Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Memburu Kadal Menjijikkan!


__ADS_3

Senyuman licik melintas dari wajah menyeramkan Darius. Otaknya berkeliaran untuk mencerna apa yang terjadi dengan dirinya saat ini. Menurut Darius dewi keberuntungan sedang memihak padanya, bagaimana tidak, quest yang terbilang cukup langka sekarang di bawah komando dirinya, Quest Ekspedisi Desa Baran, 'Ini lebih dari ketiban durian runtuh.'


Fame nya bisa meningkat drastis berkat quest ini. Fame yang tinggi akan mendatangkan banyak keberuntungan di masa depan. Dia bisa dengan mudah menemui tokoh-tokoh terkemuka yang umumnya akan menolak dirinya. Bahkan dia bisa mendapatkan quest-quest level tinggi dengan resiko tinggi dan dengan keuntungan berlimpah ruah.


Karena 500 prajurit NPC dibawah kendalinya, Darius menganggap dirinya setara dengan jendral infanteri Rosenheim. Dagunya terangkat tinggi, menganggap dirinya paling mulia diantara bawahan nya.


Tak lama kemudian pasukan ekspedisi yang dipimpin Darius akhirnya tiba di perbatasan Desa Baran.


Pemandangan tak sedap mata terpampang luas di hadapan mereka semua. Desa yang selama ini terkenal subur dan makmur hancur tak bersisa. Pagar kayu yang menjadi benteng pertahanan desa telah runtuh. Bahkan rumah-rumah warga sudah menjadi puing yang tak beraturan.


Pasukan ekspedisi meringis ngeri melihat pemandangan kehancuran desa Baran dari atas bukit di perbatasan. Di mulai dari sini mereka tak bisa bersantai ria lagi. Semua orang mulai was-was menantikan instruksi Darius selanjutnya.


Dariuspun tidaklah bodoh, dia sangat mengerti tatapan semua orang padanya. "Parros, pergilah dan selidiki desanya." Darius menatap lelaki berkulit hitam di sebelah kanannya.


"Baik letnan, aku akan segera kembali."


Wush!


Seketika lelaki berkulit hitam itu menghilang dari pandangan setelah berpamitan singkat dengan Darius. Parros adalah seorang thief, yang skill utamanya kecerdasan dan pengamatan. Jadi tugas ini memang paling cocok untuknya.


Semua pasukan ekspedisi diizinkan beristirahat setelah kepergian Parros, mereka mulai mendiskusikan ini itu tentang quest kali ini. Tak ada yang menduga bagaimana nasib mereka kedepannya.


Satu jam kemudian Parros kembali, dia menarik nafas panjang, karena masih ngos-ngosan, "Lapor letnan. Ada ratusan monster kadal yang bersembunyi di dalam reruntuhan desa. Mereka sengaja menunggu kedatangan kita."


"Mereka ingin pertempuran terbuka." Mata Darius bersinar dingin. Dia mengetahui dengan jelas maksud para monster itu. Karena jumlah mereka melebihi pasukan ekspedisi yang dipimpin Darius jelas mereka berani bertempur langsung. Disisi lain Darius menyukai gagasan ini. "Tak buruk juga."


Darius tersenyum kecil memikirkan untung rugi jika terjadi perang terbuka. Tentunya dia dan timnya yang berlevel paling tinggi diantara pasukan ekspedisi akan banyak membunuh monster, dan mereka pula lah yang memperoleh keuntungan paling besar.


"Serangan kejutan yang sudah diketahui bukan lagi serang kejutan namanya." Darius bergumam kecil.


"Semuanya dengarkan!" Darius mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, mendadak suasana hening layaknya mengheningkan cipta, "Serang monster di Desa Baran sekarang!" Teriaknya lantang.


"Serang!" Seluruh pasukan berteriak membalas ucapan Darius tak kalah semangat. Puluhan orang serentak menyerbu ke arah desa Baran.


Para monster yang tadinya bersembunyi dalam puing reruntuhan mulai berdatangan mengejutkan semua orang. Para player terkejut dengan serangan kejutan ini. Karena Darius tidak memberitahu mereka bahwa para monster akan bersembunyi dalam reruntuhan untuk menyerbu mereka secara mendadak.


Roar!


“Manusia!”


Sekarang sudah terlihat jelas monster berbentuk kadal raksasa. Tubuh mereka di penuhin otot-otot yang menonjol. Tangan kiri memegang perisai sedangkan tangan lainnya mengayunkan pedang dengan ganas.


Krak!


Darius mematahkan kepala seekor monster sambil menggerutu kasar, "Aku tak butuh orang-orang lemah. Yang ku inginkan hanyalah orang-orang kuat yang setia. Jadi kenapa aku harus berbagi EXP dan fame dengan orang-orang lemah ini?"


Darius sengaja menggunakan taktik ceroboh ini dengan resiko besar banyak memakan korban jiwa. Semata-mata karena dia khawatir EXP dan fame nya akan berkurang banyak saat dibagi merata dengan 300 player.


Sedangkan pasukan prajurit NPC dari kerajaan Rosenheim diletakkan di barisan paling belakang. Kapten mereka adalah Knight Jovantes.


Ketika Knight itu menyadari bahwa mereka terjebak dalam serangan kejutan, instingnya sebagai pemimpin pasukan langsung hidup, "Pertahankan posisi kalian! bentuk sebuah lingkaran dengan kepala peleton lalu serang balik!"


"Semuanya berkumpul! Bentuk posisi bertahan!" para denarion berteriak saling sahutan untuk merapihkan pasukan yang kacau.


Secara serentak beberapa peleton dari sepuluh prajurit berkumpul membentuk lingkaran pertahanan yang kuat, formasi andalan infanteri kerajaan Rosenheim. Para pemimpin peleton dinamakan denarion, termasuk Becker dan Hosram.


Semua denarion didikan Weed membuat keputusan yang sama. Pertahanan adalah hal yang terpenting!


Hanya Becker yang berbeda, sudut matanya yang lancip semakin tegas, dia mengangkat pedangnya untuk menaikkan semangat para pasukan, "Ayo! Serang para kadal itu!"


Api semangat juang membara dimata pasukannya, "Serang!"


Formasi pertahanan para prajurit berhasil mengalihkan perhatian para monster. Secara tak langsung mereka berhasil menarik kerumunan monster ke dalam formasi. Seperti menyergap musuh dalam labirin. Disisi lain, peleton yang dipimpin Becker muncul dimana-mana membantai para monster tanpa kenal lelah.


Dalam waktu dekat mayat para monster bergeletakan memenuhi desa. Bau amis darah semakin pekat menyumbat hidung.


...***...


Di sisi lain, Weed dengan keberanian tinggi juga menyerang monster penjaga. Mereka juga mengeluarkan suara agresif seperti monster-monster pada umumnya.


"Manusia!"


"Dasar bodoh! kalian datang untuk menjemput nyawa!"


Lima ekor monster menyerbu ke arahnya sambil mengacungkan pedang putih berkilauan. Walau level mereka rendah, tapi Weed jelas kalah jumlah. Jika dia terkepung maka dirinya harus melawan mereka dari segala arah yang pasti akan merugikan dirinya.


Namun Weed merasa yakin karena dia telah bekerja keras selama sebulan di training hall untuk menaikkan stat strenght, agility, dan vitality lebih tinggi dari para player pada umumnya.


Hal ini memang terdengar remeh dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun. Tapi kenapa tidak ada orang lain yang melakukan hal yang sama? Dengan statistik yang lebih tinggi maka akan lebih mudah pula dalam berburu monster.

__ADS_1


Kenyataannya butuh niat, kesabaran dan ketekunan tinggi untuk melakukannya. Dalam waktu sebulan pelatihan harus melakukan hal yang sama secara berulang, yaitu memukuli orang-orangan sawah. Kebanyakan orang akan bosan duluan.


Jika seorang player berlatih 20 jam sehari, maka akan memakan waktu 600 jam dalam sebulan. Kau harus melakukan hal yang sama terus-menerus sekalipun tubuhmu menderita diluar batas, otot-otot mu yang seperti di remas, bahkan atlet pro sekalipun tidak dapat melakukannya sejauh itu.


Atlet pro pada umumnya latihan tidak lebih dari 5 jam sehari. Yang telah dilakukan Weed setara dengan latihan para atlet selama 120 hari. Atau bisa diumpamakan dengan berlatih gym sejam sehari selama dua tahun penuh.


Tidak banyak orang yang akan menghabiskan waktu sebanyak itu demi menaikkan satu dua statistik. Fakta bahwa Weed mampu menyelesaikan latihan memuakkan itu dalam satu bulan menunjukkan betapa kuat kegigihannya. Dia juga punya teknik pedang baru, jelas dia dengan senang hati menjadikan para monster kadal di depannya sebagai kelinci percobaan teknik pedang barunya.


"We- weed! Tunggu aku!" Surka ikut maju ke depan tanpa pikir panjang lagi.


Karena dalam tim mereka tidak ada profesi warrior dan knight, mereka berdua harus berkombinasi menjadi penyerang jarak dekat.


"Umm, Weed." Surka berhasil berdiri tegap di samping Weed. Dia menyiagakan tangan untuk menyerang.


"Ya?" Weed bertanya balik.


"Jika aku mati, tolong selamatkan dirimu sendiri." Surka tampak pesimis setelah berhadapan langsung dengan lima ekor monster penjaga.


"Jangan khawatir. Jika salah satu dari kita ada yang harus mati, maka aku yang pertama. Nah, kalau begitu aku akan menarik perhatian mereka seperti perburuan kita sebelumnya, oke?" Kata Wees dengan percaya diri.


Wajah Surka dipenuhi haru biru, matanya sedikit berkaca-kaca, "Yaampun Weed, padahal kau kan seorang scluptor. Ah, ngomong-ngomong, berapa level mu?"


"68." Tanpa penjelasan lebih lanjut Weed langsung menerjang ke cela para monster.


Mata Surka membulat sempurna menyaksikan kenekatan Weed, "Hati-hati!"


Bukan hanya Surka, tapi semua anggota timnya masih terkejut dengan tindakan menghantar nyawa--menurut mereka--yang Weed lakukan barusan.


Berbeda dengan sang pelaku yang hatinya tetap adem ayem. "Tujuh Langkah Surgawi!" Teriak Weed lantang.


Dia dengan percaya diri mengaktifkan teknik footstep (nama pemberian dari dirinya sendiri), adalah skill untuk menghindari serangan musuh dengan tujuh langkah aneh dan tak terduga.


Tubuh Weed tiba-tiba menghilang tepat di depan seekor monster, dalam satu detik muncul di sebelah kanannya.


"Teknik pertama, Triple!" Weed berteriak nyaring.


Gerakan Weed membuat kepala pusing saat mengayunkan pedangnya. Terlihat sembrono tapi penuh taktik. Tampak tiga bayangan hitam menghantam tubuh monster bagian bawah, tengah dan atas secara bersamaan.


Bam! Bam! Bam!


Kenyataannya monster kadal ini memang lebih kuat dari goblin. Tubuh mereka memiliki fleksibelitas hewan melata yang memiliki kecepatan diatas rata-rata.


Kwaak!


Seekor monster berteriak kesakitan setelah terluka parah oleh serangan Weed, dia kehilangan 80% HP, tak dapat dipungkiri nyawanya sudah diujung tanduk.


Tetapi sebenarnya skill yang baru saja digunakan Weed sangat menguras mana, tentu saja menghasilkan damage yang tinggi.


"Wuahhh!" Mulut Surka terbuka lebar, semakin lama dia menonton aksi Weed semakin dirinya terpesona lagi dan lagi. Matanya tak berhenti mengikuti perpindahan tubuh Weed.


Mereka telah melalui beberapa perburuan bersama. Weed menjadi pemimpin tim sejak dia membunuh serigala dan menyelamatkan rekan setimnya tanpa pamrih. Namun, saat mereka bertemu lagi, timnya baru tahu bahwa dia memilih profesi scluptor bahkan mendalami profesi cooking.


Surka tak bisa mencerna hal yang ada di kepala nya maupun Weed yang sedang bertarung dengan ganas di hadapannya. 'Bukankah dia seorang scluptor? Tapi kenapa kemampuan bertempurnya tidak hilang? bukan-bukan, malah lebih hebat! Luar biasa!'


"Ap- apa apaan itu?" Surka merasa seolah-olah ada tiga pedang yang menusuk monster secara bersamaan ketika Weed menggunakan teknik Triple.


'Aku tidak bisa kalah darinya!' Surka berlari kencang untuk meninju monster yang telah sekarat oleh Weed. Tentu saja monster itu tidak ada kesempatan untuk menghindari pukulan beruntun darinya.


"Quick Shadow Blow!" Karena level musuh lebih tinggi darinya, Surka langsung mengeluarkan skill terbaik yang dia punya. Tak tanggung-tanggung, ia melayangkan lima pukulan beruntun.


Keterampilan blow adalah skill dasar, tapi paling populer diantara paladin. Peringkat keahliannya dalam Multi-Blow sudah mencapai 65%.


Pabababak!


Monster yang terkena pukulan di dada dan ulu hati berubah menjadi kilatan abu-abu.


“Ba- bagaimana bisa?” Surka terdiam beberapa saat meratapi kepergian monster yang baru saja dibunuhnya, mengabaikan keberadaan dirinya ditengah-tengah pertempuran sengit, "Monster barusan memang terkena stun, tapi kenapa dia mati secepat ini?"


Monster memang tidak bisa bergerak dalam mode stun, dan akan terkena damage dua kali lipat saat diserang. Tapi tetap saja Surka merasa aneh karena monster berlevel 60-an dengan mudah terbunuh oleh pukulannya.


Bukan hanya Surka tapi kawanan monster penjaga lainnya ikut tercengang saat rekan mereka terbunuh dalam beberapa detik. Mereka meraung kesetanan langsung menyerbu Weed secara bersamaan untuk memojokkannya.


Tubuh Weed bergoyang seperti bambu yang ditiup angin. Gerakannya sangat indah saat menghindari ketiga serangan beruntun monster kepadanya, bahkan tidak ada yang bisa menggapai seujung rambutnya. Sayangnya Weed melewatkan satu monster terakhir hingga dia tak sempat menghindar. Luka sayatan memanjang di pinggangnya, darah merah kental mengalir deras membasahi kaki, untung damage nya berkurang 1/3.


Anda kehilangan 350 HP!


Salah satu kekurangan dari profesi scluptor adalah tidak diperbolehkan memakai baju zirah yang terbuat dari besi.


Biasanya equipment yang terbuat dari non-logam defense nya lemah kecuali jika dibuat dari bahan khusus atau diperkuat dengan sihir permanen.

__ADS_1


Namun karena Weed hanya memakai jaket kulit basic yang dia beli dengan harga murah dari toko barang bekas, maka satu serangan pun akan membuatnya terluka parah.


"Sclupting Blade!"


Cahaya menyilaukan menyelimuti pedang Weed, bergerak menargetkan salah satu monster.


Srakkk!


Kepala seekor monster berpisah dari tubuhnya hingga menghilang menjadi kilatan abu-abu.


Itu adalah salah satu skill khas Weed yang menargetkan titik vital dengan timing yang pas. Critical Hit!


Tidak peduli seberapa besar defense monster, Sclupting Blade tetap akan memberikan damage yang besar. Kelemahannya adalah boros mana. Jika tidak darurat Weed tidak akan mengeluarkannya setiap saat.


"Fire ball!" Dari kejauhan si jago merah berhembus ria, sebuah pilar merah menyala terbelah menjadi empat bola api di udara, menyerang keempat monster secara bersamaan. Gunanya untuk memukul mundur musuh sesaat dan memberikan sedikit waktu bagi petarung jarak dekat untuk istirahat.


"Fire Arrow!" Pale tak mau kalah dia ikut memanahi para monster. Panahnya mengandung elemen api yang fatal bagi para monster.


"Healing Hand!" Irene dengan cepat mengisi ulang HP Weed. Lalu ia menyiramnya dengan holy blessing.


"Dewi Freya, berikanlah perlindungan holy spirit atas Weed. Perkuat pertahanannya dalam melawan kejahatan. Blessing!"


Cahaya putih berhamburan menyembuhkan Weed dalam sekejap. Dia merasa dirinya segar kembali.


Pada dasarnya holy blessing akan meningkatkan defense dan strenght. Selain itu ada banyak sihir lainnya yang dirancang untuk meningkatkan berbagai stat. Ilmu santet shaman berfungsi untuk mempercepat dan meningkatkan agility dan strenght untuk beberapa saat. Sedangkan adanya aura holy knight dalam suatu tim juga dianggap sangat berguna.


Tapi pada akhirnya blessing dari seorang priest mengalahkan semua profesi dalam bidang ilmu sihir dan mantra.


Adakalanya saat seseorang sudah terbiasa menerima blessing dari priest di setiap perburuan, maka orang itu akan merasa sangat lemah saat bertarung tanpa adanya priest.


Setelah Irene menyelesaikan tugasnya, matanya menatap Weed dengan tajam, iapun tak segan menyemburkan kemarahannya saat itu juga, "Weed! Kali ini kau terlalu gegabah!"


Weed mengangguk mengakui kesalahannya. Walau sebenarnya dia sengaja menyerang monster tanpa persiapan hanya untuk merasakan sejauh mana kekuatan mereka. Selain itu, dia penasaran dengan seberapa besar damage yang bisa dia berikan saat menggunakan Teknik Pedang Imperial Formless. Sekarang dia sangat puas karena hasilnya melebihi apa yang dia harapkan.


Semua skill tempur yang Weed miliki saat ini membutuhkan mana yang banyak. Dia tidak bisa bertarung dalam waktu yang lama karena skill tempur miliknya mengkonsumsi mana diluar batasan. Kelebihannya skill-skill itu paling dominan di pertempuran skala kecil, akan memberikan kekuatan yang luar biasa pada Weed sampai mananya habis.


Ketika jumlah mana bertambah saat naik level, dan konsumsi mana untuk teknik pedang berkurang berkat skill sword mastery dan handicraft, maka Teknik Pedang Imperial Formless akan berjaya.


Namun, dimata rekan satu timnya tindakan Weed itu sangat ceroboh dan beresiko. Mereka belum tahu fakta bahwa level Weed lebih tinggi dari mereka. Karena terlalu meremehkan profesi scluptor, hingga tanpa sadar mereka juga menganggap Weed orang yang lemah dari mereka.


Walau tidak dapat dipungkiri bahwa defense profesi scluptor memang menyedihkan. Yang belum mereka ketahui, Weed memiliki kartu as di tangannya, skill sclupting blade. Dan sejak memilih profesi, efek dari sclupture mastery telah diaplikasikan secara penuh pada kekuatan serangnya yang tak terkalahkan.


Scluptor memang lemah. Tapi masa depan Weed masih abu-abu, tidak ada yang tahu kemana takdir akan membawanya kelak. Bahkan diposisinya yang sekarang kekuatan Weed jauh lebih besar ketimbang profesi warrior atau knight yang levelnya sedikit lebih tinggi darinya.


Weed tersenyum kecil menyaksikan cahaya blessing yang menyelimuti dirinya. Dengan santai dia menghirup udara sekitar layaknya hembusan angin pagi yang menyejukkan.


"Apa yang dia lakukan?" Irene yang sedang sibuk bertempur dengan monster sempat kehilangan fokus sejenak.


Anda kehilangan 230 HP!


Bahkan Weed tidak menghindari serangan monster hingga mengenai tubuhnya. Dia terlalu tenang untuk memikirkan luka ditubuhnya, karena blessing dari Irene akan mengurangi damage nya. Dari sini Weed pun tahu bahwa bukan hanya dirinya yang berkembang pesat saat mereka tak bertemu. 'Asiknya berburu dengan party.'


Karena kemampuan yang tinggi dan suci inilah para priest dan paladin akan dihormati dan dihargai di manapun mereka berada. Tanpa peduli berapa level skill mereka, semua tim akan menerima mereka dengan tangan terbuka.


Sama seperti kasus Irene, walau levelnya masih rendah tapi ia telah meningkatkan skillnya dengan tajam, itu adalah aset paling berharga saat berburu monster.


Walau Weed memiliki skill perban, tapi hanya bisa dipakai saat tidak bertarung. Jelas tak bisa dibandingkan dengan healing hand milik priest.


Setelah dirasa cukup untuk memarahi Weed, Irene tersenyum kecil padanya, "Ku akui, ini memang gayamu Weed, menyerbu langsung ke arah musuh."


Weed membalas senyumannya tak kalah manis. Bukan apa-apa, dirinya juga sedang memikirkan tindakan percobaan bunuh diri yang seringkali dilakukannya semata-mata karena dia tidak menganggap musuhnya adalah musuh melainkan EXP yang berharga.


Weed juga tidak bodoh, dirinya masih sayang nyawa. Jika monster yang dia rasa sulit dihadapi, diapun akan menyerah dengan kecerobohannya. Sebenarnya Weed sangat menikmati sensasi saat melompat ke dalam kawanan monster untuk membunuh mereka secara membabi buta. Sambil menggerakkan tangan dan kakinya seperti orang gila, dia merasakan angin kebebasan.


Dia berburu, meningkatkan semua skill, naik level, mengumpulkan item dan equipment. Weed menikmati semuanya. Karena setiap langkah yang dia lalui sangat menyenangkan, dan hasilnya selalu sepandan dengan setiap tetes keringat dan darah yang dia keluarkan. Seakan dia memang hidup di dunia ini.


Sebelumnya di Continent of Magic dan bahkan sekarang di benua Versailess, Weed selalu menjadi orang yang pertama akan menyerbu monster saat bertemu mereka.


"Triple! Backstab!"


Setelah mananya dipulihkan, Weed dengan cepat memakai skill tempurnya. Itu adalah prioritas utama untuk meningkatkan level skillnya. Toh mana yang digunakan akan kembali diregenerasikan.


Anda gagal mengaktifkan skill!


Karena level kebanyakan skill tempurnya nol, dia sering gagal saat mengaktifkan skill tersebut. Karena gagal mengaktifkan beberapa teknik pedang, Weed terkena stun dan tidak bisa bergerak beberapa saat.


Weed terus mengandalkan rekan setimnya dan bersikeras untuk mencoba semua skill tempurnya. Weed merasa tenang karena tahu betul ada penyokong di belakangnya. Serangannya yang membabi buta akhirnya membasmi semua monster dalam sekejap mata.


“…”

__ADS_1


__ADS_2