Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Back Looking for Money!


__ADS_3

Logikanya, drop item dan equipment dalam jumlah yang sangat banyak mustahil bisa didapatkan sekaligus. Item-item ini hanya bisa dikumpulkan setelah melalui perburuan panjang. Apalagi jumlah yang banyak tidak bisa dikumpulkan seorang diri.


Weed telah menumpuk hasil jarahan di tempat persembunyian rahasia di sepanjang dungeon. Karena tidak ada orang lain yang berburu di sana selain dia. Jadi, dia tidak khawatir meninggalkan harta persembunyian. Dia bisa saja menjual drop item tersebut di toko-toko di Lavias. Namun, dia akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda jika menjualnya langsung pada Merchant di bumi.


Keuntungan!


Kekayaan!


Weed tidak akan mentoleransi jika sudah menyangkut kedua hal ini. Dia tidak akan membuang sebuah item sekalipun harganya hanya 1 copper.


"I-Item sebanyak ini." Mata Mapan sedikit berkedut. Dia tidak pernah membayangkan suatu saat akan melihat item sebanyak itu sepanjang hidupnya.


"Berapa banyak yang akan kau beli?"


Uang simpanan Mapan sekarang adalah 159 gold.


Merchant bisa mendapatkan uang dengan memborong drop item dari player lain. Tetapi, karena persaingannya sangat ketat, harganya terus-menerus meningkat, jadi sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Sedangkan, di depannya sekarang ada seorang player yang dengan sukarela menawarkan barang. Bukankah ini keberuntungan yang tak terelakkan. Jadi mana mungkin Mapan mau menolak durian yang jatuh di depan matanya.


Masalah ini tentu tidak usah dipikirkan lagi, jadi Mapan langsung menjawab secepat kilat, "Aku akan membeli semua yang aku mampu!"


"Kalau begitu ambillah." Weed menyilangkan kedua tangan di depan dada, duduk santai menunggu dagangannya laku. Dia yakin item-item itu akan habis melihat dari mata Merchant di depannya yang berbinar.


Mapan sangat terampil memilih item yang berharga. Tentu saja, dalam profesinya ada skill khusus untuk melakukan hal ini.


1 gold.


2 gold.


Nilainya meningkat dengan drastis.


Semakin dia memilih semakin dia terlena oleh godaan semua item di depannya itu. Matanya tak berhenti berbinar tak kuasa menahan suka cita. Rasanya dia ingin melompat dan berteriak kegirangan.


Mapan akhirnya selesai menghitung keseluruhan equipment yang menggunung itu bernilai bersih 157 gold.


Semua drop item dan equipment itu dia masukkan ke dalam Magic Backpack, yang mampu menampung 10 x lipat dari tas normal dan mengurangi beban hingga 1/3.


"Pe-Permisi." Mapan tersenyum tegang pada Weed saat dia mulai berjalan sempoyongan ke gerobak miliknya.


"Seberapa beratnya itu?"


"Rasanya aku bisa merasakan rasa sakitnya."


Walau kerumunan orang mulai bubar, tapi ada beberapa yang masih menatap Mapan dengan kasihan melihat penderitaannya yang mengangkut beban segede gaban itu.


Sementara itu, ekspresi Merchant-Merchant yang lain dipenuhi dengan kedengkian dan kecemburuan. Jika mereka yang berada di posisi Mapan, setelah menjual kembali item borongan sebanyak itu, sudah pasti level mereka akan meningkat drastis.


Setelah Desa Barang berevolusi menjadi Kota, toko khusus senjata dan Blacksmith memang belum dibangun kembali. Tapi ada berbagai toko yang menerima jual beli item apapun itu.


Kondisi hati Mapan sedang baik, dia tidak bisa berhenti berseri-seri, apalagi saat menyerahkan barang dagangannya ke penjaga toko, dia menunggunya dengan antusias.


Penjaga toko tersenyum kecil padanya, ikut bahagia dapat item sebanyak ini, "Terimakasih banyak telah berbisnis denganku, tuan Merchant. Karena itemnya sangat banyak, maka aku akan memberimu 169 gold sebagai bonus. Bagaimana? Deal?"


"Terimakasih, tuan!" Dengan ini, Mapan mendapat keuntungan yang besar. Hatinya bergetar setelah menerima uang dari penjaga toko. Tak dapat dipungkiri, bukan hanya kekayaannya yang meningkat tapi statistik Avatar nya juga meningkat drastis.


Dengan suka cita dia bergegas keluar dari toko. 'Aku harus segera bertemu dengannya lalu berterimakasih dengan benar!'


Mapan berlari sekuat tenaga menuju alun-alun kota, dia berharap orang yang ditujunya masih ada di sana, agar tidak menyesal di kemudian hari.


Beruntungnya, saat sampai di sana, Weed masih berdiri di tempat semula. Jadi Mapan bisa sedikit bersantai.


Saat sampai di depan Weed, dia langsung membungkuk 90°, "Terimakasih!" Suaranya nyaring membahana, mengagetkan banyak orang di sana.


Sekali lagi, mereka menjadi pusat perhatian khalayak.


"..." Weed hanya bisa menatapnya tanpa bisa berkata-kata.


"Namaku Mapan. Jika kau datang kembali, kapanpun itu--"


Belum sempat dia melanjutkan perkataan, sudah tercengang oleh penampakan di depan matanya.


Weed sudah membalik tas lain dan menggoyangnya. Dari sana, tumpukan item lain kembali menggunung.


"I-I-Itu." Mapan terdiam kaku, sangat terkejut dengan kejutan ini. Padahal baru beberapa menit yang lalu dia dikejutkan oleh isi tas Weed, sekarang dia kembali dikejutkan.


Mapan menoleh ke arah tas lain yang belum di buka oleh Weed, "Jangan bilang itu?"


Kejutan demi kejutan kembali menerpa jantung Mapan. Seperti yang dia pikirkan, 8 ransel Weed yang lainnya telah dipenuhi oleh drop item dan equipment. 6 ransel dipenuhi oleh item kecil, sedangkan 2 ransel sisanya dipenuhi oleh senjata dan armor.


Setelah diperhitungkan semuanya, item-item itu senilai 1.000 gold.


Weed menyimpan ransel terakhir yang berisi armor Death Knight dan berbagai bijih mentah yang telah dia kumpulkan. Terdiri dari 145 bijih besi dan 109 bijih tembaga. Dia menunggu sampai levelnya 200, setidaknya sampai skill repair nya mencapai tahap intermediate, barulah dia mengeluarkan bijih-bijih ini kembali.


Para player mengerumuni Weed, terlihat antusias.


"Tolong beritahu aku di mana kau berburu!"


"Bagaimana caranya kau bisa datang dari langit? Bahkan seorang Mage seperti ku tidak bisa mendeteksi aliran mana darimu."


"Bisakah kau memberiku beberapa uang?"


Sekali lagi, Weed telah mengundang perhatian banyak orang dan menjadi selebriti dadakan.


Tiba-tiba para infanteri penjaga Kota Baran berbondong-bondong mendekati Weed dengan wajah ceria. "Apa itu kau, Komandan?"


"Kalian?"


Mereka adalah bawahan Weed saat berburu di dungeon Litvart. Lebih tepatnya adalah Hosram, Dale dan Becker.


"Omayah! Kau akhirnya kembali!" Ketua desa berlari tergopoh-gopoh menghampiri Weed, diikuti dengan warga pribumi. Mereka menyambut Weed dengan tangan terbuka dan sangat hangat.


"Kapan kau pulang?"


"Mau makan di rumahku, tuan pahlawan?"


"Tidak-tidak, haruskah kita membuat perayaan atas kembalinya sang pahlawan?"

__ADS_1


"Kupikir itu ide yang bagus!"


"Tapi, bukankah tuan pahlawan akan kelelahan baru saja melakukan perjalanan yang sulit?"


Semua orang menatap wajah Weed yang matanya dipenuhi lingkaran hitam. Dan orang yang bersangkutan hanya bisa nyengir lebar saat warga desa kembali berdiskusi tentang penyambutan kedatangannya.


Tentu saja, keingintahuan semua orang bertambah besar. Mengenai siapakah sebenarnya orang misterius yang jatuh dari langit ini, sehingga mendapat kepercayaan dan rasa hormat dari para NPC.


Weed sendiri mengabaikan mereka, dia sibuk bertegur sapa dengan warga pribumi dan penjaga Kota. Melihat perubahan besar yang dialami Desa Baran, dia merasakan sebuah emosi yang meluap. Apalagi saat menatap hasil kerja kerasnya, 'Tak terbayangkan jika patung ku akan membawa dampak sebesar ini.'


Dia telah mendengar cerita dari kepala desa tentang gelombang turis yang melancarkan perekonomian Desa Baran berkat patung Dewi Freya yang dia pahat. Bagaimanapun juga, sebagai penciptanya, Weed merasa bangga. Akhirnya kerja kerasnya selama ini terbayar.


Berkat kekuatan bawaan dari patung tersebut, kecepatan pemulihan HP dan mana telah meningkat sebesar 15%, dan efek ini akan berlangsung selama satu hari.


Patung Dewi Freya tersebut tidak hanya memberi manfaat pada Weed dan player lain, tetapi juga memberi manfaat yang sama pada para NPC. Karena sudah terbukti kekuatan patung itu yang mampu memberikan kekuatan yang signifikan pada prajurit NPC saat membasmi monster dan menaikkan level.


Jika sebuah patung Fine Piece saja manfaatnya sudah sebesar ini. Maka tak terbayang apa yang akan terjadi pada sebuah kota jika terdapat sebuah karya Grand Piece atau Master Piece.


Hanya dengan sebuah patung bisa memperkuat kekuatan militer dari sebuah kota.


'Tak ku sangka Sclupture Mastery bisa menjadi hal yang sangat menakjubkan dan ternilai.'


Weed mendadak bergidik ngeri saat menatap prasasti yang tertulis di bawah sana. Rasa cemasnya meningkat, jika kebetulan Seoyoon datang ke kota ini lalu menemukannya, maka pertarungan tak akan bisa dihindari.


Saat Weed sedang sibuk melamuni patung pahatannya, Mapan sang Merchant sudah selesai menjual semua item darinya. Dia kembali menyapa Weed, kali ini dengan rasa hormat yang tinggi, "Permisi, Jika boleh, aku ingin bertanya kemana tujuanmu berikutnya?"


Hari ini kehidupan Mapan berubah drastis, dia seakan tertimbun durian runtuh. Levelnya telah naik 14 kali ditambah skill Trade yang juga naik level 3 kali. Ini namanya bukan keberuntungan lagi, tapi keajaiban.


Sambil mengangkat bahu Weed menjawab dengan santai, "Aku akan melewati Pegunungan Baruk."


"Pegunungan Baruk?"


"Ya. Tempat yang ku tuju adalah Pusat Kota Somren."


Lebih tepatnya, tujuan utama Weed adalah Gereja Dewi Freya. Dia harus menyelesaikan quest dari Seagull untuk mengantarkan Holy Grail secara langsung.


Ada dua jalur untuk mencapai Kota Somren. Jalur paling umum digunakan dan yang paling aman adalah jalur memutar, kembali ke Benteng Serabourg, melintasi Kerajaan Brent dan lain lain. Intinya jalan umum ini terlalu berputar-putar, bagi Weed hal ini terlalu melelahkan. Dan dia harus membuang waktu selama 3 bulan. Tentu saja itu akan sangat membosankan bagi orang penyuka tantangan sepertinya.


Jadi dia berencana memilih jalur pintas yang terkenal akan bahayanya. Weed tidak peduli sebesar apa rintangan yang menghadang nanti, karena dia punya kartu as tersendiri sebagai antisipasi saat keadaan darurat. Jadi dia tidak khawatir sama sekali.


"Begitu rupanya." Mapan tersenyum.


"Hmm." Tapi Weed tidak membahas tentang tujuan utamanya itu, tidak penting juga bagi orang luar untuk tahu semua hal yang akan dilakukannya di masa depan.


Weed yang akan pergi berhasil di hentikan oleh Mapan, "Bisakah aku ikut denganmu?!"


"..."


Mapan menggeleng tegas, "Oh! Tolong jangan salah paham dulu! Bahkan dengan melihat item-item yang kau bawa, aku sangat sadar jika level kita sangat berbeda. Aku juga sangat sadar jika Merchant lemah dalam pertempuran. Tapi aku berjanji tidak akan membebani mu! Jadi tolong izinkan aku ikut denganmu!"


Merchant memang salah satu profesi terlemah dari profesi non-pertarungan. Namun, Scluptor bahkan dikenal lebih lemah dari para Merchant. Dan saat ini, Mapan masih belum tahu jika profesi asli Weed adalah seorang Scluptor.


Jadi Weed tidak termasuk membodohi nya ataupun meliciki nya.


Mapan sedikit sedih saat Weed tak kunjung meresponnya, "Bahkan jika kita membentuk party, tidak akan banyak EXP yang akan ku terima. Ah! Aku akan menanggung semua biaya pengobatan yang menyangkut perban dan herb untuk perjalanan nanti."


Hati Weed sedikit tergerak oleh tawaran menguntungkan ini, karena urusan medis adalah kerugian terbesar yang menguras kantongnya selama ini. Dan sekarang, Mapan telah menawarkan akan mengurus bagian itu. Sejauh ini, Weed peka ada maksud tersembunyi dari tawaran gratis ini, tidak mungkin ada orang asing yang rela memberi tanpa mengharapkan imbalan.


Weed langsung ke inti pembicaraan, "Katakan apa yang kau inginkan sebenarnya?"


"Drop item." Jawab Mapan jujur, "Aku yakin pergerakan mu akan terbatas, jika kau memilih untuk membawa semua hal yang dijatuhkan oleh monster. Tasmu akan membebani mu, hingga kau tidak fokus untuk bertarung. Jadi aku akan membeli semuanya. Maksudku, semua drop item yang ingin kau jual, aku akan membelinya. Maka beban mu akan terasa lebih ringan."


Tujuan Mapan adalah item berlevel tinggi. Mengikuti seorang petarung kuat akan menjadi keuntungan yang besar baginya. Hanya satu item dari seekor monster level 200 adalah 10x lebih berharga daripada item dari monster level 50.


Dia ingin mendapatkan item sambil mengikuti Weed daripada menunggu di sebuah kota. Karena dia bisa berdagang item di setiap kota, itu bukanlah bisnis yang buruk.


Weed mempertimbangkannya sejenak. Taktik sebelumnya yang dia gunakan di Lavias tidak bisa digunakan di bumi. Jika Weed menggunakan cara yang sama, tidak menutup kemungkinan akan ada orang lain yang mencurinya tanpa mendapat hukuman apapun. Lebih baik dia menerima tawarannya, ini adalah situasi menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jadi, tidak ada ruginya untuk dicoba. Apalagi, biaya obat-obatan di tanggung oleh sekutu. 'Nikmat apalagi yang kau dustakan?'


Weed mengangguk pada Mapan, "Baiklah! Ayo pergi bersama-sama."


Mapan hampir melompat kegirangan, untung berhasil dia tahan.


...***...


Weed membangun tenda jualan memanfaatkan keramaian Kota Baran. Dia tak sabar memikirkan berapa besar keuntungan yang akan dia dapatkan kali ini. 'Selalu ada ganjaran untuk setiap keringat yang keluar, fighting!'


Weed mulai membuka toko alat kadarnya, "Jual patung! Jual makanan! Sedia repair drop item dan equipment berdefense rendah dengan harga murah!"


Beberapa orang mulai mengerumuninya, bagaimanapun wajahnya sudah mulai terkenal.


"Wuahhh lucunya!"


"Iya! Patung-patung itu sangat menggemaskan!"


Setiap patung yang dia buat terlihat sangat nyata. Dia sengaja membentuk patung-patung mini untuk sovenir. Dia memahat hal-hal indah nan menggemaskan demi menarik perhatian banyak orang.


"Patung itu, berapa harganya?"


"20 silver per patung! Apa kau pikir itu mahal? Seni biasanya semahal keindahannya."


"Aku mau satu yang ini!"


"Aku juga! aku juga!"


Senyuman Weed tak berhenti surut saat dia melayani ledakan pembeli dari player perempuan. Mereka tentu saja menyukai hal-hal yang lucu.


Weed tidak hanya menjual patung, secara bersamaan juga menjual masakan. Orang-orang semakin tertarik mengerumuninya akibat aroma masakan yang digoreng sangat menggugah selera.


"Apa yang kau masak?"


Weed menatapnya sejenak sebelum kembali fokus pada masakan, "Ini? Racun."


"Eeeeh, racun? Kau sedang membuat racun? Bagaimana bisa aromanya selezat ini?"


"Ya, masakan ini beracun, karena saking lezatnya kau bahkan rela mati untuk mencicipinya lagi. Ini sampel makanan ya, cobalah sedikit!"

__ADS_1


Sup nya dibuat dengan cara merebus sayuran hijau yang kaya kandungan vitamin dan mengeluarkan aroma manis.


Para player mencicipi sup buatan Weed, dia memberi sesendok untuk setiap player. Setelah sup itu memasuki mulut, mata para player langsung melebar karena merasakan rasanya yang manis dan lembut.


Seorang cewe memutar lidahnya dibibir, mencicip saja tidak cukup, "Wow, lezat sekali! Oppa, belikan aku makanan ini, hmm? hmm?." Dia menarik tangan pasangannya dengan mesrah sambil mengeluarkan puppy eyes,


Pasangannya tertawa kecil, "Ya ya ya! Karena Suzy-ku sangat menginginkannya, makanlah sebanyak yang kau mau." Dia mengusap lembut kepala ceweknya, lalu menoleh pada Weed, "Berapa harganya, tuan?"


"15 silver."


"Bukankah itu terlalu mahal untuk seporsi?"


Kebanyakan player laki-laki tampak kacau saat mendengar harganya. Mereka berbondong-bondong mengeluhkan masalah harga. Karena 15 silver memang harga yang sangat tinggi.


Tapi Weed tetap kokoh, tidak akan pernah berkompromi saat menyangkut harga. Uang adalah segala-galanya, dia tidak akan menyerah sampai tetes darah penghabisan. "Alasanku memasak adalah agar lebih banyak orang bisa memakan makanan lezat. Tetapi aku rasa jalan ini tidaklah mudah. Sepertinya hidangan ini terlalu mahal, karena semua orang terlihat mengeluhkan harganya."


"Yah, tentu saja!"


Mata Weed terlihat sangat sedih, mulai mengeluarkan ucapan manis andalannya, "Sebenarnya, aku ingin menjualnya dengan harga yang sangat murah. Tapi, biaya bahan-bahannya hampir 14 silver. Dengan mempertimbangkan peralatan memasak dan usaha yang aku kerahkan saat memasak, aku menjualnya hampir tanpa keuntungan."


Hiks!


Weed menggosok hidungnya, dan mengelap sudut mata, terlihat sangat merana, "Haruskah aku menyerah pada impianku? Padahal aku sangat suka memasak makanan untuk menghibur banyak orang dengan kelezatan masakan ku, bagaimana ini? Ini benar-benar dilema bagiku."


Hiks!


Weed tak berhenti menangis, tentu saja itu semua hanyalah akting. Karena Weed yang asli tidak akan pernah meneteskan air mata bahkan saat dia ditikam dan banjir darah. Baginya, ini serupa dengan investasi.


"Oppa!"


Investasi terbayar, player cewek ikut-ikutan menangis sambil memarahi pasangan masing-masing.


"Beli saja makanannya! Maksudku, oh ayolah! Dia adalah seseorang yang memasak dengan sangat baik. Seperti kata mama, makanan datang dari ketulusan hati. Seseorang yang membuat makanan selezat ini pasti orang yang benar-benar tulus."


"Ya, ya sayang, aku mengerti. Maaf ya chef, sebagai gantinya aku doakan semoga dagangan mu laris manis."


Pasangan itu secara mengejutkan membayar 20 silver. Mereka bahkan tidak meminta kembalian. Ekspresi Weed berubah menjadi senyum kepuasan. 'Makanan apapun jelas akan terasa enak jika kau tidak tahu apa-apa tentang masakan. Ahhh senangnya! Sekali lagi, uang mengalir memasuki kantongku.'


Faktanya, bahan-bahan yang dia gunakan bahkan tak sampai 1 silver.


Sayuran hijau adalah bahan termurah dari toko dan bahan-bahan lainnya tidaklah jauh lebih mahal. Karena toko tersebut berada di desa pegunungan, dan mereka tak punya banyak hal untuk dijual. Harga untuk bahan-bahan makanan sangatlah murah. Meskipun toko tersebut tak punya bahan-bahan yang dimiliki toko-toko di kota-kota yang lebih besar. Dengan bermacam-macam bahan yang ada, segala macam hidangan bisa dibuat.


"Aku mau makanannya juga!"


"Tolong budayakan mengantri!"


Semua orang mulai berbaris memanjang layaknya barisan semut.


"Hai chef!"


Weed mengerjapkan mata beberapa kali melihat pasangan yang tadi sempat mengeluhkan harga kembali ke hadapannya.


"Aku datang lagi, hehe."


"Kau benar, masakan mu adalah candu."


Tentu saja Weed menyambut mereka dengan tangan terbuka. Dia langsung tersenyum seramah mungkin. Yang dia takutkan tadi jika mereka berdua meminta kembalian. Ternyata datang sebagai pembeli lagi.


Wajah Weed terlihat secerah mentari pagi melihat barisan pembeli yang tak ada habisnya. Dia semakin semangat menyelesaikan tugasnya satu persatu.


Lama-lama Weed semakin sibuk. Rasanya pengunjung yang datang tak ada habisnya. Diapun sangat lihai membesar-besarkan katanya untuk menarik perhatian orang-orang. Bagi Weed, kebohongan bukanlah kebohongan saat digunakan untuk berbisnis. Weed juga membuat para pelanggan nyaman dengan pelayanannya yang luar biasa. Namun, dari waktu ke waktu ada saja pelanggan yang menggodanya.


"Permisi, sepertinya aku pernah melihatmu di televisi." Dua gadis yang itu mendekatinya sambil menatap wajah Weed dari setiap aspek.


"Kamu adalah Princess's Knight, kan?"


Julukan ini telah tersematkan pada Weed setelah dia berperan aktif dalam event di sekolah adiknya tempo hari. Mungkin karena beritanya yang secepat kilat menyebar di internet, ada banyak orang yang mengenalinya, karena dia membuat avatar game sama dengan dunia nyata.


Beberapa orang mungkin mendambakan kepopuleran tapi tidak dengan Weed. Dari sekian banyak julukan yang dia dapatkan, baru kali ini dia sangat malu karena julukan Princess Knight terdengar kekanakan baginya.


"Maaf, sepertinya kalian salah orang." Weed memalingkan wajahnya, untuk menghindari perhatian mereka.


"Jika tidak berniat membeli apapun, tolong minggir." Untunglah seorang player menyelamatkannya.


"Ya, kalian tidak lihat sebanyak apa orang yang menunggu?"


Kedua orang itu melihat ke belakang, seketika mereka langsung malu melihat wajah para antrian yang masam. Langsung membeli patung mini lalu pergi dari sana.


"Beli lima mangkuk sup, chef!"


Kebanyakan player yang datang untuk membeli masakan Weed. Karena masakannya bukan hanya lezat saat menyentuh lidah, tapi juga memberi peningkatan yang signifikan pada HP dan mana seorang player yang memakannya. Peningkatannya sangat tinggi, sampai-sampai banyak tim berburu yang sengaja mendatanginya sebelum berburu.


"Harganya 15 silver. Sedangkan harga untuk makanan bervitamin tinggi, spesial untuk berburu seharga 30 silver, terimakasih. Selamat berburu!"


Walau harga makanan dan patungnya sangat tinggi, Weed menawarkan layanan ekstra, yaitu perbaikan item dengan defense rendah secara gratis. Jadi harga nya tidak membuat semua orang mengeluh. Walau 30 silver tetap tergolong mahal, tapi bagi para player yang berburu di sekitar Kota Baran yang kaya akan lahan berburu, itu adalah jumlah yang bisa mereka bayar dengan mudah. Makanan yang meningkatkan HP dan mana lebih layak dari jumlah yang harus mereka bayar saat berburu.


Weed juga menyediakan hidangan yang benar-benar mahal. Masakan tersebut dibuat menggunakan telur Avian dan Buah Surgawi. Cita rasanya sangat khas dan sangat lezat, hingga kau bahkan tidak sadar saat ada seseorang yang mati tepat di sebelah mu. Makanan itu tidak hanya mahal, tapi juga sulit dimasak.


Makanan sehat tidak hanya dibuat dengan satu bahan utama. Sebuah hidangan makanan sehat harus mempertahankan rasanya yang khas sambil menggandakan manfaatnya.


Sama seperti saat membuat hidangan ayam ginseng, bahan yang diperlukan tidak hanya ayam, tapi juga memerlukan ginseng, kurma dan berbagai tanaman herbal lainnya. Sebuah hidangan harus memaksimalkan rasa dan manfaat dari semua bahan-bahan yang digunakan. Ini adalah kesulitan yang harus dipangkas oleh para chef.


Dengan demikian, setelah beberapa kali mencoba, Weed baru memberi nama dari hidangan yang dibuat dengan bahan utama telur Avian dan buah surga adalah, Deviles Egg dan Angel Fruit. Sedangkan hidangan yang dia buat menggunakan kedua bahan itu adalah, Fruittamago. Hidangan ini tentu saja mengeluarkan manfaat dari kedua bahan utama, meningkatkan HP, Mana, Strength, Inteligen, dan Luck dengan drastis.


...•••...


Nah! Katanya pada nunggu UP 😌


Gaada yang rindu aku nih ceritanya 😔


Mau ngambek tapi udah gede, malu ah🤣


Yaudah kalo gitu Like dulu ya


Lia Cans~~

__ADS_1


__ADS_2