Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Battle Maestro 2


__ADS_3

Para goblin kabur terkocar-kacir takut kejar oleh para knight, meskipun level mereka jauh lebih tinggi, tapi tidak bisa mengalahkan infanteri, yang melebihi jumlah mereka enam kali lipat. Serangan terkoordinasi membunuh goblin satu per satu.


Taktik pasukan Roma seperti ini akan tak berguna melawan pasukan dengan jumlah yang sama, namun pasukan beranggotakan 30 knight lengkap dengan perisai, mengepung dari 4 arah, membantai para goblin satu persatu.


Sesekali Weed menembakkan panah, ia dengan santai berada di jarak aman tujuannya untuk mengacaukan perhatian para goblin. Ketika melihat mata goblin mata Weed bersinar cerah.


'Salah satu dari mereka adalah milikku!'


Weed mengamati pertempurannya, dan ketika seekor goblin sedang sekarat, ia menembakkan panah tepat di lehernya.


**Level** Up!


Sejak Weed mencapai level 26, kobold tak memberikan banyak EXP seperti sebelumnya. Memang masih lumayan banyak, tapi bagi Weed itu terlalu rendah. Seekor goblin berada di dimensi yang berbeda dari seekor kobold. Ketika Weed membunuh goblin, langsung mengisi 37% yang tersisa untuk naik level ke level 27, dan masih tersisa 10% untuk level selanjutnya.


'Di level 50, goblin memberikan EXP yang jauh lebih baik daripada kobold.'


Weed tergoda untuk mencium pantat para goblin. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan ia lakukan bila tidak ada knight di sekitarnya. Akan sulit menemukan tempat berburu yang lebih baik dari ini.


"Kita menang!"


Para prajurit berteriak kegirangan, melempar pedang mereka ke udara. Mereka semakin yakin bahwa mereka telah berhasil mengalahkan goblin.


“Goblin bukan tandingan kita.”


"Tidak, kita menang dengan mudah karena mengikuti perintah Weed."


"Dia mempunyai bakat seorang pemimpin."


"Ia sangat pandai mengukur kekuatan musuh."


"Dibawah perintahnya, peluang kita untuk bertahan hidup sangatlah tinggi."


Setelah pertarungan selesai, para prajurit memuji Weed, sambil menepuk punggungnya. Dewi keberuntungan sedang berpihak padanya! Namun, Weed mengalihkan pandangannya ke arah jendral Midvale dengan hati-hati.


Jika knight itu merasa direndahkan karena kepemimpinannya diambil alih oleh orang asing, ia berhak untuk mengeksekusi Weed tanpa perlu ke pengadilan, meskipun Weed meyakinkan dirinya sendiri bahwa persahabatannya dengan knight itu akan menghindarkannya dari skenario terburuk.


Jendral Midvale menatap mayat para goblin, dan tampak memikirkan sesuatu selama beberapa saat, lalu berkata kepada Weed.


"Kau adalah prajurit yang bagus, Weed. Aku melihat bakat luar biasa dalam dirimu. Apa kau mau mengambil jalan sebagai Royal Guard?"


“Seorang Royal Guard?"


"Kau akan menjadi perwira di pasukan terhormat dari Kerajaan Rosenheim. Posisi awalmu adalah denarion."


“Kamu akan menjadi perwira di pasukan terhormat kerajaan Rosenheim. Posisi awal Anda akan menjadi kapten."


Ting!


Anda telah menerima tawaran profesi!


Jika Anda menerimanya, Anda akan mengambil posisi kapten di infanteri Kerajaan Rosenheim. Anda akan memimpin 10 knight. Anda juga akan menerima pelatihan reguler, dan pemasukan bulanan sebanyak 50 silver. Apakah Anda akan menerima tawaran pekerjaan ini?


Setelah menyelesaikan pelatihan reguler, beberapa teknik pedang dasar dan sejumlah peralatan militer seperti pedang dan perisai akan diberikan. Tentunya, itu bukanlah exuipment terbaik di kota. Hanya mendapatkan sebuah iron sword dan armor berat, hanya untuk opsi pertahanan tanpa opsi ekstra.


Weed menggelengkan kepalanya karena menurut rencana awalnya, terlalu dini jika memutuskan untuk bergabung di suatu pekerjaan tetap.


"Aku merasa terhormat karena jendral memiliki opini yang begitu tinggi tentangku. Namun aku tak bisa menerimanya. Seorang Royal Guard pastinya adalah cita-cita yang mulia, namun aku ingin mencurahkan waktu pergi bertualang dengan bebas untuk menolong mereka yang lemah dan memburu monster jahat untuk sementara waktu. Darah seorang petualang mengalir dalam diriku, jendral Midvale."


"Baiklah, kalau begitu. Kalau kau berubah pikiran, beritahu aku. Untuk sekarang, ambil alih komando anak buahku."


“Bolehkah aku melakukannya?”


“Itu adalah tugasku, tapi sepertinya mereka mengagumi strategimu, ingin dilatih lebih banyak olehmu. Aku akan mengawasi dari belakang seberapa jauh kepemimpinanmu dapat memimpin mereka."


Jendral Midvale mentransfer komando pasukan ekspedisi kepada Weed. Untuk sekarang, para knight harus mematuhinya di dungeon ini. Tentu, dia tak mengharapkan kesetiaan yang dapat membuat mereka lompat ke jurang bara api untuk mematuhi perintahnya. Leadership milik Weed terlalu rendah, jadi dia mengandalkan persahabatannya dengan para prajurit. Tentu saja, dia merasa tertantang dengan tugas barunya.


'Mantap! Aku akan memanfaatkan situasi ini.'


Weed menyimpan busurnya, lalu mengambil pedang miliknya dan mengangkatnya ke atas. Itu adalah sebuah demonstrasi untuk posisi barunya. Akan kurang mengesankan jika dia mengangkat busur, mengingatkan pasukannya tentang perilaku masa lalunya dalam pertempuran yang tidak bisa dibilang terhormat.


"Dengar, saudaraku! Namaku Weed, mulai dari sekarang, aku mengambil alih posisi komandan. Aku minta kalian menjalankan perintahku dengan baik."


"Siap, Komandan!"


“Tujuan utamaku adalah membersihkan dungeon tanpa menelan korban. Lakukan yang terbaik dan jangan sampai setetes darah pun tertumpah dengan sia-sia.”


"Siap, Komandan!"


Sejak Weed mengambil alih komando dari jendral Midvale, sikap para knight terhadapnya berubah secara drastis.


“Buren, Becker.”


"Ya, Komandan!"


“Kalian adalah pengintai sekarang. Pergilah ke barisan depan dan awasi musuh di daerah tersebut. Bahkan saat kami bertempur, kalian harus mengamati musuh yang mendekat."


"Siap, Komandan!"


Weed berjalan memimpin pasukannya dengan dua pengintai di depannya. Tak lama, Buren lari ke arahnya sambil terengah-engah.


"Komandan."


"Bicaralah."


“Lapor komandan! Ada 7 goblin di arah jam 12. Dua goblin wanita dan lima goblin raiders."


Goblin Raider, menurut database pribadi milik Weed, adalah monster berlevel 58.


“Kerja bagus, Buren. Semuanya, berhenti!”


Weed memerintahkan pasukannya untuk bersembunyi, dan memasang beberapa jebakan. Lalu, dia pergi sendirian ke tempat dimana goblin terlihat. Seperti yang dilaporkan Buren, ada 7 goblin sedang beristirahat disana. Weed mengeluarkan busurnya dan memanah goblin yang paling jauh. Sebelum panahnya mengenai target, dia berbalik dan lari.


Thump!


"Kyaaaahhh, manusia!" Para goblin melihat arah perginya Weed lalu mengejarnya dengan cepat.


Weed sadar jika dia dikeroyok oleh tujuh goblin, nyawanya tak akan selamat, jadi dia hanya bisa mengandalkan kakinya agar tak tertangkap. Ketika Weed mendengar suara goblin semakin mendekat, ia mengigil. Sambil membawa tombak, para goblin berlari dengan langkah berat.


'Ya Tuhan, mereka bahkan bisa membuatku merinding. Ini yang bisa kau sebut sebagai game yang menakjubkan. Tidak, pekerjaan yang paling keren untukku.'


Sekalipun dalam keadaan berbahaya, pikiran Weed masih positif. Dia memang sendirian, namun dia akan aman ketika mencapai tempat dimana pasukannya bersembunyi. Weed lari layaknya pucuk ekor miliknya terbakar, dan akhirnya sampai di tempat yang ditentukan.

__ADS_1


"Komandan!"


Buren dan Becker adalah orang yang pertama dilihatnya.


“Bersiaplah untuk bertempur!  Goblin sudah dekat!” Teriakan Weed bergema nyaring. 7 goblin muncul dari dalam gua. Dalam beberapa saat, takdir mereka akan ditentukan.


"Kugh?"


Para goblin yang bodoh tampak kaget dengan kemunculan tiba-tiba para knight dari bebatuan tempat mereka bersembunyi. Lalu mereka melempari para goblin dengan obor.


"Para bajingan ini sudah terjebak!"


"Terus dorong ke depan!"


"Mereka memiliki tombak. Hati-hati dengan tombak mereka! Siapapun yang terluka harus mundur, baik parah atau tidak!"


Seandainya Weed tahu bahwa dia akan memimpin pasukan, dia akan membeli lebih banyak jerat dan jaring. Ide terbaik yang bisa dia pikirkan ketika tidak ada alat lain adalah melempar obor ke goblin.


Para prajurit bertarung dengan baik. Pasukan beranggotakan 30 orang itu layaknya sebuah mesin raksasa yang membuat goblin menjadi terpisah-pisah dan membunuh mereka satu per satu. Mereka diperkuat oleh variabel tak terhitung yang disebut moral.


Baik itu monster atau NPC, moral selalu menjadi faktor penting dalam pertempuran. Para knight percaya pada pemimpin baru mereka, Weed. Di sisi lain, para goblin kehilangan moral karena obor yang dilemparkan kepada mereka, para goblin baru menyadari bahwa mereka telah masuk dalam perangkap, dikepung oleh manusia yang sangat banyak, dan kehilangan niat untuk melawan balik.


“Manusia curang menjebak kita!”


“Kieeekk! Lariii! Selamatkan diriiii!”


“Kalian pikir kami akan membiarkanmu pergi hidup-hidup?”


Para knight tanpa henti mendorong musuh mereka, mata Weed berbinar-binar melihatnya.


“Kepung mereka. Blokir pintu masuk gua!”


"Siap, Komandan!"


"Knight yang terluka harus mundur dan berikan pertolongan pertama. Prajurit lain dengan HP penuh fokus bertahan. Knight yang sudah diobati tetap dalam posisi menunggu. Kalian harus siap untuk bergabung dalam pertempuran ketika aku memberi perintah!"


Dibawah komando Weed, para knight melumpuhkan para goblin secara bertahap, dua diantaranya terbunuh oleh panahnya. Karena dia telah mempertaruhkan nyawanya, paling tidak dia pantas mendapat 2 goblin agar terasa impas.


Goblin yang berlevel tinggi bertahan selama beberapa saat sekalipun dengan moral yang rendah, namun Weed membagi pasukannya menjadi 3 grup, dan memerintahkan mereka untuk secara bergiliran menghajar musuh, para goblin berakhir menjadi kilatan abu-abu.


Para goblin menjatuhkan beberapa drop item, 9 koin silver, perisai baja dan tombak perunggu. Ketika Buren dan Becker akan mengambilnya seperti yang sebelumnya, Weed menahannya.


"Semuanya, dengarkan! Aku bangga dengan keberanian kalian. Aku akan membagi drop item dari goblin dengan cara yang berbeda dari sebelumnya."


“…”


"Aku akan memberi hadiah pada kalian yang bertarung melawan goblin dengan berani. Dengan satu sarat, dia harus tidak terluka cukup parah sampai tak bisa mengikuti pertempuran selanjutnya. Prioritas utamaku adalah untuk membawamu pulang dengan selamat ke keluarga kalian yang tercinta."


"Siap, Komandan!"


Mendengar pidato Weed, pandangan pasukannya tampak penuh kekaguman.


Charm : +2


Weed akan mengambil semua drop itemnya jika dia bisa, namun dia menahannya. Jika persahabatannya dengan infanteri menurun, leadershipnya yang rendah tak akan bisa menyelamatkan dirinya dari kemungkinan dimutilasi, atau bahkan digantung.


Kehadiran jendral Midvale juga menambah satu lagi alasan untuk mengubur ketamakannya. Sambil memimpin pasukannya, Weed membersihkan dengan tuntas para goblin di lantai ketiga.


"Maaf maksudnya apa, jendral?"


"Aku meminjam knight ini dari resimen lain. Aku tak diijinkan untuk membawa mereka tanpa batas waktu. Mereka harus menyelesaikan quest ini dalam satu bulan, dan kembali ke resimen awal mereka."


Weed belum pernah mendengar tentang tenggat waktu sebelumnya. Sepertinya hanya para kinght yang terikat olehnya. Tetap saja, ia tak mempercepat langkahnya. Melawan 6 atau lebih goblin, dia selalu memancing mereka ke tempat jebakan, lalu memanahi mereka saat pasukannya melawan mereka. Dalam kasus goblin kurang dari 6 ekor, dia akan memimpin pasukannya untuk langsung bertarung dengan musuh.


Weed menghindari pertempuran kecuali seluruh pasukannya memiliki HP penuh, dan dia juga masih memasak sup dan memperbaiki equipment yang rusak untuk menjaga kondisi mereka sebaik mungkin.


...* * *...


Ketika pasukan ekspedisi berhasil menguasai lantai ketiga dungeon, Weed mencapai level 37, dan anak buahnya 34. Itulah waktunya untuk perburuan yang sebenarnya.


"Serang!"


“Pertahankan formasi! Serang!"


Dengan komando Weed, para prajurit bergerak seperti barsekee, penuh dengan kegilaan. Bagi mereka, goblin bukanlah apa-apa.


“Yatz! Yatz!”


"Mati kau! Dasar monster jelek!"


"Kau bajingan tengik! Akan ku hapus kau dari muka bumi!"


Para prajurit terus maju sambil mengangkat perisai. Mereka sering berbicara kasar karena Weed telah mengajari mereka kata-kata dari kamus Konselir Rodriguez. Kadang-kadang mereka berteriak mengancam, dan menyerang dalam situasi yang terlihat mustahil. Pedang mereka menjadi lebih dinamis, menebas ketika ada cela dari goblin yang sibuk menggunakan tombak.


Weed masih mempertahankan formasi yang sama untuk pasukannya agar bisa mengandalkan rekan mereka, namun mereka menjadi lebih nekat dan cepat. Mereka telah membunuh goblin berulang-ulang, meninggalkan ribuan bangkai di belakang. Mengadopsi taktik Weed secara agresif, pasukannya menghancurkan pertahanan goblin dengan serangan yang dikordinasikan dengan tepat.


Sekarang hanya perlu sekejap mata untuk menghancurkan peleton yang terdiri dari 6 goblin layaknya sebuah pasukan yang terdiri dari 30 prajurit veteran yang menyerbu dengan ganas membantai para musuh.


“Pertempuran telah kita menangkan. Waktunya mendistribusikan item berdasarkan performa individu. Hosram dan Dale.”


“Hadir!”


"Adakah prajurit yang membutuhkan perbaikan exuipment atau pengobatan?"


"Tidak, Komandan!


"Tidak, Komandan!"


“Kalau begitu, mari kita lanjutkan perburuan. Pasukan pengintai lapor!”


Buren dan Becker, pada gilirannya, memantau dan melaporkan lokasi dan jumlah goblin terdekat.


"Becker melapor, Komandan! 8 goblin telah ditemukan dalam radius 100 yard di arah 9 jarum jam, Satu goblin alchemist, 6 goblin warrior, dan satu goblin biasa."


"Seraaanggggg!"


Para knight berlari dengan kecepatan sedang, tidak terlalu cepat ataupun lambat. Sambil berlari, mereka mengatur nafas agar tidak terlalu kelelahan di pertempuran selanjutnya.


“Ma-manusia!”


“Musuh, habisi mereka semua!”

__ADS_1


Para goblin melakukan perlawanan, namun tampak sia-sia. Para prajurit, sekarang veteran dalam pertarungan, telah mendominasi goblin dalam hal moral. Sedangkan panah Weed adalah hukuman mati. Level skill archerynya naik drastis karena dia aktif dalam pertarungan, dan sekarang panahnya tak lagi hanya mengarah pada goblin yang sekarat.


Weed sekarang mengambil inisiatif untuk menembakkan panahnya duluan, dan ketika goblin berkumpul untuk menerobos kepungan prajuritnya, dia menghentikan pergerakan mereka dengan tembakan peringatan. Target utamanya ialah, semua goblin yang mengancam nyawa salah satu anggota pasukannya.


Bayangkan ketika tombak goblin akan melayang ke arahmu, lalu panah dari pemimpin mu menenerobos melubangi di kepala goblin, kau akan merasa diselamatkan dan menjadi lebih loyal kepadanya, bukan? Logika yang sama berlaku untuk sejumlah knight yang hidupnya diselamatkan oleh Weed di detik terakhir.


Pasukannya berburu goblin dengan cepat dan efisien. Mereka menguasai lantai keempat lebih cepat dari lantai ketiga, dan bahkan mempertahankan kecepatan mereka di lantai kelima ketika bertemu goblin yang lebih banyak di tiap pertempuran. Para knight telah terbiasa dalam pertempuran, memberi mereka status seorang veteran di level yang cukup tinggi, mereka bahkan sudah mampu melawan goblin satu lawan satu.


Namun Weed tetap memakai taktik lamanya yang fokus dengan pertahanan dan mengeroyok goblin. Beberapa anak buahnya menjadi sombong dan menyarankan padanya untuk melupakan taktik itu dan, sebaliknya, menyerang goblin secara adil. Namun Weed tetap kukuh pada rencana awal.


"Jangan pikir goblin bajingan itu berhak mendapatkan pertarungan yang adil! Pernahkah kalian mendengar seorang knight meminta duel dengan seekor monster? Kalau memang ada, berarti dia termasuk bodoh untuk mempertahankan kehormatannya terhadap monster. Kita bertarung dengan mereka untuk menciptakan kedamaian dan melindungi penduduk Rosenheim. Ingat baik-baik jika kau ragu untuk mengakhiri nyawa goblin karena kau ingin mencoba untuk bersikap adil, rekanmu lah yang akan menerima konsekuensinya!"


Leadership Weed mengontrol 30 orang pasukannya. Satu orang yang melawan goblin sendirian tidak dianggap olehnya. Lalu dia tidak diperbolehkan mengikuti pertarungan selanjutnya. Awalnya dia merasa senang karena keluar dari bahaya, namun kemudian ia sadar bahwa ia hanya bisa duduk dan melihat kawan-kawannya naik level.


Contoh ini menjadi pelajaran bagi semua orang, pasukannya akan menikam goblin dari belakang bila memungkinkan. Mereka telah dicuci otaknya oleh lidah kotor Weed. 101 Taktik bertempur infanteri.


Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Weed memimpin pasukan ekspedisk membersihkan dungeon Litvart. Karena masih tersisa waktu seminggu, mereka kembali ke lantai 3, dan dalam perjalanan kembali ke lantai bawah, mereka memburu goblin yang telah berevolusi.


Saat pertempuran dimulai, para knight menyebar ke dua sisi, membentuk formasi lingkaran dan membunuh lawan dalam hitungan detik. Begitu satu pertempuran selesai, mereka langsung maju ke pertempuran yang selanjutnya.


Blitz!


Tak satupun knight yang kehilangan nyawa. Mereka menyelesaikan quest ekspedisi Dungeon Litvart, dengan level rata-rata pasukan mencapai 57, dan Weed sendiri 62. Mengingat rata-rata level komandan di pasukan Rosenheim adalah 40, yang di raih oleh Weed benar-benar mengagumkan.


"Kerja bagus, Weed. Kamu telah memberikan bantuan yang besar pada kami." Jendral Midvale tidak menyembunyikan fakta bahwa dia mengagumi Weed.


"Jika kita mempunyai 5 orang lagi dengan keberanian dan kepemimpinan mu, maka kerajaan Rosenheim tidak akan pernah diserang oleh monster. Dengan hak seorang Royal Knight, aku berharap untuk mengangkatmu sebagai perwira. Maukah kau menerima tawaranku, Weed?"


Ding!


Anda telah menerima tawaran profesi!


Jika anda menerimanya, maka anda akan mendapatkan posisi sebagai perwira di pasukan kerajaan Rosenheim. Anda akan memimpin 100 infanteri. Anda juga berhak menerima pelatihan reguler, dan pemasukan bulanan sebesar 3 gold. 


Apakah Anda akan menerima tawaran profesinya?


Sebuah jabatan yang mempunyai pasukan sebanyak 100 orang, perwira dianggap sebagai sub-knight yang memiliki kualifikasi untuk melakukan tes untuk menerima promosi menjadi knight di Red Order. Jika player lain mendengarnya, mereka pasti akan menerimanya dengan senang hati, namun Weed tak tetap tidak terpenharuh.


"Aku senang mendengarnya, jendral Midvale, tapi ini lebih dari apa yang bisa aku terima."


"Demi Freya! Katakan padaku bila kau ingin keuntungan tambahan, Weed. Aku percaya kita bisa menemukan kesepakatan."


"Tawaran jendral, lebih dari apa yang aku inginkan. Namun apa yang aku inginkan hanyalah kedamaian dan kemakmuran di Kerajaan Rosenheim. Selagi hatiku menuntunku untuk pergi ke banyak tempat dan menbantu mereka yang membutuhkan, tampaknya terlalu dini bagiku untuk berhenti. Bila jendral memiliki quest lain untuk memburu monster yang menyerang panen para petani, atau bila Rosenheim diserang oleh kerajaan lain, aku akan menjadi orang pertama yang datang kepada dan menawarkan jasa untuk memimpin para knight pemberani di pasukan Rosenheim."


"Aku mengerti akan semangatmu, Weed. Pintu menuju Royal Knight akan selalu terbuka untukmu." Jendral Midvale menarik kembali tawarannya dengan lapang dada.


"Sekarang karena kita telah menyelesaikan quest, aku akan kembali ke Benteng Serabourg. Maukah kau bergabung dengan kami?"


“Ada yang harus aku selesaikan di sini, jendral.”


"Boleh aku tahu apa itu?" Jendral Midvale tampak penasaran.


Selama 4 minggu terakhir, Weed telah menyajikan sup untuk 32 orang selama 3 kali sehari. Pengalaman skill coocingnya yang tinggi dapat menyediakan makanan yang lezat dan praktis, dan Jendral Midvale adalah salah satu dari korban yang telah jatuh cinta pada masakannya, menciptakan persahabatan erat dengannya.


"Aku harus menyelesaikan quest dari Konselir Rodriguez."


Weed pernah berpikir bahwa perburuan para goblin akan menyelesaikan questnya, namun perhitungannya meleset jauh. Jumlah monster yang harus bunuh masih saja 100 tanpa ada tanda-tanda pengurangan. Bagaimanapun, jumlah dari goblin di dungeon sekitar 100 per lantai.


Quest Konselir Rodriguez adalah untuk menghabisi seluruh 'monster' di dungeon Litvart, sedangkan kobold dan goblin tidak mungkin targetnya karena jumlah mereka jauh melebihi 100.


"Aku mengerti, Weed. Sebuah quest dari konselir. Aku mengerti. Sebenarnya aku ingin kembali ke Serabourg bersamamu, namun sepertinya takdir menginginkan kita untuk berpisah disini. Sebagai gantinya, aku akan meminjamkan Arse untukmu."


"Arse? Pantat siapa?” [Arse \= Pantat]


"Apa kau sudah lupa dengan nama kuda yang kau tunggangi kemari?"


“Jangan bilang bahwa--”


Kepala Weed tiba-tiba terasa berdenyut. Keledai yang melempar dirinya dengan punggung belakangnya dan menggigit tangannya! Sekarang ia ingat nama keledai itu adalah Arse. Nama yang memalukan untuk ukuran seekor kuda jantan.


"Perjalanan ke Serabourg akan menghabiskan waktumu yang berharga tanpa seekor kuda. Arse akan membantumu."


“Terima kasih, tapi tidak, jendral. Aku tidak butuh kuda."


"Aku hanya membalas budi padamu, Weed. Tolong terima itu. Kembalikan Arse ke kandang kuda kerajaan setelah quest mu selesai."


“Aku hanya membalas kebaikanmu, Weed. Tolong terimalah kebaikanku. Kembalikan Arse ke kandang kuda kerajaan setelah kau menyelesaikan quest."


“…”


Jendral Midvale segera berbalik setelah ia menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan. Sikapnya menunjukkan bahwa tak ada lagi hal lain untuk didengar, negosiasi ditutup. Sang knight memang berniat baik untuk Weed, namun Weed tak menginginkannya. Bagaimana bisa dia bertahan dengan keledai licik itu? Weed jelas membenci Arse lebih dari apapun, namun dia juga harus menerimanya, atau ia akan membuat sang royal knight kehilangan muka.


“Komandan, kami akan merindukanmu.”


“Kami semua dapat pulang hidup-hidup, terima kasih!”


"Silakan kunjungi rumahku ketika komandan pulang ke Benteng Serbourg."


"Aku memiliki sebuah penginapan di tengah kota. komandan boleh datang kapan saja."


“Keluargaku memiliki restoran. Istri saya akan menyajikan makanan yang lezat, meskipun tidak seenak buatan komandan!”


Para prajurit mendatangi Weed untuk mengucapkan salam perpisahan.


Sebagai knight berlevel tinggi, mereka pasti akan di promosikan setelah kembali, paling tidak posisi ketua sementara satu atau dua prajurit bisa mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Weed menjabat tangan seluruh pasukan yang pernah ia pimpin. Tangannya terasa hangat, dan genggamannya bertahan selama beberapa detik.


“Apakah kalian benar-benar harus pergi?”


“Kami ingin tetap disini bersamamu, Komandan, tapi kami adalah knight kebanggaan Tentara Kerajaan Rosenheim. Kami harus kembali ke resimenku."


“Komandan, kami akan merindukanmu!”


Mata Weed tampak berwarna gelap menunjukkan keberatan. Dia telah melalui banyak kesulitan untuk melatih para prajurit itu! Dialah orang pertama yang memiliki kredit dalam merubah yang tadinya adalah prajurit baru berlevel 20an menjadi ahli pertempuran. Sekarang Weed merasa bahwa dirinya dirampok oleh kerajaan.


"Semuanya, hati-hati di jalan!" Kata Weed.


"Tentu, komandan."


"Komandan, kau harus mengunjungi rumahku nanti!"


Setelah perpisahan dengan setengah hati dengan mantan pasukannya, hanya tinggal Weed sendirian.

__ADS_1


__ADS_2