Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Baruk Mountain!


__ADS_3

Pegunungan Baruk dipenuhi oleh monster sampai membuat seseorang yang berburu jadi muak. Namun, dibalik itu tersimpan banyak keuntungan yang menggiurkan, ada banyak EXP, uang dan drop item.


Bagi Weed yang menyukai kekayaan dan suka bertarung tanpa batas, tempat yang dipenuhi monster seperti ini sudah menjadi rumah kedua yang menyenangkan baginya. "Pasti ada dungeon yang belum ditemukan di suatu tempat di hutan ini, bukan?"


Mata Mapan seketika langsung menatap Weed, "Ohh! Aku mulai merasakan aura positif dari pikiranmu."


"Hahaha!"


"Kau ingin ku arahkan menuju Barat Daya?"


Bagian Barat Daya dari pegunungan ini belum dijelajahi. Tapi Weed tidak terlalu memikirkan untuk ke sana karena sekarang dia masih fokus pada peningkatan skill sclupting. Itu adalah skill Sclupting Blade warisan dari Zahab. Skill ini dapat meningkatkan damage yang dihasilkan, teknik serangan yang mengabaikan defense dan resistance musuh. Sebuah skill yang akan sangat berguna di kemudian hari.


"Belum saatnya."


"Be-belum? Bukan tidak?"


"Kenapa?"


"Tidak, sepertinya aku harus menyiapkan hati. Kau orang yang terlalu banyak kejutan. Entah kejutan apalagi yang akan kau berikan padaku nanti. Setidaknya aku harus bersiap, bukan?"


"Ohhh." Weed mendesah panjang, teringat kenangan manis saat dia bersama Dain, saat itu dia juga mengalami banyak kejutan dari gadis itu. Tiba-tiba dia merindukan suara uniknya yang sangat khas. "Kau bisa bernyanyi?"


"Huh?"


"Lupakan." Weed memilih mengecek stat window. "Skill Check, Sculpture Life Bestowal!"


Sculpture Life Bestowal!


Sebuah Skill Scluptor tersembunyi, yang secara khusus diwariskan oleh Kaisar Geihar untuk penerusnya.


Konsumsi Skill:


• 5000 Mana.


• 10 Statistik Art (konsumsi permanen)


• Level berkurang 2 (konsumsi permanen)


Syarat : Hanya bisa digunakan dengan Sculpture Mastery tahap Expert.


Perhatian : Patung-patung memiliki perasaan kuat tentang individual dan harga diri. Ketika mereka melihat patung lain yang identik dengan mereka, mereka akan melawan patung itu dengan sekuat tenaga.


Skill yang diwariskan oleh Kaisar Geihar agar bisa memberikan nyawa pada patung, Sculpture Life Bestowal. Patung-patung yang dipahat dengan semangat yang menggelora akan bertarung untuk pencipta mereka.


Patung-patung yang dibuat dengan stat art lebih tinggi, setelah dihidupkan akan lebih kuat, mereka juga akan mengalami peningkatan level layaknya para player pada umumnya. Skill inilah yang menjadi patokan utama Kaisar Geihar untuk menaklukkan benua dibawah telapak kakinya.


Jika patung pahatannya bisa diberikan sebuah kehidupan apapun situasinya, Weed pasti akan memiliki bawahan yang paling setia yang akan mengikuti perintahnya tanpa syarat. Weed semakin semangat untuk menaikkan statistik art nya.


Untuk menggapai skill menggiurkan ini, Weed harus meningkatkan level skill Sclupture Mastery sampai tahap expert, saat ini tentu saja masih sangat jauh bagi Weed. Selain itu, masih ada konsekuensi saat memberi kehidupan pada sebuah patung yaitu akan kehilangan stat Art dan level. Skill ini tidak bisa di pakai secara terus-menerus dalam satu waktu.


"Meskipun kedengarannya skill ini sangat tidak masuk akal, tapi yang jelas dimasa depan pasti akan sangat berguna." Weed bergumam kecil. Dahinya mengernyit dalam saat mendengar suara familiar yang mengalun di antara mereka.


"Whatever you want. Whatever you say. Nana na naanananana."


"Kau sedang meledekku?"


"Bernyanyi. Bukankah kau ingin mendengar nyanyian ku?"


"Oh, lakukan apa yang kau inginkan."


Weed juga melakukan apa yang dia inginkan, melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda beberapa detik. Karena tidak ada monster yang mendekat jadi dia bisa istirahat sambil memahat setiap kejadian yang mereka alami di pegunungan Baruk, saat-saat bertempur melawan para monster ataupun pemandangan alam yang mereka lewati.


Weed juga berusaha menemukan titik terang tentang kelebihan profesinya ini. Dia tidak mau menyesali pilihan telah menolak profesi tersembunyi master knight dari instruktur di Lavias. Profesi ini selain bisa meningkatkan level Handicraft lebih cepat dan memiliki Sclupting Blade, tidak ada manfaat khusus lainnya. Dia dipaksa untuk menyeimbangi kekuatan para Knight dan ahli pedang lainnya. 'Scluptor juga memiliki jalan khusus, artinya masih ada kesempatan. Aku harus memaksimalkan kesempatan ini.'


Weed tidak bisa berkecil hati karena sudah menemukan skill Sclupting Blade dan Sculpture Life Bertowal, kedua skill menakjubkan ini adalah harta warisan dari Master Scluptor. Dia tidak bisa membayangkan akan sekuat apa ketiga skill yang tersisa.


Mata Weed berbinar-binar seakan berlian yang dibelinya telah masuk kedalam matanya, 'Sculpture Destruction, Sculpture Life Bestowal, dan bahkan Sculpting Blade. Aku harus menemukan skill-skill yang tersisa. Aku membutuhkan dasar dari semua skill sclupting tersebut.'


Selain itu, Weed tak berhenti memikirkan tentang apa yang ada di akhir dari profesi sculptor, setelah dia mendapatkan kelima skill tersebut.


Pada akhirnya, peningkatan skill Sculpting akan mempengaruhi semuanya.


Sculpture Mastery : Intermediate level 3,0%


Hasil pahatan Anda akan menjadi lebih halus dan detail!


"Akhirnya, Sculpture Mastery tahap Intermediate naik ke level 3." Senyuman Weed merekah, dia mengeluarkan harta benda berharga yang sempat dibeli sebelum berangkat, ada mutiara, berlian dan lain-lain.


"Apa yang kamu lakukan? We-Weed?" Mapan gugup setengah mati melihat Weed yang terlihat kurang kerjaan. Tidak ada gunanya memamerkan kekayaan di tengah hutan belantara. Dia juga tidak sedermawan itu akan memberikan permata pada para monster. 'Ah! Mungkin dia ingin menelitinya atau mengaguminya? Whatever u whant.'


"Uhuk!" Rasanya Mapan akan muntah darah melihat aksi Weed selanjutnya. Padahal sebelumnya dia telah memantapkan hati untuk menerima kejutan dari Weed. Tapi dia tidak membayangkan apa yang dilakukan rekan barunya akan segila ini. "Anji-" Dia langsung membekap mulut dengan kedua tangan.


Dengan santai nya, Weed memahat permata yang paling berkilauan.


Wajah Mapan terlihat menekuk ngeri. Dia mengetahui dengan jelas nilai dari permata itu, karena dia sendiri yang telah turun tangan untuk memilih, mengecek dan membelinya. Itu adalah permata yang harganya sangat tinggi, melampaui batas, bahkan bisa membuat seseorang pingsan setelah mendengarnya.


Tapi, Weed tanpa ragu-ragu terus mengikis permukaan permata itu dengan pisau andalan, "Se- sebenarnya, a- pa yang kau- AHHH!" Mapan tak sanggup melanjutkan kata-kata.


Srak!


Tepat sebelum dia mencoba menghentikan tindakan Weed, mata Mapan terbelalak terkejut.


Bentuk permata itu sedikit demi sedikit muncul ke permukaan. Tingkat goresannya bahkan tidak terlalu terlihat, kecuali jika diperhatikan dengan sangat detail. Pancaran cahaya keindahan bersinar terang dari permata yang sedang dipahat itu.


Srak!


"Wuah! Indah sekali!" Semakin lama tangan Weed bergerak semakin Mapan terpesona oleh pancaran pahatannya walau masih jauh dari kata sempurna. Setiap sudut dari permata yang kusam berubah terus-menerus semakin terang.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin sebuah batu permata menjadi seindah ini!"


Seseorang membutuhkan skill dasar Sclupture Mastery dan skill Handicraft agar bisa memahat batu permata. Bagi Weed yang sudah di tahap intermediate, tentu saja tidak ada kekurangan lagi dalam skill Handicraftnya hingga memungkinkan dia memahat batu permata. Ditambah, Weed dibantu dengan Sclupting Knife Zahab, item langka yang bahkan layak disebut harta berharga seorang Scluptor.


Namun, skill dasar dan Handicraft hanyalah persyaratan, hal yang benar-benar membuat pahatan batu permata menjadi indah adalah statistik Art. Statistik Art milik Weed saat ini, hampir 300. Profesi Legendary Moonlight Sculptor memberi tambahan 100 poin pada statistik Art, dan sisanya berasal dari mahakarya lain yang telah dia ciptakan. Karena statistik Art miliknya sangat tinggi, segala macam efek muncul pada batu permata tersebut.


"Tidak-tidak! Aku tidak sedang berkhayal!" Tubuh Mapan gemetar hebat saat membayangkan apa yang akan terjadi dengan mereka kedepannya.


Memang perkiraan awal Mapan adalah, Weed sengaja memborong banyak permata mentah dari Kerajaan Rosenheim untuk dijual kembali sesampainya di Britten Alliance. Namun, setelah melihat hasil karya Weed yang terwujud di depan matanya langsung, dia jadi memikirkan akan sebesar apa keuntungan yang diperoleh. Keindahan pahatan permata itu dihasilkan dari kerja keras scluptor terhebat dengan mencurahkan seluruh jiwa dan raga di dalamnya.


Mapan tenggelam dalam perasaan mendalam, 'Aku bahkan tidak bisa menebak seberapa besar keuntungannya.' Dia sengaja mengemudikan gerobak sehati-hati mungkin, agar tidak mengganggu konsentrasi Weed.


Walau Weed terlihat seperti sembarang memahat, tapi kenyataannya dia tidak seceroboh itu. Karena skill Handicraftnya yang tinggi ditambah Sclupting Zahab memudahkan pekerjaannya.


...***...


Manggarai!


Sebuah tempat dimana para pengembara dan karavan beristirahat, saat melakukan perjalanan melewati pegunungan Baruk. Awalnya, tempat itu adalah sebuah tempat yang dibangun oleh infanteri Kerajaan Rosenheim, sebagai tempat istirahat. Jadi, tempat itu bukanlah tempat yang secara khusus sering dikunjungi pengembara.


"Kita cukup beruntung bisa menemukan tempat ini. Akhirnya, kita bisa menjumpai tempat tujuan sekitar satu atau dua hari lagi."


"Haha! Kita sudah bekerja keras. Perjalanan ini sangat sulit, rasanya nyawaku akan melayang kapan saja." Axe tertawa.


"Semua ini karena kau, Spade."


"Yang benar saja, Hammer. Padahal kaulah yang memulai kesengsaraan ini karena telah membunuh orang itu."


Axe, Hammer, Spade, dan Lawn Mawer, adalah 4 PK yang terkenal dari Britten Alliance. Mereka bersenang-senang dengan membunuh player lain lalu merampas equipment mereka. Mereka berempat dikenal sebagai Dwichigi Kuartet.


Tapi sekarang berbeda, setelah menyumbangkan banyak uang ke gereja dan memburu banyak monster akhirnya tanda PK milik mereka berempat hilang tak berbekas. Jadi, mereka cukup tenang jika bertemu dengan player lain, tidak akan dianggap musuh lagi.


Sekitar satu bulan yang lalu mereka tanpa takut membuat masalah dengan guild Maja. Guild ini bukan hanya sebuah guild besar di Britten Alliance, tapi termasuk dalam 10 guild terbesar di seluruh benua. Dengan jumlah anggota yang lebih dari 6.000 player. Jika ditambah dengan pasukan sekutu maka jumlahnya tidak akan bisa diperkirakan dengan pasti saking banyaknya. Guild ini bahkan layak disandingkan dengan kekuatan Britten Alliance itu sendiri.


Dengan kata lain, guild Maja seharusnya sejak awal tidak diusik oleh Dwichigi Kuartet, jika mereka memang sayang nyawa. Kenyataannya, mereka tidak sengaja telah menyebabkan masalah besar ini. Jadi, beberapa waktu ini mereka berempat berada didaftar buronan teratas. Mereka terpaksa melarikan diri, fokus berburu untuk meningkatkan level, hingga sampailah mereka ke pegunungan berbahaya ini.


Spade membayangkan kejadian awal yang membayangi mereka.


Flashback!


Sebulan yang lalu semua masalah ini bermula. Di depan mereka ada seorang lelaki berkumis tebal yang sedang menyalak kejam, "Ini adalah wilayah ku! Pergilah!" Namanya Brady.


"Kurang ajar!" Spade berdecak pinggang.


"Memangnya kau siapa beraninya mengancam kami?" Lawn Mayer mengacungkan pedang.


"Sudahlah! Kita bunuh saja bajingan ini!" Hammer yang suka meledak-ledak tidak sabar dengan adu bacot mereka.


"Benar! Aku akan ajari bajingan ini agar tidak lupa diri!" Spade dan Hammer bersama-sama maju untuk menghadapi Brady.


"Sudah ku bilang aku pemilik tempat ini!" Suara Brady melolong tinggi. Brady berani mengganggu mereka tentu saja karena tidak mengetahui identitas mereka.


"A- apa?" Brady mundur mengikuti instingnya.


"Suara kau membuat telingaku sakit bangs*t!" Balas Axe tak kalah menggelegar di siang hari bolong. Wajah yang biasanya tersenyum itu terlihat sangat mengerikan saat sedang serius. Dia menoleh ke arah teman-temannya, mereka langsung mengangguk.


Secara bersama-sama mereka menyerang musuh. Brady yang levelnya lebih lemah tentu saja tidak bisa menghindari serangan bertubi-tubi dari berbagai sudut.


Clang!


Darah langsung muncrat ke wajah Hammer saat dia menghabisi Brady dengan sekali tebas. Saat menoleh ke arah teman-temannya dia tertawa mengerikan, seketika menular ke yang lain. Inilah sifat asli dari keempat orang ini, langsung menghabisi siapapun itu tanpa pandang bulu, sesuai dengan julukan terkenal mereka, Dwicighi Kuartet.


Mereka menerima sebuah peta dari drop item yang dijatuhkan Brady.


Short Legged Tomb!


Endurance : 1/1


Tempat dwarf yang eksentrik beristirahat.


Berada di antara dua lembah.


Di bawah pohon besar yang kokoh.


Di mana-mana suara gemuruh terus terdengar.


Jalan yang dilalui sangat sempit, diantara gemuruh itu carilah suara yang tidak berdering.


Note : Kekuatan utama tidak bisa dicapai tanpa pengorbanan.


Writer : Reineig R. Hansberg


'"Apa maksudnya?" Otak Spade tidak mampu untuk memahami maksud tata bahasa itu karena nilai bahasanya dibawah standard. Dia menoleh ke arah teman-temannya, mereka semua mengangkat bahu, dia lupa bahwa otak mereka tak berbeda jauh.


Mereka berempat tertawa bersama memilih mengabaikan peta itu. Menganggap bahwa peta itu tidak berharga, nilainya disamakan dengan peta yang umum dijumpai dimana-mana.


Sialnya, sejak saat itu keberadaan mereka terus-menerus dilacak oleh guild Maja. Dari sanalah mereka baru sadar jika telah mengusik salah satu guild yang seharusnya tidak mereka ganggu.


"Sialan! Dasar bodoh! Jika dia sejak awal mengatakan pada kita bahwa dia dari guild Maja, aku juga pasti tidak akan membunuhnya!"


"Kita membunuhnya tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara."


"Bagaimana bisa itu salah kita!"


"Pokoknya, kita harus bersembunyi dulu sekarang ini."


Sejak saat itu, mereka berempat tidak menampakkan diri selama 2 minggu, bersembunyi di tempat sunyi yang sekiranya tidak didatangi oleh orang lain. Namun, seberapa lama waktu berlalu, guild Maja tidak berhenti melakukan pengejaran pada mereka. Untuk menghindari kematian, mereka berempat telah melalui banyak kesulitan dan beberapa kali hampir gagal melarikan diri.

__ADS_1


Level keempat orang itu berada di atas 200. Tapi, tanpa pengalaman PK, mereka tidak akan bisa lolos dari berbagai krisis dari guild Maja.


Axe merasa ada yang mengganjal dari perburuan ini, "Tidakkah kalian merasa ada yang aneh."


"Aku juga berpikir begitu, tidakkah kalian berdua setuju?" Lawn Mayer menoleh pada Hammer dan Spade. Kedua orang itu malah mengernyitkan dahi.


Membuat Lawn Mayer harus menjelaskan lebih panjang, "Seluruh guild tidak akan mengejar kita, hanya karena membunuh satu anggota."


"Ya, mereka sangat bertekad untuk membunuh kita semua." Hammer sangat menyadari akan fakta ini.


"Tunggu sebentar, peta apa yang kita ambil dari si brengsek itu?" Axe menoleh pada Spade yang saat itu membacakan isi peta.


"Seingatku, itu sesuatu tentang makam seorang dwarf." Lawn Mayer menyela duluan, tahu jika otak Spade tidak mampu mengingat apapun.


"Tak salah lagi, peta ini pasti sesuatu yang spesial."


Lawn Mayer mengangguk beberapa kali, "Jadi intinya, mereka tidak mengejar kita, tapi mengejar peta ini."


"Nice!"


"Hehe!"


"Kalau begitu kita harus mencoba menemukan harta karun dari peta ini."


Sejak itu, mereka berempat mulai mencari rahasia dibalik peta tersebut. Mereka melintasi berbagai kerajaan untuk menemukan arsip yang menyimpan informasi mengenai peta tersebut. Tibalah saatnya mereka berhasil memecahkan arti dari setiap frase.


Flashback Off!


Berakhirlah mereka datang ke sini, pegunungan Baruk.


"Yang harus kita lakukan sekarang adalah memasuki makam tersebut." Spade tersenyum senang.


Lawn Mayer memutar kedua bola matanya, terlihat menahan kesal, "Semua orang juga tahu itu, tapi bagaimana hah? Tidak ada seorang Adventurer di antara kita, jadi jebakan di dalam dungeon tidak bisa dipecahkan."


"Itu--"


"Tubuh kita bisa menerima beberapa jebakan." Hammer menjawab enteng disetujui oleh Spade.


"Bahkan jika seluruh prosesnya berjalan lancar, seseorang masih harus mati karena sambaran petir di akhir jebakan. Jadi, salah satu dari kita siapa yang harus mati?"


Inti percakapan ini sudah jelas, tidak ada seorangpun diantara mereka yang rela berkorban. Keempat orang itu sudah terbiasa membunuh orang lain jelas tidak mau mati seorang diri. Mereka mulai saling menatap satu sama lain.


Lalu, senyum lebar muncul di wajah Axe. "Sudah diputuskan."


"Si- siapa?"


"Kau tak menujuk aku, kan?" Hammer hampir meledak.


Axe mengarahkan telunjuknya, jantung semua orang yang tadinya memompa sekuat tenaga mendadak pelan. Karena telunjuk Axe tidak mengarah ke salah satu di antara mereka, melainkan ke arah kaki pegunungan. Di sana lah gerobak yang dinaiki Weed dan Mapan berdecit.


Saat ada player lain yang melambaikan tangan dengan antusias, Mapan terpaksa memberhentikan gerobak.


"Wow! Aku tak menduga bisa bertemu dengan orang lain ditempat seperti ini. Hello namaku Mapan!" Mapan meloncat dari gerobak menghampiri Dwicighi Kuartet dengan senyuman khasnya


"Aku Axe, ini Lawn Mayer, Hammer dan--"


"Spade!"


"Salam kenal!"


"Senang bertemu kalian!"


Keempat orang itu tersenyum lebar, menyambut keberadaan Weed dan Mapan.


"Sangat jarang bisa menjumpai orang yang sengaja bepergian melewati pegunungan Baruk, apa rencana kalian?" Axe tersenyum memikat berusaha mengakrabkan diri.


"Ah, kami ingin berdagang." jawab Mapan tak kalah antusias.


"Berdagang?" Axe dan Lawn Mayer berpandangan secara singkat sebelum menatap Mapan kembali, "Berarti, kalian berdua adalah Merchant, ya?"


"Betul! Aku yang seorang Merchant, dan Weed adalah seorang Sculptor." Mapan menunjuk diri sendiri dan Weed bergantian.


"Oh, seperti itu." Axe tersenyum lebar, ketiga temannya yang lainpun berusaha menyembunyikan suka cita.


'Dia bilang dia seorang Sculptor!'


'Aku baru tahu ternyata ada orang yang memilih profesi sampah itu.'


Walau di permukaan sikap mereka sesopan menghadapi calon mertua, tapi dalam hati sikap mereka sangat buruk. Bukan berarti mereka menyukai sikap bermuka dua, tapi hal ini demi menuntaskan tugas pencarian harta karun yang sangat berharga. Bagaimanapun, mereka belajar menghadapi situasi saat berurusan dengan orang lain sejak insiden Brandy.


Lawn Mayer bertanya dengan hati-hati, "Ngomong-ngomong, bolehkah aku bertanya bagaimana kalian bisa melintasi Pegunungan Baruk padahal profesi kalian, maaf bukan maksudku menghina profesi kalian, tapi tempat ini sangat berbahaya karena dipenuhi oleh berbagai monster. Aku hanya ingin berbagi wawasan bagaimana cara kalian berurusan dengan para monster?"


"Itu karena Weed--" Mapan yang baru akan menjelaskan langsung terhenti saat Weed menyikut perutnya dari samping.


"Weed?" Mapan tentu saja terkejut dengan peringatan yang tiba-tiba itu. Saat dia menatap mata tegas milik Weed, dia sadar arti tatapan itu, Weed ingin dia merahasiakan tentang kemampuannya. Walau dia tidak mengerti apa alasannya tapi dia memilih untuk menutup mulutnya.


Axe mengangkat sebelah alisnya menyadari situasi canggung itu, lalu dia terbahak, "Yah, apakah sangat sulit bagimu untuk mengatakannya pada kami?"


Sebenarnya, insting Weed mengatakan jika ada yang disembunyikan oleh keempat orang di hadapannya. Walau bagaimanapun, benua Versailles ini sangat luas, meskipun jumlah player nya juga sangat banyak, tapi akan sangat jarang untuk bertemu orang di tempat yang dikenakan sebagai surga para monster.


Pada umumnya, saat bertemu orang lain di tempat yang tak biasa seperti pegunungan, maka akan bertegur sapa bahkan mungkin makan bersama, jika memiliki tujuan yang sama maka akan berjalan bersama-sama untuk sementara waktu. Tapi suka cita keempat orang ini terlalu berlebihan. Mereka bahkan lebih senang lagi saat mengetahui profesi Weed dan Mapan yang biasanya diacuhkan oleh orang lain karena dianggap sebagai beban.


Weed diam-diam mengamati mereka berempat. Axe berada di paling depan seakan menjadi pemimpin untuk membuka percakapan dengan Weed dan Mapan, disebelahnya ada Lawn Mayer yang seakan menjadi wakil tim. Sementara kedua orang yang lainnya adalah anak buah yang dapat diandalkan. 'Tidak salah lagi, mereka pasti para Rogue.'


...•••...


Nah, apa kabar kalean?😂

__ADS_1


Masih setia apa sudah berpaling ke yang laen?


-Lia Cans huhu~~


__ADS_2