
Secara umum, para player baru yang tidak bisa keluar dari benteng selama 4 minggu akan mengerjakan banyak quest. Berbeda dengan Weed yang mendedikasikan diri untuk memperkuat skill dengan memukuli orang-orangan sawah. Kasus Weed tentu saja langka.
Kebanyakan player tidak ingin menghabiskan waktu dengan hal yang dianggap membuang-buang waktu seperti itu. Mereka memilih berkeliling untuk melakukan kerjaan sampingan di sebuah penginapan, membaca berbagai buku untuk mengasah pengetahuan tentang dunia virtual reality, ada juga yang meningkatkan skill sesuai dengan profesi yang akan diambil.
Bagi para player yang memilih jalan seorang Mage, mereka akan mempelajari skill identifikasi dengan bekerja di toko identifikasi. Karena menilai sifat magic suatu item akan meningkatkan skill utama profesinya. Jika beruntung akan menemukan item langka hingga mendapatkan peningkatan skill dalam jumlah besar.
Seorang Mage yang bernama Lindell berdecak kesal, 'Sial! Bagaimana bisa aku kekurangan 3 gold saat sepenting itu!'
Dia telah meningkatkan levelnya sampai 200 dan baru saja memasuki tingkat intermediate. Setelah mengalami peningkatan ini, seorang Mage bisa mempelajari mantra baru.
Lindell yang terspesialisasi dalam sihir petir memilih untuk mempelajari mantra Lightning Shower. Skill ini akan menghasilkan sambaran petir yang berjatuhan dari langit hingga menciptakan pemandangan yang indah bagai kembang api di malam tahun baru. Lightning Shower juga bisa menghasilkan damage yang besar pada monster, menjadikannya skill yang sangat berguna.
Namun, harga buku khusus Lightning Shower bernilai 540 gold.
Dan berita buruknya, Lindell yang miskin belum mampu menghasilkan uang sebanyak itu walau sudah bekerja keras siang malam untuk mengumpulkan cuan.
Sebenarnya, profesi mage bisa membuat siapapun bangkrut dalam sekejap. Saat masih berlevel rendah, seorang mage harus membeli berbagai peralatan magic untuk menguatkan skill dasar yang dimiliki. Lalu, saat levelnya naik sedikit demi sedikit, masih harus dibekali oleh buku yang mengandung pengetahuan tentang skill yang dipelajari. Selain itu, juga harus melengkapi equipment yang dipakai, seperti jubah, tongkat magic dan lain-lain.
Di medan pertempuran, seorang mage akan menjadi profesi yang sangat dibutuhkan. Sayangnya mereka selalu hidup dalam kemiskinan. Jadi, walau seorang mage tersebut sudah berlevel lumayan tinggi, mereka tidak ada pilihan lain kecuali bekerja paruh waktu di toko identifikasi, karena untuk membeli equipment magic membutuhkan uang yang tidak sedikit.
Tetapi hari ini, Lindell hampir tersedak saat mendapat pelanggan pertama yang benar-benar terlihat lebih mengerikan dari seorang pengemis. Dahi Lindell yang mulus dipenuhi dengan kerutan, 'Apa yang dilakukan seorang pengemis di sini?'
Itulah kesan pertama yang tertanam di pikirannya saat berhadapan dengan Weed. 'Uh! Baunya sangat menyengat! Kapan terakhir kali dia mandi?'
Lindell mengerjapkan mata beberapa kali, siapa tahu matanya sedang berhalusinasi. Tapi berapa kali pun dia memastikan, tidak ada yang salah dengan indra penglihatannya.
Bagaimana dia tidak curiga saat melihat seorang lelaki buruk rupa yang memakai equipment berkualitas rendah yang sudah sobek dan rapuh. Pakaian yang melekat ditubuhnya tampak lebih buruk dari kain pel, dan compang camping di sana sini. 'Aku yakin tidak ada equipment yang lebih buruk dari miliknya.'
Di punggungnya ada sebuah ransel yang tak diketahui apa isinya, tetapi bau yang keluar dari lelaki ini sangat menjijikkan. Aroma kuat yang berasal dari tanaman herbal.
Lindell memaksakan sebuah senyuman dan menyingkirkan pikiran buruk yang bersemayam dalam hatinya. Jika dia bersikap tak sopan pada seorang pelanggan, maka dirinya akan langsung diusir dari toko identifikasi, lalu harus rela kehilangan jalan untuk menghasilkan uang. "Sebelumnya aku minta maaf, tuan pelanggan. Tempat ini adalah tempat khusus untuk mengidentifikasi item langka yang berkualitas tinggi. Sedangkan, untuk mengidentifikasi item biasa terletak di lantai bawah."
Perlakuan seperti ini akan didapatkan dimana saja. Jika dalam game, seorang NPC hanya akan memuliakan seseorang berdasarkan fame yang dimiliki. Tapi, jelas akan berbeda efeknya saat berhadapan dengan sesama player seperti Lindell. Dia hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari penilaian berdasarkan penampilan.
Weed sadar akan hal ini, tanpa memberi komentar, dia menyerahkan sebuah kalung padanya, "Tolong identifikasi item ini."
"Em." Lindell tampak menggaruk kepala walau tak gatal, "Biayanya tidak murah, tuan pelanggan. Apa kau yakin masih ingin mengidentifikasi nya?"
"Berapa?"
"50 silver." Lindell nyengir sambil menunjukkan kelima jari.
Hati Weed membeku untuk sejenak, walau dia telah memperkuat hatinya saat mendatangi tempat ini, tapi tidak bisa dipungkiri hatinya sangat tersayat saat harus mengeluarkan harta berharganya. 'Aku tidak boleh mundur!'
Walau berat hati, Weed mengeluarkan uang dari balik saku, "Ini, 50 silver."
Mata Lindell berkedip sejenak, sempat terkejut orang dihadapannya memiliki uang sebesar ini, "Apakah kau yakin ingin tetap lanjut?" Dia khawatir uang ini adalah harta untuk mencukupi makanan sehari-hari, jadi Lindell sengaja mempertanyakan keputusan pelanggan untuk kedua kalinya.
"Iya."
Lindell mendesah pasrah, "Baiklah, aku sudah memperingatkan mu. Jangan menyesali pilihan ini ya ketika item itu ternyata hanyalah item biasa."
Ucapan Lindell tidak salah, diantara item-item yang ditemukan oleh para player, biasanya memang ada item langka yang mengejutkan, namun secara realistis item-item itu lebih sering mengecewakan setelah diidentifikasi. Karena hal inilah, biasanya beberapa orang bahkan dengan tegas menolak untuk membayarnya. Melalui pengalaman pahit itu, Lindell selalu mengharuskan pelanggannya agar membayar terlebih dahulu.
Setelah dibayar oleh Weed, Lindell mengambil alih kalung dari tangan Weed. Saat berpegangan langsung, dia merasakan aliran mana yang tak biasa. 'Apa ini?'
Sebuah aliran magic yang bahkan tidak bisa diprediksi oleh seorang mage yang berlevel tinggi seperti dirinya. Artinya, kalung tersebut mengandung setidaknya 4 aliran magic atau lebih.
Tapi, karena skill identifikasi milik Lindell sangat tinggi, secara praktis dia bisa mengetahui sihir jenis apa yang terkandung di dalamnya.
"Identification!"
Tiba-tiba cahaya menyeruak dari kalung tersebut, bahkan menyinari tangan Lindell secerah darah segar. Diiringi dengan kemunculan informasi tentang item itu.
Necklace of the Death Knight!
Defense : 100/100
Intelligence : +20
Wisdom : +10
Black Magic : +50%
Item panggilan jiwa yang dibuat oleh Dark Mage, Barkhan Demorph!
Kalung ini mengandung jiwa seorang Death Knight, Van Hawk. Anda bisa memanggil Van Hawk dengan item ini. Namun, mengubah kesetiaannya dari Lord Barkhan kepada Anda tidak akan mudah.
Syarat : Death Knight akan menyerang pemanggil jiwanya saat dia tidak mengenalinya sebagai master.
Cara pemanggilan : Summon Death Knight!
Efek : Memanggil Death Knight.
Mata Lindell terbelalak tak kuasa menahan kejut, "I-ini adalah item terlangka yang belum pernah muncul sebelumnya."
"Kembalikan."
"A-ah." Tangan Lindell gemeteran saat dia menyerahkan kembali item itu.
Karena telah berhasil mengidentifikasi hal yang membuat hatinya resah, barulah Weed bisa melangkah dengan hati yang lega.
...***...
Setelah menyelesaikan urusan masing-masing, Weed dan Mapan kembali bertemu sehari kemudian di tempat yang telah dijanjikan. Mereka meninggalkan Kastil Regus menuju ke tempat yang dituju, Ibukota Somren.
Saat diperjalanan, Weed meminta Mapan agar menghentikan gerobak di tempat yang sepi.
Mapan tidak tahu hal aneh apalagi yang akan dilakukan teman seperjuangannya itu, jadi, dia sengaja mengemukakan pertanyaan, "Ada apa?"
"Lihat saja nanti, kau akan mengerti." Weed nyengir sejenak lalu melompat dari kursi pengendara.
Dia terlihat mengeluarkan sebuah kalung sambil merapal mantra. "Summon Death Knight!"
Saat itu, asap hitam menggepul hebat, dari dalamnya muncullah kiwa Death Knight, Van Hawk. Boss dari dungeon Barkhan.
__ADS_1
"Keuoeoeo!"
Penampilannya sama seperti sebelumnya saat bertarung dengan Weed. Kali, ini tingkat equipmentnya sedikit berubah. Saat di dungeon Barkhan, Van Hawk memiliki equipment yang bagus. Tapi, saat ini dia hanya mengenakan pedang dan equipment dasar. Alasannya sederhana, karena Weed dengan kejam telah mencuri semua equipment yang dia punya.
Tubuh Death Knight sedikit rapuh saat terkena cahaya matahari, karena matahari menyebabkan kelemahan yang besar terhadap para undead. Tapi, karena dia adalah monster undead berlevel 200, dia mampu menyeimbangkan diri dengan baik.
Pandangan Death Knight menyapu Mapan yang tercengang, lalu dia menatap Weed dengan amarah membara, "Dasar manusia biadab!" Dia meraung dengan kencang. Auranya berkobar penuh kebencian, menyebarkan aura membunuh yang meluap-luap.
Death Knight itu ingat dengan jelas bahwa Weedlah yang telah membunuhnya.
Weed bersedekap pinggang mengamati mainan barunya dengan santai.
"Dasar sialan! Kau sengaja memanggilku! Kau pikir aku akan mengkhianati Lord Barkhan lalu mengabdi padamu? Hah! Kau? Yang hanya seorang Scluptor?! Nyalimu terlalu tinggi! Aku akan membunuhmu sialan!" Setelah lega bersumpah serapah, Death Knight langsung menyerbu Weed.
Dengan sengaja Weed menerima serangan tersebut, membuat dirinya terluka parah hingga mengeluarkan banyak darah.
"We-ed?" Mapan tiba-tiba berdiri, dia sedikit khawatir dengannya, walau yakin lelaki itu pasti punya rencana.
Saat merasakan HP nya telah berkurang dari 20%, barulah Weed mengeluarkan skill andalannya. "Sclupting Blade!"
Crash!
Klang!
Pedang Weed menebas Death Knight berulang kali. Akhirnya Van Hawk mati, membuat warna kalung berubah kembali menjadi putih. Kalung tersebut akan kembali berwarna Crimson setelah membunuh banyak monster. Weed mengelap darah yang mengalir dari sudut bibirnya sambil tersenyum penuh kemenangan. "Akhirnya item ini berguna juga."
Semua kegilaan dan penderitaan Van Hawk dimulai sejak saat itu.
Dalam perjalanan menuju Ibukota Somren, saat warna kalung berwarna crimson, Weed akan memanggil jiwa Death Knight, lalu menyiksanya dengan keji sebelum membunuhnya.
"Summon Death Knight!"
"Dasar manusia biadab! Ku bunuh kau!"
"Sculpting Blade!"
Weed sangat semangat menggunakan semua skill yang dia miliki untuk membunuh telak Death Knight. Kegiatan pemanggilan dan penyiksaan ini dilakukannya secara berkala seolah ingin membuat rekor pembunuhan terbanyak. Weed akan membangkitkan nya hanya untuk dibunuh, dibangkitkan lagi, dibunuh lagi begitu terus seterusnya.
"Summon Death Knight!"
"Ke ke ke!" Weed menggosok kedua tangan dengan sunyuman mengerikan.
Bagi Death Knight, wajah itu sudah terlalu muak untuk dilihat.
"Seven Celestial Steps!"
Penyiksaan yang diberikan Weed sangat keterlaluan. Death Knight sangat ingin membunuhnya tapi tidak mampu. Setelah muncul dia akan mengerahkan kekuatan penuh, tapi akhirnya nasib yang menimpanya akan sama saja, kematian.
Inilah yang diinginkan oleh Weed. Selama ini, dia hanya bisa menghabiskan waktu dengan memahat santai di atas gerobak, akhirnya HP dan mana nya penuh, tapi tidak digunakan. Sekarang, dia memiliki lawan yang akan datang kapanpun saat dia ingin.
Weed sangat puas dengan kebringasan yang dikeluarkan oleh Death Knight. Karena sangat antusias, Weed bahkan tidak akan menunggu sampai HP dan mananya penuh 100% untuk menyerang Van Hawk. Walau tidak mendapatkan EXP karena dia hanyalah makhluk panggilan, tapi Weed masih bisa meningkatkan skill Sclupture Masterynya secara berkala.
"Ahhh kenikmatan ini tiada duanya. Nikmat apalagi yang kau dustakan!!!!"
Setelah berteriak kencang, Weed menyingkir dari depan panggangan untuk membasahi tenggorokan.
"Gotcha!"
"Jika kau menyiksanya seperti ini terus, aku yakin sebentar lagi dia akan menyerah."
"Ku harap itu tak akan terjadi dalam waktu dekat!"
"Dasar."
"Summon Death Knight!"
Ini adalah kesepuluh kalinya Weed mengganjar Van Hawk sampai tewas.
Saat muncul diantara kepulan asap hitam, wajah Death Knight terlihat tidak baik-baik saja, "Ugh! Ku akui kau sangat kuat." Ucapnya lemah, ini adalah keluhan pertama yang dilayangkannya.
"Aku tidak menerima sanjungan mu! Hya!" Weed menyerang Death Knight dengan ganas, membuat undead itu terpaksa harus melawan balik.
Di belakangnya ada Mapan yang setia menonton perkelahian dua makhluk beda alam itu sambil bersantap ria. "Sepertinya enak memukuli Van Hawk, haruskah aku mencoba juga?"
"Keeekkk." Van Hawk merenggang nyawa dengan mengenaskan.
Setelah dibangkitkan lima kali lagi, Van Hawk muncul dengan ******* panjang, "Sepertinya aku mulai melupakan kuasa Lord Barkhan sedikit demi sedikit."
Dan lagi, setelah mati lima kali lagi, Van Hawk berkata dengan tegas, "Sepertinya kepemimpinan mu sudah memenuhi syarat untuk memerintahkan ku, walau aku masih belum yakin."
Setelah itu, Van Hawk terbunuh sebanyak 20 kali lagi. Sampai pada titik ini, Weed tidak lagi repot-repot untuk menghitung angka penewasan nya. Saat HP dan mananya hampir pulih sepenuhnya, Weed langsung memanggil jiwa Death Knight untuk disiksa.
Vitalitas dari kalung yang Weed pegang bisa pulih dengan cepat, jadi akan mudah untuk memanggil jiwa yang mendiaminya.
Beberapa saat kemudian, Van Hawk akhinya menyatakan kekalahannya dengan lantang, "Master!"
Death Knight terkuat, Van Hawk akhirnya menyerah, dan mengakui Weed sebagai tuannya. Namun, jawaban yang dia dapatkan sangat tidak terduga.
"Tidak! Aku tidak bisa mempercayai mu! Karena kau pernah menjadi budak seorang Mage jahat, kau pasti sedang merencanakan sesuatu!" Weed menolaknya dengan tegas.
Van Hawk tergagap, "A-apa? I-ini bagaimana bisa ka-kau? Tidak! Seorang Van Hawk tidak serendah itu!"
Sekeras apapun Van Hawk berusaha menjelaskan situasinya pada Weed, sekeras itu pula keteguhan hati Weed untuk tidak mempercayainya. Dia membangkitkan lalu membunuhnya berulang kali sampai lebih dari 300 kali.
Sampai di titik Van Hawk rela bersujud sambil menangis pilu, "Aku akan melayani mu dengan segenap jiwa ku master, ku mohon terimalah undead rendahan ini-"
"Ternyata ini adalah batasnya. Hahaha!" Mapan tertawa kencang menyaksikan penderitaan Van Hawk di bawah kaki Weed.
Membuat Weed emosi karena kehilangan lawan yang membuat semangatnya membara, "Berdiri! Dan lawan aku!"
"Master, kumohon." Van Hawk meraung-raung seperti anak kecil yang kehilangan mainan berharga.
Weed menendang Van Hawk yang melekat di kakinya sampai nyangkut di sebuah pohon.
"Masterrr." Rengeknya penuh derita.
__ADS_1
Setelah insiden itu, Weed tidak kenal ampun, dengan kejam dia membunuh Van Hawk sekitar 500 kali lagi. Setiap kali muncul, Van Hawk akan memohon dengan putus asa, tapi tidak kunjung berhasil. Tujuan Weed menyiksanya adalah untuk menguasai skill-skillnya, jadi harus tidak kenal ampun.
...***...
Lee Hyun membereskan rumah saat keluar dari game. Baginya, rumah yang bersih akan membawa kedamaian dalam hidup. Setelah menyelesaikan semua urusan duniawi, dia kembali berkecimpung di depan komputer untuk memeriksa drop item yang dilelangnya beberapa hari lalu.
"Aku tidak berpikir harganya akan tinggi, mengingat drop item ini bukanlah equipment yang luar biasa."
Dia memeriksa item-item Death Knight yang berlevel 200. Bagaimanapun, Royal Road adalah virtual reality yang menyajikan banyak hal menarik. Termasuk drop item, semuanya memiliki keunikan dan julukan tersendiri.
Beberapa monster bahkan memiliki kecerdasan layaknya manusia pada umumnya, mereka bisa membedakan harta yang berharga dan layak di simpan atau tidak. Mereka juga bisa mengumpulkan semua jenis harta karun dan item langka. Artinya, selain drop item yang di jual oleh Weed, ada banyak item langka lainnya yang beredar.
Hal ini tidak hanya di Royal Road, tapi berlaku di game lain yang serupa.
Kematian monster berlevel tinggi akan menjatuhkan drop item yang layak diperjual belikan di pasaran.
Lee Hyun mendesah panjang, sedikit kecewa dengan hasil lelangan. Bagaimanapun, dia telah bersusah payah untuk mendapatkan semua item yang sekarang dilelang nya.
Royal Road menampilkan kualitas yang sangat detail dan nyata. Termasuk bau menyengat dari monster undead. Tidak banyak orang yang bisa menahan bau tersebut saat berburu.
Telah tersebar informasi mengenai para undead adalah monster yang paling dihindari di lokasi perburuan. Orang-orang tidak mau berburu para undead, membuat harga drop item merekapun meningkat drastis karena kelangkaannya. Berkat ini juga harga drop item para undead sangat mahal, tapi Weed masih tidak puas dengan hasil yang didapat dari pelelangan.
Setelah menghitung Weed menyimpulkan total uang yang di dapat, "Setidaknya melampaui 2.960 ribu won, kan?"
Weed berhenti melihat hasil pelelangan menuju email yang telah dia abaikan beberapa hari ini.
Undangan Dark Gamers!
Dia membaca isi undangan yang menyatakan bahwa undangan itu hanya dikirimkan kepada orang-orang yang terpilih. Dan Lee Hyun adalah salah satu yang terpilih itu, diundang untuk bergabung dalam pertemuan mereka.
Begitulah kira-kira isi undangannya.
Background di situs tersebut menampilkan gambaran satu skeleton yang memegang uang dengan sebelah tangan.
"Ini--"
Lee Hyun akhirnya menyadari fakta terpenting, "Dark Gamer Union?!"
Dia pernah mendengar rumor tentang organisasi ini sebelumnya, organisasi ini memang sangat terkenal tetapi kebenaran tentang ada tidaknya tidak pernah diketahui dengan jelas.
"Mungkin ini akun fake, yah, bagaimanapun hal ini tidak ada hubungannya denganku." Lee Hyun mengangguk beberapa kali.
Dia lalu kembali mengklik situs jual beli untuk mengkonfirmasi pelelangan. Setelah mengirim private message pada masing-masing pembeli, mereka akhirnya menentukan lokasi pertemuan dalam game. Transaksi akan berlangsung sehari kemudian.
...***...
Ibukota Somren!
Ibukota Somren memiliki karakteristik yang sama dengan seorang penguasa feodal. Di sini hanya memberlakukan sedikit pajak. Berkat itu, kota ini akhirnya meledak oleh kedatangan para Merchant dan para petualangan yang berpindah kewarganegaraan.
Sebagian besar player selalu mencari senjata terbaik dengan harga terjangkau. Di tempat lain, harga beli di toko-toko sudah termasuk pajak yang sangat mahal. Tetapi, di ibukota Somren pajaknya terlampau murah.
Akhirnya mendapat julukan surga para Merchant.
Weed dan Mapan tiba di kota tersebut di hari terakhir batas waktu quest gereja Dewi Freya yang diembat oleh Weed.
"Kalau begitu, aku akan berdagang di sebelah sana." Mapan menunjuk sebuah tempat yang sedang ramai-ramainya.
"Baiklah. Sampai jumpa lagi."
"Hmm."
Weed menatap punggung Mapan yang kian menjauh ditelan keramaian kota. Perlu Weed akui, Mapan adalah partner yang cocok untuk mengumpulkan cuan, mengingat semangatnya yang membara saat berhubungan dengan melipatgandakan uang.
Saat melewati pegunungan Baruk, lelaki itu dengan setia menemani Weed untuk mengumpulkan drop item yang luar biasa banyaknya setelah Weed membunuh para monster. Sampai-sampai gerobak mereka penuh dengan drop item.
Semangat juang seorang Merchant tidak luput dari sensasi menyenangkan saat memperjual belikan dagangan. Ada sebuah kepuasan tersendiri saat berhasil memborong barang dengan harga murah dan menjualnya dengan harga yang dua kali lipat lebih tinggi, hingga meraup kesuksesan yang besar.
Sejauh yang Weed tahu, semangat juang seorang Mapan tiada duanya. Ini merupakan keuntungan terbesar sebagai partnernya. "Sepertinya hubungan simbiosis mutualisme ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Aku telah memilihmu, Mapan. Aku tidak akan mengecewakanmu. Dan akupun percaya pada kemampuanmu." Weed ikut beranjak dari tempatnya semula.
Mulai mengamati gelombang pasar di ibukota. "Kebebasan berdagang tanpa pajak?" Senyuman Weed terbit secerah mentari pagi, "Mengunjungi ibukota Somren tidak buruk juga."
Tujuan kedatangan Weed ke pusat benua hampir selesai. Dia memeriksa Harta Karun Dewi Freya dalam ranselnya.
Dia harus menyelesaikan quest untuk mengembalikan relik suci milik gereja Dewi Freya.
Tapi Weed tidak tergesa-gesa, dia masih memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan quest itu. Sebelum menuju gereja, Weed pergi ke air mancur di alun-alun kota untuk mengamati gelombang pasar sedikit lebih lama.
Sebagian besar, ibukota Somren penuh sesak oleh para Merchant.
Di pinggiran, mereka membuka kios untuk menjajakan barang sambil berpromosi secara langsung pada para player yang lewat.
"Aku bisa merepair kerusakan equipment sampai endurance nya maksimal!"
"Silahkan berkunjung! Aku menjual makanan yang bisa memulihkan 20% HP!"
"Menjual pakaian yang terbuat dari sutra berkualitas, memiliki resistensi terhadap electric magic, stok terbatas jangan sampai kehabisan!"
"Menyediakan berbagai macam equipment yang ku olah sendiri, dijamin tahan lama!"
"Dapatkan perhiasan dengan berbagai atribut seharga 1 gold hanya untuk hari ini! Stok mulai menipis jangan sampai ketinggalan!!!"
Beberapa player yang lewat ada saja yang terpicut dengan iming-iming dari para Merchant, "Berapa harga perhiasannya?"
Ada pula orang-orang yang sengaja mendatangi para pedagang untuk mengambil pesanan, "Aku datang untuk mengambil baju yang ku pesan kemarin."
Dan ada juga orang-orang yang sedang mencari bahan pangan untuk persiapan berburu, "Aku ingin membeli 100 potong roti."
Setiap orang memiliki kebutuhan dan kepentingan masing masing, hal ini tidak jauh-jauh dari bahan sandang dan pangan. Para pengrajin seperti Tailor dan Chef sangat dibutuhkan keberadaannya. Inilah saat yang tepat bagi mereka untuk meraup keuntungan yang besar.
...•••...
Hei guys!
Tolong maklumi ya jika tulisanku kian hari kian berbeda dengan tahap awal cerita ini. Bagaimanapun, tulisan seorang penulis berkembang setelah berkali-kali menulis.
__ADS_1
Sebagai gantinya, akan ku usahakan yang terbaik buat kalian semua para readers tercinta.
Hwaiting!!!