Legendary Moonlight Scluptor

Legendary Moonlight Scluptor
Menyerbu Dungeon Baru


__ADS_3

Semua orang di party Weed kebagian seluruh bonus stat sebagai orang pertama yang memasuki dungeon baru. Bonus stat defense difokuskan pada Weed dan Surka sebagai penyerang utama dalam tim.


Sambil menyusuri dungeon, mereka bersiap dan menyusun strategi yang layak. Mereka sedang mengintip di balik kegelapan. Di lorong sana ada sekelompok kecil undead, 2 skeleton mager, 1 skeleton soldier dan 1 skeleton archer. Tubuh mereka hanya terbuat dari rangka manusia yang terlihat keropos dimana-mana.


Setelah dirasa cukup bersiap mereka langsung menyerbu ke arah musuh, berperan sesuai posisi masing-masing.


"Ma-manusia? A-da ma-manusia hidup." Skeleton yang paling dekat dengan Weed berteriak kaget. Suaranya serak-serak basah dan terbata-bata, layaknya orang tua yang sangat renta.


"Manu-sia." Rongga mata kosong skeleton menyala semerah darah.


Aura kuat pembunuh memancar kuat saat mereka berlari ke arah tim Weed. Kerangka mereka bergemeletukan saat digerakan, layaknya suara tulang patah.


Weed mengangkat pedang tinggi-tinggi, "Bawalah kemenangan. Serang!"


CLANG!


Weed yang pertama kali maju, langsung menahan pedang Skeleton Warrior. Tidak hanya sekedar menghentikan serangan musuh, Weed dengan lancar membelokkan serangan lawan ke samping, lalu menyerang balik tak kalah sengit.


Itu bukanlah skill dalam game. Weed secara alami melancarkan seni pedang di dunia nyata dengan mulus.


"Triple!"


POP!


SNAP!


CRACK!


Weed memakai 3 serangan beruntun. Menusuk dada lawan, menebas secara diagonal, saat pedang ditarik kembali, memanfaatkan momentum gerakan tubuh untuk menebas sekali lagi sebagai serangan tambahan.


Penguasaan skill ini memberi potensi untuk menambah serangan. Namun tetap saja dinamai triple karena diambil dari 3 serangan utama.


Jika tiga serangan beruntun itu diblokir musuh, ada sebuah kesempatan untuk memunculkan tebasan keempat. Bila serangan yang keempat ini juga bisa ditahan, ada kesempatan yang sangat kecil pula untuk mengeluarkan tebasan kelima.


Di tengah-tengah pertarungan sengit, Weed mengeluarkan skill tanpa meneriakkan julukannya, Triple.


Triple adalah skill yang sangat sulit untuk diikuti oleh mata. Bahkan sepersekian detik bisa menentukan antara hidup dan mati. Terutama jika seseorang mampu memanfaatkan momen itu untuk menargetkan kelemahan musuh.


Karena, Triple awalnya dimaksudkan sebagai 3 tebasan cepat, yang memanfaatkan kelemahan musuh saat menyerang.


Di atas semua ini, Weed mampu memanuverkan pedang menggunakan kemampuan aslinya, untuk menciptakan celah pada pertahanan lawan. Tak mengherankan, rusuk Skeleton Soldier itu hancur seketika, terkena serangan pedang Weed.


Hanya seseorang seperti Weed, yang mampu berpikir untuk menggunakan metode yang kejam saat melenyapkan musuhnya.


Saat itu, Skeleton Mage di barisan belakang mulai merapal mantra untuk menargetkan Weed. Untungnya, mantra Romuna memblokir serangannya terlebih dahulu.


"Fire Strike!"


Karena kemampuannya yang tinggi, saat menggunakan skill ini, 6 bola api langsung meluncur mengenai kedua skeleton mage sekaligus. Dia seperti pengganggu menyebalkan yang selalu menggagalkan mantra musuh sebelum efektif. Romuna tertawa keji, ekspresi wajahnya terlihat sangat menjengkelkan, "Kalian milikku, bedebah!"


Disebelahnya, Pale fokus pada satu-satunya skeleton archer. Keduanya sama-sama ganas saling balas tembakan panah, "Makan ini!"


"Blessed Arrow!" Dia melepaskan sebuah panah yang memancarkan kilatan cahaya keemasan membutakan mata.


Alaminya, para undead membenci cahaya, blessing dan sejenisnya. Karena cahaya adalah kelemahan utama mereka. Namun, berbeda dengan undead berlevel tinggi, mereka bahkan bisa berjalan di bawah terik matahari tanpa masalah apapun.


Panah Pale meluncur cepat menargetkan skeleton Archer. Pergerakannya secepat kilat.


Sedangkan di pertarungan jarak dekat, ada Surka yang dengan ganas meninju skeleton Mage dengan support Romuna. Otot tangan gadis itu sampai terbentuk saking sengitnya pertarungan mereka. Mereka berjuang keras mempertaruhkan nyawa masing-masing karena ini pertama kalinya mereka melawan musuh yang tangguh.


Di sebelah kiri ada Weed yang hanya menangani Skeleton Soldier. Wajahnya terlihat tenang, tapi hatinya sangat senang menikmati sensasi menyegarkan ini. Otot-ototnya seakan terbakar oleh api semangat juang. 'Akhirnya tubuhku bisa bernafas lega.'


"Matiiiiiiii!!!!" Tulang-tulang skeleton soldier berderak saat dia melompat tinggi lalu mengeluarkan serangan kuat saat mendarat di tanah. Meskipun pedangnya penuh retakan, tapi kekuatan di balik serangannya sangat besar.


'Meskipun begitu, pergerakan mereka terlalu mudah dibaca.' Makanya Weed santai saja menikmati pertempuran.


Dia mengaktifkan skill lainnya, "Backstab!"


Saat pedang skeleton menjangkau targetnya, hanya bayangan Weed yang tersisa. Tubuh Weed sudah dibelakang musuh, dan menebas leher skeleton itu dengan sekali tebasan.


Critical Hit!


Sebuah serangan kritikal!


Membutuhkan timing yang tepat, bahkan 1/1000 detik akan berpengaruh pada kesuksesan serangan kritikal.


Sengaja melakukannya berarti memiliki resikonya sendiri. Oleh karena itu, jika berhasil akan sangat memuaskan.


Setelah menerima damage dari Triple dan Backstab, tulang-tulang Skeleton itu jatuh berserakan menjadi tumpukan tanpa nyawa.


"Weed, sebelah sini!" teriak Surka, suaranya terdengar sangat lelah. Melawan dua skeleton Mage sekaligus terlalu menguras tenaganya. Sebagai seorang Paladin, dia memang memiliki Agility yang tinggi hingga pergerakannya sangat cepat. Tapi saat ini, tubuhnya secara bertahap mati rasa. Dia sudah berada di luar batas.


Rentetan pemberitahuan stat window membuat kefokusan Surka ikut teralihkan.


Anda telah keracunan!


Anda telah dikutuk!


Strength berkurang!


Agility berkurang!


Dia benar-benar bertarung habis-habisan, sampai nyawanya diujung tanduk. Keracunan dan kutukan itu membuat lukanya mengeluarkan darah tanpa henti. Seluruh tubuh Surka diselubungi asap hitam akibat kutukan dari skeleton Mage. Kutukan itu lebih kuat dan lebih cepat daripada blessing Irene, jadi diapun ikut kewalahan mensupportnya. Tapi mereka tidak bisa berhenti melawan karena nyawa Surka menjadi taruhannya. Akhirnya mereka menderita bersama.


"EXP ku yang berharga, aku datang!' Weed secepat kilat meluncur menuju salah satu perundung Surka untuk menyelamatkannya.


"Sculpting Blade!" Dia berteriak semangat saat memasuki arena pertempuran.


Karena mana Weed telah pulih, dia langsung melancarkan skill Sclupting Blade untuk menebas para skeleton mage, seketika langsung menghilang dalam kilatan cahaya abu-abu. Mereka mati lebih cepat dari yang dia kira. Ini berkat Romuna yang sebelumnya telah membombardir mana mereka hingga ke dasarnya.


Terakhir, Skeleton Archer yang tersisa langsung menemui ajal akibat serangan panah Pale yang di support Romuna.

__ADS_1


"Wow! Akhirnya kita menang!" Surka berteriak girang sekaligus terlihat lega.


"Bahkan level kita naik." Pale menyeringai puas merasakan tenaganya yang sedikit berbeda.


Lawan mereka barusan berlevel lebih tinggi 15 level dari mereka. Tentu saja mereka akan mendapatkan banyak kenaikan stat, ditambah dengan bonus stat sebagai orang pertama yang menemukan dungeon. Tentu saja mereka menang banyak.


Romuna dan Irene terduduk lemas, masih ngos-ngosan. Romuna tertawa kecil menatap Irene, rekannya pun ikut tertawa kecil, ia mengangkat tangan kanan, lalu mereka berhigh five. Setelah itu mereka berdua tidur bersama untuk memulihkan mana mereka yang kehilangan banyak saat menghilangkan kutukan dan memblessing pasukan.


Meditasi memang bisa memulihkan mana. Sayangnya, skill eksklusif itu hanya untuk profesi Mage dan priest. Artinya Weed tidak bisa mempelajarinya. Dia senang rekannya bisa cepat pulih, walau sedikit sedih dengan kenyataan ini. Tapi seperti biasa, dia memilih mengabaikannya, setiap profesi memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Dia yakin suatu saat pun dia pasti akan menemukan skill pemulihan mana yang lebih cepat.


Pale ikut duduk di samping Romuna, "Kerja bagus semuanya."


Weed membalas high five yang dilayangkan Pale dan yang lain, "Haruskah kita lihat sekarang item apa yang kita dapat?"


Surka mengangkat tangan, "Setuju! Aku sangat penasaran."


Di pertempuran sebelumnya mereka akan mengambil drop item hanya saat menginginkannya. Tapi kali ini berbeda, mereka hanya melewati satu pertempuran sengit, seolah-olah sedang berjalan di atas danau berlapis es tipis. Setiap waktu yang terlewat sangat berharga. Jadi mereka akan mengumpulkan semua drop item yang dijatuhkan para skeleton itu.


Worn Bloodstained Gloves!


Endurance : 7/40


Defense : 6


Sebuah item yang dipenuhi dengan kebencian dan kematian.


Meskipun memperkuat pengguna, item ini lebih baik dihindari.


Syarat :


• Level 50


• Strength 100


Efek :


• Meningkatkan Strength sebesar 20


• Meningkatkan Kekuatan Serangan sebesar 10%


• Mengurangi HP sebesar 200


Surka dan Pale mendesah panjang melihat kelemahannya kecuali Weed tentu saja.


Boots of the Cold Ones!


Endurance : 9/50


Defense : 5


Sepatu yang dibuat untuk melawan cengkraman tanah. Karena terbuat dari kulit kerbau air, akan memberikan perasaan nyaman ketika dipakai.


Efek : Meningkatkan resistansi ice magic sebesar 15%


Item-item seperti ini sama sekali tak buruk. Bisa dijual pada merchant, tapi lebih baik dipakai. Sarung tangan itu mengurangi HP pengguna, tapi defensenya cukup tinggi. Akan lebih layak jika dipakai.


Saat ini, sebagian bonus stat dari penemuan dungeon tersebut masih berlanjut, masih banyak item terbaik yang belum diidentifikasi. Sambil beristirahat, mereka memeriksa satu persatu drop item yang dijatuhkan lawan tadi.


Clay Sword!


Endurance : 12/65


Damage : 23-25


Sebuah pedang sihir yang ditambahi ice magic. Akan memberikan 2-5 bonus damage pada target yang menggunakan armor dan mengurangi pergerakan musuh.


Syarat :


• Level 60


• Strenght 200


Efek :


• Menambah 2-5 damage ice magic


Senyuman mengerikan muncul di wajah Weed, 'Jackpot!'


Bagaimana tidak, sebuah pedang seharga lebih dari 100 gold akhirnya tiba di depan matanya sebagai drop item. Walau dibandingkan dengan Clay Sword yang ada di toko, drop item seperti ini endurancenya lebih rendah. Dan max endurance dari pedang akan berkurang sedikit demi sedikit, jika pedang tersebut tidak segera direpair. Tapi Weed masih sangat puas, karena dia memiliki skill repair.


Pale mengerjapkan mata beberapa saat sambil menatap takjub ke arah pedang itu, "Bukankah ini--" Dia tidak bisa melanjutkan kata-kata saking terkejut dengan kelebihannya.


Bahkan dia merasa keserakahan mulai merayap membungkus dirinya. Walau bagaimanapun dia juga manusia biasa yang bisa merasakan iri, serakah dan lain-lain. Ingat! Hal ini dikategorikan sebagai sifat manusiawi.


Weed tentu saja menjadi orang pertama yang menyadari tatapan Pale, dia berjalan pelan ke tengah-tengah tim. Pakaiannya terlihat sederhana, tidak ada perubahan sejak awal memasuki game sampai sekarang. Dirinyapun tidak memiliki armor maupun sepatu yang kuat.


Weed sengaja menatap Pale sambil berdecak pinggang. "Serangan para bedebah barusan benar-benar menguras tenaga. Aku tidak tahu bagaimana keadaan nyawa kita sekarang jika jumlah mereka dua kali lipat lebih banyak."


"..." Pale tergagap mengetahui maksud dibalik kata-katanya. Dia berusaha keras menahan air mata saat menepi, mengizinkan Weed untuk mengklaim ketiga item langka itu. Jika Weed yang merupakan perisai utama mereka tidak memiliki perlengkapan yang baik, lalu siapa yang akan menggantikannya jika kebetulan ia kehilangan nyawa.


"Item-item seperti ini harusnya menjadi milik Pale." Suara Weed terdengar lemah dan tak enakan.


Pale sampai kehabisan kata-kata dibuat olehnya. Lebih terkejut lagi oleh siasat Weed, "..."


"Namun, karena aku adalah seseorang yang harus melawan musuh di garis depan, akan banyak membantu jika memakai perlengkapan yang baik. Tenang saja, drop item selanjutnya sudah pasti akan diberikan pada Surka dan Pale." Weed mengangguk yakin.


Ini adalah contoh klasik dari menularkan penyakit kemudian menawarkan obatnya.


Weed akan menjadi orang yang paling beruntung jika mendapatkan item-item tersebut. Tapi balik lagi, ini adalah keputusan setiap orang. Jika dia berhasil mendapatkannya, maka ia akan terbebas dari Hard Iron Sword pemberian instruktur di Training Hall.


Tiba-tiba sebuah suara serak mengagetkan suasana tegang itu.

__ADS_1


"Ma-manusia! Ada manu-sia, wahai Undead Knight tercinta!" Sebuah skeleton knight muncul tanpa diundang.


Semua orang mendadak membeku ditempat, terlalu terkejut oleh kedatangannya.


Mereka pernah membuat kesalahan, tapi kali ini bisa dibilang fatal. Biasanya mereka sengaja memancing musuh ke wilayah yang telah dipersiapkan. Tapi sekarang skeleton knight menemukan mereka duluan saat sedang istirahat. Ini karena mereka terlalu lengah terhadap wilayah musuh.


Mata skeleton knight itu bersinar menyeramkan. Seluruh rangkanya ditutupi armor yang terlihat kuat. Seekor monster berlevel lebih dari 100. Makhluk tangguh ini langsung menyerang tim Weed.


Skeleton Knight mengayunkan pedangnya dari jauh, berhasil menebas pinggang Surka yang kebetulan tepat di depannya, "Kyaaa!"


Surka tadi masih membeku di tempat, lupa untuk menghindar. Beruntungnya ia tidak mati, tapi HPnya berkurang lebih dari 35%.


"Serang!" Weed melompat diantara Surka dan skeleton knight sambil memegang Clay Sword yang baru saja ia ambil. Dia satu satunya yang masih bisa berpikir jernih ditengah-tengah krisis seperti ini.


'Seekor monster berlevel di atas 100.' Tentu saja bukan lawan yang mudah untuk dihadapi.


Lutut Weed mulai bergetar. Bukan karena takut pada musuh, karena dirinya menganggap lawan yang berlevel 30 lebih diatasnya adalah lawan yang adil untuknya. Kekhawatirannya hanya pada endurance yang menyedihkan Clay Sword. Dia takut kalau-kalau pedang itu hancur selama pertarungan ini.


Sayangnya dia tidak bisa mengganti senjata saat musuh berada tepat di depan mata. Hatinya memang cemas, tapi dirinya harus fokus, "Tolonglah, kumohon, jangan hancurkan senjata baruku!"


Surka akhirnya sadar ketika Weed sudah bertarung mati-matian melawan musuh, "Weed! Hati-hati!"


Dia berlari kebelakang, mencengkram erat bahu kedua rekannya yang masih tertidur pulas, lalu mengguncangnya sekuat tenaga, "Romuna! Irene! Banguuuunnnn! Skeleton knight telah muncul!" Dia berteriak tepat di kuping keduanya.


Akhirnya semua anggota tim bersiap secara mendadak untuk bertarung. Namun skeleton knight tidak punya keinginan untuk menunggu mereka selesai bersiap. Dia sudah memulai serangan pertama yang sangat kuat, berlanjut menuju serangan berikutnya.


Untuk pertama kalinya, Weed merasa membutuhkan keberadaan pedang rapuhnya, 'Aku tidak bisa kehilangan pedang ini!'


Akan sangat terlambat jika dia ingin mundur. Jadi Weed hanya bisa menghindari serangan lawan, bukan memblokirnya. Akibatnya, cedera kecil tidak bisa dihindari, tapi dia merasa tubuhnya layak dikorbankan untuk melindungi tulang yang rapuh. Tentu saja kata tulang rapuh ini ditujukan kepada pedang barunya.


'Tunggu, apa aku sudah memperbaiki sarung tangan dan sepatu ini?' Weed berusaha menggali kedalam ingatannya.


"Sial!" Weed mendesis saat endurance sarung tangan dan sepatunya hampir habis.


Sedangkan untuk senjata seperti Clay Sword tidak akan kehilangan banyak endurance kecuali membuat kotak fisik langsung. Berbeda dengan equipment seperti sarung tangan dan sepatu yang mudah kehilangan endurance saat seorang player terkena serangan.


Endurance adalah sebuah atribut aneh, ketika poinnya sangat tinggi, akan berkurang perlahan. Tetapi saat poinnya rendah, sebuah serangan tunggal akan langsung menghancurkan item tersebut.


'Kenapa harus sekarang?' Semakin lama Weed berpikir semakin lama hatinya terasa pahit.


Tubuhnya menggelinding di tanah berusaha menghindari serangan skeleton.


Clang!


Pedang skeleton knight itu mengayun ke bawah nyaris mengenai kepalanya.


Skill semacam itu seringkali muncul dalam novel action yang Weed baca. Skill khusus, gerakan memutar lalu berguling di tanah untuk menghindari serangan lawan. Tapi ketika di praktikkan tidak semudah yang dibaca. Semuanya butuh tekad, perjuangan. Walau skillnya meleset jauh, Weed menghiraukannya. Sesuatu seperti harga diri tidak ada artinya lagi dalam situasi genting seperti ini.


Hatinya jauh lebih hancur memikirkan sarung tangan, sepatu dan pedang baru miliknya harus dikorbankan. Dia sengaja mengulur waktu sebanyak mungkin sampai semua timnya selesai bersiap.


Tak lama kemudian, mereka akhirnya siap secara serempak mulai bereaksi melancarkan skill andalan masing-masing. Pale sang ahli panah, Irene sang ahli blessing dan holy magic, Romuna sang ahli magic, tanpa ragu-ragu melancarkan skill terkuat.


"Fire Field!" Agar bisa menghentikan pergerakan skeleton knight secepat mungkin, Romuna sengaja mengeluarkan mantra area.


VOOSH!


Sang jago merah mulai menyebar dari tepat skeleton knight berdiri.


Weed dan Surka mundur dengan cepat untuk menghindari api tersebut. Waktu berjalan cepat, Weed menggunakan kesempatan kecil itu untuk melepaskan perlengkapan baru, lalu menggantinya dengan Iron Sword yang sudah gores dimana-mana. Dia menyesal tak sempat memakai skill repair pada item-itemnya, terlebih sekarang situasinya mengerikan, dia hanya punya waktu untuk melepas item barunya.


"Aku tahu dia tidak akan mati dengan mudah." Romuna yakin dengan pendapatnya. "Makan tuh api!" Mantra nya menyerang musuh dengan kuat tapi tidak ada perubahan yang signifikan pada musuh tanpa diundang tersebut.


"Dasar bedebah sialan!" Karena terlalu lelah dia tidak bisa mengontrol emosinya. Bersumpah serapah akan meringankan sedikit beban di bahunya. Dalam tim, selain skill pedang Weed, sumber kekuatan terbesar kedua adalah Fire Mastery milik Romuna.


Dia kesal karena biasanya skill Fire Field akan memberi damage besar pada musuh. Dari semua skill yang meningkatkan kekuatan dan efek fire magic, fire mastery hanya berada di peringkat delapan. Tidak seorangpun yakin jika serangan ini cukup untuk membunuh musuh berlevel lebih dari 100 seperti skeleton knight.


Api yang mengerubungi skeleton knight itu langsung padam, sedangkan skeleton knight masih berdiri di sana dengan kokoh, tanpa cela. Pedangnya menyala semerah api, api jingga masih menyelimuti rongga matanya serta rongga tulang rusuknya. Dia terlihat mirip Flaming Skeleton Knight. Meskipun dia menerima damage yang lumayan besar, tapi dia masih hidup, malah fire field itu terlihat membuatnya semakin kuat.


"Manusia-manusia sialan!" Skeleton Knight langsung menyerbu ke depan.


Weed menghadapi makhluk terkutuk itu dengan percaya diri. Kali ini dia tidak akan menahan diri lagi, karena tidak ada yang dia cemaskan seperti sebelumnya. Api semangat di matanya tak kalah menyilaukan dari sinar mata lawan.


"Sculpting Blade!" Iron Sword Weed menari anggun saat menghampiri Skeleton Knight di depannya. Ditambah mantra Romuna, tinju Surka dan panah Pale yang menyerang target secara berurutan.


"Grrrr!" Skeleton Knight itu sangat kuat, dia mampu menahan serangan beruntun mereka dengan santai, seakan mereka hanyalah serangga kecil yang bisa diinjak kapan saja dia mau.


Pertarungan memanas dan semakin sengit.


Mana Weed belum full sepenuhnya sejak pertempuran sebelumnya. Jadi dia tidak bisa menggunakan skill pedang mematikannya. Sejauh ini, Weed bisa menghindari serangan musuh hanya mengandalkan gerakannya yang lincah. Sayang, serangannya tidak bisa memberikan damage bahkan se ujung jari.


Bukan hanya Weed yang dalam kesulitan, tapi semua anggota party nya juga merasa kesulitan menghadapi makhluk terkutuk satu ini. Semakin lama pertarungan berlangsung, semakin banyak juga mana yang terkuras, mereka nyaris tidak bisa bertahan. Dalam beberapa menit, situasi semakin memburuk.


"Mana ku sudah habis. Aku tidak bisa memberi blessing lagi. Maafkan aku semuanya." Irene tampak putus asa. Dia menunduk dengan sedih.


Meskipun saat ini Weed dan Surka masih sanggup menyerang musuh, tapi hanya masalah waktu sampai nyawa mereka lenyap, maka selanjutnya nyawa semua anggota timnya yang tersisa akan ikut lenyap.


'Jadi akhirnya seperti ini.' Weed memutuskan untuk memakai serangan terakhir paling kuat yang ia miliki.


"Sword Kaiser!"


Swors Kaiser adalah bentuk akhir dari Teknik Pedang Imperial Formless. Namun ini hanyalah nama yang dibuat oleh Weed. Dia harus menunggu untuk melihat kelanjutannya apakah skill ini benar-benar layak untuk diberi gelar mulia, Sword Kaiser.


...•••...


Makasih atas semua dukungannya readers tercinta.


Sampai jumpa esok hari atau... esok harinya lagi hihi.


LIKE LIKE LIKEEE


-Lia... itzi, eh bukan lah😋

__ADS_1


__ADS_2