dullahan itu entah bagaimana bisa memblokir 3 serangan pertama, tetapi 2 serangan selanjutnya mengurangi HPnya lebih dari 20%.
Dia mulai mengamuk, berusaha menekan Weed berulang kali menggunakan skill bash miliknya. Namun sekarang Weed sudah mengetahui timing skill miliknya, dan dengan cepat menyerang kelemahan Dullahan.
"Kau belum mati juga, mati saja sana!? Sclupting Blade!" Cahaya seputih tulang menyelimuti pedang milik Weed.
Kemudian datanglah serangan yang tak kenal ampun!
HP Dullahan berkurang dengan cepat saat serangan berlangsung. Dia terlihat sangat kesal langsung menyerang lagi, tetapi Weed berhasil menghindari semua serangannya.
Weed bisa mengantisipasi skill Dullahan dengan melihat langkah kakinya, dan menghindarinya dengan mulus.
Pada akhirnya, Dullahan bukanlah musuh yang sulit baginya. Jarak dalam level mungkin memang jauh, tetapi melalui usaha dan kegigihan, Weed berada di atas Dullahan dalam hal statistik. Stat endurance milik Weed berada di level yang sama dengan milik Dullahan. Berkat itu, dia tidak berada dalam posisi yang dirugikan.
Skeleton Mage level 80 bahkan lebih mengganggu dibanding Dullahan. Para Mage itu sangat merepotkan untuk dilawan, karena selalu melancarkan kutukan yang tak terhitung jumlahnya.
Ketika rekannya, Irene, masih ada, kutukan skeleton Mage bisa dengan mudah dilenyapkan. Tapi sekarang beda ceritanya saat dia berburu solo. Dirinya tidak memiliki eksistensi terhadap sihir, hanya bisa menghilangkannya dengan potion, itupun setelah pertempuran berakhir. Dia jengkel karena potion itu telah menyerap kantongnya, harga persatuannya adalah 3 silver.
Hal ini bisa-bisa membuatnya bangkrut lebih cepat dari persiapannya. Jadi Weed sangat membenci para skeleton mage, bahkan ia sengaja menghindari mereka saat hampir berpapasan.
__ADS_1
"Uwwaggggh!" Teriakan melengking menjadi penghantar kematian dullahan. Perlahan tubuhnya berubah menjadi cahaya abu-abu diikuti dengan lengkingan kudanya.
"Phew! Ini lebih mudah dari yang aku kira. Tapi satu dullahan saja bisa mengurangi 40% HP ku, akan sangat berbahaya jika ada dua yang datang sekaligus."