
Setiap hari, para player yang berprofesi utama sebagai Blacksmith, Tailor, Chef dan profesi kerajinan yang serupa akan berkumpul di alun-alun kota untuk menjual barang dagangan. Disini adalah kumpulan profesi pengrajin terbanyak dan terlengkap di Royal Road.
Weed kemudian menyaksikan persaingan sengit antara seorang Blacksmith dan seorang Mage. Pemandangan ini bisa disebut asing bagi Weed. Karena dia selalu tidak memiliki persaingan saat menjual patung.
"Sangat menyenangkan bisa menyaksikan semangat orang-orang yang berkumpul di sini."
Di sisi timur alun-alun ada sebuah pondok kayu yang lumayan besar berwarna merah menyala. Weed berderap menuju lokasi itu untuk menemui beberapa pembeli yang sudah berjanjian akan bertemu dengannya.
Saat sampai, di sana sudah ada lebih dari 10 player yang menunggu kedatangannya.
"Aku datang sebagai penjual." Weed menyapa mereka duluan.
"Benarkah?"
Mereka baru menerima item setelah bertukar nama dan nomor transaksi.
Seorang lelaki berambut pirang berterimakasih pada Weed, "Sebenarnya aku sudah lama menunggu seseorang yang menjual item langka ini. Karena quest memburu para undead sangat sulit dilakukan. Aku tidak mampu bertarung melawan para monster menjijikkan itu."
"Kau benar, kita beruntung bisa menemukan seseorang yang menjual item para undead sebanyak ini."
"Sekali lagi terimakasih, Weed."
"Hmm, sama-sama."
"Sampai berjumpa lagi." Dengan kata-kata perpisahan ini, para pembeli akhirnya pergi.
Sebenarnya, bukan hanya para pembeli itu yang beruntung, Weed juga beruntung bisa bertransaksi dengan mereka. Selain membayar biaya pelelangan, mereka juga membeli dagangan Weed yang lain untuk melengkapi equipment quest yang akan berlangsung.
Setelah kepergian mereka, ransel Weed menjadi jauh lebih ringan. Dia menatap langit yang sudah dihiasi semburat oren yang dihasilkan oleh pancaran cahaya senja.
"Ini adalah keuntungan pertamaku dari Royal Road." Weed merasa nyaman dengan hasil yang didapat. Bagaimanapun, Royal Road adalah sumber mata pencariannya, dia sangat mengandalkannya. "Saatnya menyelesaikan quest." Dia melangkah menuju gereja Dewi Freya.
Kali ini, Weed berjalan santai menikmati keindahan kota di sore hari. Beberapa orang sibuk berdagang, ada yang sibuk berkencan, ada pula yang menyendiri seperti dirinya. Pemandangan kota dipenuhi dengan keindahan yang tiada habisnya jika dijabarkan dengan kata-kata.
Ibukota Somren dibangun di samping sungai Somren yang merupakan sungai terpanjang kedua di benua ini.
Di sebrang sungai Somren inilah tempat Gereja Dewi Freya berada. Tempat suci itu dibangun dengan marmer putih yang merupakan simbol keindahan dan kemakmuran.
Untuk menuju tempat itu harus melewati sebuah jembatan khusus berwarna putih, tak kalah megah dibandingkan gereja itu sendiri. Di sana para player berjejer rapih, dengan sabar mengantri untuk mendapatkan blessing. Jadi, wajar saat Weed sampai, area sekitar gereja sudah ramai pengunjung.
Dari kejauhan terlihat para Priest dan Paladin yang berlalu lalang keluar masuk gereja. Tak salah lagi, kedatangan mereka adalah untuk mendapatkan kontribusi. Karena itu adalah hak mereka saat berhasil menaikkan level ataupun saat berhasil mempelajari skill baru.
Weed berniat memasuki gereja melewati sebuah patung kecil yang memiliki tulisan emas. "Kotak Sumbangan! Menerima sumbangan sekitar 10 silver atau lebih."
Weed sudah yakin untuk terus mengabaikannya dan langsung memasuki gereja tanpa membayar. Kemudian, langkahnya terhenti saat melihat orang-orang yang menyumbang uang menerima blessing dari para Priest.
"Semoga Dewi Freya memberkati mu."
Blessing Holy Spirit dari gereja langsung akan meningkatkan defense selama jangka waktu tertentu serta mendapatkan peningkatan regenerasi HP sebesar 5 poin. Dari sini juga sumber pendapatan utama gereja.
"Hei! Apa yang kau tunggu?"
Seorang yang mengantri dibelakang Weed mulai protes saat dia terlihat melamun beberapa menit.
"Kau pikir kau adalah orang terakhir yang mengantri?"
Tak lama, beberapa orang mulai melayangkan keluhan yang sama.
Mereka tidak ada pilihan kecuali harus bersabar menerima giliran masing-masing untuk mendapatkan blessing. Karena ini adalah peraturan yang telah ditetapkan oleh para Priest, dan harus dipatuhi. Tentu saja, mereka layak melayangkan protes saat Weed memperlama jangka waktu antrian.
Tapi, Weed tidak peduli, dia menganggap keluhan mereka hanyalah angin lalu yang tak perlu. Kedatangannya ke sini adalah untuk memenuhi amanat suci, yaitu mengembalikan Holy Grail pada pihak yang berwajib. Dia menatap Priest di hadapannya dengan tegas, lalu mengeluarkan Holy Grail, "Aku datang untuk mengembalikan sesuatu."
"Ya?" Mata Priest itu berkedip beberapa kali saat melihat item itu. Sedetik kemudian, kedua matanya membesar sempurna diiringi dengan teriakan nyaring, "Oh akhirnya! Terimakasih Dewi Freya! Benda berharga ini sudah kembali! Sungguh, ini adalah keajaiban!"
"Hmm." Weed mengangguk singkat.
Priest itu menatap Weed dengan senyuman lebar, lalu menariknya dengan lembut, "Mari, lewat sini, High Priest sangat menantikan kedatangan mu."
Semua orang yang tadinya menggerutu memarahi Weed terperongoh tidak percaya melihat para Priest di sekitar gereja yang bersikap hormat saat membawa Weed memasuki gereja. Mereka lebih terkejut lagi karena ditinggalkan begitu saja tanpa ada yang melanjutkan proses blessing ataupun menjelaskan situasi yang terjadi.
"Apa-apaan ini?"
"Apa yang terjadi?"
Mereka saling pandang tanpa penyelesaian yang berarti.
...***...
Gereja Dewi Freya!
Ruang Utama High Priest!
Tempat itu dipenuhi oleh lukisan dinding aksara suci, dan dikelilingi oleh patung-patung Dewi Freya.
Suasana dalam ruangan terlihat damai dan khidmat.
Ditengahnya ada Weed yang berlutut dengan satu lutut layaknya penghormatan yang dilakukan para knight di abad pertengahan. Dia menyerahkan Holy Grail dengan hormat, "Atas amanat Seagull, hamba membawa kembali Holy Grail ke gereja utama."
Di hadapannya ada seorang Priest yang berwajah penuh keriput terlihat sangat gembira saat memegang langsung Holy Grail yang melegenda. "Oh, item ini asli! Sungguh luar biasa bisa memegangnya secara langsung seperti ini!"
Quest Selesai : Mengembalikan Holy Grail!
Harta Dewi Freya, Holy Grail yang hilang telah dikembalikan ke gereja Dewi Freya.
Kembalinya harta suci ini berpotensi untuk menghentikan upaya terkahir Dark Mage, Barkhan Demoph untuk memimpin Para Undead dalam persiapan perang menghancurkan seluruh benua.
Sebelumnya, keindahan dan kemakmuran dari gereja Dewi Freya tidak bisa menutupi kerusakan pasca perang. Tapi sekarang, melalui air suci dari Holy Grail, rekontruksi bisa dilanjutkan.
Dengan menyelesaikan quest berantai ini, fame khusus religius Anda telah meningkat drastis. Persahabatan dengan Gereja Dewi Freya meningkat 15 poin. Dan nilai kontribusi pada Gereja Dewi Freya meningkat sebesar 1.200 poin. Ditambah, fame khusus gereja Dewi Freya sebesar 1.490 poin.
Fame : +400
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
Level Up!
'Wow! Luar biasaaa!' Weed menahan senyuman sambil terus berlutut.
__ADS_1
Hadiah saat menyelesaikan sebuah quest dari salah satu gereja utama di dunia memang bagus. Tapi, biasanya tidak sebagus ini.
Namun, sepertinya ini bukanlah akhir dari semua ini. High Priest yang sedang duduk di singgasana utama memberi perintah pada seorang Paladin, "Bawakan equipment Paladin beserta Agatha Sword sebagai kompensasi atas kerja keras pahlawan kita. Dia lebih dari berhak untuk mendapatkannya. "
"Baik!"
Beberapa saat kemudian, para paladin tadi datang dengan membawa armor Paladin dan sebilah pedang yang terbungkus kain merah.
High Priest tersenyum puas, secara pribadi langsung menyerahkan hadiah itu, "Ambillah."
High Priest memilihkan langsung hadiah untuk Anda sebagai kompensasi atas keberhasilan quest! Itu adalah equipment paladin yang berharga!
Weed hampir meneteskan air mata bahagia. Momen ini adalah saat-saat yang berbahagia dalam hidupnya 'Aku belum pernah seberuntung ini setelah memasuki Royal Road! Namun, aku tidak boleh senang dulu.' Dia tidak boleh lengah, saat seperti ini harus mempertahankan ketenangan.
Weed memutuskan untuk langsung mengambil hadiahnya dan mulai memeriksa item-item berharga tersebut. Dia sangat ingat kata mutiara yang berbunyi, Jika bisa dilakukan hari ini maka jangan menundanya sampai besok.
Tanpa malu-malu, Weed mengidentifikasi item itu dihadapan High Priest langsung.
Yang pertama kali dipegang oleh Weed adalah pedang yang ternyata memiliki sarung antik yang berukiran mewah.
"Identification!"
Agatha's Holy Sword!
Endurance : 130/130
Damage : 55-60
Strength : +30
Agility : +20
Faith : +100
Sebuah pedang yang berasal dari gereja Dewi Freya, diciptakan oleh Blacksmith Dwarf Roban.
Pedang ini terbuat dari campuran berbagai tipe logam seperti baja dan mithril yang ditempa langsung bersama.
Pedang ini memiliki kekuatan superior. Namun, damage nya lemah karena bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksinya bukan yang berkualitas tinggi, hal ini bertujuan untuk menjaga martabat gereja.
Item ini adalah hadiah dari High Priest atas rasa syukurnya pada Anda!
Syarat : Level 130
Efek :
• Damage ekstra terhadap undead : +200%
• Kecepatan pemulihan cedera : +200 %
• Holy Blessing yang digunakan untuk diri sendiri hanya 5 kali dalam sehari.
• Membutuhkan waktu 2 jam, jarak untuk mengaktifkan masing-masing blessing.
Ingin rasanya Weed berteriak kegirangan sambil loncat-loncat, tapi hal itu akan merusak imagenya di depan High Priest dan para Paladin. Jadi, dia hanya bisa mengagumi item tersebut dalam diam, 'Item ini jauh lebih bagus dibandingkan pedang milik Death Knight!'
Pikiran Weed mulai berkelana tentang akan seberapa besar keuntungan yang didapatkan setelah menjual Clay Sword yang selama ini menemaninya kemanapun. Karena dia akan segera memiliki pengganti yang lebih baik.
Seperti halnya Clay Sword, senjata ini hanya memiliki sedikit persyaratan sehingga menjadi senjata yang sempurna untuk player berlevel rendah. Clay Sword adalah senjata absolute untuk memburu kelinci dan rakun. Walau sulit untuk mendapatkan banyak keuntungan saat dijual, tapi bukan berarti tidak bisa dijual sama sekali.
'Akan ku pikirkan tentang hal itu nanti.'
Weed meletakkan kembali Agatha Sword untuk memeriksa item lainnya, "Identification!"
Rose Engraved Gloves!
Endurance : 90/90
Defense : 20
Faith : +50
Strength : +20
Agility : +5
Sarung tangan resmi para Paladin di gereja Freya.
Akan menutupi jemari Anda sampai ke pergelangan tangan. Mungkin terlihat tidak nyaman dipakai, tapi kenyataannya item ini sangat membantu saat memindahkan barang-barang.
Syarat : Level 200.
Efek : Mengurangi damage Black Magic sebesar 50%.
"Identification!"
High Priest Ring!
Endurance : 100/100
Fame : +150
Faith : + 200
Ditengah-tengah cincin tertanam sebuah berlian. Dihiasi dengan desain yang biasa tapi tidak akan bisa ditemukan dipasaran.
Syarat :
-Tidak bisa dipakai oleh profesi Mage, Assassin dan Rogue.
-Tidak bisa dipakai ketika berada dalam status PK.
Efek : Blessing High Priest hanya bisa digunakan sekali dalam sehari.
Nafas Weed tercekat tak kuasa menahan keterkejutan, 'Benar-benar rejeki nomplok!'
Selama ini, dengan kesabaran tinggi Weed telah bertahan memakai sarung tangan usang yang sudah rusak dimana-mana untuk berhemat, tapi sekarang dia tidak harus menahan diri lagi.
Di level 200, equipment nya sudah lengkap kecuali pelindung kepala.
Weed menunduk sejenak untuk menyembunyikan senyuman licik nya, 'Luar biasa, hadiah-hadiah ini sangat mewah!'
Lalu, Weed bangkit dari berlutut untuk berdiri dengan tegak, dia menempatkan satu tangan di depan dada lalu sedikit membungkuk, "Sekarang hamba telah menyelesaikan tugas, akan langsung undur diri."
__ADS_1
Sudah saatnya bagi Weed untuk mengunjungi situs jual beli item untuk memeriksa harga hadiah yang didapatkannya kali ini. Pertama-tama, dia akan mencari pedang yang lebih baik sebagai pengganti Clay Sword, barulah menjual pedang itu bersama dengan Agatha Sword. Keuntungannya pasti sangat besar karena itu adalah senjata langka yang didapatkan langsung dari Gereja Dewi Freya.
Namun, saat mengangkat wajah, Weed harus menyaksikan saat-saat haru, High Priest yang sedang menatap langit-langit sambil meneteskan air mata. Kesedihan terlukis jelas di mata nya yang sebening kristal. "Pahlawan kebaikan, kau telah menunjukkan keberanian mu dengan mengalahkan budak Barkhan yang jahanam. Hingga akhirnya bisa mengembalikan Holy Grail."
Weed tergagap saat ditatap dengan penuh kesedihan oleh High Priest, 'Apa yang dia inginkan dariku?' Dia menatap para Paladin dan Priest yang mendiami ruangan itu, 'Barkhan telah mencuri relik suci dari gereja Dewi Freya dan disembunyikan bertahun-tahun oleh budaknya. Jangan-jangan--'
'Quest berantainya masih berlanjut?!'
Weed tidak tahu tepatnya seberapa tinggi tingkat kepercayaan yang dia dapatkan dengan gereja ini. Tapi, jika ada kesempatan, kenapa harus di sia-siakan? Dia buru-buru berlutut kembali.
Benar saja, High Priest sangat puas dengan sikap yang diambilnya, "Apa kau tahu? Ada satu relik suci lagi yang hilang dari Gereja ini."
"Ya?" Weed bingung selama beberapa saat. Ketika mendapatkan Holy Grail, dia telah mengumpulkan banyak informasi yang berhubungan dengan item itu di website resmi Royal Road.
Gereja Dewi Freya memiliki 3 artefak suci utama. Salah satunya adalah Holy Grail yang merupakan sebuah cawan suci yang bisa menghasilkan air suci. Sisanya adalah Holy Crown of Fargo dan Rending Sword.
Kening Weed mengerut dalam, 'Tapi?' Saat menatap topi putih bergambar bunga mawar yang dipakai High Priest, dia menyadari kearah mana inti cerita ini berjalan, 'Itu bukan Holy Crown of Fargo!'
"Penjahat itu benar-benar biadab. Di saat kekacauan terjadi, dia memerintahkan para undead untuk mencuri Holy Crown. Berani-beraninya mereka melakukan kejahatan di tempat yang suci. Bagaimanapun, mereka pernah menjadi makhluk hidup, walau faktanya saat itu mereka telah mati. Tapi, kelancangan mereka ini sangat bertentangan dengan kehendak Dewi Freya." High Priest melanjutkan ceritanya dengan kemarahan mendalam.
Secara insting, Weed menjawab perkataannya, "Ucapan High Priest sangat benar."
"Para undead itu sangat keterlaluan! Beraninya membahayakan negeri kita yang damai!" Lanjut High Priest.
"Aku bertekad untuk mengembalikan kedamaian dan memakmurkan benua!" Lanjut Weed tak kalah membara.
Terjadilah aksi saling dukung-mendukung antara Weed dan High Priest saat menggibahkan para undead. Dengan menanggapi ucapannya adalah cara terbaik untuk mengulik rahasia sekaligus menjalin kedekatan dengan lawan bicara. Weed pandai melakukan hal ini mengandalkan kepekaan dan ucapannya yang manis.
"Monster-monster di Benua Versailles layak menghilang dari pandangan Dewi Freya. Dan para undead harus dikalahkan, agar era kemakmuran bisa mendominasi benua."
"Ya, aku sangat setuju."
Setelah mendapat timing yang pas, Weed kemudian menceritakan kisah menyedihkan yang menimpa desa Baran, pada High Priest.
Dalam kisah yang berlangsung, dia membahas tentang penyerangan para monster kadal, penculikan warga, pengurungan dan penyiksaan yang diderita oleh para tawanan. Dan aksi heroik penyelamatan warga ke benteng pusat monster hanya mengandalkan beberapa orang rekan seperjuangan.
Sampai sini, air mata High Priest kembali beruraian. Bahkan para Paladin dan Priest yang tadinya hanya berdiam diri mendengarkan percakapan mereka berdua mulai tertarik dengan kisah yang dilantunkan Weed.
Lanjut ke cerita Weed. Setelah mengalami beberapa perjuangan membasmi banyak monster, akhirnya Weed dan kawan-kawan berhasil menyelamatkan warga hingga bertemu kembali dengan keluarga tercinta yang sudah menunggu di desa Baran.
Dia juga tidak lupa menceritakan tentang tugas yang dipercayakan pada dirinya oleh kepala desa Baran untuk mengembalikan patung Dewi Freya yang sempat hancur. Dan hasilnya melampaui harapan semua orang, hingga dinobatkan menjadi patung Dewi Freya tercantik yang pernah ada.
Melalui patung itulah, penyerangan para monster ke desa Barang mulai berkurang. Bahkan membawa kemakmuran pada desa tersebut hingga sekarang sudah berevolusi menjadi sebuah kota.
Kisah Weed selesai!
Karena permainan silat lidah Weed sangat lihai, cerita yang dia sampaikan berhasil menyentuh hati semua orang yang ada di ruangan itu. Rasa harunya sampai membekas kuat seakan mereka adalah Weed itu sendiri.
High Priest langsung berteriak kegirangan, "Wow! Luar biasa! Aku telah mendengar cerita tentang Scluptor itu! Jadi dia adalah kau!" Dia adalah satu orang yang sangat terkesan dengan keindahan patung Dewi Freya tersebut dan menjadi penggemar berat Scluptor yang menciptakannya. Tentu dia sangat senang bisa bertemu langsung seperti ini.
Mereka bertukar beberapa ucapan sebelum melanjutkan ke percakapan inti, "Untungnya, kami berhasil melacak identitas salah satu pencuri Holy Crown of Fargo. Bukannya tidak berusaha, untuk mengalahkannya kami sudah berusaha semampunya dengan mengirim Paladin terhebat tiga kali, tapi tidak berhasil. Sekarang, aku percaya padamu! Pasti akan berhasil jika kau yang memimpin serangannya!"
Quest : Find and Return the Crown of Fargo!
Para Paladin dan Priest dari Gereja Dewi Freya telah bekerja keras untuk mengembalikan Relik Suci yang dicuri. Sebagai hasilnya, mereka telah mendapatkan informasi jika Pure Blood Vampire Clan telah membawa Holy Crown ke Kota Morata.
High Priest telah mengirim 3 kelompok Paladin berlevel tinggi untuk merebut Holy Crown, sayangnya mereka semua tidak ada yang kembali sampai saat ini. Karena mereka semua telah dikutuk menjadi batu.
Selamatkan para Paladin dan rebut kembali Holy Crown of Fargo!
Tingkat Kesulitan : B
Hadiah : Tidak diketahui
Peringatan : Jika gagal, Fame khusus Gereja Dewi Freya akan menjadi nol. Fame akan berkurang sebanyak 1.000. Dan semua item yang sekarang dihadiahkan pada Anda akan diambil kembali.
Hadiah quest berantai sangatlah besar, dan hadiahnya akan meningkat di setiap tingkatan quest yang berhasil dikerjakan.
Awalnya, Weed sangat riang saat membaca isi quest barunya, tapi tak lama kemudian ekspresinya berubah. Bagaimanapun, kekuatan Barkhan Demoph diluar kemampuannya, melihat dari kekuatan yang ditunjukkan oleh para bawahannya.
Pasukan kegelapan yang dipimpinnya telah mengorbankan perang terhadap semua kerajaan yang kuat beserta semua gereja.
Diantara pasukannya, ada sebuah klan terkuat yang dinamai Pure Blood Vampire Clan. Klan tersebut memiliki lebih dari seribu anggota, bahkan vampire terendah berlevel 270. Klan itu dikepalai oleh Vampire bernama Tori yang sangat terkenal berkat title yang disandangnya sebagai boss monster berlevel 400.
Ini namanya adalah mimpi buruk!
Tidak peduli seberapa kuat Weed saat ini, dia jelas bukan lawannya. Bahkan player terkuat di benua ini belum ada yang mendekati level 400. 'Jelas-jelas quest ini akan menjadi tugas yang tidak masuk akal. Ayolah! Siapa yang mau bertarung dengan klan vampire mengerikan itu hanya untuk mengambil Holy Crown.'
Belum lagi tingkat kesulitannya, tingkat B, langsung membuat Weed menyerah, 'Pasti sulit! Bahkan para Paladin berlevel tinggi yang mereka kirim gagal menyelesaikan questnya. Apalagi diriku yang masih seorang remahan ini, bagaimana mungkin bisa menyelesaikannya.'
Tidak ada seorangpun yang bisa menyelesaikan quest dengan tingkat kesulitan ini tanpa membentuk sebuah tim dengan para player terkuat. Sayangnya, dia tidak mengenal semua player terkuat saat ini dan lagi, walau bisa mengajak mereka sekalipun, dia tidak bisa bekerja sama dengan orang asing yang berpotensi mendepak dirinya. 'Tidak peduli seberapa besar hadiahnya nanti. Fakta tentang kesulitannya tidak akan berubah, jadi aku harus menolaknya.'
Weed mendesah panjang, "Sebelumnya, aku minta maaf. Aku yakin akan sangat sulit menyelesaikan tugas mulia ini dengan kemampuan ku sekarang yang sangat, sangat kurang."
Penolakan ini tidak bisa dihindari mengingat Weed tidak memiliki harapan untuk menyelesaikan quest tersebut.
Tetapi, High Priest membalasnya dengan senyuman lembut, bahkan memegang kedua tangan Weed, "Kau terlalu merendah. Tak usah khawatir aku sangat percaya dengan instingku. Aku serahkan permintaan ini padamu, Weed."
Mimik Weed terlihat memelas, "Tidak. Aku benar-benar jujur, tidak mampu menerima permintaan ini."
"Tidak baik juga jika kau terus-terusan merendah. Seorang petualang terkenal seperti dirimu lebih dari sempurna untuk menerima kehormatan mengerjakan tugas ini."
Rasanya Weed ingin menangis saat mendengar perkataan High Priest. Dirinya berhasil menghasilkan kesalahpahaman sejauh ini, bukannya untung malah mendapat akhir yang tragis. 'Secara kasarnya, mereka sudah terlalu akrab.'
Karena kehandalan pengakraban dirinya yang tinggi membuat High Priest menaruh kepercayaan penuh padanya.
Yang membuat masalahnya semakin buruk adalah High Priest tidak mau menyerah. "Dalam legenda diceritakan bahwa saat pengaruh gereja terjatuh. Akan muncul seorang pahlawan sebelum masa peperangan tiba. Pahlawan itu berhasil merebut kembali Relik Suci yang hilang. Dan, aku sangat yakin, kaulah pahlawan itu!"
Weed merasakan kepalanya mulai berdenyut saat High Priest membahas legenda aneh ini. Jantungnya terasa akan berhenti berdetak saat mendengar sebuah suara yang akrab.
Anda telah menerima quest!
'Apa yang--'
...•••...
Weed, Fighting!
Kan ada Van Hawk!
Hahahahahaha!
Saatnya menyiksa Weed.
__ADS_1