Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Kerajaan Keuroin!


__ADS_3

Setelah beberapa hari berkecimpung di perjalanan, akhirnya Weed dan Mapan tiba di ibukota Britten Alliance, tepatnya di Kastil Regus dari Kerajaan Keuroin.


Di depan kastil terdapat lapangan rumput yang luas, dipenuhi oleh monster-monster pemula seperti kelinci dan rubah yang melompat ke sana kemari sambil dikejar oleh para player pemula dengan sungguh-sungguh.


Mapan tersenyum saat menikmati pemandangan itu, dia melipat kedua tangan di dada, dengan santai berucap, "Itu adalah pemandangan yang sangat damai."


Weed mengangguk setuju, "Kau benar."


Setelah terbiasa disibukkan dengan pertarungan melawan monster-monster yang haus darah di Pegunungan Baruk, kelinci dan rubah terlihat lebih menggemaskan dari bonekanya.


Kedua mata Weed terpejam saat dia mengangkat wajah untuk menikmati belaian angin sepoi-sepoi, "Ahhh, segarnya."


Lalu Weed membuka kedua mata untuk menikmati hamparan langit yang mengagumkan. Warna sebiru lautan membentang di sepanjang mata memandang, dihiasi dengan beberapa awan seputih salju yang bergelombang. Matahari yang cerah bersinar menerangi alam semesta. Dia mengangkat telapak tangan saat bertatapan langsung dengan poros tata surya tersebut.


Lalu, Weed menurunkan pandangan, kembali memanjakan mata dengan keindahan yang ditawarkan bumi. Kastil Regus berdiri menjulang dengan perpaduan warna senja yang mendominasi. Di belakangnya dipenuhi oleh hamparan ladang gandum berwarna keemasan yang serasi dengan kemegahan kastil.


Pemandangan di sini jauh lebih indah dibandingkan dengan Benteng Serabourg di Kerajaan Rosenheim. Bahkan bisa menghipnotis mata siapapun yang menikmatinya. Membuat jiwa seorang seniman langsung menggelora, dan seorang puitis tak sabar ingin merangkai sebuah puisi. Termasuk Weed.


Art : +2


Statistik Art tidak hanya naik saat membuat karya seni, tapi juga meningkat saat melihat keindahan alam semesta.


Keindahan Kerajaan Keuroin luar biasa ekstrim hingga mampu menarik beribu-ribu wisatawan. Tak ayal akhirnya dinominasikan sebagai kerajaan yang memiliki player terbanyak.


Sekitar kastil dibangun berbagai tempat wisata bagi pasangan untuk berkencan, dan juga ada banyak penginapan untuk menikmati liburan maupun honeymoon.


Untuk sementara waktu, Weed dan Mapan menikmati sensasi relaksasi ini sambil terus memandangi keindahan alam. Mapan sedang mengistirahatkan jiwa dan raga akibat kelelahan dari perjalanan panjangnya. Tetapi, berbeda dengan Weed, dia tidak berniat menyia-nyiakan waktu, karena baginya, waktu adalah uang.


Mata Weed menatap tajam saat mengamati Kastil, 'Sebuah bangunan yang seperti ini akan menjadi model yang sempurna untuk dipahat menjadi patung. Aku yakin pasti banyak orang yang akan tertarik untuk membelinya. Ditambah lagi dengan keuntungan lainnya. Eum, kira-kira akan seberapa tinggi peningkatan Sclupture Mastery milikku?'


Sambil mengamati bentuk yang ditampilkan oleh menara dan ketinggian benteng, Weed segera membuat sketsa kasar. Inilah yang disebut insting seorang Sculptor, jiwa-jiwa seorang seniman. Apapun yang dilihat akan sepenuhnya diserap dalam ingatan, menjadi inspirasi tersendiri untuk menciptakan sebuah karya.


Tak lama kemudian akhirnya Weed dan Mapan sampai di depan gerbang kota. Mapan menarik keledai yang menarik gerobak nya, ia menatap Weed, "Aku akan masuk duluan."


"Hem."


Ada dua cara untuk memasuki sebuah benteng. Salah satunya melalui gerbang utama. Tentu saja, cara ini adalah yang Mapan pilih. Langkahnya berangsur-angsur menuju arah gerbang. Tapi, belum apa-apa sudah dihentikan oleh pedang dua orang penjaga.


Sebelum para penjaga berbicara, mulut mereka langsung didahului oleh Mapan. Dia melemparkan 2 gold pada mereka tanpa ragu-ragu, "Ini biaya masuk. Dan aku juga membutuhkan izin perdagangan." Setelah mendapatkan keuntungan yang besar di desa sebelumnya, sekarang 2 gold bukanlah apa-apa bagi Mapan.


Tak hanya kastil Regus, tapi semua kastil juga memiliki gerbang yang besar. Sebenarnya, siapapun yang melewatinya harus memiliki izin resmi. Tetapi, para penjaga akan membukakan gerbangnya lebar-lebar bagi siapapun yang bersedia membayar biaya upeti. Bagaimanapun, hal yang terjadi di virtual reality tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Hal ini pun terjadi pada Mapan.


"Selamat datang, Merchant yang terhormat." Para penjaga langsung membungkuk dengan hormat seolah-olah di depan bangsawan, tak lupa membukakan gerbang untuknya.


Mapan melangkah dengan santai, sambil tersenyum kecil, 'Rasa puas ini! Kegembiraan ini! Ya tuhannn!!!! Akhirnya aku berhasil mencapai titik ini!' Batinnya bergelora ingin segera berteriak kegirangan, tapi dia tahan sekuat mungkin.


"Wow, luar biasa!"


"Orang itu baru saja memberikan 2 gold tanpa berpikir dua kali."


Penampakan itu jelas mengundang ketertarikan player di sekitar gerbang. Karena sekitar benteng dipenuhi oleh para player pemula yang sedang berburu kelinci, jelas mereka terkejut saat melihat seseorang yang melempar gold seakan tidak bernilai.


Mapan mengangkat kedua bahu saat berhadapan dengan kedua orang yang baru saja mengomentarinya. Lalu, menoleh kebelakang, "Hei Weed! Ayo masuk!"


Weed mengangguk kecil, langkahnya memang menuju gerbang, tapi dia berbelok ke arah pintu samping yang diperuntukkan bagi orang-orang tidak berkecukupan.


Para penjaga tentu saja langsung menghentikan langkahnya dengan tegas, "Berhenti!"


"Kau bukan penduduk kota Britten Alliance. Kepentingan apa yang membawamu ke Kastil Regus?"


Sebenarnya, walau hanya melihat dengan sekilas, para penjaga langsung bisa menyimpulkan asal seseorang. Termasuk Weed, mereka tahu dia berasal dari Kerajaan Rosenheim. Tetapi, untuk mengunjungi ibukota negara asing diperlukan sebuah prosedur khusus. Karena itu, kunjungannya perlu di laporkan terlebih dahulu ke kantor pusat. Jika, kedatangannya tidak di laporkan, ada kemungkinan suatu saat Weed akan menjadi buronan pihak yang berwenang.


"Kedatanganku ke sini karena ingin berdagang, dan menjual kerajinan tangan yang ku pahat sendiri, tuan penjaga yang terhormat." Weed menjawabnya dengan nada sehormat mungkin.


"Benarkah? Kalu begitu, kau harus membayar biaya masuk sesuai dengan aturan yang berlaku di negara kami."


"Biaya untuk masuk?" Tanya Weed pura-pura terkejut.


"Benar."


Weed menampilkan senyuman terbaiknya, untuk memulai sanjungan semanis madu penakluk massa, "Sejujurnya hatiku sangat tersentuh saat melihat ketegasan tuan penjaga sekalian yang memiliki keberanian tinggi untuk menegakkan keamanan kota. Ketegasan kali, sangat luar biasa! Tiada bandingannya!" Dia mengacungkan kedua jempol dengan semangat 45.


Hati para penjaga akhirnya tergerak, "Y-yah, tentu saja! Haha!" Mereka tertawa malu-malu dipuji secara terang-terangan di depan publik


Weed tentu sudah menguasai dengan baik bagaimana cara menaklukkan hati sekeras baja orang-orang seperti para prajurit di depannya, melalui pengalaman saat bersama instruktur di Training Hall. "Hal ini sangat sulit, bukan? Tetapi, dibalik itu, bukankah ini merupakan kehormatan besar, diberi kepercayaan untuk menjaga keamanan kastil yang hebat ini?" Weed sengaja menjeda perkataan, "Apakah semua orang yang masuk akan diperiksa?" Lanjutnya dengan suara rendah.


"Tentu saja. Walaupun datang ke kastil untuk berdagang, kau masih harus membayar biasa masuk."


"Berapa biaya masuknya? Sebenarnya aku hanya memiliki 7 silver." Desah Weed lemah seakan bencana baru saja menghantam bahunya.


Kedua penjaga itu tersenyum kecil, "Itu sudah cukup. Biayanya hanya 5 silver."


Untuk beberapa saat wajah Weed tampak kaku saat mengedok saku, tangannya tampak gemetar hebat saat keluar dari sana, "Ba-bagaimana ini, a-aku ha-hanya memiliki 4 silver." Ucapnya gemetar ketakutan saat membuka gepalan tangan.

__ADS_1


"..." Kedua penjaga itu langsung bertatapan lalu menghembuskan nafas panjang.


...***...


Setelah resmi memasuki ibukota Britten Alliance, Weed dan Mapan memutuskan untuk berpencar, mereka harus menuntaskan urusan masing-masing.


Yang pertama mengusulkan hal perpencaran ini adalah Mapan, "Aku akan mampir ke toko-toko bursa untuk mengamati pasar. Siapa tahu ada sesuatu yang berguna nantinya. Setelah satu hari aku akan menemui mu kembali di sini."


Para Merchant tentu saja memiliki quest khusus profesi mereka. Pada umumnya mereka menyebutnya dengan komisi pembelian. Hal ini tentang bagaimana caranya untuk memperjual belikan barang-barang unik di suatu daerah, atau memenuhi pesanan khusus pelanggan, atau bisa juga dipercayakan oleh suatu pabrik untuk mendistribusikan barang-barang mereka.


Weed sangat paham tentang hal ini, jadi dia tidak akan menghalanginya, "Baiklah."


Dengan itu, akhirnya Weed resmi berpisah dengan Mapan. Prioritas utamanya saat ini adalah mencari toko perhiasan yang ramai pengunjung. Tentu saja untuk menjual perhiasannya. Karena Kastil Regus adalah sebuah kota berkembang, jadi tidaklah sulit untuk menemukan toko perhiasan.


Weed memilih untuk memasuki toko yang berlantai 2 dan diramaikan oleh pengunjung bangsawan, kalangan atas adalah tujuan pasar yang akan diciptakannya kali ini.


Belakangan ini gelombang pasar yang sedang meroket adalah permata yang bisa dipasang pada item yang memiliki soket. Saat menggabungkan item-item itu pada sebuah permata, maka akan muncul karakteristik spesial.


"Apa yang ingin kamu beli, tuan pengelana?" Saat memasuki toko, Weed langsung disapa dengan ramah oleh penjaga toko. Dia adalah seorang gadis yang cantik dan elegan, NPC khusus toko perhiasan.


"Aku tidak berniat membeli apapun, tapi untuk menjual perhiasan."


"Oh, tentu saja boleh."


Weed mengeluarkan berbagai perhiasan dari ransel, ada kalung safir berwarna biru gelap, ada juga yang terbuat dari mutiara. Yang jelas, semuanya berkilauan memanjakan mata.


Membuat penjaga toko yang cantik itu berdecak kagum, "Se-semua ini adalah permata-permata langka. Jika dipikir-pikir aku belum pernah melihat perhiasan dari permata-permata langka sebanyak ini."


Tidak terlalu berbeda dari reaksi di kota Tomlin. Setelah mengamati semua perhiasannya, penjaga toko menimbang beratnya, barulah menawarkan sebuah kesepakatan, "Akhirnya selesai juga. Setelah ku perhitungkan, semuanya bernilai 2.900 gold. Tapi, karena kau adalah seorang petualang terkenal ditambah lagi kau juga memiliki profesi khusus yang berkaitan dengan bidang ini. Jadi, aku akan memberimu harga ekstra, 3.200 gold, bagaimana?"


Tapi, bukan Weed namanya jika langsung menyetujui penawaran ini begitu saja.


Di kota asal, Weed telah menghabiskan biaya 1.700 gold untuk membelinya. Sekarang, dalam sekejap mata dia hampir menggandakan modalnya. 'Jadi, keuntungannya 1.500 gold?! Mengingat waktu yang panjang saat menempuh perjalanan, bisa dikatakan ini adalah keuntungan yang besar!'


Ini semua adalah bayaran atas semua kerja kerasnya setelah berhari-hari memahat permata-permata itu dibawah ancaman para monster ganas. Ditambah lagi, uang dan EXP yang dia hasilkan dari berburu selama satu bulan penuh. Walau, ada juga resiko kena rampok sehingga tidak bisa menggandakan keuntungan.


Weed termenung untuk sesaat, jika dia adalah seorang Merchant, maka saat ini pasti sudah terjadi aksi tawar menawar, sayangnya profesi Weed adalah seorang Scluptor. Jadi, Weed menimang-nimang sebelum mengeluarkan harta karun yang dia dapatkan dari dungeon maut yang menewaskan Dwicighi Kuartet, harpa.


Tiriririring! Ding! tringtingting!


Harpa itu adalah senjata rahasia untuk meningkatkan daya tarik para wanita NPC. Hal inilah yang memberi kekuatan pada seorang Bard untuk memikat penonton melalui sebuah pertunjukan. Nada-nada yang berdendang akan menyentuh hati para pendengar. Apalagi saat sudah berada di level tinggi, seorang Bard bisa mendapatkan rasa simpati dari banyak orang, hingga bisa berkunjung ke sebuah penginapan atau restoran tanpa harus membayar.


Tak lama, pertunjukan dadakan dari Weed berhasil menarik perhatian pengunjung.


"Baru saja aku ingin mengatakan hal yang sama."


Kedua gadis itu berpandangan lalu bertos ria. Saat musik mencapai reff, mata kedua gadis itu langsung terbuka lebar, "Wow! Tak ku sangka lagunya sangat bagus!"


Performa yang ditampilkan oleh Weed adalah lagu tingkat dasar, tetapi tidak buruk.


Selama dalam perjalanan, dia secara sengaja telah menyisihkan waktu luang untuk mempelajarinya. Dan menambah satu title lagi di daftar Mapan, sesuai julukannya, Weed adalah jack of all trades.


Setelah mendengarkan performa Anda, kesan NPC terhadap Anda telah meningkat!


Tanpa sadar, kedua sudut bibir Weed mengait keatas saat mata penjaga toko perlahan tertutup dengan lembut, mengagumi musik yang dia mainkan. Tujuan Weed telah sukses.


Namun, saat membuka mata, tiba-tiba penjaga toko berkomentar, "Ku akui, musikmu memang bagus, tetapi rasanya ada yang kurang jika tanpa diiringi dengan sebuah nyanyian."


"Nyanyi?"


"Iya. Kau bisa bernyanyi kan?"


Weed tidak bisa menolaknya karena dia adalah seorang rocker sejati. Dalam kehidupan nyata, hal ini pernah menjadi cita-cita terbesarnya. Namun, dia tidak pernah lolos audisi, karena kemampuan bernyanyinya sangat mengerikan. Dia buta nada, buta tempo, buta lirik, sampai-sampai bisa disebut sebagai seorang yang buta nada tingkat akut. Hanya saja, Weed tidak pernah menerima fakta itu.


Termasuk saat ini, dia menerima usulan penjaga toko dengan tangan terbuka, memetik harpa sambil bernyanyi. Bahkan Weed menutup kedua mata untuk menghayati lagu yang dimainkan, "Alangkah cerahnya! Matahari yang bersinar hari ini! Ayo semuanya bernyanyi!"


Lagu yang Weed hasilkan sangat keterlaluan, nyanyiannya bahkan tidak ada bedanya dengan teriakannya saat mengeluarkan skill Lion's Roar.


"Alangkah cerahnya! Matahari yang bersinar hari ini!" Tanpa memperhatikan sekitar Weed mengulangi lirik dua kali terlihat heboh sendiri, "Dan! Di atas lapangan hijau!"


"Kkyaaaaaa!"


"Ini membuatku gila!"


"Lari!"


Nyanyian Weed membuat para player yang tadi memujinya menjadi terkejut, mereka tentu tidak menyangka nyanyiannya akan seburuk ini mengingat keahlian harpanya layak diacungi jempol. Nyanyian Weed mampu membuat siapapun yang mendengarnya menjadi pusing lalu sesak nafas. Rasa tak nyamannya sampai pada titik seperti ingin muntah saat hamil.


"Suatu hari! Pikiranmu berjalan menyusuri! Semesta yang indah! L-A-N-G-I-T!" Weed berteriak penuh semangat saat menyanyikan lirik demi lirik tanpa ada melodi. Seolah-olah bernyanyi dengan berteriak kencang adalah cara terbaik untuk menyanyikan sebuah lagu.


Ketika Weed selesai menyanyikan lagu ciptaannya, kerumunan player sudah lenyap dari sana. Hanya tersisa penjaga toko yang wajahnya sudah memerah. Giginya bergemeletuk seperti menggigit batu.


Weed tersenyum tanpa dosa, "Jadi, berapa banyak kau akan membayar ku?"

__ADS_1


Gadis cantik itu menggelengkan kepala dengan tegas, "Ba-tal!" temannya tegas.


"A-apa?!"


"Enyahlah! Jika tidak, aku akan memanggil petugas keamanan!"


"Sepertinya aku harus memainkan musik lagi." Weed bukannya tidak sadar situasi, jadi dia hanya memainkan harpa saja dengan usaha kuat untuk meningkatkan kesan penjaga toko.


Barulah, penjaga toko meredam kemarahan dengan memberinya kesempatan kedua, "Baiklah, aku akan memberimu 3.240 gold."


"Okey!" Weed menerimanya dengan ceria. Tambah ceria lagi ketika menerima uang hasil dagangannya.


Anda telah mendapatkan keuntungan besar melalui perdagangan!


Fame : +150


Reputasi Weed meningkat lagi membuat senyuman Weed kian merekah, 'Asikkk! Akhirnya sekarang aku memiliki Fame lebih dari 2 ribuuuu!!!'


Fame adalah segala-galanya bagi player yang mengejar quest. Karena, semakin banyak fame yang dimiliki akan semakin langka pula quest yang didapat. Hal ini juga memungkinkan untuk mendapatkan harga diskon yang banyak, bahkan bisa membuat status seseorang setara dengan seorang bangsawan. Stat fame memang layak untuk dibanggakan.


Bahkan study kasus menyebutkan, semakin tinggi fame seseorang akan semakin tinggi pula kepopulerannya. Seperti kisah dari mulut ke mulut yang beredar di beberapa kota.


"Apa kau tahu seseorang yang bernama Halmahera? Orang itu melakukan sesuatu yang luar biasa! Dia berhasil membunuh Twin Headed Ogre di Gunung Hwaryong! Luar biasa bukan?"


"Eyyy dia belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan seorang Thief yang bernama Misool. Kabarnya, dia berhasil menyelesaikan quest dari Duke Yapen. Berkat hal itu, akhirnya Duke Yapen memberinya gelar knight bahkan dia di tempatkan pada posisi khusus dalam infanteri."


"Benarkah?"


"Hooh!"


"Betapa beruntungnya!"


Itu adalah bukti dari kekuatan Fame. Kadang-kadang, setelah berhasil menyelesaikan sebuah quest besar atau membunuh monster yang terkenal sulit ditaklukkan, para NPC yang mengetahuinya mulai menyebarkan berita tersebut sampai menjadi topik panas. Berlaku juga untuk para Merchant saat berhasil menarik keuntungan besar saat berdagang.


Di Royal Road, siapapun bisa menjadi viral melalui gosip yang berdatangan dari para NPC. Tentu saja, di beberapa kasus ada juga seseorang yang menjadi terkenal berkat hal buruk.


Seperti yang sedang didengar para pelancong yang sedang menikmati makan siang di sebuah kedai, tiba-tiba mendengar obrolan para NPC, "Apa kau pernah bertemu dengan seorang swordman bernama Waigeo?"


"Kurasa tidak."


"Syukurlah kalau belum. Tapi saat kau secara tidak sengaja bertemu dengannya nanti, maka berhati-hatilah. Dia adalah orang ganas dan tidak berperikemanusiaan, tanpa pandang bulu dia melakukan pembunuhan secara acak. Bahkan ada yang mengadakan pemberitaan bahwa akan memberikan hadiah khusus jika berhasil menangkapnya!"


Tentu saja, ada lebih banyak cerita-cerita yang melegenda berkat kekuatan Fame. Dalam kasus Weed, dia telah menciptakan sebuah patung Dewi Freya sehingga membuatnya jadi seorang selebritas di Kota Baran.


Jadi, setelah rangkaian peristiwa yang ditimbulkan oleh fame, tentu saja Weed bersuka cita berkat kenaikan Fame yang sudah susah payah dia kumpulkan.


Weed menyimpan uangnya di tempat yang tidak terduga. Lalu, menuju ke toko identifikasi untuk menilai Crimson Necklace of Life yang dia dapatkan di Lavias.


Selama ini Weed sudah berusaha keras mengidentifikasi nya melalui skill identifikasi miliknya, tapi tidak kunjung membuahkan hasil karena level skillnya masih terlalu rendah.


Tapi, Weed tidak bisa menghentikan rasa penasaran yang kian memuncak berkat perubahan warna yang terjadi pada item itu. Pada saat ditemukan, kalung itu berwarna seputih gading. Awalnya, tetap tidak ada yang berubah bahkan saat dia berjumpa dengan Mapan. Namun, setelah mereka melewati Pegunungan Baruk, kalung itu secara perlahan mulai merubah warnanya. Sekarang, sepenuhnya sudah berwarna crimson.


Jadi, dia memutuskan untuk pergi ke toko identifikasi untuk mengetahui item khusus apa kalung itu sebenarnya. Walau awalnya Weed sempat gelisah jika saja iten itu akan membuatnya mengeluarkan uang yang tidak sedikit. 'Jika ini adalah sebuah item yang tidak berguna, aku akan membuatnya babak belur.'


Weed tidak perlu berjalan lama untuk mencari toko identifikasi, kebetulan toko yang dituju berada tepat di samping toko perhiasan. Dia tinggal berjalan lima langkah untuk mencapai pintunya.


Saat memasuki toko, Weed harus sabar tergencet dengan player lain, saking padatnya toko tersebut. Tempat ini bahkan lebih ramai dari pasar sayuran di pagi hari. Dari kejauhan dia bahkan bisa mendengar teriakan para player yang terdengar tidak sabaran.


"Ini! Tolong identifikasi item ini dulu! Aku mendapatkannya saat berburu seminggu yang lalu!"


"Oke, cincin ini memiliki efek khusus--"


Weed menghembuskan nafas panjang saat ada yang menyeruduk hidungnya dengan siku. Walau sakit tidak tertulung dia hanya bisa pasrah saat orang itu meminta maaf dengan tulus.


Mata Weed mempelajari sekitar, dia yang terbiasa memperhitungkan untung rugi mulai mengamati keuntungan toko identifikasi. 'Mengidentifikasi item yang tidak diketahui bisa disamakan dengan menggosok tiket lotre. Tidak ada yang tahu bagaimana hasilnya. Kadangkala seseorang mungkin saja mendapatkan sebuah item unik. Tapi bisa saja mendapatkan item yang tidak berguna. Semua ini adalah soal peruntungan.'


Setelah berusaha membebaskan diri dari kepadatan para player, Weed akhirnya sampai ke tangga menuju lantai dua yang tidak seramai di lantai bawah.


Lantai satu diperuntukkan untuk mengidentifikasi item-item sederhana. Dengan skill identifikasi milik Weed, dia bisa melakukannya dengan mudah. Jadi, Weed sengaja menaiki tangga menuju lantai dua. Sesaat dia ragu-ragu antara akan mengidentifikasi nya atau tidak. Karena dia mampu mengidentifikasi semua item sejauh ini, jadi dia dengan tegas percaya bahwa item ditangannya bukanlah item biasa.


Setelah berdebat dengan pikiran sendiri, akhirnya Weed melewati lantai dua menuju lantai selanjutnya, lantai paling tinggi di bangunan tersebut. Saat sampai, Weed mengamati sekitar, ruangan itu serba tertutup. Hal ini berfungsi untuk menjamin kerahasiaan item pelanggan secara menyeluruh. Weed masuk ke salah satu bilik.


"Selamat datang!" Seorang mage perempuan menyapa Weed dengan antusias.


Sekilas melihat saja penilaian tajam Weed langsung tahu fakta tentangnya, 'Dia seorang player!'


...•••...


Kemaren aku absen karena nonton drakor hihi.


Jadi, aku menebusnya dengan mengapload kisah di jam 1:37 AM.


Selamat menikmati perjalanan Weed.

__ADS_1


__ADS_2