Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Visiting dark memories!


__ADS_3

Uaena High School!


Lee Hye Yoon datang menemui kakaknya di bangku festival. Wajahnya terlihat lebih fresh dari Lee Hyun. Apalagi dirinya yang tidak memakai seragam sekolah, melainkan memakai jeans hitam dipadukan dengan kaos putih. Walau sederhana, dia terlihat sangat cantik dan indah dipandang mata.


Masalahnya, sekarang Lee Hyun merasakan percikan permusuhan yang menyala-nyala dari mata adiknya dan Yoon Ah.


"Heh! Nenek Lampir! Kenapa kau duduk di samping OPPA ku?" Serangan tiba-tiba dari Lee Hye Yoon sangatlah tajam disertai aura pembunuh yang memancar darinya.


Pada saat itu, Lee Hyun merasa jika adiknya jauh lebih menakutkan daripada seorang Death Knight. Tetapi, seorang Dullahan tengah duduk tepat di sampingnya.


"Nenek Lampir? Omongannya tolong dijaga ya bocah!"


Lee Hye Yoon mengangkat sebelah sudut bibirnya dan tertawa menghina, "Cih! Situnya juga bocah dong, kan umur kita tidak beda jauh!"


"Aku teman sekelas kakak mu tahu. Aku akan menjaga mulutku, jika aku adalah kau." Yoon Ah meletakkan tangannya pada bahu Lee Hyun, terlihat layaknya sahabat karib.


Lee Hyun tersentak langsung mengalihkan perhatian ke gadis itu.


"Hmph!" Lee Hye Yoon mendengus, langsung mendekati kakaknya, secara terang-terangan mengabaikan Yoon Ah, "Oppa sedang apa?"


Lee Hyun mengernyit menatap curiga pada adiknya yang memasang senyuman manis, dia curiga akan ada hal gila yang menantinya, "Apa maksudmu yang sedang apa? Sedang menonton drama musikal." Menunjuk panggung drama.


"Ugh, ayo kita pergi!" Lee Hye Yoon menarik paksa Lee Hyun bangun dari tempat duduk.


"Kemana?"


"Ada sesuatu yang ingin aku lakukan denganmu!"


"Melakukan apa tepatnya?"


"Sudahlah, pokoknya ikuti saja aku."


Lee Hyun akhirnya mengalah. Saat dia bangkit dari tempat duduk, Lee Hye Yoon tersenyum penuh kemenangan pada Yoon Ah, gadis itu terdiam kaku melihat kepergian mereka, baru sadar telah kalah telak oleh gadis SMA yang baru ditemuinya, diapun tertawa kecil. Dia dengan tulus bersyukur, penyelamat nya memiliki adik yang menggemaskan.


Lee Hye Yoon membawa kakaknya ke arah lapangan sekolah, dimana ada banyak event dan perlombaan yang terbuka untuk umum.


Rupanya, KMC Media telah mensponsori festival di sekolah itu. Mereka juga meliput video-video tentang kegiatan class meeting tersebut. Video dari para siswa yang menghindari berbagai jebakan untuk menyelesaikan sebuah misi terlihat seru.


Lapangan itu terlihat sangat ramai oleh sorakan penonton yang sedang menyaksikan beragam perlombaan.


Lee Hye Yoon membawa Lee Hyun mengantri di depan salah satu perlombaan yang paling mudah.


Perlombaan tentang dua orang yang harus mengikat sebelah kakinya dengan pasangan lalu berlari ke garis finish.


Lee Hyun tampak malas melakukan apapun, "Untuk apa kita ke sini?"


"Oppa dan aku harus bersenang-senanglah. Aku benar-benar ingin melakukan perlombaan 3 kaki ini."


"Kenapa aku harus melakukan hal seperti itu? Lakukan saja sendiri."


"Pokoknya aku tidak mau melakukannya kecuali bersamamu! Aku sudah mengatakan pada semua temanku, jika aku akan berpasangan denganmu. Jadi oppa wajib melakukan ini denganku."


Lee Hyun mengernyit, sekeras apapun dirinya masih tidak akan bisa menang melawan sikap keras kepala adiknya. 'Perlombaan ini terlalu mudah, pasti tidak akan disiarkan.'


Mata Lee Hyun menatap tajam ke arah kamera yang sedang menyoroti para siswa. Meskipun sorot kamera itu ada dimana-mana, tapi tidak semua rekaman akan ditayangkan. Hanya kegiatan yang paling menonjol yang akan diedit lalu ditayangkan. Jadi jika hanya melewati perlombaan mudah ini, kemungkinannya kecil untuk menarik perhatian editor.


Dan lagi, tujuan penyiaran KMC Media yang sebenarnya bukan sekarang. Perekaman inti akan dimulai pada malam hari nanti, saat para artis mengunjungi sekolah. Para selebriti yang melewati rintangan perlombaan yang sulit akan sangat populer di kalangan pemirsa.


Para siswa dan orang-orang biasa tak lebih dari hiasan untuk mereka. Dari pandangan Lee Hyun, mereka hanya memanfaatkan kepopuleran para selebriti untuk meningkatkan rating penayangan.


Seorang panitia seksi yang memaki rok mini terlihat sibuk menerima formulir pendaftaran.


Lee Hye Yoon tersenyum lega pada kakaknya, "Akhirnya bagian kita telah tiba."


Dengan semangat dia berbicara pada panitia pelaksana, "Kami akan berpartisipasi."


"Biayanya 10 ribu won untuk sekali perlombaan."


Lee Hyun bergidik ngeri, walau sangat enggan dia tetap mengeluarkan uang dibalik sakunya. Dia tidak menyangka festival sekolah akan semahal ini. Rasanya ini adalah penipuan publik yang paling mengerikan baginya. 'Sepertinya aku harus rela memasak bayam kecap untuk makan malam.'


Tentu saja berbeda untuk Lee Hye Yoon dan neneknya, dia akan memasakkan makanan lain yang lezat untuk mereka. Tetapi, dia masih punya harapan kecil jika adiknya akan makan banyak di festival dan pulang ke rumah dengan perut kenyang.


"Bersedia, siap!"


"Mulai!"


Saat suara tembakan terdengar, 12 pasangan berlari secara serentak menuju garis finish. Termasuk pasangan Lee Hyun dan Lee Hye Yoon. Karena kaki mereka yang terikat bersama, mereka mulai tersandung kaki satu sama lain, semakin lama lari mereka semakin melambat. Mereka baru menyelesaikan sepertiga jalan, pasangan paling lambat.


"Oppa! Berusahalah lebih keras!" Lee Hye Yoon berusaha menyemangati.


Lee Hyun mengangguk malas, "Aku sedang mengusahakannya."


"Maksudku lebih baik lagi!"


"Ya, ya."


Karena dia dipaksa berpartisipasi, Lee Hyun tidak menganggap perlombaan ini dengan serius. Saat dia melihat pasangan lain melewati mereka, Lee Hyun bertanya, "Apa bagusnya tentang permainan seperti ini? Yang kamu dapat saat menang hanyalah badan yang bau keringat."

__ADS_1


Lee Hye Yoon mengernyitkan dahi saat menatapnya, "Kau tak tahu? Juara satu mendapatkan voucher belanja di mall."


Kedua mata Lee Hyun melebar, "B-Berapa banyak?"


"100 ribu won."


Uhuk!


Kecepatan gerakan Lee Hyun mendadak berubah. Tangan kanannya memeluk pinggang adiknya, dan mulai berlari sekuat tenaga. Lari Lee Hyun melaju dengan kecepatan luar biasa.


Lee Hye Yoon hampir terbahak, karena dia telah menyentil kelemahan utama kakaknya. 'Uang! Motivasi paling sempurna!'


Awalnya, balapan 3 kaki membutuhkan kerja sama kedua pemain. Tapi Lee Hyun terlihat menggendong adiknya dan berjuang sendirian. Lalu secepat kilat melewati semua pesaing yang ada. Akhirnya mereka meraih posisi pertama.


"Selamat atas kemenangannya."


Mereka menerima voucher belanja sebesar 100 ribu won dari MC. Mata Lee Hyun berkedip tak kuasa menahan rencana berikutnya, dia yakin bisa mendapatkan beberapa ribu won setelah menjualnya secara online.


Sayangnya, tim yang sama tidak bisa berpartisipasi dalam event itu lagi, jadi mereka tak bisa mendapatkan lebih banyak uang dari perlombaan yang sama. Lee Hyun dengan cepat mencari perlombaan lain yang berhadiah uang. Matanya berkobar penuh semangat tak lunglai seperti beberapa saat yang lalu.


"Haruskah kita mencoba itu juga?" Lee Hyun menunjuk kearah seperangkat fasilitas yang terpasang di tengah-tengah lapangan.


Fasilitas itu disebut Princess Set!


Set itu terdiri dari 3 bagian. Pertama harus menyebrangi kayu licin yang tak berhenti bergoyang. Kedua, harus memecahkan 50 balon air yang terbang ke arahmu. Dan yang ketiga harus mendaki dinding menggunakan seutas tali. Seseorang harus menyelesaikan 3 tahapan ini untuk menyelamatkan putri yang menunggunya di dalam penjara. Tentu saja, putri tersebut adalah salah satu peserta.


Itu adalah sebuah permainan di mana kamu harus menyelamatkan putrimu sendiri. Dalam kasus Lee Hyun, dia harus menyelamatkan adiknya, Lee Hye Yoon.


Lee Hye Yoon menatap kakaknya dengan cemas, "Rintangannya terlihat sangat sulit, apakah oppa akan baik-baik saja? Menyerah lah sebelum oppa jatuh ke air lalu terkena flu."


Kekhawatiran memenuhi mata Lee Hye Yoon. Rintangannya yang tinggi tampak sangat berbahaya. Seseorang akan basah kuyup saat terjatuh dari kayu bergoyang.


Walau terlihat sulit dan berbahaya, nyatanya banyak orang yang berkerumun di dekat sana, dan bersorak keras untuk menyemangati para peserta yang sedang berjuang.


Dan berita besarnya, sebagian besar kamera terfokus pada Princess Set.


Lee Hyun menunjukkan senyum terbaiknya, "Jangan khawatir. Percaya saja padaku."


Ini adalah sebuah event dimana kau menerima hadiah tergantung pada rekor mu. Orang tercepat menerima hadiah 3 juta won dan voucher belanja senilai 2 juta won. Karena sekolah dan perusahaan penyiaran berinvestasi banyak pada event ini, hadiahnya sangat besar.


Lee Hyun sudah bertekad akan menjadi pemenang pertama lalu membayar 20 ribu won untuk mendaftar.


Dia harus mengantri lebih lama, karena banyaknya orang lain yg berpartisipasi dalam perlombaan ini. Hasilnya, lebih dari 95% peserta tidak mempu menyelamatkan putri dan gagal. Walaupun ada yang berhasil menyelamatkan sang Putri, hadiahnya tergantung waktu tercepat, jadi kesempatan menangnya sangat tipis.


Setelah satu jam menunggu akhirnya giliran Lee Hyun tiba. Ini sudah mendekati akhir festival, karena banyak event yang di tutup.


Tapi kegigihan Lee Hyun jika sudah menyangkut uang tidak terkalahkan, bahkan oleh rengekan adiknya. "Ya. Jangan khawatir dan tunggu saja sebentar. Aku menyelamatkanmu dengan cepat."


Lee Hye Yoon menghela nafas panjang lalu masuk ke dalam penjara. Di samping, teman-temannya mengerumuninya sambil bersorak riang untuk menyemangati pasangan itu, walau mereka tak kenal Lee Hyun, tapi dia adalah kakak teman mereka, Lee Hye Yoon.


Seorang gadis berambut sependek bahu menunjuk Lee Hyun yang menatap ke arah sini dengan tekad kuat, "Apakah orang itu kakakmu yang selalu kau ceritakan?"


"Benar. Bukankah dia tampan?"


"Tidak ah, biasa saja tuh." Teman-temannya tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Karena penggambaran Lee Hyun yang dilebih-lebihkan oleh Lee Hye Yoon berbeda jauh dari penampilan aslinya.


"Aku benar-benar tak mengerti, seberapa hebat kakakmu. Hingga kau menolak setiap laki-laki yang mengajakmu kencan."


"Ya. Padahal dunia ini luas, masih banyak orang yang lebih baik daripada kakakmu."


Lee Hye Yoon tersenyum tipis, "Kalian tidak akan mengerti."


Lee Hyun berdiri di titik start. Dua selebritis MC, pria dan wanita, mendekatinya dan mengarahkan microfon ke depan wajahnya. Pria itu terlihat tampan dan dewasa, sedangkan MC wanitanya terlihat cantik. Seperti yang dia duga dari seorang selebritis.


MC laki-laki bertanya, "Kenapa kamu memutuskan untuk berpartisipasi dalam perlombaan ini?"


"Untuk menyelamatkan satu-satunya adikku yang paling berharga." jawab Lee Hyun asal-asalan. Jika dia tidak membuka sangkar itu, maka sangkarnya akan bergerak ke arah air, lalu bagian dasarnya akan terbuka, menjatuhkan orang di dalamnya. Tentu saja Lee Hye Yoon akan terjatuh ke dalam air jika dia tidak membuka pintu sangkarnya.


Kali ini, MC wanita yang bertanya. "Ya. Kamu datang untuk menyelamatkan adikmu. Dari informasi yang baru saja aku terima, adikmu adalah siswi tercantik yang telah berpartisipasi sejauh ini. Sepertinya dia adalah idola di sekolah! Kita akan melihat primadona sekolah itu akan jatuh ke air atau diselamatkan oleh sang pahlawan. Ah! Ini hanya pendapatku saja, kupikir penonton lebih menginginkan dia jatuh ke air. Sebelum kamu pergi, silahkan mengatakan kata-kata resolusi!"


"Aku akan mencoba yang terbaik." Kata Lee Hyun singkat, dia merasa kata-kata lain tidaklah diperlukan.


Dia hanya harus mengeluarkan usaha terbaiknya. Harus memenangkan perlombaan ini dengan cara apapun. Lalu membawa pulang hadiah utama senilai 3 juta won serta voucher belanja 2 juta won. Ini adalah tujuan utamanya. Kapan lagi dia bisa mendapat hadiah sebesar ini.


Pistol pun ditembakkan.


Lee Hyun melesat ke depan mengikuti instingnya yang seperti binatang buas. Dia melewati beberapa rintangan yang hanya dekorasi belaka dan sampailah di tantangan pertama.


Itu adalah jembatan kayu tunggal yang dikelilingi air, dan dipenuhi batang stereo-foam untuk menghambat langkah. Di seberangnya, murid-murid perempuan menembakan senapan air dari segala arah kepada penantang.


MC laki-laki mengeluarkan komentar dengan ngerap.


"Penantang sekarang telah sampai di tantangan pertama. Aku yakin dia adalah orang tercepat yang sampai di tantangan pertama sejauh ini, tetapi akan berbahaya baginya jika terlalu buru-buru karena dia bisa saja tercebur ke air! Jika dia jatuh, maka secara otomatis akan didiskualifikasi. Dia harus mengambil langkah yang tepat."


"Aku setuju denganmu!"


Lee Hyun mengabaikan semua hal, entah itu kata-kata MC ataupun jeritan para penonton. Dia memilih fokus pada tujuannya. 'Perlombaan ini bergantung pada kecepatan. Aku tidak boleh terlambat.' Matanya bersinar setajam silet. Dengan cekatan melompat ke jembatan lalu sprin.

__ADS_1


Otot-otot pinggangnya sudah terlatih dengan kuat selama setahun ini, berhasil menjaga keseimbangannya di jembatan licin itu. Dia berlari melewati rintangan dengan mudah seolah sedang melewati jembatan biasa. Tubuhnya terlihat seringan kapas saat dia melaju ke depan yang seolah terbang. Langkah yang dia ambil terlihat seperti gerakan seni beladiri Tiongkok.


Batang-batang stereo-foam bergerak dengan pola yang telah ditetapkan. Lee Hyun terus melaju, melompat dari satu stereo-foam ke yang lain, seolah mereka sedang membuat jalan khusus untuknya.


"Tembak!"


Para siswi mulai menembakinya dengan senapan air, tapi kebanyakan tembakan malah mengenai ruang kosong yang telah dilewati oleh Lee Hyun.


Lee Hyun menyelesaikan tantangan pertama secepat kilat, langsung menuju tantangan selanjutnya. Beberapa orang terdiam cengo tidak menyangka gerakannya akan secepat itu, melebihi kecepatan angin lewat.


"I-Ini menakjubkan. Ini adalah pertama kalinya seseorang menyelesaikan tantangan pertama secepat ini. Dia berlari dengan kecepatan yang mencengangkan. Bukankah kita seperti sedang menyaksikan sirkus. Apa yang kamu pikirkan, Ms. Son? Ah! Kamu terlalu fokus menonton."


Son Ye Jin adalah seorang selebriti yang sangat populer akhir-akhir ini. Dia memiliki tarif yang mahal, jadi biasanya dia hanya terlihat di film-film dan iklan. Tapi dia tetaplah seorang alumni Uaena High School. Itu sebabnya dia menjadi MC untuk event ini.


Son Ye Jin hanya menatap Lee Hyun seperti seorang lakon teater yang disoroti lampu.


Lee Hyun sedang berada di depan sebuah menara dengan ketinggian sedang.


Balon air ditembakkan seperti peluru dari mesin khusus.


Dia harus memecahkan 50 balon air!


Kau hanya bisa lewat setelah memecahkan sepertiga dari 150 balon air yang ditembakkan. Sekitar setengah dari penantang gagal di tentangan pertama dan setengah yang lainnya gagal di tantangan kedua.


Ini juga sebuah tantangan yang akan mempermalukan penantang, saat jatuh ke spons di bawah hanya karena terkena hantaman dari balon air yang beterbangan. Para penantang harus berjuang sampai batas mereka untuk memecahkan balon udara yang secara terus menerus ditembakkan pada mereka, jadi mereka cenderung berakhir seperti orang bodoh. Ini adalah sebuah tantangan yang akan mendapat banyak perhatian.


Tetapi balon-balon air itu ajaibnya langsung meledak semua saat mendekati tubuh Lee Hyun. Air terciprat membasahi dirinya saat balon-balon itu pecah. Tapi itu bukan masalah besar yang akan memperlambat pergerakan Lee Hyun. Pergerakan tangan dan kakinya masih secepat kilat saat dia tanpa berhenti memecahkan balon-balon yang menghampiri dirinya.


Orang-orang yang telah melewati tantangan ini tentu tahu dengan jelas bahwa itu sangatlah merepotkan. Sekalipun balon itu berukuran besar, tapi pergerakannya yang kasar akan menubruk penantang, jadi dibutuhkan konsentrasi tingkat tinggi.


Balon-balon air yang di tembakkan oleh mesin itu memiliki lintasan yang berbeda. Sebagian akan terbang menjulang sebelum menjatuhkan penantang, ada juga yang terbang rendah, bahkan ada juga yang terbang lurus secepat kilat. Bahkan saat berhasil memecahkan sebuah balon, air akan terciprat ke mata, hal ini tentu saja akan mengganggu konsentrasi.


Ini benar-benar tantangan yang merepotkan.


Tetapi Lee Hyun telah membaca pola serangan balon-balon air yang ditembakkan dan menajamkan indra nya.


Ketika dia mengulurkan tangannya untuk memecahkan beberapa balon, dia mencondongkan tubuhnya ke depan untuk menyeimbangkan tubuh. Lalu melakukan tendangan memutar yang terlihat sangat indah. Pergerakan tangan dan kakinya bergerak alami layaknya penari pedang. Tak sedikitpun dia kehilangan keseimbangan, apalagi panik.


Lee Hyun melakukan tiga tendangan beruntun saat melompat, memecahkan 3 balon air sebelum kembali mendarat. Pergerakannya bahkan lebih indah dari penari pro.


Hasilnya, dia menghancurkan semua balon air tanpa melewatkan satupun.


MC dan para penonton hanya bisa terbengong, tanpa sadar telah berung kali berdecak kagum.


"Oh, ya ampun!"


"Bagaimana mungkin!"


"Aku tidak sedang bermimpi, kan?"


"Siapa orang itu?!"


Para kru kamera tengah sibuk menyiarkan momen itu dilayar, dan MC hanya menatap dengan mulut terbuka lebar karena terlalu terkejut, lupa untuk berkomentar.


Setelah memecahkan 50 balon air lebih cepat daripada siapapun, Lee Hyun bergerak ke tentangan selanjutnya.


Tantangan terakhir adalah untuk memanjat dinding yang seperti batu besar setinggi lebih dari 3 meter menggunakan seutas tali untuk mendarat di sebrang nya. Disampingnya juga ada dinding yang berfungsi sebagai pengamanan, dan satu tali menggantung di depan.


"Ternyata hanya setinggi ini." Lee Hyun langsung lari menuju ke arah dinding, tidak mengurangi kecepatannya sedikitpun.


"Ahhh!"


Meskipun itu adalah dinding palsu yang terbuat dari stereo-foam, orang-orang berteriak ketakutan saat melihat pergerakan Lee Hyun. Dia terlihat sama sekali tidak berniat meraih tali tersebut.


Ketika Lee Hyun sampai di dinding, dia langsung melompat lalu mendaki dinding samping yang berfungsi sebagai keamanan.


"Omaigat!"


"Apa yang--"


Setelah sampai di titik tertinggi dinding tersebut, dia berputar elegan, Lee Hyun lanjut berlari lurus ke depan sampai mendarat mulus di tanah.


Walau ngos-ngosan, dia terlihat senang melihat wajah adiknya yang terkurung di dalam sangkar. Artinya perjuangan dia telah berakhir, dan dia berhasil menyelamatkan adik semata wayangnya itu.


"Seperti yang aku janjikan, aku datang menyelamatkan mu, aku sedikit terlambat, kan?" Lee Hyun membuka pintu sangkar tersebut. Tidak menyadari wajah adiknya yang terlihat tidak bernyawa.


Lee Hye Yoon merasa jantungnya telah copot setelah menyaksikan tindakan ceroboh yang dilakukan kakaknya barusan.


...•••...


Bagaimana dengan episode kali ini?


Lee Hyun tambah keren, kan?


Udah cocok belom jadi suami idaman?


Lia Cantik~~

__ADS_1


__ADS_2